• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Hasil Analisa dan Pembahasan

4.3.1 Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini tiap-tiap responden memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dilakukan pengelompokkan dengan karakteristik tertentu. Dari 50 responden yang di ambil sebagai sampel dalam penelitian ini, maka karakteristik responden dapat di lihat sebagai berikut:

4.3.2 Umur

Berdasarkan karakteristik umur, responden di bagi menjadi 5 kelompok umur yakni responden yang berumur di bawah 25 tahun, 26-35 tahun, 36-45 tahun, 46-55 tahun, dan di atas 55 tahun. Distribusi karakteristik responden berdasarkan umur adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1

Distribusi Responden Berdasarkan Usia

Umur Frekuensi Persentase %

< 25 tahun 5 10% 26-35 tahun 22 44% 36-45 tahun 13 26% 46-55 tahun 8 16% >55 tahun 2 4% Jumlah 50 100%

Sumber: Data Primer

Berdasarkan tabel 4.1 dapat di lihat bahwa dari 50 responden yang telah di teliti, nasabah yang kelompok umurnya di bawah 25 tahun sebanyak 5 orang atau 10%, 26-35 tahun sebanyak 22 orang atau 44%, 36-45 tahun sebanyak 13 orang atau 26%, 46-55 tahun sebanyak 8 orang atau 16%, dan umur di atas 55 tahun sebanyak 2 orang atau 4% dari 50 orang responden yang telah di teliti.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa responden yang menjadi nasabah KSU-BMT Rahayu yang paling banyak adalah nasabah yang kelompok umurnya 26-35 tahun yaitu sebanyak 22 orang atau 44% dari jumlah responden. Hal ini di karenakan nasabah yang kelompok umurnya 26-35 tahun adalah masyarakat yang baru memulai untuk membuka usaha perdagangan dan membutuhkan dana sehingga masyarakat memutuskan untuk menjadi nasabah di KSU-BMT Rahayu.

Gambar 4.3 : Distribusi Responden Berdasarkan Usia

4.3.3 Jenis Kelamin

Perbandingan jenis kelamin nasabah KSU-BMT Rahayu dapat dilihat dari hasil kuisioner yang telah di sebar. Dari 50 responden yang telah di teliti, maka perbandingan jenis kelamin nasabah adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase %

Laki-laki 30 60% Perempuan 20 40%

Jumlah 50 100%

Sumber: Data Primer

Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat di jelaskan bahwa dari 50 orang responden yang telah di teliti, masyarakat yang menjadi nasabah KSU-BMT Rahayu lebih banyak berjenis kelamin laki-laki daripada perempuan. Hal ini dapat di lihat dari jumlah frekuensinya yaitu responden laki-laki yang menjadi nasabah

0 5 10 15 20 25 < 25 tahun 26‐35 tahun 36‐45 tahun 46‐55 tahun > 55 tahun Distribusi Responden Berdasarkan Usia

sebanyak 30 orang dengan pesentase 60% dan perempuan sebanyak 20 orang dengan persentase 40% dari 50 orang responden yang telah di teliti.

Gambar 4.4 : Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 4.3.4 Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan nasabah KSU-BMT Rahayu berpariasi, mulai dari tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, Diploma, sampai dengan Sarjana (S1). Dari 50 responden yang telah di teliti, dapat diketahui tingkat pendidikan nasabah sebagai berikut:

Tabel 4.3

Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase %

SD 1 2% SMP 13 26% SMA 27 54% Diploma 7 14% Sarjana (S1) 2 4% Jumlah 50 100%

Sumber: Data Primer 0 5 10 15 20 25 30

Laki‐laki Perempuan

Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa nasabah KSU-BMT Rahayu di dominasi oleh nasabah dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 27 orang atau 54%, kemudian SMP sebanyak 13 orang atau 26%, Diploma sebanyak 7 orang atau 14%, Sarjana (S1) sebanyak 2 orang atau 4%, dan SD sebanyak 1 orang atau 2%. Hal ini di karenakan pembiayaan KSU-BMT Rahayu di khususkan bagi pedagang menengah ke bawah, dan tingkat pendidikan pedagang rata-rata SMA sehingga nasabah KSU-BMT Rahayu di dominasi oleh nasabah dengan tingkat pendidikan SMA.

Gambar 4.5 : Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

4.3.5. Pekerjaan dan Jenis Produk Usaha

Pembiayaan KSU-BMT Rahayu hanya diperuntukkan bagi pedagang saja, sehingga dari 50 responden yang telah di teliti semuanya bekerja sebagai pedagang. Berbagai jenis produk usaha yang di miliki responden sangat berpariasi mulai dari kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder mereka produksi.

0 5 10 15 20 25 30

SD SMP SMA Diploma Sarjana (S1) Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat

Keseluruhan responden atau 100% adalah sebagai pemilik perusahaan, dimana usaha yang dilakukan adalah milik pribadi dari responden.

Dari 50 orang responden yang telah di teliti, jenis produk usaha nasabah sebagai berikut:

Tabel 4.4

Distribusi Responden Menurut Jenis Produk Usaha Jenis Produk Usaha Frekuensi Persentase %

Makanan dan Minuman 17 34 %

Pakaian 12 24 %

Perkakas Rumah Tangga 4 8%

Kerajinan Tangan 4 8%

Sayur dan Buah 13 26 %

Jumlah 50 100%

Sumber: Data Primer

Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden atau 100% yakni sebanyak 50 orang responden, jenis produk usaha yang digeluti sangat berpariasi dan di bagi menjadi lima kelompok jenis produk usaha yaitu makanan dan minuman, pakaian, perkakas rumah tangga, kerajinan tangan dan sayur dan buah. Dari 50 orang responden, yang memiliki jenis produk usaha makanan dan minuman sebanyak 17 orang atau 34%, pakaian sebanyak 12 orang atau 24%, perkakas rumah tangga sebanyak 4 orang atau 8%, kerajinan tangan sebanyak 4 orang atau 8%, dan sayur dan buah sebanyak 13 orang atau 26%.

Gambar 4.6 : Distribusi Responden Menurut Jenis Produk Usaha

4.3.6 Lama Menjadi Nasabah

Kepercayaan masyarakat menjadi nasabah pada suatu BMT dapat di lihat dari berapa lama menjadi nasabah di BMT tersebut. Lamanya masyarakat menjadi nasabah KSU-BMT Rahayu terbagi menjadi lima kelompok yaitu mulai kurang dari 1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-4 tahun dan lebih dari 4 tahun. Data responden berdasarkan lama menjadi nasabah adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5

Distribusi Responden Berdasarkan Lama Menjadi Nasabah Lama Menjadi Nasabah Frekuensi Persentase %

< 1 tahun 5 10% 1-2 tahun 11 22% 2-3 tahun 17 34% 3-4 tahun 14 28% >4 tahun 3 6% Jumlah 50 100%

Sumber: Data Primer 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 Makanan dan Minuman Pakaian Perkakas Rumah Tangga Kerajinan Tangan Sayur dan Buah Distribusi Responden menurut Jenis Produk

Dari tabel 4.5 dapat dijelaskan bahwa dari 50 orang responden, yang paling lama menjadi nasabah KSU-BMT Rahayu adalah 2-3 tahun dengan total responden sebanyak 17 orang atau 34%, responden yang menjadi nasabah 3-4 tahun sebanyak 14 orang atau 28%, responden yang menjadi nasabah 1-2 tahun sebanyak 11 orang atau 22%, responden yang menjadi nasabah di bawah 1 tahun sebanyak 5 orang atau 10%, dan responden yang menjadi nasabah lebih dari 4 tahun sebanyak 3 orang atau 6% dari total responden. Berdasarkan data lama menjadi nasabah KSU-BMT Rahayu dapat juga di gambarkan dengan grafik sebagai berikut:

Gambar 4.7 : Distribusi Responden Berdasarkan Lama Menjadi Nasabah

4.3.7 Penghasilan

Penghasilan merupakan tujuan masyarakat melakukan suatu usaha. Untuk kategori penghasilan responden selama satu bulan, ada lima kelompok yang di sediakan oleh peneliti yaitu penghasilan dibawah Rp 1 juta/bulan, Rp 1.1-2

0 5 10 15 20

<1 tahun 1‐2 tahun 2‐3 tahun 3‐4 tahun >4 tahun Distribusi Responden Berdasarkan Lama Menjadi

juta/bulan, Rp 2.1-3 juta/bulan, 3.1-4 juta/bulan dan penghasilan lebih dari Rp 4 juta/bulan. Distribusi responden berdasarkan penghasilan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6

Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan/Bulan

Penghasilan/bulan Frekuensi Persentase %

<Rp 1.000.000 1 2% Rp 1.100.000-2.000.000 12 24% Rp 2.100.000-3.000.000 18 36% Rp 3.100.000-4.000.000 13 26% >Rp 4.000.000 6 12% Jumlah 50 100%

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa dari 50 orang responden, kelompok penghasilan nasabah KSU-BMT Rahayu tertinggi adalah Rp 2.1-3 juta/bulan sebanyak 18 orang atau 36%, selanjutnya nasabah dengan penghasilan Rp 3.1-4 juta/bulan sebanyak 13 orang atau 26%, nasabah dengan penghasilan Rp 1.1-2 juta/bulan sebanyak 12 orang atau 24%, nasabah dengan penghasilan lebih dari Rp 4 juta/bulan sebanyak 6 orang atau 12% dan nasabah dengan penghasilan dibawah Rp 1 juta/bulan sebanyak 1 orang atau 2% dari total responden. Dari data penghasilan nasabah dapat juga di gambarkan dengan grafik sebagai berikut:

Gambar 4.8 : Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan

Dari data di atas dapat diketahui bahwa masyarakat Kota Pematang Siantar yang menjadi nasabah di KSU-BMT Rahayu merupakan masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah. Hal ini dapat dilihat dari penghasilan nasabahnya paling banyak adalah kelompok penghasilan Rp 2.1-3 juta/bulan sebanyak 18 orang dengan persentase 36% dari 50 orang responden yang di telah teliti. Hal ini di karenakan pembiayaan yang di berikan oleh KSU-BMT Rahayu di khususkan bagi masyarakat menengah ke bawah.

4.3.8 Motif Responden Untuk Menjadi Nasabah KSU-BMT Rahayu

Ada beberapa motif yang mendorong masyarakat memutuskan untuk menjadi nasabah di KSU-BMT Rahayu. Berikut beberapa motif yang di anggap sebagai alasan yang mendorong masyarakat untuk menjadi nasabah KSU-BMT Rahayu:

1. Ajakan keluarga / teman 0 5 10 15 20 <Rp 1 juta Rp 1.1 ‐ 2 juta Rp 2.1 ‐ 3 juta Rp 3.1 ‐ 4 juta >Rp 4 juta Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan

3. Kerahasiaan lebih terjamin

4. Hubungan baik dengan pengelolah 5. Bebas bunga pinjaman

6. Fleksibilitas dalam membayar cicilan 7. Lain-lain

Dari hasil kuisioner yang telah di lakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.7

Motif Responden Untuk Menjadi Nasabah KSU-BMT Rahayu

Alasan Frekuensi Persentase %

Ajakan keluarga / teman 7 14 %

Prosesnya mudah dan cepat 21 42 %

Kerahasiaan lebih terjamin 1 2 %

Hubungan baik dengan pengelolah 8 16 %

Bebas bunga pinjaman 9 18 %

Fleksibilitas dalam membayar cicilan 4 8 %

Lain-lain - -

Jumlah 50 100 %

Sumber : Data Primer

Dari tabel 4.7 dapat dilihat bahwa motif responden memutuskan untuk menjadi nasabah KSU-BMT Rahayu adalah yang pertama “prosesnya mudah dan cepat” dengan jumlah responden sebanyak 21 orang atau 42%, kemudian pada urutan kedua yakni “bebas bunga pinjaman” dengan jumlah responden sebanyak 9 orang atau 18%, kemudian pada urutan ketiga yakni “hubungan baik dengan pengelolah” sebanyak 8 orang atau 16%, kemudian pada urutan keempat yakni

“disarankan keluarga / teman” sebanyak 7 orang atau 14%, kemudian pada urutan kelima yakni “fleksibilitas dalam membayar cicilan” sebanyak 4 orang atau 8%, dan terakhir pada urutan keenam yakni “kerahasiaan lebih terjamin” sebanyak 1 orang atau 2% dari total responden. Sementara pada opsi “lain-lain” tidak ada responden yang merespon.

Maka kita dapat melihat mengapa masyarakat lebih memilih menjadi nasabah BMT dibandingkan di bank. Dalam pelayanannya BMT memberikan proses peminjaman yang cepat dan mudah jika dibandingkan dengan bank yang proses peminjamannya berbelit-belit dan proses pencairan dananya lebih lama.

Gambar 4.9 : Motif Responden Untuk Menjadi Nasabah KSU-BMT

Rahayu

4.3.9 Tingkat Pinjaman

Besarnya tingkat pinjaman responden yang diterima dari BMT berbeda-beda, yakni Rp 1-5 juta, Rp 6-10 juta, Rp 11-15 juta, dan Rp 16-20 juta. Besarnya

0 10 20 30

Motif Responden untuk menjadi Nasabah KSU-BMT Rahayu

Tabel 4.8

Distribusi Responden Menurut Tingkat Pinjaman

Pinjaman Frekuensi Persentase %

Rp 1-5 juta 3 6 %

Rp 6-10 juta 14 28 %

Rp 11-15 juta 20 40 %

Rp 16-20 juta 13 26 %

Jumlah 50 100 %

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa dari 50 orang responden yang mendapat pinjaman dari KSU-BMT Rahayu terbanyak adalah kelompok pinjaman Rp 11-15 juta sebanyak 20 orang dengan persentase 40%, selanjutnya kelompok pinjaman Rp 6-10 juta sebanyak 14 orang dengan persentase 28%, kelompok pinjaman Rp 16-20 juta sebanyak 13 orang dengan persentase 26%, dan terakhir kelompok pinjaman Rp 1-5 juta sebanyak 3 orang dengan persentase 6%.

Gambar 4.10 : Distribusi Responden Menurut Tingkat Pinjaman 0

5 10 15 20

Rp 1‐5 juta Rp 5‐10 juta Rp 11‐15 juta Rp 16‐20 juta Distribusi Responden Menurut Tingkat Pinjaman

4.3.10 Perkembangan Usaha Nasabah Setelah Mendapat Pembiayaan

Tujuan BMT adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan nasabah dan memajukan usaha para nasabahnya. Peran pembiayaan yang diberikan BMT kepada nasabah dapat dilihat dari berbagai sisi kehidupan usaha. Seperti kenaikan omset produksi, wilayah penjualan, total laba, jumlah karyawan dan aset perusahaan. Dari pembiayaan yang diberikan BMT tersebut memberikan dampak yang baik bagi perkembangan usaha nasabahnya, sebagaimana tujuan dari BMT itu sendiri. Dari 50 responden yang telah di teliti diperoleh hasil mengenai perkembangan usaha nasabah setelah mendapat pembiayaan dari BMT. Perkembangan usaha nasabah setelah mendapat pembiayaan dapat dilihat dari tebel berikut:

Tabel 4.9

Perkembangan Usaha Responden Setelah Mendapat Pembiayaan dari BMT

Pernyataan Tetap Meningkat Total

Omset Produksi 0 (0 %) 50 (100 %) 100 (100 %) Wilayah Penjualan 37 (64 %) 13 (26 %) 50 (100 %) Total Laba 0 (0 %) 50 (100 %) 50 (100 %) Jumlah Karyawan 30 (60 %) 20 (40 %) 50 (100 %) Aset Perusahaan 0 (0 %) 50 (100 %) 50 (100 %) Sumber : Data Primer

Dari tabel 4.9 dapat dilihat bahwa perkembangan usaha nasabah setelah mendapat pembiayaan dari BMT meningkat. Hal ini dapat dilihat dari 50 responden menyatakan terjadi peningkatan pada omset produksi, total laba yang diterima dan aset perusahaan dengan persentase yang dicapai sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang diberikan BMT berpengaruh positif terhadap perkembangan usaha nasabahnya.

Namun pada sisi wilayah penjualan terdapat 13 orang responden dengan persentase 26% menyatakan wilayah penjualannya meningkat dan 37 responden dengan persentase 74% menyatakan bahwa wilayah penjualannya tetap. Sedangkan pada sisi jumlah karyawan terdapat 20 orang responden dengan persentase 40% menyatakan jumlah karyawannya meningkat dan 30 orang responden dengan persentase 60% menyatakan bahwa jumlah karyawannya tetap dan tidak mengalami perubahan.

Dari hasil penelitian terhadap 50 responden yang merupakan nasabah KSU-BMT Rahayu, mereka menyatakan terjadi peningkatan kehidupan secara financial setelah mendapat pembiayaan dari BMT dan dampaknya dirasakan langsung oleh nasabah tersebut. Kehidupan nasabah meningkat, diikuti dengan omset produksi dan total laba yang diterima meningkat. Hal ini menggambarkan bahwa pembiayaan yang diberikan BMT memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan usaha para nasabahnya.

4.3.11 Peran KSU-BMT Rahayu Dalam Pengembangan Usaha Nasabah

KSU-BMT Rahayu sangat berperan dalam pengembangan usaha nasabahnya. KSU-BMT Rahayu melakukan pemberdayaan kepada nasabah dengan melakukan berbagai kegiatan seperti:

1. Pembiayaan

KSU-BMT Rahayu memberikan pembiayaan bagi nasabah yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya. Proses pembiayaan yang dilakukan KSU-BMT Rahayu lebih mudah dan tidak berbelit-belit dalam proses pencairannya dibandingkan dengan perbankan. Pembiayaan BMT ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha para nasabahnya.

2. Pembinaan

Nasabah KSU-BMT Rahayu khususnya pedagang kecil dan mikro dalam melakukan usahanya dan agar mampu mempertanggungjawabkan pembiayaannya, maka BMT sering melakukan pembinaan kewirausahaan maupun pengelolahan keuangan. Bentuk pembinaan yang dilakukan BMT dengan cara mengadakan seminar ataupun pelatihan-pelatihan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan yang dimiliki nasabah.

Dokumen terkait