• Tidak ada hasil yang ditemukan

47 kebaikan lainnya) untuk memperbaiki keburukan yang dilancarkan

B. Hijrah dari Keburukan ke Kebaikan

4. Hanya Allah swt. Tuhan yang berhak disembah

diperintahkan untuk menanggalkan sandalnya ketika berada di tempat suci dan diberkahi, yaitu lembah T{uwa> menghadap kiblat di gunung Sinai.

Seorang hamba yang ingin mendekat kepada Allah swt., sudah sepantasnya menanggalkan simbol-simbol keduniawian, seperti jabatan, status sosial, kemewahan, dan lain-lain. Karena orang yang paling mulia di sisi Allah swt. adalah orang yang paling bertakwa (QS. Al-H{ujura>t [49]: 13). Allah swt. tidak melihat simbol-simbol keduniawian dari para hamba-Nya, namun melihat dari keimanan (hati) dan ketakwaan (perilaku).16 Sahl al-Tustari> (w. 283 H) dalam tafsirnya, Tafsi>r al-Qur’a>n al-‘Az}i>m, menyatakan bahwa hati merupakan simbol dari Ka’bah dalam arti mikrokosmos. Maksudnya, jika seseorang ingin mendekat kepada Allah swt., maka ia seharusnya membersihkan hatinya dari segala macam berhala dan kesyirikan. Sebagaimana perintah Allah swt. kepada Ibra>hi>m untuk membersihkan Ka’bah yang ada di Mekkah―dalam arti makrokosmos―dari patung-patung berhala.17

4. Hanya Allah swt. Tuhan yang berhak disembah

16 Ima>m Muslim, S{a>h}i>h Muslim, Kita>b al-Birr wa al-S{ilah wa al-A{da>b (45), Bab ke-10 Tah}ri>m z}ulm al-muslim, Hadis nomor 2564, 1193. Redaksi hadisnya:

َملْا ِنمب َدميِزَي منَع ،َناَقمرُ ب ُنمب ُرَفمعَج اَنَ ثَّدَح ،ٍماَشُِ ُنمب ُرم يِثَك اَنَ ثَّدَح ،ُدِقاَّنلا وٌرممَع اَنَ ثَّدَح َلاَق :َلاَق َةَرم يَرُُ مِبَِأ منَع ،ِّمَص

ميَلَع ُللها ىَّلَص ِللها ُلموُسَر ممُكِلاَممعَأَو ممُكِبموُلُ ق َلَِإ ُرُظمنَ ي منِكَلَو ،ممُكِلاَوممَأَو ممُكِرَوُص َلَِإ ُرُظمنَ ي َلَ َللها َّنِإ :َمَّلَسَو ِه

هارو( .

)ملسم

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru al-Na>qid, telah menceritakan kepada kami Kathi>r bin Hisha>m, telah menceritakan kepada kami Ja‘far binn Burqa>n dari Yazi>d bin al-As}amm dari Abi> Hurairah, dia berkata: Rasu>lulla>h saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.

Hadis tersebut dapat ditemukan juga pada Abi> ‘Abd Alla>h Muh}ammad bin Yazi>d bin Ma>jah al-Qazwayni>, Sunan Ibn Ma>jah (Kairo: Da>r al-Ih}ya>’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, 1918), Juz 2, Kita>b al-Zuhud (37), Ba>b al-Qana‘ah (9), Hadis nomor 4143, 1389.

17 Muh}ammad Sahl bin ‘Abd Alla>h al-Tustari>, Tafsi>r al-Qur’an al-‘Az}i>m (Mesir: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah al-Kubra>, 1911), 65. Ketika menafsirkan kata baitiya pada QS. Al-H{ajj [22]: 26. Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat hadis yang diriwayatkan al-Bukha>ri>, yaitu:

َِسْ : ُلوُقَ ي ٍيرِشَب َنمب َناَممعُّ نلا ُتمعَِسْ : َلاَق ، ٍرِماَع منَع ، ُءاَّيِرَكَز اَنَ ثَّدَح ، ٍمميَعُ ن وُبَأ اَنَ ثَّدَح ُهَّللا ىَّلَص ِهَّللا َلوُسَر ُتمع

َذِإ ًةَغمضُم ِدَسَملْا ِفِ َّنِإَو َلََأ ..." : ُلوُقَ ي َمَّلَسَو ِهميَلَع َلََأ ،ُهُّلُك ُدَسَملْا َدَسَف متَدَسَف اَذِإَو ،ُهُّلُك ُدَسَملْا َحَلَص متَحَلَص ا

)يراخبلا هاور( ".ُبملَقملا َيَُِو

Telah menceritakan kepada kami Abu> Nu‘aym, telah menceritakan kepada kami Zakariyya> dari ‘A<mir berkata: Aku mendengar al-Nu‘ma>n bin Bashi>r berkata: Aku mendengar Rasu> Alla>h saw. bersabda: “…dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati.” (HR. Al-Bukha>ri>) Silakan baca Ima>m Abi ‘Abd Alla>h Muh}ammad bin Isma>‘i>l al-Bukha>ri>, S{ah}i>h} al-Bukha>ri> (Bairu>t: Da>r Ibn Kathi>r, 2002), Kita>b al-I<ma>n (2), Hadis nomor 52, 24.

158

Wahyu yang pertama kali diterima Musa adalah Allah swt.

memperkenalkan diri-Nya sebagai Tuhan yang berhak disembah. Dia Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Redaksi tidak ada Tuhan (yang kuasa dan berhak disembah) melainkan Aku (QS. T{a>ha> [20]: 14) untuk menanamkan tauhid, mengesakan Allah swt., memantapkan pengakuan yang disertai dengan keyakinan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Dialah satu-satunya yang wajib disembah, ditaati, peraturan-praturan-Nya.

Tauhid adalah pokok dari segala pokok dan merupakan kewajiban pertama serta harus diajarkan lebih dahulu kepada manusia, sebelum ajaran agama yang lain. Nabi Muh}ammad saw. pernah bersabda bahwa kalimat tauhid merupakan kalimat terbaik yang diucapkan sejak nabi sebelumnya.18 Kalimat tauhid ini mengajarkan bahwa hanya Allah swt. Tuhan yang berhak disembah dan satu-satunya sebagai tempat bersandar (ila>h) bagi manusia sebagaimana ditunjukkan oleh kisah Musa.

Perintah salat setelah kalimat tauhid menunjukkan keutamaan ibadat salat itu dibanding dengan ibadah wajib yang lain, seperti puasa, zakat, haji, dan lain-lain. Keutamaan ibadah salat antara lain jika dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tata tertib yang telah digariskan untuknya, maka ia akan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-‘Ankabu>t [29]: 45). Salat adalah ibadah sebagai salah satu cara mengingat-Nya. Salat tidak sekedar ingat kepada Allah swt., namun zikir (salat) itu dengan hati, lisan, dan anggota badan (perbuatan).

Ima>m Muja>hid bin Jabr menyatakan salah seabagi salah satu cara ingat kepada Allah swt. mengandung mengandung banyak zikir.19 Ah}mad al-S{a>wi> juga mengatakan salat secara khusus disebutkan di antara ibadah-ibadah lainnya karena ia mengandung zikir dan menyibukkan hati, lidah, dan anggota badan.20 Karena itu, salat adalah rukun Islam paling utama setelah tauhid.

Hari Kiamat pasti terjadi dan Allah swt. merahasiakan datangnya. Begitu rahasianya hingga Allah swt. hampir merahasiakan bagi Zat-Nya sendiri. Hikmah rahasia datangnya Hari Kiamat dan kematian adalah Allah swt. tidak lagi menerima taubat hamba ketika Kiamat terjadi dan ketika sedang sekarat.

Seandainya manusia tahu waktunya Kiamat atau kematian, maka mereka akan berbuat maksiat dan dosa dengan tenang, kemudian bertaubat sebelum waktu

18 Al-Sha‘ra>wi>, Qas}as} al-Anbiya>’, 271. Pada Sunan al-Tirmidhi> disebutkan:

منَع ُد ِءاَعُّدلا ُرم يَخ :َلاَق َمَّلَسَو ِهميَلَع ُللها ىَّلَص َِّبَِّنلا َّنَأ ،ِهِّدَج منَع ِهميِبَأ منَع ٍبميَعُش منِب وِرممَع ُرم يَخَو ،َةَفَرَع ِمموَ ي ُءاَع

)يذمترلا هارو( ... ُللها َّلَِإ َهَلِإ َلَ :ميِلمبَ ق منِم َنموُّ يِبَّنلاَو اَنَأ ُتملُ ق اَم

“Dari ‘Abd Abd Alla>h bin ‘Amru bin Shu‘ayb dari ayahnya dari kakeknya bahwa Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik apa yang aku dan para nabi sebelumku katakan adalah La> ila>ha illalla>hu …”

(HR. Al-Tirmidhi>).

Al-Tirmidhi>, Sunan al-Tirmidhi>, Bab Doa, subbab ke-122 fi> fad}l la> h}aul wala<

quwwah illa> billa>h, nomor hadis 3585, Jil. 5, 541.

19 Ima>m Muja>hid, Tafsi>r al-Ima>m, 461; Al-S{a>bu>ni>, S{afwah al-Tafa>si>r, Jil. 2, 231; dan baca juga al-Ra>zi>, Mafa>ti>h} al-Ghayb, Juz 22, 19.

20 Al-S{a>wi>, H{a>shiyah ‘ala> Tafsi>r, Juz 3, 48.

159 kematian atau Kiamat datang agar mereka lepas dari siksa. Namun Allah swt.

merahasiakan perkara ini agar manusia selalu berhati-hati dan senantiasa siap jika kematian datang tiba-tiba dan Kiamat mendadak terjadi.

Setiap individu hendaknya mempersiapkan menyambut Hari Kiamat. Pada hari Kiamat ini setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang telah dilakukan dan diusahakannya selama hidup di dunia. Meskipun perbuatan baik maupun buruk itu seberat biji sawi, pasti akan mendapatkan balasannya (QS. Al-Zalzalah [99]: 7-8).

Allah swt. berpesan kepada para hamba-Nya untuk tidak mudah dipalingkan dari menghadapi Hari Kiamat oleh orang-orang yang tidak mengimaninya. Mereka yang tidak beriman hanya menuruti hawa nafsu mereka dan tidak introspeksi untuk akhiratnya. Orang-orang seperti ini meyakini bahwa kehidupan hanya di dunia, tidak ada pengadilan atas perbuatan mereka dan kehidupan pasca kematian. Karena itu, mereka berbuat sewenang-wenang dan menuruti hawa nafsunya selama hidup di dunia.

Allah swt. Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk memberikan mukjizat kepada nabi-Nya. Musa yang sebelumya tidak memiliki kekuatan lebih dan mengalami depresi setelah berbuat salah membunuh tanpa sengaja orang Qibt}i>, kemudian Allah swt. berikan kekuatan mukjizat sebagai bekal berdakwah kepada Firaun. Seseorang yang mengalami depresi, kemudian dia memasrahkan diri kepada Allah swt. diiringi dengan perbuatan baik, niscaya Allah swt. akan memberikan pertolongan dan kekuatan kepada dirinya. Kekuatan tersebut tentu saja bukan mukjizat, minimal ketenangan hati dan kekuatan dalam menghadapi persoalan dan menjalani kehidupannya. Karena pada dasarnya Allah swt. dekat dengan hamba-Nya, bahkan lebih dekat dari urat lehernya.21

Seseorang yang telah memasrahkan diri dan hanya bersandar (ila>h) kepada Allah swt., ia akan memiliki mental yang tegar dan kuat dalam menghadapi persoalan. Sebagaimana digambarkan pada kisah Musa ketika diperintahkan kembali oleh Allah swt. setelah ia lari ketakutan melihat tongkatnya menjadi ular

21 QS. Qa>f [50]: 16, bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah swt. akan senantiasa dekat kepada hamba-Nya yang saleh. Redaksi hadis tersebut berbunyi:

َّمَُمُ ِنَِثَّدَح منَع َةَداَتَ ق منَع ُةَبمعُش اَنَ ثَّدَح ُّيِوَرَملْا ِعيِبَّرلا ُنمب ُديِعَس ٍدميَز وُبَأ اَنَ ثَّدَح ِميِحَّرلا ِدمبَع ُنمب ُد ُهَّللا َيِضَر ٍسَنَأ

ُهمنَع ملا َبَّرَقَ ت اَذِإ َلاَق ِهِّبَر منَع ِهيِومرَ ي َمَّلَسَو ِهميَلَع ُهَّللا ىَّلَص ِِّبَِّنلا منَع ِّنِِم َبَّرَقَ ت اَذِإَو اًعاَرِذ ِهميَلِإ ُتمبَّرَقَ ت اًرم بِش ََّلِِإ ُدمبَع

)يراخبلا هاور( .ًةَلَومرَُ ُهُتميَ تَأ اًيمشَم ِنِاَتَأ اَذِإَو اًعاَب ُهمنِم ُتمبَّرَقَ ت اًعاَرِذ

Telah menceritakan kepadaku Muh}ammad bin ‘Abd al-Rah}i>m, telah menceritakan kepada kami Abu> Zayd Sa‘i>d bin Rabi>‘ al-Harawi>, telah menceritakan kepada kami Shu‘bah dari Qata>dah dari Ana>s ra., dari Nabi saw. yang ia riwayatkan dari Rabbnya (hadis qudsi), Allah swt. berfirman: “Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari. (HR. Al-Bukha>ri>).

Silakan baca al-Bukha>ri>, S{ah}i>h} al-Bukha>ri>, Kita>b al-Tauh}i>d (97), Hadis nomor 7536, 1863.

160

yang besar. Musa bahkan diperintahkan Allah swt. untuk memasukkan tangannya ke mulut ular besar tersebut hingga kemudian ular itu kembali menjadi tongkat.

Allah swt. memberikan jaminan keselamatan dan keamanan kepada hamba yang berserah diri kepada-Nya (wala> takhaf, innaka min al-a>mini>n). Meskipun secara logika manusia biasa, ia berada pada situasi yang membahayakan, jika Allah swt. telah menjamin keselamatan dan keamanan bagi dirinya, maka ia akan selamat. Allah swt. akan memberikan karunia yang tidak terduga bagi hamba-Nya yang salih, dan hal itu sangat mudah bagi-nya. Dan Allah swt. tidak akan menyalahi janji-Nya (inna Alla>h la> yukhlif al-mi>‘a>d).

Musa juga menerima mukjizat dari Allah swt. berupa tangan yang bercahaya. Karena ia baru pertama kali mengalami kejadian seperti itu, Musa merasa takut. Allah swt. memerintahkan kepadanya untuk mendekapkan kedua tangannya ke dada agar rasa takutnya menghilang. Ini adalah kejadian normal karena manusia pada umumnya jika merasa takut, maka ia akan mendekapkan kedua tangannya di dada. Dengan harapan, ia merasa nyaman dan rasa takutnya dapat terkendali.

Alquran lebih konsisten dan rasional dalam pengisahan Musa ketika menerima wahyu dan mukjizat dari Allah swt. Alquran tidak menafikan kondisi psikologi (kejiwaan) Musa ketika ia pertama kali menerima wahyu dan mukjizat dari Allah swt. Hal ini menunjukkan bahwa Musa adalah manusia biasa sebagai makhluk-Nya yang juga memiliki rasa takut, namun bedanya ia terpilih oleh Allah swt. sebagai nabi dan rasul-Nya. Pemberian dua mukjizat itu juga untuk memperkuat mental Musa guna menghadapi Firaun dan kaumnya. Dan Allah swt.

Mahakuasa atas segala sesuatu.