Serangga penyerbuk yang diamati pada pertanaman caisin berjumlah 5955 individu yang termasuk dalam 19 spesies dan 4 ordo. Keempat ordo tersebut adalah Hymenoptera, Lepidoptera, Coleoptera, dan Diptera. Hymenoptera merupakan ordo yang paling dominan (5625 individu, 95%), sedangkan Diptera (124 individu, 2%), Lepidoptera (77 individu, 1%), dan Coleoptera (129 individu, 2%) merupakan ordo dengan kelimpahan individu rendah (Gambar 6).
Gambar 6 Persentase individu masing-masing ordo serangga penyerbuk pertanaman caisin.
Serangga penyerbuk pertanaman caisin didominasi oleh Hymenoptera (10 spesies, 4 famili), sedangkan Lepidoptera (6 spesies, 5 famili), Diptera (2 spesies, 1 famili), dan Coleoptera (1 spesies, 1 famili) dengan kelimpahan yang rendah. Tiga spesies lebah, yaitu Apis cerana (2567 individu, 43.1%), Ceratina sp. (2202 individu, 37%), dan Apis dorsata (498 individu, 8.4%) (Hymenoptera) ditemukan dengan kelimpahan tinggi. Spesies lainnya dengan kelimpahan rendah (< 3%) (Tabel 3).
Tabel 3 Spesies dan jumlah individu serangga penyerbuk pada pertanaman caisin.
Serangga penyerbuk pertanaman caisin yang termasuk ordo Lepidoptera adalah Nyctemera sp. (0.5%), Parnara guttata (0.3%), Eurema hecabe (0.2%), Potanthus sp. (0.2%), Jamidesvirgulatus dan Neptis hylas masing-masing dengan kelimpahan kurang dari 0.1%. Serangga penyerbuk lain yang ditemukan pada
Takson Spesies Jumlah Individu Persentase Jan-Peb Maret Aprl-Mei Total (%) Hymenoptera
Apidae, Subf. Apinae Apis cerana 1468 733 366 2567 43.11
Apis dorsata 5 493 0 498 8.36
8 0 1 9 0.15
Apidae, Subf. Xylocopinae Xylocopa caerulea 37 27 5 69 1.16
Xylocopa confusa 28 21 20 69 1.16
Xylocopa latipes 7 2 6 15 0.25
1072 207 923 2202 36.98 Colletidae, Subf. Hylaeinae 32 13 62 107 1.8 Halictidae, Subf. Nomiinae 67 0 21 88 1.48 Scoliidae Compsomeris lindernii 0 1 0 1 0.02
Lepidoptera 0
Arctiidae 25 0 2 27 0.45
Pieridae Eurema hecabe 7 3 1 11 0.18
Lycaenidae Jamides virgulatus 0 4 1 5 0.08 Nymphalidae Neptis hylas 0 1 0 1 0.02 Hesperiidae Parnana guttata 12 7 1 20 0.34
10 0 3 13 0.22
Coleoptera 0
Scarabaeidae Popilia biguttata 42 39 48 129 2.17
Diptera 0
Syrphidae Shyrpus balteatus 82 37 4 123 2.07
Megaspis argyrocephala 1 0 0 1 0.02 Jumlah individu 2903 1588 1464 5955 100 Jumlah spesies 16 14 15 19 Rerata individu/hari 138 99 91 Trigona sp. Ceratina sp. Hylaeus sp. Nomia sp. Nyctemera sp. Potanthus sp.
pertanaman caisin adalah Popilia biguttata (Coleoptera) dan Syrphus balteatus (Diptera), masing-masing dengan kelimpahan sekitar 2% (Tabel 3). Jumlah individu serangga penyerbuk pengamatan bulan Januari-Pebruari (2903 individu) lebih tinggi dibandingkan Maret (1588 individu) dan April-Mei 2006 (1464 individu). Beberapa gambar Hymenoptera, Lepidoptera, Coleoptera, dan Diptera penyerbuk pada pertanaman caisin tertera dalam Gambar 7.
b. Keanekaragaman Serangga Penyerbuk Berdasarkan Waktu Pengamatan
Spesies serangga penyerbuk pertanaman caisin pada pengamatan bulan Januari-Pebruari sebanyak 16 spesies, bulan Maret sebanyak 14 spesies, dan April-Mei sebanyak 15 spesies (Tabel 3). Jumlah spesies pada pengamatan bulan Januari-Pebruari lebih tinggi dibandingkan bulan Maret dan April-Mei (Gambar 8). Jumlah individu serangga penyerbuk pada pengamatan bulan Januari-Pebruari (2903 atau 138 individu/hari) lebih tinggi dibandingkan bulan Maret (1584 atau 97 individu/hari) dan April-Mei 2006 (1464 atau 92 individu/hari) (Tabel 3, Gambar 9). Tiga spesies lebah, yaitu A. cerana, Ceratina sp., dan A. dorsata ditemukan dominan. Jumlah individu ketiga spesies tersebut ditemukan tinggi pada pukul 7.30-10.00, dengan puncak kunjungan terjadi pukul 08.30 untuk A. cerana dan Ceratina sp. dan pukul 09.30 untuk A. dorsata. Pada pukul 10.30- 14.30, kelimpahan ketiga spesies tersebut makin menurun. Pada pukul 12.30, kelimpahan Ceratina sp. lebih tinggi dibandingkan A. cerana dan A. dorsata (Gambar 10).
Berdasarkan data pengamatan total, 14 spesies ditemukan, paling tidak sekali pengamatan, di setiap waktu pengamatan. Ke 14 spesies tersebut adalah A. cerana, A. dorsata, X. caerulea, X. confusa, Ceratina sp., Hylaeus sp., Nomia sp. (Hymenoptera), Nyctemera sp., P. guttata, Potanthus sp., E. hecabe, J. virgulatus (Lepidoptera), P. biguttata (Coleoptera), dan S. balteatus (Diptera). Spesies yang hanya ditemukan di pagi dan siang hari adalah X. latipes, Trigona sp., dan C. lindenni, sedangkan N. hylas dan M. argyrocephala cenderung hanya ditemukan di siang-sore hari.
Gambar 7 Beberapa serangga penyerbuk pertanaman caisin: A. cerana (A), Ceratina sp. (B), A. dorsata (C), X. confusa (D), X. caerulea (E), X. latipes (F), Nomia sp. (G) (Hymenoptera), P. biguttata (Coleoptera) (H), dan S. balteatus (Diptera) (I), Nectemera sp. (J), E. hecabe (K), J. virgulatus (L), N. hylas (M), P. guttata (N), dan Potanthus sp. (O) (Lepidoptera). B C D F G H I J K L M A N O
Gambar 8 Jumlah spesies serangga penyerbuk berdasarkan waktu pengamatan. Jumlah spesies yang ditunjukkan pada gambar merupakan jumlah spesies dari pengamatan total (Januari-Mei, 53 hari).
Gambar 9 Jumlah individu serangga penyerbuk berdasarkan waktu pengamatan. Jumlah individu yang ditunjukkan pada gambar merupakan rerata individu dalam 15 menit pengamatan.
0 5 10 15 20 25 30 35 07.30 08.30 09.30 10.30 11.30 12.30 13.30 14.30 Waktu pengamatan (pukul)
Ju m la h in d iv id u Januari-Pebruari Maret April-Mei Rerata 4 6 8 10 12 14 16 18 20 07:30 08:30 09:30 10:30 11:30 12:30 13:30 14:30
Waktu pengamatan (pukul)
Ju m la h s p e si e s Maret Januari-Pebruari April-Mei Total pengamatan
Gambar 10 Jumlah individu 6 spesies Hymenoptera penyerbuk pada tanaman caisin pada waktu pengamatan berbeda. Jumlah individu yang ditunjukkan pada gambar merupakan rerata individu dalam 15 menit pengamatan.
Secara umum, keanekaragaman serangga penyerbuk paling tinggi pada pengamatan bulan Maret (H'=1.39, E=0.53), disusul bulan Januari-Pebruari (H'=1.25, E=0.45), dan bulan April-Mei (H'=1.10, E=0.41) (Tabel 4). Berdasarkan waktu pengamatan, keanekaragaman dan kemerataan spesies penyerbuk meningkat mulai pukul 7.30-11.30, setelah waktu tersebut keanekaragaman dan kemerataan spesies relatif stabil (Gambar 11 dan 12).
Berdasarkan nilai indeks kesamaan Sorensen, kesamaan spesies penyerbuk di pagi (pukul 07.30-10.30), siang (pukul 11.30-12.30), dan sore hari (pukul 13.30-14.30) berkisar 85-97%. Kesamaan spesies penyerbuk antara pagi dan siang hari (Cs=0.97) lebih tinggi dibandingkan antara pagi dan sore hari (Cs=0.85) dan antara siang dan sore hari (Cs=0.88) (Gambar 13). Kesamaan spesies penyerbuk antar bulan pengamatan cenderung lebih tinggi di siang hari dibandingkan dengan pagi hari (Tabel 5). Hal ini menunjukkan keanekaragaman spesies penyerbuk di pagi hari lebih tinggi dibandingkan siang dan sore hari.
Tabel 4 Jumlah individu (N), spesies (S), indeks keanekaragaman Shannon (H') dan kemerataan (evenness) (E) serangga penyerbuk pada waktu
pengamatan berbeda.
Gambar 11 Nilai indeks Shannon serangga penyerbuk pada waktu pengamatan berbeda.
Bulan, Waktu pengamatan (pukul) Jumlah
Keanekaragaman 07.30 08.30 09.30 10.30 11.30 12.30 13.30 14.30 Pebruari-Pebruari N 490 623 517 398 320 234 175 146 2903 S 10 12 12 14 13 13 11 11 16 H' 1.00 1.08 1.10 1.18 1.43 1.42 1.51 1.55 1.25 E 0.44 0.44 0.44 0.45 0.56 0.55 0.63 0.65 0.45 Maret N 198 287 341 259 156 118 119 106 1584 S 9 8 11 11 10 9 11 7 14 H' 0.52 0.97 1.35 1.34 1.46 1.64 1.58 1.47 1.39 E 0.24 0.47 0.56 0.56 0.64 0.74 0.66 0.75 0.53 April-Mei N 242 362 273 162 130 122 92 81 1464 S 6 6 8 8 10 9 8 7 15 H' 0.84 0.82 1.05 1.18 1.48 1.19 1.14 1.16 1.10 E 0.47 0.46 0.50 0.57 0.64 0.54 0.55 0.60 0.41 Total N 930 1272 1131 819 606 474 386 333 5951 S 14 14 15 16 16 14 13 11 19 H' 1.03 1.18 1.43 1.51 1.64 1.59 1.56 1.65 1.44 E 0.39 0.45 0.53 0.55 0.59 0.60 0.61 0.69 0.49
Gambar 12 Nilai kemerataan Shannon serangga penyerbuk pada waktu pengamatan berbeda.
Gambar 13 Kesamaan spesies penyerbuk pada waktu pengamatan berbeda berdasarkan indeks kesamaan Sorensen.
Tabel 5 Kesamaan spesies penyerbuk tanaman caisin antar waktu pengamatan. berdasarkan indeks kesamaan Sorensen.
c. Keanekaragaman Serangga Penyerbuk dalam Kaitannya dengan Jumlah Tanaman Berbunga
Jumlah spesies yang ditemukan di awal sampai akhir pembungaan berkisar antara 4-9 spesies. Jumlah spesies yang ditemukan di awal sampai akhir pembungaan tidak terlalu berfluktuasi. Jumlah spesies pada pengamatan bulan Januari-Pebruari (5-12 spesies) lebih tinggi dibandingkan bulan Maret (4-9 spesies) dan April-Mei (4-8 spesies).
Berbeda dengan jumlah spesies, jumlah individu serangga penyerbuk sangat berfluktuasi berkaitan dengan pembungaan tanaman. Kelimpahan serangga penyerbuk ditemukan tinggi pada pembungaan hari ke 6-10 (156-166 individu) untuk bulan Januari-Pebruari, hari ke 10-18 (134-177 individu) untuk bulan Maret, dan hari ke 8-11 (134-198 individu) untuk bulan April-Mei. Kelimpahan tertinggi terjadi pada hari pembungaan ke 8 (311 individu) untuk bulan Januari- Pebruari, hari ke 12 (177 individu) untuk bulan Maret, dan hari ke 9 (198 individu) untuk bulan April-Mei (Gambar 14-16). Jumlah spesies serangga penyerbuk relatif konstan dengan makin banyaknya tanaman berbunga, sedangkan jumlah individu penyerbuk makin meningkat dengan makin banyaknya tanaman berbunga (Gambar 17).
Waktu Indeks Sorensen
Januari-Pebruari vs Maret Januari-Pebruari vs April-Mei Maret vs April-Mei
07.30 0.63 0.50 0.53 08.30 0.60 0.67 0.57 09.30 0.70 0.70 0.63 10.30 0.72 0.73 0.63 11.30 0.61 0.78 0.60 12.30 0.82 0.73 0.56 13.30 0.82 0.84 0.63 14.30 0.78 0.78 0.86 Total 0.73 0.90 0.76
Gambar 14 Jumlah spesies, jumlah individu, dan jumlah tanaman berbunga pada pertanaman caisin pertama (pengamatan bulan Januari-Pebruari 2006).
Gambar 15 Jumlah spesies, jumlah individu, dan jumlah tanaman berbunga pada pertanaman caisin kedua (pengamatan bulan Maret 2006).
Gambar 16 Jumlah spesies, jumlah individu, dan jumlah tanaman berbunga pada pertanaman caisin ketiga (pengamatan bulan April-Mei 2006).
Gambar 17 Hubungan jumlah spesies dan individu serangga penyerbuk dengan jumlah tanaman berbunga.
Spesies penyerbuk yang dominan pada pertanaman caisin adalah A. cerana, A. dorsata, Ceratina sp., Hylaeus sp., Nomia sp., dan Xylocopa spp. Tiga spesies lebah, yaitu A. cerana, A. dorsata, dan Ceratina sp. dengan kelimpahan sangat tinggi. Lebah A. cerana ditemukan paling dominan diantara serangga penyerbuk, diikuti oleh Ceratina sp. dan A. dorsata. Kelimpahan individu A. cerana tertinggi untuk bulan Januari-Pebruari (235 individu), Maret (158 individu), dan April-Mei (102 individu), masing-masing terjadi pada hari ke 6, 11, dan 7. Lebah A. dorsata hanya ditemukan pada pengamatan bulan Januari-Pebruari dan Maret 2006. Kelimpahan individu A. dorsata yang tinggi (474 individu) ditemukan pada bulan Maret. Pada bulan Januari-Pebruari 2006, hanya ditemukan 5 individu A. dorsata. Puncak kelimpahan A. dorsata dan A. cerana terjadi pada hari yang berbeda. Kelimpahan individu Ceratina sp. relatif tidak berfluktuasi dari awal sampai akhir pengamatan. Kelimpahan Ceratina sp. tertinggi (81 individu) terjadi pada hari ke 14 untuk bulan Januari-Pebruari dan hari ke 5 (96 individu) untuk bulan April- Mei. Kelimpahan individu Ceratina sp. bulan Maret lebih rendah dibandingkan bulan Januari-Pebruari dan April-Mei (Gambar 18-20).
Gambar 18 Jumlah individu lima spesies lebah penyerbuk dominan dalam kaitannya dengan jumlah tanaman berbunga pada pengamatan bulan Januari-Pebruari 2006.
Gambar 19 Jumlah individu lima spesies lebah penyerbuk dominan dalam kaitannya dengan jumlah tanaman berbunga pada pengamatan bulan Maret 2006.
Gambar 20 Jumlah individu lima spesies lebah penyerbuk dominan dalam kaitannya dengan jumlah tanaman berbunga pada pengamatan bulan April-Mei 2006.
d. Kelimpahan Serangga Penyerbuk dalam Kaitannya dengan Faktor Lingkungan
Di lokasi penelitian, suhu udara berkisar antara 22-30oC, intensitas cahaya
antara 5000-64100 lux, dan kelembaban udara antara 58-91%. Intensitas cahaya paling tinggi (64100 lux) terjadi pada pukul 10.30, suhu udara tertinggi (30oC)
terjadi pada pukul 11.30, dan kelembaban tertinggi (76.9%) terjadi pukul 07.30 (Tabel 6). Berdasarkan analisis varian (Anova), kelimpahan serangga penyerbuk total dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara. Kelimpahan A. cerana dan A. dorsata dipengaruhi olehsuhu udara dan intensitas cahaya. Kelimpahan serangga penyerbuk non-Apis dipengaruhi oleh intensitas cahaya, kelembaban udara, interaksi suhu-kelembaban udara, dan interaksi suhu-intensitas cahaya (Tabel 7). Kelimpahan serangga penyerbuk tinggi umumnya terjadi pada kisaran intensitas cahaya 5.000-6.4100 lux (Gambar 21), suhu udara 24-28oC (Gambar 22), dan
kelembaban udara 67-85% (Gambar 23). Kelimpahan A. cerana dan A. dorsata umumnya tinggi (lebih dari 30 individu), sedangkan kelimpahan serangga penyerbuk lainnya kurang dari 20 individu.
Tabel 6 Parameter lingkungan di lokasi penelitian yang meliputi intensitas cahaya (lux), suhu udara (oC), dan kelembaban udara relatif (%).
Keterangan: Int: intensitas, Min: minimum, Mak: maksimun.
Waktu Int cahaya (x100 lux) Kelembaban udara (%)
(Pukul) Min Mak Rerata Min Mak Rerata Min Mak Rerata
07.30 55 502 257.6 22 29 24.5 62 91 76.9 08.30 59 531 310.3 22 28 25.3 63 84 75.5 09.30 107 629 357.4 22 29 26.2 63 91 73.1 10.30 66 641 381.7 23 29 26.8 63 84 72.2 11.30 65 634 355.7 23 30 26.9 64 91 71.7 12.30 57 634 345.6 22 29 27.1 58 91 71.7 13.30 55 628 265.1 22 29 26.8 58 91 71.8 14.30 50 494 201.8 22 29 26.4 63 91 73.1 Suhu udara (oC)
Tabel 7 Hubungan antara kelimpahan serangga penyerbuk total (n=1219), A. cerana dan A. dorsata (n=323), dan serangga penyerbuk non-Apis (n=896) dengan faktor lingkungan berdasarkan hasil analysis of variance (Anova).
Keterangan: SHU: suhu udara, LEMB: kelembaban udara, CHY: intensitas cahaya, SHU:LEMB: interaksi suhu dengan kelembaban, SHU:CHY: interaksi suhu dengan intensitas cahaya, LEMB:CHY: interaksi kelembaban dengan intensitas cahaya,
SHU:LEMB:CHY: interaksi suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya.
Gambar 21 Sebaran kelimpahan serangga penyerbuk dalam hubungannya dengan intensitas cahaya. APC: Apis cerana, APD: Apis dorsata, CRT: Ceratina sp.
Serangga polinator total Serangga non-Apis
Lingkungan Nilai P Lingkungan Nilai P Lingkungan Nilai P
CHY 0.927 CHY 0.000 CHY 0.402