• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Pengalaman Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dalam Menerapkan Perilaku Caring pada Pasien di Sumatera Utara dalam Menerapkan Perilaku Caring pada Pasien di

3.6. Hambatan Mahasiswa Profesi Ners dalam Menerapkan Perilaku Caring

Berdasarkan hasil analisa data didapatkan 3 hambatan mahasiswa profesi ners dalam menerapkan perilaku caring yaitu (1) perawat melarang, (2) pasien dan keluarga tidak kooperatif, (3) kurangnya waktu untuk bersama pasien.

1. Perawat melarang

Dalam menerapkan perilaku caring ternyata ada beberapa hambatan yang dirasakan partisipan sebagai mahasiswa profesi ners. Hambatan yang dirasakan partisipan antara lain dari perawat itu sendiri. Partisipan menjelaskan ketika mereka akan menerapkan perilaku caring pada pasien terkadang ada beberapa

perawat melarang untuk melakukannya. Salah satu contohnya adalah perawat marah ketika mahasiswa profesi ners menanyakan kondisi pasien, padahal itu adalah tugas dari mahasiswa profesi ners dan beberapa perawat juga terkadang menyuruh mahasiswa profesi ners untuk menyelesaikan tindakan keperawatan yang mereka lakukan dengan cepat.

a. Perawat marah ketika mahasiswa profesi ners menanyakan kondisi pasien

Partisipan dalam penelitian ini menjelaskan beberapa hambatan yang mereka rasakan ketika menerpakan perilaku caring. Salah satu hambatannya adalah saat perawat marah ketika partisipan menanyakan kondisi pasien. Ada beberapa perawat tidak menyukai ketika mahasiswa profesi ners terlalu sering bertanya-tanya kepada pasien padahal maksud partisipan adalah untuk melakukan pengkajian kepada pasien sehingga bagi partisipan itu merupakan salah satu hambatan dalam menerapkan perilaku caring pada pasien. Hal ini sesuai dengan pernyataan dibawah ini:

“Ketika kakak bertanya-tanya sama pasien, ada satu perawat yang mengatakan “Ngapain ko tanya-tanya itu dek pasien? Lebih baik ko duduk diam di sini manis!”

(Partisipan 1) “Kan waktu itu, kalau ga salah di Ruang X. “Ngapain kalian disitu dek!!”. “Komunikasi sama pasien kak”, “Eh, ga usah ga usah sini kalian!!”. Yah kayak mana kan kakak mengkaji pasien, kakak mau tanya keluhannya, kan kakak masih mau mengkaji disitu duduk bareng pasien, dikiranya kita ngerumpikan, padahal kan kayak manalah, namanya juga kita mau sesuatu sama orang, kita pasti harus baik kan, bina trust lah”

b. Perawat menyuruh mahasiswa profesi ners untuk menyelesaikan tugas secara cepat

Satu dari sepuluh partisipan mengatakan bahwa terkadang perawat menyuruh mahasiswa profesi ners untuk menyelesaikan tugas secara cepat. Padahal di sisi lain mahasiswa profesi ners harus menyelesaikan tugas khususnya tindakan keperawatan dengan baik dan tepat sehingga kondisi ini menurut partisipan merupakan salah satu hambatan dalam menerapkan perilaku caring pada pasien. Hal ini sesuai dengan pernyataan dibawah ini:

“Beberapa pegawai juga kadang menyuruh kita untuk cepat-cepat menyelesaikan tugas kita padahal kita melakukannya harus berhati-hati, seperti TTV untuk 10 pasien tidak cukup 10 menit. Tidak cukup hanya 1 pasien 1 menit, gitu kan. Kadang disitu hambatannya”

(Partisipan 8)

2. Pasien dan keluarga tidak kooperatif

Partisipan pada penelitian ini mengatakan bahwa ketika mereka menerapkan perilaku caring pada pasien, beberapa pasien berespon negatif kepada partisipan, pasien menutup diri dan juga keluarga pasien terkadang tidak percaya dengan partisipan ketika menerapkan perilaku caring pada pasien.

a. Pasien berespon negatif ketika mahasiswa profesi ners melakukan perilaku caring

Tiga dari sepuluh partisipan pada penelitian ini menjelaskan salah satu hambatan dalam menerapkan perilaku caring pada pasien adalah ketika pasien berespon negatif kepada partisipan. Partisipan mengatakan ketika mereka menerapkan perilaku caring pada pasien, terkadang beberapa pasien menganggap

negatif seperti apa yang dilakukan partisipan itu tidak penting bagi mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan dibawah ini:

“Jadi ketika kakak tanya dan melakukan pengkajian.. padahal cuman mau melakukan pengkajian.. mereka itu marah gitu,”Kenapa harus ditanya-tanya lagi sementara saya sudah merasakan sakit ini!” katanya kaya gitu”

(Partisipan 1) “Kadang respon yang kita berikan, kita lakukan untuk dia, tapi terkadang mereka menganggap negatif. Ada beberapa kita memberikan injeksi, dia mengatakan, kita akan menyuntik mati seperti itu”

(Partisipan 8) “Sedangkan kita nanya keluhannya itu atau pun ngasih penjelasan, ya untuk kebaikannya dia juga kan. Tapi kadang ada keluarganya yang ga nerima. Kan ada juganya “Pak boleh

nanya-nanya?” “Ga usah lah dek, udah taunya saya!”

(Partisipan 9)

b. Pasien menutup diri

Berdasarkan hasil wawancara, partisipan pada penelitian ini juga pernah mendapatkan beberapa pasien menutup diri ketika akan dilakukan tindakan keperawatan. Dan menurut partisipan itu merupakan salah satu hambatan partisipan sebagai mahasiswa profesi ners dalam menerapkan perilaku caring pada pasien. Hal ini sesuai dengan pernyataan berikut:

“Ada sebagian beberapa orang yang memang menutup

diri.Istilahnya ga mau ditanya-tanya”

(Partisipan 1) “Misalnya kayak ada semalam ada pasien baru, dia masih muda, ini kan kakak mau mengkaji, pengkajian awal, pasiennya ga mau terbuka tentang keluhannya itu, ya kayak sewajarnya aja, ga mau mengeksplore lebih lagi tentang hal yang dirasakannya, ya mungkin karna emang orangnya gitu ya ga mau terbuka”

c. Keluarga pasien tidak percaya dengan mahasiswa profesi ners

Satu dari sepuluh partisipan mengatakan hambatan dalam menerapkan perilaku caring pada pasien adalah ketika keluarga pasien tidak percaya dengan mahasiswa profesi ners. Persepsi keluarga terkadang melihat mahasiswa profesi ners belum memiliki banyak pengalaman dalam tindakan keperawatan sehingga keluarga pasien merasa sanksi untuk meminta tolong kepada mahasiswa profesi ners sehingga itu menjadi salah satu hambatan partisipan dalam menerapkan perilaku caring pada pasien. Hal ini sesuai dengan pernyataan dibawah ini:

“Tapi kita tetap berusaha “aduh pak, emang yang seperti itu loh pak yang kami pelajari”, bahkan udah kami buat kayak gitu “Enggak, kamu kan masih mahasiswa, kamu masih praktek disini, kamu belum tau apa-apa, kau belum ada makan asam garam kehidupan, aku lebih tau lagi, jangan pande-pandean lah!”, dibilangnya kayak gitu. Tapi kan kita tetap sabar, terus besoknya kita tetap komunikasi”

(Partisipan 9)

3. Kurangnya waktu untuk bersama pasien

Partisipan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa mereka memiliki hambatan dalam menerapkan perilaku caring kepada pasien. Salah satu hambatannya adalah banyak tugas non keperawatan (tugas luar) yang dibebankan kepada mahasiswa profesi ners. Pihak rumah sakit dimana partisipan menjalankan tahap profesi sering membebankan tugas luar kepada partisipan sebagai mahasiswa profesi ners, padahal tugas luar tersebut tidak sesuai di ranah partisipan sebagai mahasiswa profesi ners. Hal ini sesuai dengan pernyataan partisipan berikut:

“Contohnya banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Kayak kakak bilang tadi lah, beban kerjanya tinggi sementara disini

kan kondisinya perawat tidak hanya mengerjakan

pekerjaannnya perawat, tapi pekerjaan non keperawatan pun juga dikerjakan, contohnya mengurus jaminan, mengantar pasien foto ke radiologi, mengantar pasien scanning, mengantar apa kultur pasien gitu kan harus ke atas, padahal itu kan bukan pekerjaan perawat, jadi itu menurut kakak juga salah satu

hambatan”

(Partisipan 3) “Misalnya nanti untuk tugas luarnya..kadang untuk mengantri untuk mendaftarkan pasien untuk pemeriksaan radiologi aja itu butuh waktu 3 jam. Jadi itu kita juga yang kerjain. Jadi itu bisa dibilang salah satu hambatan juga sih dek”

(Partisipan 8) “Hambatannya lebih kepada apa ya kondisi yang sangat sibuk diruangan. Kan kalau kakak inginnya komunikasi lebih lama, gitu kan, jalin trust dulu, tapi dengan kondisi ruangan yang sangat sibuk, banyak tindakan dan tugas, gitu kan”

(Partisipan 10)

Tabel 4.2. Matriks Tema

Pengalaman Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan

Universitas Sumatera Utara dalam Menerapkan Perilaku Caring pada Pasien di Rumah Sakit Pendidikan Kota Medan

No Tema 1: Memperlihatkan Rasa Peduli yang Tinggi dalam Menerapkan Caring

1 Sub Tema:

1. Peduli pada pasien

2. Peka terhadap pasien

3. Perhatian pada pasien

Kategori :

a. Membantu memenuhi kebutuhan pasien

b. Tulus merawat pasien a. Empati dengan pasien

b. Ikhlas melakukan tindakan kepada pasien

a. Bertanya pada pasien terkait kondisinya

b. Mengingatkan pasien untuk memenuhi kebutuhan dasar

c. Mendatangi pasien jika dibutuhkan d. Meyakinkan pasien bahwa mahasiswa

yang akan merawatnya

Tema 2: Menjalin Komunikasi yang Menciptakan Trust dengan