• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Harga Jual

1. Defenisi Harga Jual

Harga jual produk yang ditetapkan oleh suatu perusahaan, tentunya

dapt bersaing di pasaran. Penentuan harga jual yang dapat bersaing

bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Harga jual yang terlalu tinggi

dapat berakibat kalahnya perusahaan dalam persaingan, sedangkan harga

yang terlalu rendah dapat berakibat tidak tercapainya tujuan perusahaan,

yaitu tercapainya laba pada tingkat yang dikehendaki.

Menurut William Carter K (2009:21) “harga jual adalah besarnya

dihitung dari biaya produksi ditambah biaya non-produksi dan laba yang

diharapkan”. Sedangkan menurut Abdul Halim (2007:128) “harga jual

adalah harga jual yang meliputi biaya yang dikeluarkan untuk produksi dan

distribusi, ditambah dengan jumlah laba yang diinginkan”.

Berdasarkan defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa harga jual

adalah nilai (harga) yang ditetapkan oleh suatu perusahaan dalam

menawarkan produknya kepada konsumen setelah memperhitugkan seluruh

biaya yang dikeluarkan ditambah persentase laba yang diharapkan.

2. Tujuan Penentapan Harga Jual

Pada umumnya para produsen di dalam menentukan tingkat harga

dari setiap barang atau jasa yang di hasilkan memiliki sejumlah tujuan yang

akan dicapai dari setiap kebijakan yang diambil. Pemilihan secara jelas

antara tujuan dan sasaran penentuan harga, tentunya dengan tujuan utama

untuk lebih memudahkan manajemen untuk melakukan analisa atau evaluasi

terhadap setiap kebijakan yang diambil, sehingga berdasarkan hasil analisa

dan evaluasi yang dilakukan, manajemen akan segera membuat kebijakan

baru guna memperbaiki kesalahan/kekurangan dari berbagai kebijakan

harga yang telah ditentukan sebelumnya.

Tujuan penentuan harga merupakan suatu panduan untuk

menciptakan masa depan, namun tujuan ini tidak mempunyai unsur

mendesak yang akan membantu pencapaiannya. Tujuan penentuan harga

sampai disana. Oleh karena itu, perusahaan perlu melengkapinya dengan

menetapkan sasaran untuk menentukan harga jual.

3. Faktor Penentapan Harga Jual

Penentuan harga jual barang atau jasa merupakan hal yang tidak

mudah disebabkan banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan. Para

pakar ekonomi memberikan batasan mengenai faktor penentuan harga jual,

salah satunya adalah yang dikemukakan oleh Abdul Halim (2007:185) yang

menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual antara lain:

harga jual produk saingan dan kondisi perekonomian pada umumnya.

Dimana teori tersebut dikenal dengan nama “teori harga”.

Sedangkan menurut Stanto dalam buku ”Dasar-Dasar Pemasaran”

oleh Marius P. Angipora (2002:276-279) mengatakan bahwa penentuan

harga jual meliputi 5 tahap yaitu:

a. Mengestimasi permintaan untuk barang tersebut

Pada tahap ini seharusnya produsen perlu membuat estimasi

permintaan barang aatau jasa yang dihasilkan secara total.

Pengestimasian permintaan tersebut dapat dilakukan dengan jalan

menentukan harga jual yang diharapkan yakni dengan harga yang

diharapkan dapat diterima oleh konsumen dan mengestimasikan volume

penjualan pada berbagai tingkat harga.

b. Mengetahui lebih dahulu reaksi dalam persaingan

Kebijakan penentuan harga tentu harus memperhatikan kondisi

c. Menentukan market share yang dapat diharakan

Bagi perusahaan yang ingin bergerak dan maju lebih cepat tentu

selalu mengharapkan market share yang lebih besar. Untuk

mendapatkannya harus ditunjang oleh kegiatan promosi dan kegiatan lain

dari persaingan non harga, disamping dengan penentuan harga tertentu.

d. Memilih strategi harga untuk mencapai target pasar

Ada beberapa strategi harga yang dapat digunakan oleh perusahaan

untuk mencapai target pasar yang sesuai yaitu: penetapan harga

penyaringan (skim the cream princing), strategi ini berupa penetapan

harga yang setinggi-tingginya dan penentuan harga penetrasi

(penetracion pricing), strategi ini merupakan strategi harga yang

serendah-rendahnya untuk mencapai pasar-pasar massal secara cepat

yang bertujuan untuk mencapai volume penjualan yang sebesar-besarnya

dalam waktu relatif singkat.

e. Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan

Faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga atau

mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan denganmelihat pada

barang, sistem distribusi atau program promosinya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa

walaupun biaya bukan merupak satu-satunya faktor penentu ketidakpastian

dikarenakan permintaan konsumen atas barang atau jasa, jumlah pesaing

dan lain-lain yang merupakan hal yang sulit diramalkan, akan tetapi biaya

perusahaan serta yang perlu diingat bahwa sebaiknya harga jual barang atau

jasa dapat menutup semua biaya yang dikeluarkan atau sumber daya yang

dikorbankan untuk membuat barang atau jasa sehingga dapat menghasilkan

laba bagi perusahaan.

4. Metode Penetapan Harga Jual

Seperti yang dikemukakan oleh Carter K dan Usry (2005:65) dalam

bukunya : Akuntansi Biaya” mengatakan bahwa ada beberapa metode

penentuan harga jual yaitu:

a. Gross margin pricing yaitu dengan menggunakan cost barang yang dijual

ditambah mark up yang diinginkan perusahaan. Umumnya digunakan

oleh perusahaaan perdagangan dimana produk yang dijual tidak dibuat

sendiri, sehingga tidak banyak aktiva tetap yang digunakan.

b. Direct cost pricing yang lebih dikenal dengan nama marginal income

pricing, karena hanya memperhitungkan biaya-biaya yang berhubungan

secara profesional dengan volume penjualan, sehingga menghasilkan

marginal income yang dipakai sebagai penentuan harga jual ialah berapa

marginal income yang dikehendaki oleh perusahaan.

c. Full cost pricing yaitu metode yang memperhitungkan semua biaya yang

dipakai dalam pembuatan produk tersebut ditambah persentase laba yang

diinginkan untuk menutup biaya operasi dan laba yang diinginkan.

d. Time and material pricing yaitu metode yang menentukan tarif tertentu

dari upah langsung dan tarif lainnya dari bahan baku masing-masing.

biaya tidak langsung serta laba yang diinginkan. Metode ini banyak

digunakan oleh perusahaan-perusahaan jasa dan perusahaan profesional.

e. Return on capital employed pricing yaitu metode yang menentukan

persentase mark up tertentu dari capital employed. Yaitu capital yang

dianggap mempunyai peranan dalam memproduksi barang atau jasa.

Selain manajemen, penentuan harga barang atau jasa bukan hanya

merupakan kebijaksanaan di bidang pemasaran atau keuangan, melainkan

merupakan kebijakan yang berkaitan dengan seluruh aspek kegiatan

perusahaan. Harga jual barang atau jasa, selain mempengaruhi volume

penjualan atau jumlah pembelian produk atau jasa terseebut, juga akan

mempengaruhi jumlah pendapatan perusahaan.

Selain jenis produk atau jasa yang dihasilkan oleh banyak

perusahaan, barangkali dalam penentuan harga jual relatif tidak banyak

dijumpai masalah. Dalam keadaan tersebut, pada umumnya massing-masing

perusahaan tidak dapat secara langsung mempengaruhi tinggi rendahnya

harga jual produk atau jasa yang dihasilkan. Biasanya perusahaan dibidang

pertanian merupakan contoh perusahaan yang tidak banyak menjumpai

masalah dalam penentuan harga jual. Sebaliknya, bagi perusahaan yang

secara langsung dapat mempengaruhi harga jual, perusahaan akan

dihadapkan pada masalah bagaimana menentukan harga jual produk yang

dihasilkan. Dalam jangka waktu panjang harga jual produk yang ditentukan

perusahaan. Penentuan harga jual produk dapat diterapkan untuk produk

baru atau produk yang ada sebelumnya.

Biaya (cost) merupakan komponen penting yang harus

dipertimbangkan dalam penentuan harga jual barang atau jasa. Harga jual

produk pada umumnya ditentukan dari jumlah tertentu yang disebut sebagai

mark up. Cara penentuan harga jual tersebut dikenal dengan pendekatan cost plus.

5. Komponen Harga Jual

Harga jual berdasarkan cost plus pricing dihitung dengan rumus:

Rumus perhitungan harga jual atas dasar biaya secara umum dapat

dinyatakan dalam persamaan berikut ini:

Persentase mark up dihitung dengan rumus:

persentase mark up =

laba yang diharapkan + biaya yang berhubungan langsung oleh produk

biaya yang diperhitungkan langsung oleh produk

Terdapat perbedaan konsep langsung dan tidak langsungnya biaya

dengan volume antara metode full costing dengan metode variabel costing

adalah berupa biaya produksi, sedangkan biaya yang tidak berhubungan

langsung dengan volume adalah berupa biaya nonproduksi. Dengan Harga Jual = biaya + laba yang diharapkan

demikian perhitungan harga jual per unit menurut pendekatan full costing

disajikan dalam tabel di bawah ini:

Perhitungan Markup :

Biaya adminstrasi dan umum Rp xxx

Biaya pemasaran Rp xxx

Laba yang diharapkan % ROI × investasi Rp xxx

Jumlah Rp xxx

Biaya produksi :

- Biaya bahan baku Rp xxx

- Biaya tenaga kerja langsung Rp xxx

- Biaya overhead pabrik Rp xxx

- Jumlah biaya produksi Rp xxx

Persentase markup y %

Perhitungan harga jual :

Biaya produksi Rp xxx

Markup y% × biaya produksi Rp xxx

Harga jual Rp xxx

Volume produksi xxx

Harga jual per unit Rp xxx

Sumber : Buku Akuntansi Biaya, 2015

Sedangkan untuk pendekatan variable costing memandang dengan

cara yang berbeda terhadap biaya yang dipengaruhi secara langsung oleh

volume produk bila dibandingkan dengan full costing. Dalam pendekatan

produk terdiri dari biaya variabel, sedangkan biaya penuh yang tidak

dipengaruhi secara langsung oleh volume produk terdiri dari biaya tetap.

Dokumen terkait