• Tidak ada hasil yang ditemukan

HARMONISASI BELANJA PUSAT-DAERAH BERBASIS PRIORITAS NASIONAL

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) merupakan tahapan penting dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) karena RPJMN merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJPN yang memuat sasaran pokok pembangunan nasional, kebijakan umum, program K/L dan lintas K/L, kewilayahan dan lintas kewilayahan serta kerangka ekonomi makro.

RPJMN yang memuat sasaran pokok pembangunan nasional haruslah menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam merumuskan perencanaan pembangunan daerah jangka menengah yang tertuang di dalam RPJMD. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa keterkaitan atau sinkronisasi antara kebijakan perencanaan pembangunan dengan penganggaran baik tingkat nasional maupun daerah sangat jelas adanya.

Sinkronisasi ini dilakukan dengan melakukan penelaahan terhadap dokumen perencanaan pembangunan nasional dan pembangunan daerah lain dalm rangka sinkronisasi kebijakan pembangunan nasional dan daerah, pembangunan daerah provinsi dan kab/kota, serta pembangunan antar daerah. Hasil sinkronisasi tersebut dituangkan dalam Kebijakan Umum APBD (KUA) serta rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang disepakati Bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD sebagai dasar dalam penyusunan Raperda tentang APBD tahun anggaran.

5.3.1. Harmonisasi Belanja Pusat-Daerah pada PN 1

Untuk Prioritas Nasional 1, yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan hasil reviu yang didapatkan untuk belanja K/L yang sesuai dengan Major Project 1 terdapat pada 3 K/L. Dari ketiga K/L tersebut yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Kelautan Perikanan diperoleh data pagu anggaran sebesar Rp10,19 miliar dengan realisasi Rp9,81 miliar atau 96,28 persen dengan capaian output 99,42 persen.

Sementara untuk major project 2 terdapat pada Kementerian Pertanian dengan pagu anggaran Rp74,46 miliar dengan realisasi 69,53 miliar atau 93,38 persen dan capaian output mencapai 100 persen.

70

5.3.2. Harmonisasi Belanja Pusat-Daerah pada PN 2

Untuk Prioritas Nasional 2, yaitu mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan diperoleh data pada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berupa pembangunan desa terpadu untuk 600 orang tercapai 100 persen dengan pagu anggaran Rp1,26 miliar juga teralisasi seluruhnya 100 persen.

5.3.3. Harmonisasi Belanja Pusat-Daerah pada PN 3

Untuk Prioritas Nasional 3, yaitu meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing pada major project 1 diperoleh data dari 3 K/L, yaitu Kementerian Kesehatan, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Data yang diperoleh berupa data terkait stunting sebesar Rp7,91 miliar dengan realisasi Rp7,88 miliar (99,68 persen). Sementara dari data DPA milik OPD Dinkes Provinsi Banten didapatkan data terkait BAGAS (Banten ceGAh Stunting) sebesar Rp6,88 miliar dengan target 8 kab/kota.

Untuk major project 2 berupa pendidikan dan pelatihan vokasi, data diperoleh dari Kementerian Tenaga Kerja dengan target output 22.639 orang/Lembaga tercapai 25.565 orang/lembaga (112,92 persen) sementara untuk anggarannya dengan pagu Rp68,64 miliar terealisasi Rp65,15 miliar atau 94,92 persen.

5.3.4. Harmonisasi Belanja Pusat-Daerah pada PN 5

Untuk Prioritas Nasional 5 yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar diperoleh data sebagai berikut :

- Rumah susun : Kementerian PUPR dengan pagu Rp51,72 miliar realisasi Rp51,64 miliar (99,85 persen) dengan target output 68 unit tercapai 100 persen.

- akses air minum : Kementerian PUPR berupa pembangunan longstorage air baku dengan pagu Rp30,37 miliar realisasinya Rp28,40 miliar sementara target dari output adalah 2 unit tercapai 6 unit atau 300 persen.

- waduk : Kementerian PUPR dengan pagu 431,69 miliar realisasi Rp298,46 miliar.

71

5.3.5. Harmonisasi Belanja Pusat-Daerah pada PN 6

Untuk Prioritas Nasional 6, yaitu membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim pada major project 1 berupa pengolahan limbah B3 diperoleh data Cadangan DAK Non Fisik yang diperoleh Pemda Kota Serang sebesar Rp1,55 miliar terealisasi sebesar Rp1,44 miliar.

Sementara untuk major project kedua berupa penguatan system peringatan dini bencana terbagi menjadi tiga bagian, yang pertama pemasangan seismograf untuk mendeteksi informasi gempa bumi dan tsunami terdapat di K/L Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan pagu Rp1,08 miliar target output 3 unit secara keseluruhan tercapai 100 persen baik realisasi anggaran maupun capaian outputnya. Yang kedua, yaitu peringatan dini cuaca juga terdapat pada BMKG berupa pembangunan alat deteksi geser angin (windshare) di 1 bandara dengan pagu Rp31,39 miliar juga tercapai 100 persen. Dan yang ketiga, yaitu pengurangan risiko krisis kesehatan serta penanggulangan krisis kesehatan diperoleh data dari DPA OPD Dinkes Provinsi Banten di dalam sub kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis Kesehatan akibat bencana dan/atau berpotensi bencana sebesar Rp20,09 miliar dengan target output 1 kegiatan.

5.3.6. Harmonisasi Belanja Pusat-Daerah pada PN 7

Untuk Prioritas Nasional 7, yaitu memperkuat stabilitas polhukham dan tranformasi pelayanan public berupa major project pengiatan NSOC SOC dan pembentukan L2I CSIRT yang beralokasi di pusat dan daerah, pada kertas kerja disebutkan bahwa kegiatan tersebut ada pada K/L BSSN dan BIN. Kedua K/L tersebut tidak memiliki DIPA di wilayah Provinsi Banten, sehingga tidak dilakukan reviu.

72

KERTAS KERJA BAB V KFR TAHUNAN 2021

HARMONISASI BELANJA PUSAT-DAERAH BERBASIS PRIORITAS NASIONAL PADA RPJMN/D

No Prioritas Nasional No Major Project No Target 2021 BELANJA PUSAT (K/L) Lokasi CAPAIAN BELANJA PUSAT CAPAIAN BELANJA DAERAH HASIL REVIU

1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan

1 Industri 4.0 di 5 Sub-Sektor Prioritas: Makanan dan Minuman, Tekstil dan Pakaian Jadi, Otomotif, Elektronik, Kimia, dan Farmasi

1 Pertumbuhan PDB industri pengolahan sebesar 4,68 - 5,46 persen

2 Kontribusi PDB Industri Pengolahan sebesar 19,63 - 19,84 persen 3 Jumlah perusahaan dengan nilai INDI >= 3,0 sebanyak 38 perusahaan 2 Penguatan Jaminan Usaha serta 350 Korporasi Petani dan Nelayan 1 Peningkatan produktivitas komoditas 5%

2 Nilai tambah per tenaga kerja pertanian: Rp51,70 juta/tenaga kerja

Persentase layanan publik yang berhasil dipulihkan pascabencana di Kota Palu dan sekitarnya, Pulau Lombok dan sekitarnya, serta Kawasan Pesisir Selat Sunda 75%

Kemendesa PDTT Palu, Lombok, Pesisir Selat Sunda Program PN 2 terdapat di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berupa Pembangunan Desa Terpadu dengan realisasi sebesar 100 persen Rp1,26 miliar dan capaian output

tidak memperoleh data Untuk belanja pusat dengan pagu sebesar Rp1,26 miliar terealisasikan seluruhnya 100 persen dengan capaian output sebanyak 600 orang juga tercapai 100 persen

3 Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing

1 Project Percepatan Penurunaa Kematian lbu dan Stunting 1 AKI turun menjadi 217/100k kelahiran hidup 514 kab/kota

2 Prevalensi stunting pada balita menurun 21,10% 360 kab/kota

2 Pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Industri 4.0 Meningkatkan proporsi tenaga kerja berkeahlian menengah dan tinggi sebesar 41,55%

Kemnaker Pendidikan pelatihan vokasi terdapat di Kementerian

Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan realisasi sebesar Rp65,15 miliar dan capaian output mencapai 112,92 persen

tidak memperoleh data Pendidikan pelatihan vokasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan target 22.639 orang/lembaga capaiannya adalah 25.565 orang lembaga. Sementara pagu yang dialokasikan sebesar Rp68,64 miliar dengan realisasi sebesar Rp65,15 miliar atau 94,92 persen

5 Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayaoan Dasar

Proyek Prioritas Strategis dalam Proyek Prioritas Infrastsruktur Pelayanan Dasar

1 Rumah susun Perkotaan (1 Juta) Kemen PUPR Pembangunan rumah susun yang dilaksanakan oleh

Kementerian PUPR realisasinya sebesar Rp51,64 miliar dengan capaian 100 persen

tidak memperoleh data Pembangunan 68 unit rumah susun tercapai keseluruhannya yang pembangunannya dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dengan pagu Rp51,72 miliar dengan realisasi Rp51,64 miliar atau 99,85 persen

2 Akses air minum perpipaan (10 juta sambungan rumah) Kemen PUPR Kab Serang Pembangunan Longstorage air baku yang dibangun oleh Kementerian PUPR realisasinya sebesar Rp28,40 miliar dengan capaian output mencapai 300 persen

tidak memperoleh data Pembangunan Longstorage air baku yang dibangun oleh Kementerian PUPR realisasinya sebesar Rp28,40 miliar dengan capaian output mencapai 300 persen

3 18 Waduk multiguna Kementerian PUPR Kabupaten Pandeglang Pembangunan bendungan karian yang dilaksanakan

oleh Kementerian PUPR dengan realisasi Rp298,46 miliar capaian outpunya 100 persen

tidak memperoleh data Pemnagunan bendungan karian dengan pagu sebesar Rp431,69 miliar realisasinya sebesar Rp 298,46 miliar dengan target output 1 unit berdasarkan data pada aplikasi mebe target tersebut tercapai 100 persen

6 Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim

1 Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah 83 Pengelolaan limbah medis di dalam fasyankes KLHK Kota Serang Cadangan DAK Non Fisik yang diberikan kepada Kota

Serang dengan realisasi Rp1,44 miliar

Cadangan DAK Non Fisik yang diberikan kepada Kota Serang untuk menangani libah B3 Covid-19dengan pagu Rp1,55 miliar realisasinya Rp1,44 miliar atau 93,05 persen

2 Penguatan Sistem Peringatan Dini Bencana 1 Informasi gempabumi dan tsunami dengan pemasangan seismograf BMKG Realisasi dari pemasangan seismograf oleh BMKG

sebesar Rp1,08 miliar dengan capaian output 100 persen

tidak memperoleh data

Pemasangan alat seismograf dengan target output 3 unit tercapai seluruhnya sehingga pagu yang disediakan sebesar Rp1,08 miliar juga terserap seluruhnya 100 persen 2 Prediksi dan peringatan dini cuaca dengan scaling up weather capacity BMKG Realisasi pembangunan alat deteksi geser angin

(windshare) yang digunakan untuk mendeteksi cuaca dan iklim terealisasi sebesar Rp31,39 miliar dengan output 100 persen

tidak memperoleh data Pembangunan alat pendeteksi geser angin untuk 1 bandara tercapai dengan realisasi anggaran 100 persen sebesar Rp31,39 miliar

3 Pengurangan risiko krisis kesehatan Kemenkes tidak memperoleh data

4 Penanggulangan krisis kesehatan Kemenkes tidak memperoleh data

7 Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan

Transformasi Pelayanan publik 1 Penguatan NSOC-SOC daIr Pembentukan L2l CSIRT Pengembangan SDM Bidang keamanan siber sebanyak 638 orang BSSN,BIN Pusat dan Daerah tidak terdapat data tidak terdapat data tidak terdapat data

Kementan Kab. Karawang, Grobogan, Lebak, Tuban, Cianjur,

Kemenperin, Kemendag, Kemen KP Pusat dan provinsi dengan fokus pada sektor industri makan dan minum, tekstil dan pakaian jadi,

tidak memperoleh data Untuk belanja pusat dari target output tercapai 99,52 persen sementara dari total pagu anggaran Rp10,19 miliar tercapai 96,28 persen atau sebesar Rp9,81 miliar

Program terdapat pada Kementerian Pertanian dengan realisasi sebesar Rp69,53 miliar dan output tercapai 100 persen

tidak memperoleh data Untuk belanja pusat dari target output tercapai 100 persen dengan pagu anggaran Rp74,46 miliar tercapai Rp69,53 miliar atau 93,38 persen

Program terdapat di 3 K/L, yaitu Kementerian Kesehatan, Balai POM, dan BKKBN dengan total pagu Rp7,91 miliar dengan realisasi sebesar Rp7,88 miliar atau 99,68%

Terdapat sub kegiatan Pengelolaan Pelayanan

73

BAB VI

ANALISIS TEMATIK

Dokumen terkait