• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hambatan dalam Menciptakan Pasar Modal yang Wajar, Teratur,

BAB III TRANSPARANSI DALAM PASAR MODAL AGAR

D. Hambatan dalam Menciptakan Pasar Modal yang Wajar, Teratur,

59

perdagangan sedangkan untuk penyelesaian transaksi difalitasi oleh dua lembaga lain yaitu lembaga Kliring dan Pinjaman atau singkatnya LKP dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau disingkat LPP.50

Dalam mengantisipasi persaingan global, bursa efek dituntut untuk dapat mengembangkan sistem perdagangan dengan menggunakan fasilitas elektronik seperti perdagangan jaarak jauh, perdagangan dan pencatatan lintas batas, sesuai dengan sistem perdagangan yang dimiliki oleh bursa-bursa di negara maju

Adanya pembagian peran tersebut bertujuan agar kegiatan di pasar modal berjalan dengan efisien.

Selain itu pasar modal yang wajar, teratur dan efisien adalah pasar modal yang member perlindungan kepada investor publik terhadap praktek bisnis yang tidak sehat dan tidak jujur. Investor yang bermain di Bursa Efek seharusnya melihat fluktuasi harga saham berdasar pada laporan keuangan emiten, penawaran dan permintaan pasar, tingkat suku bunga, faktor-faktor yang berpengaruh lainnya.

D. Hambatan Dalam menciptakan Pasar Modal yang Wajar,Teratur dan Efisien.

51

50

Jakarta Stock Exchange, Panduan Pemodal Seri I Investasi di Pasar Modal, (Jakarta: PT. Bursa Efek Jakarta, 2005), hal. 15.

51

Victor Purba, Perkembangan dan Struktur Pasar Modal Indonesia Menuju era AFTA 2003, (Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2000), hal. 164.

. Namun dalam usaha menciptakan pasar modal yang wajar ,teratur dan efisien terdapat hambatan-hambatan yang menghalangi tercapainya tujuan tersebut.

Hambatan-hambatan tersebut menjadi tantangan bagi perkembangan industri pasar modal. Beberapa hal yang menjadi hambatan bagi perkembangan industri pasar modal:

1. Independensi Pengawas Pasar Modal

Lembaga pengawas harus bebas dari intervensi politik maupun industri dalam menjalankan fungsi dan perannya serta mempunyai sumber pendanaan yang cukup ,stabil dan mandiri. Diharapkan independensi lembaga pengawas pasar modal akan meningkatkan peran dan fungsinya secara optimal sehingga dapat mendorong pertumbuhan industry pasar modal.

2. Harmonisasi Peraturan Perundangan-undangan dengan Standar Internasional. Peningkatan laju globalisasi dan terintegrasinya sector keuangan memberikan suatu tantangan yang cukup signifikan bagi pasar modal dan menimbulkan keterkaitan di antara institusi pasar modal dari satu Negara dengan Negara lain. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya jaringan dan kesepakatan diantara regulator pasar modal dalam menerapkan peraturan yang mengacu pada standar internasional.52

3. Peningkatan kemampuan perusahaan efek, baik dari sisi pemodalan, manajemen dan aspek bisnis lainnya perlu mendapat perhatian.

4. Pembenahan sistem perdagangan ,clearing dan settlement dalam rangka menciptakan biaya transaksi yang kompetitif.

5. Adanya pelanggaran dan kejahatan dalam pasar modal.

Dalam melakukan kegiatan perdagangan efek yang meliputi penawaran, pembelian dan atau penjualan efek terjadi dalam rangka penawaran umum dengan menggunakan teknologi canggih, semakin canggih juga teknik yang

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi Masyarakat (Investor), 2010.

61

dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam melakukan pelanggaran di pasar modal.

Berikut ini merupakan uraian singkat tentang jenis-jenis tindak pidana yang dikenal didunia pasar modal.

a) Penipuan

Pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal menyatakan bahwa dalam melaksanakan kegiatan perdagangan efek setiap pihak dilarang secara langsung atau tidak langsung:

1. Menipu atau mengelabui pihak lain dengan menggunakan sarana dan atau cara apapun;

2. Turut serta menipu atau mengelabui pihak lain;

3. Membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta yang material atau tidak mengungkapkan fakta yang material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek.

Penipuan dipasar modal dapat meliputi penipuan yang dilakukan melalui propektus atau dalam kegiatan perdagangan efek di bursa. Selain itu penipuan juga dapat dilakukan baik atas efek yang tercatat dibursa maupun efek yang efek yang diperdagangkan diluar bursa.

Dari beberapa kejahatan yang dilakukan dipasar modal perdagangan oleh orang dalam adalah yang paling terkenal. Hal ini karena kejahatan ini hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu yaitu mereka yang berada didalam organisasi perusahaan yaitu komisaris, direktur, atau pegawai emiten atau perusahaan publik, pemegang saham utama emiten atau perusahaan publik, orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesinya atau karena hubungan usahanya dengan emiten atau perusahaan publik memungkinkan orang tersebut memperoleh informasi orang dalam.

Informasi merupakan komponen yang amat penting dalam berinvestasi.Ketersediaan informasi secara cepat dan meratanya penyebaran informasi-informasi tersebut akan memungkinkan masyarakat pemodal untuk melakukan penilaian dengan cepat atas efek atau saham emiten. Berdasarkan hal tersebut maka penggunakan informasi orang dalam merupakan unsur yang diharamkan di pasar modal. Hal ini karena penggunaan informasi orang dalam oleh insider atau pihak lain yang mempunyai hubungan dengan orang dalam dapat menyebabkan diuntungkannya pihak tersebut secara financial , dengan mengakibatkan kerugian pada pihak lain/investor lain.

Dengan demikian larangan penggunaan informasi orang dalam lebih disebabkan karena tindakan tersebut merupakan tindakan yang kurang

fair terhadpa orang lain yang sama sekali tidak tahu adanya informasi

tersebut.

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi Masyarakat (Investor), 2010.

63

Manipulasi pasar merupakan tindak pidana dimana undang-undang hanya mengaturnya untuk kejadian yang hanya terjadi dibursa efek saja,yaitu khusus untuk efek/saham yang terdaftar dan diperdagangkan di bursa efek saja. Manipulasi pasar dan manipulasi harga diatur hanya untuk perdagangan yang terjadi didalam bursa ,karena informasi atas harga efek yang terjadi didalam bursa selalu dipublikasikan secara luas melalui media massa. Oleh karena itu pelarangan atas manipulasi yang terjadi atas harga efek dibursa juga dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai harga efek dan keadaan pasar secara sebenarnya dan bukan merupakan sesuatu yang direkayasa oleh para pelaku pasar. Manipulasi pasar dapat berbentuk manipulasi terhadap perdagangan efek itu sendiri maupun manipulasi terhadap harga.

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi

A. Posisi Hukum Dari Prospektus dalam menyajikan fakta Material Perusahaan

Masalah yang muncul dalam pelaksanaan prinsip keterbukaan pada perdagangan saham di pasar perdana adalah terpusat dalam penyampaian informasi penawaran umum melalui prospektus, dan selanjutnya adalah berkenaan dengan pengaturan hukum mengenai prospektus. Prospektus dilarang memuat keterangan yang tidak benar tentang fakta material. Begitupun tuntutan yang berkaitan dengan keakuratan informasi prospektus masih tetap mucul.

Alasan tuntutan adalah karena sulitnya memperoleh informasi dalam prospektus yang mengandung nilai akurat yang tinngi. Investor sebelum mengambil keputusan investasi harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan informasi emiten yang terdapat dalam prospektus. Sebenarnya tuntutan atas ketidakakuratan informasi dalam prospektus tidak perlu terjadi, bila pembuatan prospektus dilakukan sesuai dengan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Oleh karena ketentuan tersebut telah menetapkan prospektus harus memuat keterangan yang benar tentang fakta material.

Prospektus yang menggambarkan fakta material yang benar sangat penting bagi investor. Prospektus bertujuan untuk menyediakan informasi penting tentang perusahaan yang melakukan pendaftaran. Penyediaan informasi yang demikian itu

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi Masyarakat (Investor), 2010.

65

membantu para investor dalam membuat keputusan untuk membeli atau tidak membeli saham yang ditawarkan.

Fungsi prospektus sangat vital bagi setiap investor karena prospektus memberikan pengetahuan yang cukup dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli saham, maka bentuk atau isi dan saat penyampaian prospektus kepada calon investor memerlukan pengaturan yang cukup sehingga dapat bermamfaat sebagai salah satu cara untuk melindungi investor dari penjualan yang curang (fraudulent sales). Penjamin Emisi (Underwriter) juga berkewajiban untuk melaksanakan prinsip keterbukaan, walaupun tugas utamanya hanya menjual saham dalam penawaran umum kepada investor.

Masalah lain yang cukup mengkhawatirkan adalah berkaitan dengan informasi tentang proyeksi emiten. Informasi proyeksi yang digambarkan emiten dalam prospektus merupakaninformasi yang banyak bersifat historical, yaitu informasi yang cenderung lebih banyak memuat data dan informasi masa lalu perusahaan daripada mengungkapkan proyeksi perusahaan di masa mendatang.53

Informasi proyeksi emiten yang demikian dapat dilihat dalam prospektus emiten pada saat penawaran umum. Seringkali informasi proyeksi dalam prospektus tidak menyampaikan secara cukup mengenai perkiraan-perkiraan dan proyeksi tentang kondisi perusahaan di masa mendatang. Misalnya prospektus PT. Eterindo Wahanatama (EW) mengenai proyeksi hanya menyampaikan prospek perusahaan

53

I Putu Gede Ary Suta, “Informasi dalam Penawaran Umum,” makalah disampaikan pada “Pendidikan dan Pelatihan Bagi Profesi Penunjang Pasar Modal Untuk Konsultan hukum Angkatan IV,” Jakarta 10-22 Juli 1995, hal. 8-9.

dari sudut historis dan menyebutkan perbandingan perusahaan sejenis di Asia Tenggara.54

Penyampaian informasi proyeksi perusahaan tidak terlepas dari ketentuan penyampaian informasi proyeksi yang harus dimuat dalam prospektus. Keputusan Ketua Bapepam

55

atau Peraturan Pedoman mengenai Bentuk dan isi Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum, serta Keputusan Ketua Bapepam56

Prospektus PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) pada saat melakukan penawaran umum atau listing di New York Stock Exchange (NYSE), telah menyampaikan proyeksi perusahaan yang lebih luas materinyadibandingkan dengan proyeksi PT. Eterindo Wahanatama (EW). Prospektus PT. Telekomunikasi Indonesia menyampaikan informasi perkiraan (estimasi) dan proyeksi dalam bentuk informasi keuangan yang prospektif (prospective financial information). Informasi proyeksi tidak hanyaberdasarkan pada keadaan masa lalu, tetapi informasi proyeksi tersebut dan Peraturan Pedoman mengenai Bentuk dan Isi Prospektus dalam Rangka Penawaran Umum, tidak membuat aturan secara rinci mengenai materi apa saja yang harus disampaikan dalam penyampaian informasi proyeksi perusahaan dalam pernyataan pendaftaran atau prospektus dalam proses penawaran umum. Bahkan ketentuan penyampaian informasi proyeksi tersebut tidak secara tegas mengatur untuk mewajibkan emiten menyampaikan informasi proyeksi perusahaan.

54

Prospektus PT. Eterindo Wahantama (EW), perusahaan bergerak dalam produk petro kimia, yang diterbitkan tanggal 17 April 1997 dalam rangka penawaran umum pada tanggal 24-28 April 1997.

55

Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-49/PM/1996 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan pendaftaran Perusahaan Publik.

56

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi Masyarakat (Investor), 2010.

67

dikaitkan dengan keadaan yang mempengaruhinya, seperti inflasi, pajak, perubahan tarif, depresiasi rupiah.57

Secara hukum kedudukan prospektus sama dengan kedudukan iklan dari suatu produk dimana tidak saja isinya harus benar, tetapi juga tidak boleh

misleading. Sungguhpun sistem hukum perjanjian kita kurang dapat menerima

prospektus atau iklan sebagai suatu "offer" dari perjanjian paling tidak pihak yang terkait dalam prospektus telah melakukan suatu perbuatan yang pada gilirannya bisa jadi menimbulkan kerugian besar bagi orang lain. Sehingga Pasal 1365 BW dapat diterapkan karena telah merupakan onrechmatigedaad. Misleading prospektus itu

Informasi proyeksi dalam prospektus PT. Telekomunikasi Indonesia menjadi demikian karena adanya ketentuan dari SEC yang mewajibkan emiten membuat informasi proyeksi yang demikian, apabila emiten akan melakukan listing di NYSE, yaitu harus sesuai dengan daftar isian beberapa formulir yang disiapkan SEC pada saat melakukan pernyataan pendaftaran (Registration Statement on Form).

Di Amerika Serikat, selain fakta material yang wajib disampaikan, perusahaan juga diwajibkan untuk menyampaikan informasi perusahaan yang berkenaan dengan manajemen, termasuk mengenai proyeksi internalnya (internal

projection), yang pada mulanya tidak diwajibkan.

Hal yang harus disadari oleh segenap pihak yang terlibat dalam pembuatan prospektus adalah bahwa prospektus itu merupakan dokumen yang akan diutak-atik oleh publik, karena itu mestilah super hati-hati dalam menyusunnya, sebab setiap alinea, kalimat bahkan kata perkata akan ditelaah oleh banyak orang.

57

dapat berupa memberikan keterangan yang tidak benar, memberikan keterangan terhadap fakta material. Beberapa karakteristik dari doktrin transparansi adalah :

1. Prinsip ketinggian derajat akurasi informasi 2. Prinsip kelengkapan informasi

3. Prinsip keseimbangan antara faktor-faktor positif dan faktor negatif.

Terlihat dengan jelas bahwa prinsip tersebut belum mendapat komitmen yang tegas dari Bapepam-LK, sehingga banyak muncul lubang untuk diselewengkan oleh emiten, misalnya upaya merekayasa laporan finansial melalui akuntan publik.

Buku prospektus dari perusahaan yang go public atau menjual saham kepada masyarakat melalui pasar modal tidak sama dengan iklan perusahaan. Isi prospektus harus lengkap, tidak boleh hanya memuat data-data yang bagus saja dari perusahaan. Data atau informasi yang mengandung risiko terhadap perkembangan perusahaan juga harus dimuat, misalnya batas waktu lisensi atau ijin memproduksi juga harus dikemukakan secara jelas.

Sekarang ini bukan lagi rahasia bahwa prospektus bukan lagi sarana transparansi tapi lebih merupakan ajang promosi. Mestinya dalam bidang pasar modal dengan tegas dilarang adanya puffing (melebih-lebihkan), sungguhpun dalam bidang iklan masih dapat diterima. Juga seyogiannya kita punya ketentuan yang lebih teliti dan rinci untuk mengatur tatacara prediksi perusahaan, yang merupakan salah satu elemen terpenting dalam suatu prospektus yang ada sekarang merupakan self

congratulatory prospectus.

Mengenai kriteria dari informasi yang perlu dibuka dan tidak boleh

di-insidertrading-kan adalah jika informasi yang bersangkutan bersifat material. Dalam

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi Masyarakat (Investor), 2010.

69

dan fakta yang penting dan relevan yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Walaupun masih belum jelas benar pengaturannya sekarang tetapi adalah hukum yang berlaku secara universal bahwa setiap partisipan dari prospektus, seperti Konsultan Hukum, Akuntan, Apraisal, bahkan Underwriter mesti memperhatikan standar ketentuan bagi mereka, yakni apa yang disebut "Duty

of Reasonable Investigation"

Untuk mengetahui apakah Reasonable Investigation dalam proses go public telah dilakukan masing-masing profesi, beberapa faktor yang mesti dipertimbangkan antara lain:

1. Tipe dari emiten;

2. Tipe sekuritas yang diisukan;

3. Tipe dari orang yang melakukan investasi; 4. Kantor dimana investigator berasal; 5. Hubungan antara investigator dan emiten;

6. Reasonable releance kepada pejabat atau pegawai yang karena tugas dan

kedudukannya seharusnya mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam bidang tertentu.

Secara universal prospektus yang misleading sering terjadi karena tidak berhasil secara reasonable mengungkapkan:

1. Trend yang terbalik yang telah terjadi terhadap penjualan dan income dari emiten;

2. Kontribusi terhadap penjualan dan/atau income oleh produk bisnis dari devisi,

subsidiary, lines of business dari emiten;

4. Transaksi orang dalam (insider trading);

5. Pembuatan prospektus readable dan understandable; 6. Kurang atau berlebihannya bagian pengantar;

7. Secara kurang layak menggunakan dana perusahaan untuk tujuan politik dan sosial.

Dalam rangka penawaran umum, prospektus mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Prospektus merupakan fakta

Prospektus merupakan sarana kondisi objektif perusahaan pada saat melakukan penawaran umum. Emiten dan Penjamin Emisi Efek menyatakan bertanggung jawab atas semua isi yang terkandung dalam prospektus, sehingga pemodal dapat menggunakan prospektus sebagai cara untuk mengetahui kondisi perusahaan dimana pemodal akan menanamkan dananya. 2. Prospektus merupakan dokumen formal dalam penawaran umum

a. Keadaan emiten

Prospektus merupakan sarana untuk mengungkapkan keadaan emiten pada saat itu. Emiten berkewajiban mengungkapkan kondisi-kondisi perusahaan yang relevan dengan pengambilan keputusan investasi. Dalam prospektus juga diungkapkan tentang pernyataan tentang kebenaran terhadap hal yang dinyatakan dalam prospektus. Misalnya pernyataan bahwa selain yang diungkapkan dalam laporan keuangan. b. Janji dan komitmen

Dalam prospektus disebutkan tentang janji-janji yang merupakan komitmen yang akan dipenuhi oleh perusahaan di masa mendatang.

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi Masyarakat (Investor), 2010.

71

Janji-janji tersebut misalnya janji untuk membagikan deviden. Biasanya dalam prospektus disebutkan tentang porsi laba yang dibagikan sebagai deviden dan periode pembagian, dan janji perseroan tidak akan mengeluarkan saham baru dalam jangka waktu tertentu setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif.

3. Prospektus merupakan alat perjanjian efek.

Ada ketentuan bahwa tidak ada satu pihakpun dapat menjual efek kecuali pembeli telah mendapat kesempatan membaca prospektus. Hal tersebut diataur dalam Pasal 71 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang menyatakan bahwa tidak satu pihakpun dapat mejual efek dalam penawaran umum, kecuali pembeli atau pemesan menayatakan dalam formulir pemesanan efek bahwa pembeli atau pemesan telah menerima atau memperoleh kesempatan untuk membaca prospektus berkenaan dengan efek yang bersangkutan sebelum atau pada saat pemesanan dilakukan.

Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa prospektus merupakan media yang mengkomunikasikan antara penjual dan pembeli efek yang berisi informasi untuk pengambilan keputusan investasi, bukan media untuk mempromosikan perusahaan dengan memberikan informasi yang berkelebiha atau kondisi-kondisi perusahaan sebenarnya sehingga dapat menyesatkan pemodal.

Ada hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh pemodal dalam kaitannya dalam prospektus walaupun di satu pihak, emiten serta pihak-pihak yang terkait dalam penawaran umum harus bertanggung jawab atas kebenaran semua informasi dalam prospektus namun di lain pihak pemodal juga sebelum mengambil keputusan investasi harus memperhatikan hal-hal berikut yang berkaitan dengan prospektus:

1. Informasi belum bersifat siap pakai

Dalam banyak hal informasi yang disajikan dalam prospektus merupakan informasi yang masih memerlukan interpretasi dan analisis agar bias menjadi informasi yang dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan. Misalnya laporan keuangan, investor perlu melakukan analisis terhadap laporan dengan sendiri, pengembangan perusahaan dari tahun ketahun maupun dengan membandingkan dengan perusahaan sejenis lain;

2. Informasi banyak bersifat kualitatif

Data yang diuntgkapkan dalam prospektus bayank yang bersifat kualitatif yang akan banyak berpengaruh terhadap jalannya perusahaan di masa yang akan dating, dan sebagainya. Tentunya dalam mengambil keputusan investasi pemodal diharuskan untuk melakukan pertimbangan tertentu, sehingga analisis yang dilakukan lebih menghasilkan kesimpulan yang tepat;

3. Informasi yang bersifat kuantiatif dibuat berdasarkan taksiran

Dalam banyak hal informasi yang bersifat kuantiatif yang diungkapkan dalam prospektus dibuat berdasarkan taksiran atau metode-metode penilaian sehingga dalam membaca prospektus diperlukan pertimbangan untuk mengambil keputusan, apakah informasi tersebut relevan dan dapat diandalkan;

4. Informasi yang disajikan banyak bersifat historical.

Prospektus lebih banyak memuat data dan informasi masa lalu perusahaan daripada mengungkapkan tentang proyeksi perusahaan di masa dating. Berdasarkan data historis yang ada pemodal harus memuat pemikiran-pemikiran dan proyeksi tentang kondisi perusahaan di masa mendatang;

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi Masyarakat (Investor), 2010.

73

5. Kondisi makro ekonomi jauh berbeda antara saat prospektus dibuat dengan kondisi sebenarnya yang terjadi setelah go public.

Perlu dipertimbangkan oleh pemodal mengenai asumsi kondisi makro ekonomi yang perubahannya sangat cepat. Sehingga dalam melakukan analisis perlu menganalisa fenomena ekonomi secara global, misalnya mengenai kondisi moneter, kebijakan negara lain, perdagangan dan sebagainya.

6. Terdapat risiko-risiko yang perlu mendapatkan perhatian setiap perusahaan dalam usahanya tentu banyak dihadapkan pada risiko-risiko dunia usaha. Risiko tersebut dapat datang dari pihak intern dan ekstern perusahaan.

a) Risiko terhadap bisnis

Risiko yang dihadapi secara mikro perusahaan sangat bervariasi. Namun hal ini telah diungkapkan dalam prospektus. Pemodal mendapatkan gambaran tentang kemungkinan-kemungkinan yang dihadpi perusahaan di masa yang akan datang.

b) Risiko terhadap industri

Masuknya atau menguatnya perusahaan-perusahaan sejenis akan sangat berpengaruh pada situasi persaingan antar perusahaan sehingga mempengaruhi market sharenya. Dalam melakukan analisis suatu perusahaan, pemodal disarankan untuk menganalisis secara lebih luas lagi, yaitu juga terhadap perusahaan-perusahaan sejenis untuk mengetahui posisi persaingan perusahaan.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan perusahaan sangat berpengaruh terhadap operasi usaha. Perubahan-perubahan tersebut dapat berasal dari adanya perubagan-perubahan peraturan pemerintah.

d) Risiko terhadap tidak likuidnya saham

Tidak likuidnya saham di bursa efek merupakan risiko yang harus diantisipasi oleh para pemodal. Dengan tidak likuidnya saham berakibat kesempatan untuk memperoleh capital gain dari perdagangan saham menjadi hilang. Saham dapat tidak likuid di Bursa Efek dapat diakibatkan sedikitnya saham yang ditawarkan kepada masyarakat dank arena adanya pembatasan-pembatasan, misalnya pembatasan pemodal yang diijinkan membeli sahamnya. Dengan sedikitnya saham yang ditawarkan kepada masyarakat ada risiko tidak likuidnya saham karena pada umunya risiko-risiko tersebut dapat memberikan dampak dalam setiap analisis harus mempertimbangkan kemungkinan adanya hal-hal yang merugikan perusahaan sebagai akibat dari risiko diatas.

B. Penipuan, Manipulasi Pasar, dan Insider Trading yang dapat merugikan perusahaan dan investor

1. Penipuan

Yang dimaksud dengan melakukan penipuan menurut Pasal 90 huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal adalah membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai kenyataan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau

Hendry : Pasar Modal Sebagai Sarana Pendanaan Bagi Perusahaan Dan Alternatif Sarana Investasi Bagi

Dokumen terkait