Setelah melakukan penelitian tentang tingkat pengetahuan petugas rekam medis terhadap sistem penyimpanan berkas rekam medis di RSUD Tapanuli Selatan dengan jumlah responden sebanyak 6 orang. Maka hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Data Demografi Petugas Ruang Rekam Medis Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah (F) Persentase (%)
1 Laki-laki 4 66,7%
2 Perempuan 2 33,3%
Total 6 100%
Berdasarkan tabel 4.2 di atas terlihat bahwa umur responden di wilayah kerja RSUD Tapsel yang paling banyak dalam penelitian ini adalah untuk laki-laki 4 responden (66,7%), dan untuk perempuan 2 responden (33,3%).
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Data Demografi Petugas Ruang Rekam Medis Berdasarkan Umur
No Umur Jumlah (F) Presentase (%)
1 20 tahun - 25 tahun 1 16,7%
2 26 tahun - 35 tahun 3 50%
3 > 36 tahun 2 33,3%
Total 6 100%
Berdasarkan tabel 4.3 di atas terlihat bahwa umur responden di wilayah kerja RSUD Tapsel yang paling banyak dalam penelitian ini adalah 15 tahun – 25 tahun 1 responden (16,7%), 26 tahun – 35 tahun 3 responden (50%), dan 36 - 45 tahun sebanyak 2 responden (33,3%).
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Data Demografi Petugas Ruang Rekam Medis Berdasarkan Pendidikan
1 SLTA 2 33.3%
2 D3 Rekam Medik 3 50%
3 Sarjana 1 16,7%
Total 6 100%
Berdasarkan tabel 4.4 diatas terlihat bahwa tingkat pendidikan responden di ruang Rekam Medik RSUD Tapsel yang paling banyak dalam penelitian ini adalah D3 Rekam Medik sebanyak 5 responden (83.3%) dan yang paling sedikit adalah SLTA yaitu 1 responden (16,7%).
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Data Demografi Petugas Ruang Rekam Medis Berdasarkan Lama Kerja
No Lama Kerja Frekuensi Presentase (%)
1 1 – 3 tahun 1 16,7%
2 3 – 10 tahun 3 50%
3 > 10 tahun 2 33,3%
Total 6 100%
Berdasarkan tabel 4.5 diatas responden lama kerja 1 – 3 tahun sebanyak 1 orang (16,7%), responden lama kerja 3 – 10 tahun sebanyak 3 orang (50%), dan responden lama kerja > 10 tahun sebanyak 2 orang (33,3%).
Tabel 4.6 Distribusi Aspek Ergonomi Ruang Penyimpanan Berkas Rekam Medis Di Rumah Sakit
No Kategori Jawaban Responden Frekuensi Presentase (%) 1 Baik 8-10 2 33,3% 2 Sedang 5-7 3 50% 3 Kurang 0-4 1 16,7% Total 6 100%
Jadi dari distribusi frekuensi tersebut jawaban yang diberikan responden atas tingkat pengetahuan petugas rekam medis tentang pegaruh aspek ergonomi ruang penyimpanan terhadap kecepatan penyediaan pelayanan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Tapanuli Sealatan menunjukkan bahwa responden yang menyatakan penilaian baik terdapat 2 responden (33,3%), responden yang
40
menyatakan penilaian sedang sebanyak 3 responden (66,6%), dan responden yang menyatakan dengan penilaian kurang sebanyak 1 responden (16,7%).
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Aspek Ergonomi di Rumah Sakit Berdasarkan Jawaban Responden Pertanyaan Jawaban Total Ya Tidak F % F % F % 1 5 83,3% 1 16,7% 6 100% 2 4 66,7% 2 33,3% 6 100% 3 4 66,7% 2 33,3% 6 100% 4 4 66,7% 2 33,3% 6 100% 5 5 83,3% 1 16,7% 6 100% 6 6 100% 0 0% 6 100% 7 6 100% 0 0% 6 100% 8 6 100% 0 0% 6 100% 9 6 100% 0 0% 6 100% 10 5 83,3% 1 16,7% 6 100%
Berdasarkan tabel 4.7 di atas, berdasarkan hasil wawancara dengan pedoman kuesioner kepada 6 reponden faktor rak penyimpanan dan faktor kecepatan petugas dalam mengambil berkas rekam medis dari 60 pertanyaan di dapati 6 responden dijawab ya pada 51 pertanyaan (85%), dan 9 pertanyaan dijawab tidak (15%).
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Aspek Ergonomi di Rumah Sakit Berdasarkan Faktor Kecepatan Petugas Rekam Medis Dalam Mengambil Berkas Responden Jawaban Responden Total Ya Tidak F % F % F % R1 5 100% 0 - 5 100% R2 5 100% 0 - 5 100% R3 4 80% 1 20% 5 100% 44 3 60% 2 40% 5 100% R5 3 60% 2 40% 5 100% R6 2 40% 3 60% 5 100%
Berdasarkan tabel 4.8 di atas, hasil pengolahan data dengan menggunakan uji frekuensi diperoleh informasi untuk kecepatan petugas dalam
mengambil berkas rekam medis mayoritas responden memberi jawaban setuju untuk setiap pernyataan yang diajukan dalam kuesioner.
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Aspek Ergonomi di Rumah Sakit Berdasarkan Rak Penyimpanan Berkas Rekam Medis
Responden Jawaban Responden Total Ya Tidak F % F % F % R1 4 80% 1 20% 5 100% R2 3 60% 2 40% 5 100% R3 3 60% 2 20% 5 100% R4 3 60% 2 40% 5 100% R5 3 60% 2 40% 5 100% R6 2 40% 3 60% 5 100%
Berdasarkan tabel 4.9 di atas, hasil pengolahan data denga menggunakan uji frekuensi diperoleh informasi untuk variabel rak penyimpanan berkas rekam medis mayoritas responden memberi jawaban setuju untuk setiap pernyataan yang diajukan dalam kuesioner.
4.6 Pembahasan
Menurut asumsi peneliti ruangan penyimpanan rekam medis yang ergonomis adalah ruangan yang memiliki cukup luas sebagai tempat penyimpanan berkas rekam medis. Ruangan penyimpanan rekam medis yang ergonomis adalah ruangan yang terpisah dengan pengolahan data agar setiap petugas dapat bekerja dngan efisiensi sesuai dengan tugasnya masing-masing dan ruangan masing-masing.
Dari hasil penelitian yang dilakukan yang berjudul pengaruh aspek ergonomi ruang penyimpanan terhadap bagaimana kecepatan penyediaan pelayanan Dokumen Rekam Medis di RSUD Tapanuli Selatan tahun 2016, baik terdapat 2 responden (33,3%), responden yang menyatakan penilaian sedang sebanyak 3 responden (66,6%), dan responden yang menyatakan dengan penilaian kurang sebanyak 1 responden (16,7%).
42
Ergonomis menurut artinya adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. Sasaran penelitian ergonomi aialah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah menurunkan setres yang dihadapi, upanya antara lain berupa suhu udara, cahaya, kebisingan dan luas yang bertujuan agar sesuai dengan kondisi tubuh manusia.
Ergonomi terkait dengan karakterstik fungsional dari manusia itu sendiri seperti kemampuan penginderaan respon, daya ingat, posisi optimum tangan dan kaki. Oleh sebab itu dalam pembangunan suatu ruangan sangat diperlukan perhatian dalam segi keergonomisan ruangan tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di dalam proses bekerja.
Karena semua aspek-aspek yang menunjang keberhasilan suatu ruangan yang ergonomis harus sangat diperhatikan karena sangat berpegaruh sekali terhadap hasil yang akan di capai dalam pembangunan suatu ruangan yng memiliki sisi keergonoisannya. Untuk sangat perlu diperhatikan aspek-aspek keergonomisan dalam suatu ruangan kerja agar tidak menimbulkan masalah bagi pekerja yang berada dalam ruangan itu sendiri agar memperlancat keseluruhan proses pencapaian yang maksimal dalam bekerja.
Keuntungan yang diperoleh karena adanya aspek ergonomis yang diterapkan dalam suatu ruangan dalam meningkatkan efisiansi, penimgkatan keselamatan, dan kepuasan pekerja dalam bekerja.
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Dengan memperhatikan keselamata dan kesehatan kerja maka diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman dan aman. Pekerjaan dikatakan aman jika apapun yang dilakukan oleh pekerja tersebut, resiko yang, mungkin muncul akan dapat dihindari. Pekerjaan dikatakan nyaman jika pekerja yang bersangkutan dapat melakukan pekerjaan
dengan meras nyaman. Untuk mencapai kenyamanan dan rasa aman didalam suatu ruangan sangat penting disini aspek keergonomisan suatu ruangan harus sangat diperhatikan.
Letak ruangan penyimpnan juga harus diperkirakan jarak antara tempat pendaftaran pasien rawat inap gunanya jika ada pasien yang berulang dan membutuhkan berkas catatan medis yang ada sebelumnya proses pengambilan berkas dapat lebih muda dan lebih efektif. Sistem pencahayaan dan temperature juga harus diperhatikan untuk menjaga kenyamanan para petugas didalam melaksanakan pekerjaan didalam ruangan tersebut.
Misalnya lampu yang terlalu terang didalam ruangan tersebut dapat mengganggu penglihatan petugas di dalam melaksanakan pekerjaannya, suhu ruangan berpengaruh mengganggu proses kerja petugas didalam ruangan tersebut. Untuk itu suhu ruangan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. .
Menurut asumsi penulis bahwa kecepatan penyediaan pelayan dokumen rekam medis berdasarkan durasi waktu penyimpanan status pasein dari rekam medis kepoli rawat jalan berjalan dengan manyoritas lambat di karenakan setelah berkas medis sampai dibagian distribusi, berkas rekam medis tersebut dipilah-pilah terlebih dahulu berdasarkan poli dan tujuan masing-masing. Setelah berkas rekam medis dipilah-pilah, berkas rekam medis dikumpul menjadi banyak agar sekaligus dalam penyampaian ke poli.
44 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdaskan hasil dan pembahasan penelitian yang berjudul “ Pengaruh Aspek Ergonomi Ruang Penyimpanan Terhadap Kecepatan Penyediaan Pelayanan Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Tapanuli Selatan Tahun 2016 “ yang telah disajikan pada Bab IV dapat disimpulkan bahwa.
1. Alur kerja dan ruang kerja pelayanan rekam medis di RSUD Tapanuli Selatan belum sesuai karena penempatan ruang kepala rekam medis dengan ruang petugas rekam medis yang lain sehingga mempersulit dalam pengawasan kinerja petugas alur dokumen rekam medis tidak bergerak pada jalur yang lurus karena letak meja petugas satu dengan yang lain agak berjahuan.
2. Rumah Sakit Umum Daerah Tapanuli Selatan menunjukkan bahwa responden yang menyatakan penilaian baik terdapat 2 responden (33,3%), responden yang menyatakan penilaian sedang sebanyak 3 responden (66,6%), dan responden yang menyatakan dengan penilaian kurang sebanyak 1 responden (16,7%).
3. Sarana kerja di ruang filling belum baik karena penataannya kurang rapi, penataan file kedalam rak file juga belum rapi karena masih ada yang ditata secara tidur.
4. Berdasarkan tabel 4.5 diatas responden lama kerja 1 – 3 tahun sebanyak 1 orang (16,7%), responden lama kerja 3 – 10 tahun sebanyak 3 orang (50%), dan responden lama kerja > 10 tahun sebanyak 2 orang (33,3%).
5. Kecepatan penyediaan pelayanan di RSUD Tapanuli Selatan cukup baik, yaitu untuk pasien baru rawat jalan selama 3 menit sedangkan pasien lama rawat jalan 10 menit. Dan untuk pasien baru rawat inap selama 2 menit, sedangkan pasien lama rawat inap selama 6 menit.
6. Terdapat pengaruh antara ruang penyimpanan yang ergonomis dengan kecepatan penyediaan dokumen rekam medis.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas disarankan kepada pihak yaitu : 1. Kepada RSUD Tapanuli Selatan
a. Agar ruangan penyimpanan berkas rekam medis harus lebih diperbesar lagi agar setiap petugas mendapat ruangan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing.
b. Sebaiknya ruangan penyimpanan dengan ruangan pengolahan data sebaiknya dipisah agar petugas dapat lebih berkonsentrasi bekerja di ruangan masing sesuai dengan pekerjaan masing-masing.
2. Bagi Petugas
Sebaiknya ada peraturan/pembagian tugas yang merata pada setiap pegawai, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu terutama untuk petugas di rekam medis.
3. Bagi Penelitian Selanjutnya
Agar hasil penelitian ini bisa di jadikan referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya dan dapat dilakukan dengan lebih baik dari penelitian sebelumnya.
46