• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN

C. Harapan Masyarakat

Penegakan pelayanan yang baik merupakan salah satu fungsi kecamatan yang paling esensial. Sasaran utama fungsi ini adalah untuk menciptakan rasa puas pada masyarakat yang bisa ditempuh melalui penyelesaian perkara administratif secara tuntas tanpa disertai pernyataan untuk mendapatkan imbalan. Kinerja Polri di bidang ini mencakup dua aspek, yakni :

1. Kinerja dalam akselerasi pencapaian target

2. Kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kinerja kecamatan dalam menekan atau meminimalisir penghamburan waktu dalam proses akselerasi pencapaian target antara lain dapat diukur dari keberhasilan dalam penanganan kebutuhan pelayanan masyarakat di bidang administratif . Sedangkan kinerja dalam memberi pelayanan kepada masyarakat dapat dilihat dari berbagai bentuk tindakan, seperti reaksi kurang cepat ketika pengajuan permohonan administratif masyarakat;

Demikian pula masyarakat berharap tidak merasa was-was atau pun segan ketika :

1. Melakukan aktifitas pengajuan permohonan pembuatan administratif.

2. Menunggu pengajuan permohonan berkas di buat.

3. Menanyakan tentang persyaratan administratif yang baik.

4. Tidak merasa khawatir terhadap keluarga yang ditinggalkan

5. Merasa nyaman dan tenang dari masukan yang di pinta pegawai.

Kondisi ini akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kecamatan dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Bentuk kepercayaan tersebut adalah kesediaan untuk menyerahkan penanganan setiap masalah atau keperluan yang di perlukan kepada kecamatan. Kepercayaan ini akan menghindarkan masyarakat dari tindakan yang mengganggap pemerintah itu arogan, yang cenderung tidak mengindahkan prosedur hukum yang semestinya berlaku. Semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kecamatan maka akan semakin terjaga pula pelaksanaan pelayanan dan ketertiban di masyarakat tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap kecamatan maka semakin tinggi pula kinerja kecamatan.

Perwujudan kepercayaan masyarakat pada kecamatan itu antara lain ialah kesediaan meminta ketika :

1. Masyarakat mempunyai masalah dalam hukum perceraian dan lain-lain.

2. Melaporkan data yang terdapat kesalahan dalam penulisan

Di samping itu sikap pegawai kecamatan dalam penegakan pelayanan diharapkan edukatif, berwibawa, tanpa pilih bulu, mandiri, menghargai pada hak-hak masyarakat, menguasai aturan-aturan pembuatan surat-menyurat, dan tidak melakukan siksaan psikolog. Selain itu perilaku pegawai kecamatan juga harus disiplin, memiliki etos kerja keras, pengabdian, kerajinan, sikap pantang menyerah, dan menjadi teladan bagi masyarakat yang menjugjung pemerintah.

Penilaian masyarakat terhadap rendahnya kualitas pelayanan publik tidak lepas dari perilaku pegawai kecamatan yang memanfaatkan kewenangannya. Untuk di sombongkan. Namun hal ini juga menegaskan sisi positif yakni tingginya tingkat sensitivitas warga masyarakat terhadap perilaku yang dilakukan oleh pegawai.

Kesimpulannya ialah harapan masyarakat kini membuat pegawai kecamatan dalam proses pelaksanaan tugas semakin hari semakin berat. Di satu sisi, masyarakat menginginkan pegawai kecamatan bisa menjadi teladan dan panutan masyarakat, sehingga bisa menjadi tempat bertanya dan mencari tahu dan tempat meminta bantuan. Di sisi lain, masyarakat berkembang menjadi lebih kritis dan bahkan merasa lebih pandai dari pada pegawai. kecamatan sendiri kewalahan bila menghadapi masyarakat yang kritis. Pengertian sikap pelayanan dalam hal ini adalah tidak membedakan pangkat, tidak membedakan kaya-miskin, tidak meminta uang jasa, ramah dan sopan, cekatan, mempermudah urusan, pelayanan memuaskan dan tepat waktu.

D. Tantangan

Perkembangan lingkungan strategis kecamatan seiring globalisasi mendorong gencarnya tuntutan kearah demokratisasi disertai reformasi birokrasi baik secara gradual maupun radikal. Hal ini sangat berpengaruh terhadap hubungan baik antara pemerintah dengan masyarakat yang implikasinya muncul kesadaran dan kepedulian akan pentingnya perbaikan terhadap keperluan yang masyarakat butuhkan, di sisi ekonomi, sosial, budaya, dan hankam. Dari penomena tersebut terdapat sisi gelap yang sulit terungkap yaitu berakhirnya perang dingin ternyata tidak berhenti pada lahirnya perdamaian, tetapi justru muncul tantangan baru berupa perebutan bangsa pasar di antara negara-negara industri maju yang menjadikan negara-negara berkembang sebagai sasarannya salah satunya kelengkapan administratif.

Demikian pula halnya dalam hubungan antar negara di berbagai bidang, antara lain dalam hal, kependudukan, pasport, pendidikan, kemanusiaan, bisnis, dan media masa tumbuh saling jalin-menjalin dalam sentra-sentra administratif. Kekuasaan baru yang memiliki

kemampuan link-up secara luas. Hal ini mendorong lahirnya tuntutan kebebasan manusia yang mengarah pada civilization. Oleh karena itu apabila semula kekuasaan sepenuhnya ditangan pemerintah, sekarang kepentingan-kepentingan yang melekat pada individu menuntut perhatian secara penuh dari pemerintah.

Seiring hal itu, pengaruh dari globalisasi dalam kehidupan masyarakat adalah timbulnya tipe baru dalam dunia pelayanan. Salah satu birokrasi modern antara lain terlihat dari struktur organisasinya yang ramping, efektif, dan efesien, serta mampu membedakan tugas mana yang perlu di tangani birokrasi dan mana yang sudah dapat di serahkan pada masyarakat. Implikasi negatif dari globalisasi terutama yang menjadi beban tugas kecamatan, adalah timbulnya proses administratif baru yg bersifat trans nasional.

Banyak pihak yang menyoroti kinerja kecamatan dari perspektif politis, apalagi memasuki tahun era post modernisasi. Hal ini pun bisa di maklumi, karena memang masing-masing individu masyarakat mulai paham akan esensi pengetahuan pelayanan birokrasi dan bisa menilai.

Bagi masyarakat awam, mengukur kinerja pemerintahan sangatlah sederhana. Ukuranya adalah ketika masyarakat tidak terpuaskan, saat ini fundamental pelayanan birokrasi lebih maju, dan masyarakat dengan cepat merespon.

4.2. Pembahasan

 Faktor-faktor Penghambat Pelaksanaan Pelayanan Publik di kantor kecamatan ujungberung

 Usaha-usaha Yang Dilakukan Untuk Menanggulangi Hambatan Pelaksanaan Pelayanan Publik di kantor kecamatan ujungberung

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Didasarkan pada hasil penelitian, peneliti menyampaikan beberapa simpulan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Pelayanan Publik di kantor kecamatan Ujungberung telah berjalan lancar meskipun belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya tingkat penyelesaian perkara dan waktu sebagai tolak ukur berhasil atau tidaknya kecamatan.

2. Faktor-faktor yang menjadi penghambat pelayanan Publik di kantor Kecamatan Ujungberung adalah:

a. Faktor sumberdaya manusia yang mengemban tugas

b. Faktor sarana dan prasarana yang digunakan dalam mendukung operasional kerja di kantor kecamatan

c. Faktor dana atau anggaran sebagai pendukung kegiatan, sehingga menghambat kinerja pelayanan kepada masyarakat.

3. Usaha atau kiat-kiat yang harus dilakukan oleh pegawai di kantor Kecamatan Ujungberung khususnya di pelayanan public yaitu dengan cara:

a. Menempatkan pegawai yang sesuai dengan keilmuanya dan mempunyai motivasi untuk bekerja waulaupun dengan dukungan anggaran dan saran prasarana yang minim tekhnologi.

b. Mengusulkan anggota pegawai untuk mengikuti pelatihan dan study banding ke kecamatan lain.

c. Peningkatan kerjasama dan peran serta masyarakat dalam proses pelaksanaan pelayanaan yang baik.

d. Pengajuan sarana dan prasarana terutama dalam hal tekhnologi.

.

5.2. Saran

Dari kesimpulan di atas peneliti memberikan saran/masukan sebagai berikut:

1. Peran aktif dari camat sampai kepada Ketua seksi pelayanan untuk lebih memberikan motifasi kepada pegawai dalam menjalankan pekerjaannya.

2. Camat selaku pimpinan tertinggi di kantor kecamatan Ujungberung harus menguasai tatacara atau aturan main dalam proses pelayanan public yang baik, untuk menghindari semerawutnya administrasi pelayanan publik dan munculnya inovasi creativity untuk menunjang peningkatan kualitas dan efesiensi waktu.

3. Meningkatkan partisifasi dan komunikasi aktif dengan masyarakat guna mencapai kepuasan pelayanan.

Dokumen terkait