• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hari Kelahiran dalam Tradisi Masyarakat Muslim

Dalam dokumen Disusun Oleh: Nurjanah (Halaman 41-47)

TINJAUAN UMUM TENTANG MERAYAKAN HARI KELAHIRAN DALAM ISLAM

B. Hari Kelahiran dalam Tradisi Masyarakat Muslim

Secara etimologi, kata tradisi atau tradisional berarti tatanan, budaya atau adat yang hidup dalam sebuah komunitas masyarakat (Mastuhu. 1994 : 55) karenanya, tradisi diartikan konsesnsus bersama untuk ditaati serta dijunjung tinggi oleh sebuah komunitas masyarakat setempat. Kata tradisional juga selalu menunjuk pada hal-hal yang bersifat peninggalan kebudayaan klasik, kuno dan konservatif.15

Istilah maulid atau maulud dipergunakan bagi peringatan dan perayaan hari jadi seseorang yang dianggap suci, laki-laki atau perempuan, Muslim, Kristen atau Yahudi.16Maulid sendiri pertama kali digunakan islam yaitu sebagai kelahiran maulid Nabi Muhammad. Sebagian ahli sejarah

14 Gina Handayani, “Merayakan Hari Ulang Tahun,” 22.

15 Hasani Ahmad Said, “Meneguhkan Kembali Tradisi Pesantren Di Nusantara”.

IAIN Raden Intan Lampung, vol. 9, no. 2 (Juli-Desember 2011): 180.

16 Hasani Ahmad Said, “Islam Dan Budaya Di Banten: Menelisik Tradisi Debus Dan Maulid.” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, vol.10, no.1 (Juni 2016): 126.

berpendapat bahwa fenomena maulid berakar dari tradisi-tradisi kuno, seperti yang berlangsung di Mesir untuk menghormati dewa-dewa setiap tahun pada saat panen, sebagian ahli sejarah lainnya merunut maulid dari pengaruh pharisaisme (sebuah sekte Yahudi kono) dan perayaan kaum Yahudi pada masa Yahudi awal serta masa Kristen awal. Sedangkan bentuk modern maulid berakar dari tradisi sufi atau syi’ah yang muncul dari kawasan maghribi (Maroko) dan berkembang di Mekkah yang identik dengan praktik-praktik serupa dikalangan masyarakat Kristen dan Yahudi di Timur Tengah.17

Pada perkembangan selanjutnya, di kalangan sebagian muslim perayaan hari jadi itu bukan saja ditujukan untuk memperingati Nabi Muhammad dan “Orang saleh”, namun bagi berbagai peristiwa yang dianggap paling penting oleh masing-masing, seperti hari kelahiran dan kematian, berdirinya suatu suatu golongan atau organisasi, hari kemenangan golongan, kemerdekaan dan sebagainya. Istilah yang dipergunakan untuk peringatan dan perayaan itu pun menjadi beragam seperti milad, dies nataliesm, ulang tahun, maupun syukuran.18 Pada saat ini, Hari kelahiran adalah hari yang spesial bagi kebanyakan orang.

Karena spesial, hari kelahiran seseorang ini sering kali dirayakan dengan mewah. Selain merayakan hari kelahiran, banyak juga kerabat yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada kerabatnya yang sedang berulang tahun. Dalam islam sendiri perayaan hari kelahiran tidak ada ayat yang melarangnya namun dengan tidak adanya ayat yang melarang bukan juga sesuatu yang wajib untuk dirayakan. Melainkan hanya sebagai amal untuk melakukan sesuatu yang positif yang perlu rasa syukur terhadap

17 Lihat, John L Esposito, Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, (Jakarta:

Djambatan, 2002), Jilid 3, h. 75-76; lihat pula, Jilid. 4, h. 22-24 dan Jilid. 5. H. 228-229.

18 Hasani Ahmad Said, “Islam Dan Budaya 128.

Allah SWT. Selain untuk mensyukuri nikmat Allah, perayaan hari kelahiran dilakukan juga untuk menunjukkan kebahagiaan atas semua nikmat Allah.19 Firman Allah Swt:

ِهِتَمْحَرِبَو ِهَّللٱ ِلْضَفِب ْلُق اوُحَرْفَ يْلَ ف َكِلََٰذِبَف ۦ

ْ يَخ َوُه ۙ َنوُعَمَْْي اَّممم ٌر

Artinya: Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus 10 : 58).

Dalam islam, perayaan hari kelahiran harus menggunakan cara yang sesuai dengan cara ajaran agama islam, bukan dengan cara memejamkan mata sambil memohon sesuatu untuk masa depan. Jelas hal itu mirip dengan tradisi kaum Majusi yang menyembah api dan memohon sesuatu untuk api. Maka perayaan yang tidak berlebihan yaitu:

1. Menjadikan perayaan hari kelahiran sebagai muhasabah (intropeksi) diri

Momen perayan hari lahir adalah momen bertambahnya umur. Itu berarti bahwa jatah hidup di dunia semakin berkurang. Seharusnya semakin bertambahnya umur, maka harus semakin sadar dan semakin kuat mengintrospeksi diri, tentang apa yang sudah dan belum dilakukan di umur sebelumnya.20 Adapun hadis yang menjadikan seseorang untuk berintropeksi adalah HR. Tirmidzi berikut:

ْمُكْيَلَع ُنَوْهَأ ُهَّنِإَف ،اوُنَزوُت ْنَأ َلْبَ ق ْمُكَسُفْ نَأ اوُنِزَو ، اوُبَساَحُت ْنَأ َلْبَ ق ْمُكَسُفْ نَأ اوُبِساَح ًدَغ ِباَسِحْلا يِف ٍذِئَمْوَ ي ،ِرَبْكَلْا ِضْرَعْلِل اوُنَّ يَزَ تَو ،َمْوَ يْلا ُمُكَسُفْ نَأ اوُبِساَحُت ْنَأ ،ا

ةَيِفاَخ ْمُكْنِم ىَفْخَت لَ َنوُضَرْعُ ت

19 Annisa Nurlianita, Merayakan Ulang Tahun, Seperti ini Pemilihan Islam, https://umroh.com/blog/merayakan-ulang-tahun/ diakses pada tanggal 09 Juli 2020

20 Siti Shahilatul Arasy, “Urgensi Muhasabah (Intropeksi Diri) Di Era Kontemporer (Studi Ma’anil Hadis)”, (Skripsi S1., Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2014), 8.

Artinya: “Hisablah dirimu semua sebelum (nanti) dihisab. Dan timbanglah diri kamu semua sebelum (nanti) ditimbang. Karena nanti hisabmu akan lebih mudah jika engkau evaluasi dirimu sekarang. Dan hiaslah dirimu untuk pertemuan akbar (besar). Di hari akan ditampakkan semua dari kamu dan tidak ada yang tersembunyi.”21

Hadis tersebut melakukan evaluasi dan koreksi terhadap apa yang pernah diperbuat, mengambil hikmah dan pelajaran darinya, serta mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dan bermanfaat untuk masa depan.22 Oleh karena itu sudah menjadi keharusan bagi setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat untuk tidak lalai melakukan muhasabah terhadap jiwanya.23

2. Meminta doa atau ucapan kepada saudara atau sahabat

Saat bertambahnya umur, banyak dari saudara atau sahabat yang memberikan doa ataupun ucapan. Memberikan ucapan selamat ini (Sepanjang tidak menyalahi aturan syariat) merupakan tradisi yang sangat mulia (Shifat al-‘ulya) yang dicontohkan oleh Allah sendiri.24 Senantiasa memberikan ucapan selamat kepada para hamba-Nya yang taat beribadah kepada-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya:

َن اَهيِف ْمُهَل ٍتاَّنَجَو ٍناَوْضِرَو ُهْنِم ٍةَمْحَرِب ْمُهُّ بَر ْمُهُرمشَبُ ي ٌميِقُم ٌميِع

Artinya: “Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal” (Q.S At-Taubah,9: 21)25

21 HR. Ibnu Abi Dunya di Muhasabatun Nafsi, hal. 22. Ahmad di ‘Zuhud, hal.

120. Abu Nu’aim di ‘Hilyah, (1/52). Dilemahkan oleh Al-Albany dalam Silsilah Adh-Dhaifah, no. 1201. Abu Ishq huwaini di ‘Takhrij Litafsīr Ibnu Katsīr, (1/478).

22 Siti Shahilatul Arasy, “Urgensi Muhasabah ,” 9

23 Sa’id Hawwa, Al-Mustakhlash Fi Tazkiyatil-Anfus, (Jakarta: Darus Salam 2015), 148.

24 Nabiel F. Almusawa, Ir.M.Sc, The Islam Way (25 Solusi Islam untuk Permasalahan Masyarakat Modern), (Bandung: Arkan Publishing, 2008), 95.

25 Lajnah Pentashih Mushaf al-Qur’an Kementrian Agama Republik Indonesia, Qur’an Hafalan dan Terjemahan, 190.

Memberikan ucapan terdapat selipan doa, mendoakan untuk saudara sama halnya dengan mendoakan diri sendiri, maka mintalah doa kepada saudara atau sahabat, dalam Al-Qur’an (surah Yusuf: 97) ;

اَّنُك اَّنِإ اَنَ بوُنُذ اَنَل ْرِفْغَ تْسا اَناَبَأ اَي اوُلاَق ِئِطاَخ

َني

Artinya: “Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)". (Q.S Yusuf,12: 97)26

Ayat tersebut merupakan sebuah kisah dari Allah tentang saudara-saudara Nabi Yusuf yang meminta doa kepada Bapak mereka, yaitu Nabi Ya’kub As. Sehingga jelas, bahwa Allah sangat memperkenankan hamba-Nya meminta doa kepada saudara atau orang tuanya, kepada sahabat, atau ulama untuk kebaikan mereka.27

3. Bersedekah dan bersyukur

sedekah berasal dari bahasa Arab, yaitu “ ددص” shadaqa yang secara bahasa berarti “benar” atau “jujur”.28 sedekah berarti sebuah pemberian secara suka rela, baik berupa uang, barang, jasa, kebaikan, senyum, dan lainnya.29 Dalam merayakan hari kelahiranya hendaknya bersedekah kepada orang yang berhak menerimanya dengan jumlah yang tidak ditentukan atau sekehendak dirinya untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah atas bertambahnya umur seseorang. Allah SWT berfirman:

26 Lajnah Pentashih Mushaf al-Qur’an Kementrian Agama Republik Indonesia, Qur’an Hafalan dan Terjemahan, 247.

27 Carina Kinksy. “Menyikapi Ulang Tahun, 2018”, Diakses, pada tanggal 10 Juli 2019, https://dalamislam.com/info-islami/cara-menyikapi-ulang-tahun-menurut-islam. /2019/ 07- Menyikapi.

28 Ahmad Warso al-Munawir, kamus Arab Indonesia Terlengkap, 77.

29 Masykur Arif, Sedekah itu ajaib (Jogjakarta: DIVA Press, 2014), 14.

ِفنَأَو

Artinya: ”Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah 1:

195)30

4. Tidak berpesta pora

Pada perayaan hari kelahiran kebanyakan dari mereka yang melakukan pesta pora dengan cara berlebih-lebihan, tentu semua itu bukan dari bagian ajaran islam melainkan dari agama budaya barat. bahwa Islam adalah

Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (QS.

al-Isyra’,17: 26)32

Ayat di atas menjelaskan bahwa berbuat baiklah kepada orang-orang yang masih terkait hubungan kekerabatan denganmu, dan berilah ia haknya dalam bentuk kebaikan dan bakti dan berilah orang miskin yang tidak memiliki sesuatu yang mencukupinya dan menutupi kebutuhannya,

30 Lajnah Pentashih Mushaf al-Qur’an Kementrian Agama Republik Indonesia, Qur’an Hafalan dan Terjemahan. 30.

31 Abi Abdul Jabbar. “Islam memandang fenomea malam tahun baru, 2019”

diakses pada tanggal 02 April 2019, https://www.madaninews.id/5828.islam-memandang fenomena-malam-tahun-baru.html

32 Lajnah Pentashih Mushaf al-Qur’an Kementrian Agama Republik Indonesia, Qur’an Hafalan dan Terjemahan , 284.

musafir yang terasing dari keluarga dan kehabisan bekal harta. Dan janganlah engkau secara berlebih-lebihan dan boros.

Dari tradisi-tradisi tersebut bahwa penyebaran agama Islam di Indonesia adalah suatu hal yang unik dibicarakan, realita yang terjadi ialah islam dan budaya sampai saat ini masih eskis di masyrakat.33 Kini peringatan hari kelahiran juga dilakukan di desa Sukamaju, Serang-Banten. Mereka merayakannya ada yang secara sederhana ada juga dengan cara yang berdoa. Sehingga sampai saat ini perayaan hari kelahiran terus berkembang di masyarakat. Beberapa ahli budaya menganggap bahwa kecenderungan untuk berbudaya adalah dinamika ilahi, hal itu kecenderungan produk tradisi atau budaya dapat dibungkus dalam karya sentuhan tradisi dan itu juga sangat mungkin bahwa budaya tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai kepercayaan yang dipegang oleh komunitas tertentu.34

Dalam dokumen Disusun Oleh: Nurjanah (Halaman 41-47)