▫ Di Lingkungan Usaha 1 2 ▫ ▫
3.5.3.2. Data hambatan peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan tingkat pelaksana.
Permintaan data untuk tahap pertama diajukan kepada pakar di bidang konstruksi jalan. Kualifikasi pakar yang menjadi responden dalam penyebaran kuesioner bagian pertama adalah orang yang cukup berpengalaman dalam proyek konstruksi jalan, dan cukup mengetahui tentang lingkup kerja tenaga terampil pada proyek jalan. Pada kuesioner bagian pertama, para pakar dimintai pendapatnya mengenai tingkat hambatan setiap variabel yang diajukan. Variabel meliputi variabel hambatan internal dan hambatan eksternal. Pada kuesioner bagian pertama, pakar diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang dirasakan masih ada faktor lain yang belum tercantum sebagai faktor penghambat penerapan standar kompetensi kerja.
Pakar akan dimintai pendapatnya tentang alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi hambatan tersebut. Pendapat pakar ini, akan dipakai pada kuesioner bagian selanjutnya. Metode pengumpulan data melalui kuesioner merupakan pengumpulan data primer yang disebarkan melalui kuesioner yang diberikan langsung, maupun dikirim melalui e-mail. Responden yang dituju adalah responden dengan jabatan setingkat project manager, construction manager, site manager, supervisor engineer, dan mandor, yang bekerja pada perusahaan kontraktor jalan. Proses untuk mendapatkan variabel hambatan dalam peningkatan daya saing dapat diperlihatkan dengan Gambar 3.12. Variabel penelitian pada kuesioner bagian kedua merupakan hambatan-hambatan peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja dengan pencapaian standar kompetensi yang telah terpilih melalui pendapat para pakar. Untuk survey bagian kedua, kuesioner yang dipakai adalah kuesioner yang dihasilkan dari proses perankingan dengan AHP.
Sumber : Hasil olahan
Gambar 3.12 Proses penelitian bagian pertama dan kedua.
Penyebaran kuesioner dimaksudkan untuk memperoleh pendapat responden secara luas dengan tujuan agar hasil yang terkumpul akan lebih dapat digunakan sebagai dasar penelitian. Variabel yang menjadi pokok penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari studi literatur. Variabel tersebut merupakan hambatan pengetahuan, hambatan keterampilan, hambatan sikap kerja, hambatan dalam perusahaan, hambatan dalam proyek, dan hambatan pada lingkungan usaha. Variabel-variabel tersebut diidentifikasikan sebagai variabel yang dapat menghambat pencapaian kompetensi kerja secara optimal. Variabel penelitian dimasukan kedalam dua kategori, yaitu variabel internal dan variabel eksternal :
Variabel Eksternal
Variabel eksternal merupakan variabel-variabel yang dapat menghambat pencapaian kompetensi yang berasal dari dalam proyek, dalam perusahaan, dan hambatan pada lingkungan usaha. Variabel eksternal ini ditunjukkan pada Tabel 3.16.
Tabel 3.16. Variabel hambatan eksternal
HAMBATAN DALAM PROYEK Referensi
Koordinasi dan komuikasi. Nah & Lau 2003 Alokasi biaya. Nah & Lau 2003 Sarana pendukung Friedman, Kenneth. 1996 Pelatihan tenaga kerja Nah & Lau 2003 Dukungan manajer proyek Nah & Lau 2003
Standar kompetensi
Tujuansub- penelitian RencanaPenelitian
A H P
StudiLiteratur Kondisi Existing
Hambatan- hambatanyang menjadi kendala peningkatan daya saing dan solusi / penyelesaianhambatanuntuk kuetioner
bagiankedua
Ranking MetodePenelitian
(Survey study) Research Question :
- Mengapa kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi bidang
masih rendah, apa dampak dan penyebabnya. - Bagaimana cara untukmeningkatkan
kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi di bidang
.
Kuestioner bagian pertama : Hambatan-hambatan yang menjadi kendala peningkatan daya saing
pekerjaan jalan
Kesiapan sumber daya tenaga kerja Nah & Lau 2003
HAMBATAN DALAM PERUSAHAAN Referensi
Dukungan Organisasi Nah & Lau 2003 Koordinasi dan komunikasi Nah & Lau 2003 Kondisi organisasi perusahaan Nah & Lau 2003 Deskripsi tugas (job description) Nah & Lau 2003 Research and Development (R&D) Friedman, Kenneth. 1996 Kebijakan-kebijakan perusahaan Robbins, 1998
Fasilitas insentif Robbins, 1998
HAMBATAN PADA LINGKUNGAN USAHA Referensi
Pelatihan tenaga kerja Friedman, Kenneth. 1996 Belum jalannya mekanisme bakuan kompetensi
nasional. -
KKN dalam pelaksanaan tender yang mengakibatkan perolehan kerja perusahaan yang tidak merata -
Sosialisasi kebijakan Friedman, Kenneth. 1996 Kesadaran perusahaan mengenai pentingnya bakuan
kompetensi. Robbins, 1998
Lembaga pembuat sertifikasi yang belum berfungsi - Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang belum
berfungsi Friedman, Kenneth. 1996
Variabel Internal
Variabel internal merupakan variabel penghambat yang mencakup hambatan pengetahuan, hambatan keterampilan, dan hambatan sikap kerja. Hambatan tersebut terbagi kedalam 4 bagian berdasarkan jabatan tenaga terampil, yaitu : Road Asphalt Worker, Asphalt Mixing Plant Operator, Asphalt Sprayer Operator, dan Aspalt Finisher Operator. Variabel tersebut ditunjukkan pada Tabel 3.17., Tabel 3.18., Tabel 3.19. dan Tabel 3.20.
Tabel 3.17. Variabel Hambatan untuk Asphalt Finisher Operator
Kurangnya Pengetahuan Tentang : Referensi
Struktur dan fungsi asphalt Finisher Teknik dasar pengoperasian asphalt Finisher Teknik apliksi pengoperasian Asphalt Finisher Pemeliharaan harian asphalt Finisher
Pengusutan gangguan sederhana pada asphalt Finisher Perhitungan produksi pada asphalt Finisher
Jenis dan sifat material/bahan pencampur aspal Bahasa isyarat dan rambu-rambu
LPJK.
Kurangnya Pengetahuan Tentang : Referensi
Cara menjaga kesehatan dan keselamatan kerja Perhitungan matematika sederhana
Cara membuat laporan operasi
Kurangnya Keterampilan Dalam : Referensi
Melaksanakan teknik dasar pengoperasian asphalt finisher Melaksanakan teknik pengoperasian asphalt finisher Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja Melaksanakan pemeliharaan harian asphalt finisher Membuat laporan operasi
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Lemahnya Sikap Kerja Tentang : Referensi
Kepatuhan terhadap prosedur kerja Kepatuhan terhadap instruksi kerja Ketelitian dalam melakukan pekerjaan Kedisiplinan dalam bekerja
Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati Pemberian Insentif atas hasil pekerjaan
Kondisi kerja yang tidak mendukung
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Tabel 3.18. Variabel Penelitian untuk Asphalt Mixing Plant Operator
Kurangnya Pengetahuan Tentang : Referensi
Struktur dan fungsi asphalt mixing plant Teknik dasar pengoperasian asphalt mixing plant Pemeliharaan harian asphalt mixing plant
Pengusutan gangguan sederhana pada asphalt mixing plant Kesehatan dan keselamatan kerja
Bahasa isyarat dan rambu-rambu
Jenis dan sifat material/bahan pencampur aspal Perhitungan matematika sederhana
Membuat laporan operasi
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Kurangnya Keterampilan Dalam : Referensi
Melaksanakan teknik dasar pengoperasian asphalt mixing plant Melaksanakan pemeliharaan harian asphalt mixing plant Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja
Membuat laporan operasi
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Lemahnya Sikap Kerja Tentang : Referensi
Kepatuhan terhadap prosedur kerja Kepatuhan terhadap instruksi kerja Ketelitian dalam melakukan pekerjaan
LPJK.
Kedisiplinan dalam bekerja
Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati Pemberian Insentif atas hasil pekerjaan
Kondisi kerja yang tidak mendukung
Tabel 3.19. Variabel Penelitian untuk Asphalt Sprayer Operator
Kurangnya Pengetahuan Tentang : Referensi
Struktur dan fungsi asphalt sprayer Teknik dasar pengoperasian asphalt sprayer Teknik aplikasi pengoperasian asphalt sprayer Kesehatan dan keselamatan kerja
Pemeliharaan harian asphalt sprayer
pengusutan gangguan sederhana pada asphalt sprayer Perhitungan produksi asphalt sprayer
Jenis dan sifat material/bahan pencampur aspal Bahasa isyarat dan rambu-rambu
Matematika Laporan operasi
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Kurangnya Keterampilan Dalam : Referensi
Melaksanakan teknik dasar pengoperasian asphalt sprayer Melaksanakan teknik aplikasi pengoperasian asphalt sprayer Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja
Melaksanakan pemeliharaan harian asphalt sprayer Membuat laporan operasi
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Lemahnya Sikap Kerja Tentang : Referensi
Kepatuhan terhadap prosedur kerja Kepatuhan terhadap instruksi kerja Ketelitian dalam melakukan pekerjaan Kedisiplinan dalam bekerja
Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati Pemberian Insentif atas hasil pekerjaan
Kondisi kerja yang tidak mendukung
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Tabel 3.20. Variabel Penelitian untuk Road Asphalt Worker
Kurangnya Pengetahuan Tentang : Referensi
Pengukuran Mengatur lalu lintas Peralatan kerja
LPJK.
Pengenalan bahan dan material Perkerasan jalan
Metode kerja
Kurangnya Keterampilan Dalam : Referensi
Pengenalan bahan Menggunakan peralatan
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Lemahnya Sikap Kerja Tentang : Referensi
Kepatuhan terhadap prosedur kerja Kepatuhan terhadap instruksi kerja Ketelitian dalam melakukan pekerjaan Kedisiplinan dalam bekerja
Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati Pemberian Insentif atas hasil pekerjaan
Kondisi kerja yang tidak mendukung
LPJK.
Bakuan Kompetensi
Kuesioner Bagian Pertama
Pada kuesioner bagian pertama, para pakar dimintai pendapatnya mengenai tingkat hambatan setiap variabel yang diajukan. Variabel meliputi variabel hambatan internal dan hambatan eksternal. Pada kuesioner bagian pertama, pakar diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang dirasakan masih ada faktor lain yang belum tercantum sebagai faktor penghambat penerapan bakuan kompetensi kerja. Bentuk kuesioner bagian pertama ditunjukkan pada Tabel 3.21. dan selengkapnya pada BUKU LAMPIRAN -
ANALISIS IV – 5.
Tabel 3.21. Bentuk Kuesioner Bagian Pertama untuk Road Asphalt Worker
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGHAMBAT No
PENCAPAIAN KOMPETENSI KERJA
Tingkat
Hambatan Frekwensi Kejadian
No Kurangnya Pengetahuan Tentang : 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 Pengukuran
2 Mengatur lalu lintas
3 Peralatan kerja
4 Pengenalan bahan dan material
5 Perkerasan jalan
6 Metode kerja
7 …..
Kurangnya Keterampilan Dalam : 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Pengenalan bahan
2 Menggunakan peralatan
3 …..
Lemahnya Sikap Kerja Tentang : 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Kepatuhan terhadap prosedur kerja
2 Kepatuhan terhadap instruksi kerja
3 Ketelitian dalam melakukan pekerjaan
4 Kedisiplinan dalam bekerja
5 Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati
6 Pemberian Insentif atas hasil pekerjaan
7 Kondisi kerja yang tidak mendukung
8 …..
Selain itu pakar dimintai pendapatnya tentang alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi hambatan tersebut. Pendapat pakar ini, akan dipakai pada kuesioner bagian selanjutnya. Kuesioner Bagian Kedua Metode pengumpulan data melalui kuesioner merupakan pengumpulan data primer yang disebarkan melalui kuesioner yang diberikan langsung, maupun dikirim melalui e-mail. Responden yang dituju adalah responden dengan jabatan setingkat project manager, construction manager, site manager, supervisor engineer, dan mandor, yang bekerja pada perusahaan kontraktor. Variabel penelitian pada kuesioner kedua ini merupakan hambatan-hambatan pencapaian kompetensi yang telah tersaring melalui pendapat para pakar. Penyebaran kuesioner dimaksudkan untuk memperoleh pendapat responden secara luas dengan tujuan agar variabel hambatan yang terkumpul akan lebih fokus. Untuk lebih lengkapnya, kuesioner bagian kedua dapat dilihat pada lampiran, bentuk dari kuesioer kedua seperti ditunjukkan pada Tabel 3.22. dan selengkapnya ada pada BUKU LAMPIRAN - ANALISIS IV – 5. Tabel 3.22. Bentuk Kuesioner Bagian Kedua Untuk Road Asphalt Worker No FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGHAMBAT PENCAPAIAN KOMPETENSI KERJA Tingkat Hambatan (Dampak) Solusi No Kurangnya Pengetahuan Tentang : 1 2 3 4 5
1 Pengukuran
2 Mengatur lalu lintas
No FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT
MENGHAMBAT PENCAPAIAN KOMPETENSI KERJA
Tingkat Hambatan
(Dampak) Solusi
4 Pengenalan bahan dan material
Kurangnya Keterampilan Dalam : 1 2 3 4 5
1 Pengenalan bahan
2 Menggunakan peralatan
Lemahnya Sikap Kerja Tentang : 1 2 3 4 5
1 Kepatuhan terhadap prosedur kerja
2 Kepatuhan terhadap instruksi kerja
3 Ketelitian dalam melakukan pekerjaan
4 Kedisiplinan dalam bekerja
Pada penelitian bagian kedua, akan diperoleh signifikansi variabel menurut responden, serta prioritas solusi yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi hambatan pencapaian kompetensi tersebut.
3.6. Rencana analisis, pemodelan dan simulasi penelitian.
3.6.1. Analisis, permodelan dan simulasi penelitian produktifitas tenaga kerja konstruksi bidang jalan.
Data yang telah dikumpulkan digunakan untuk menguji sejauh mana permodelan yang telah dikemukakan sebelumnya dapat diterima. Dalam hubungan ini data tersebut perlu dianalisis, karena data – data tersebut masih merupakan data awal, maka diperlukan pengolahan data dengan langkah – langkah sebagai berikut:
1. Tabulasi data dan mengolah data. Jenis data dari penelitian ini adalah skala ordinal atau peringkat dan interval.
2. Melakukan analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran umum tentang data.
3. Melakukan analisis korelasi dan regresi untuk mendapatkan nilai korelasi dan model dari produktifitas tenaga kerja berdasarkan elemen waktu kerja non produktifnya.
4. Melakukan analisis risk ranking dan risk level untuk mendapatkan peringkat dari elemen waktu kerja non produktif yang paling berpengaruh terhadap produktifitas tenaga kerja.
3.6.2. Analisis, permodelan dan simulasi penelitian hambatan peningkatan