BAB IV. Analisa Data dan Pembahasan
C. Hasil Analisa Tambahan
1. Gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan jenis kelamin
Pada penelitian ini juga dapat diperoleh gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan jenis kelamin dengan menggunakan teknik statistik
independent sample t-test. Hasil uji statistik berdasarkan jenis kelamin selengkapnya dapat dilihat dari Tabel 18 berikut ini:
Tabel 18 Gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Jumlah Mean SD
Laki-laki 46 152.67 15.50 Perempuan 14 149.28 15.78
Dari Tabel 18 tentang gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan jenis kelamin diperoleh bahwa mean kelompok subjek perempuan lebih tinggi daripada mean kelompok subjek laki-laki.
Hasil uji t dapat melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara penyesuaian diri di masa pensiun diantara laki-laki dan perempuan. Uji t dua sampel dilakukan dalam dua tahapan, tahapan pertama adalah menguji apakah varians dari dua populasi bisa dianggap sama dan tahapan kedua dilakukan pengujian untuk melihat ada tidaknya perbedaan rata-rata populasi (Santoso, 2007). Hasil uji-t penelitian ini dapat dilihat pada Tabel. 19 dibawah ini
Tabel 19. Hasil perhitungan Uji-t penyesuaian diri di masa pensiun Tes Levene t-Test
F Sig T Sig.
Equal
variances not assumed
Nilai p < 0.05 menunjukkan bahwa kedua varians benar-benar berbeda (Santoso, 2007). Dari Tabel. 19 diperoleh nilai F = 0.779 dengan nilai p = 0.381 sehingga dapat dikatakan bahwa kedua varians adalah sama. Nilai t dengan Equal variances not assumed adalah 0.706 dengan p = 0.488. Jika nilai p < 0.05 maka rata-rata populasi adalah berbeda (Santoso, 2007). Dari hasil analisa didapat nilai p > 0.05 (p = 0.488), sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan penyesuaian diri di masa pensiun antara laki-laki dan perempuan.
2. Gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan jabatan terakhir yang diduduki menjelang pensiun
Pada penelitian ini juga dapat diperoleh gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan jabatan terakhir yang diduduki menjelang pensiun dengan menggunakan teknik statistik One Way Anova. Hasil uji statistik berdasarkan jenis kelamin selengkapnya dapat dilihat dari Tabel. 20 berikut ini:
Tabel 20. Gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan jabatan terakhir yang diduduki menjelang pensiun
Jabatan terakhir yang diduduki menjelang pensiun
Jumlah (N) Mean SD
Staf 23 155.30 14.91
Fungsional 19 149.94 13.05
Struktural 18 149.55 18.44
Berdasarkan tabel 20 diatas, dapat dilihat bahwa mean penyesuaian diri di masa pensiun ada pada kelompok yang menduduki jabatan staf menjelang masa pensiunnya, dan mean yang paling rendah ada pada kelompok yang menduduki jabatan struktural saat menjelang masa pensiunnya.
Untuk menguji apakah terdapat perbedaan signifikan dalam penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan jabatan terakhir yang diduduki, maka dilakukan uji oneway ANOVA. Asumsi awal yang harus terpenuhi untuk melakukan uji ini adalah adanya kesamaan varians diantara kelompok subjek. Untuk menguji apakah varians dari 2 kelompok subjek tersebut sama, dapat dilihat dari Tabel 21 berikut :
Tabel 21 Uji homogenitas varians kelompok berdasarkan jabatan terkahir yang diduduki menjelang pensiun
Levene Statistic Sig. Penyesuaian diri di masa
pensiun
1.004 0.373
Berdasarkan tabel 21 diperoleh nilai Levene Test hitung = 1.004 dengan p = 0.373, karena nilai p > 0.05, maka ketiga varian populasi dikatakan homogen. Selanjutnya, dilakukan uji One Way Anova.
Tabel 22. Uji ANOVA untuk perbedaaan rata-rata kelompok berdasarkan jabatan terakhir yang diduduki menjelang pensiun
F Sig.
Penyesuaian diri di masa pensiun 0.908 0.409
Bila nilai p<0.05 pada uji Anova One Way, maka kedua rata-rata populasi tidak sama (Triton, 2006). Berdasarkan tabel 22 dapat dilihat bahwa nilai F hitung = 0.908 dan nilai p= 0.409 (p>0.05), maka dapat disimpulkan kedua rata-rata populasi adalah sama, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan penyesuaian diri di masa pensiun bila ditinjau dari jabatan terakhir yang diduduki menjelang pensiun.
3. Gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan status pekerjaan istri
Pada penelitian ini juga dapat diperoleh gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan status pekerjaan istri dengan menggunakan teknik statistik independent sample t-test. Hasil uji statistik berdasarkan jenis kelamin selengkapnya dapat dilihat dari Tabel 21 berikut ini:
Tabel 23 Gambaran penyesuaian diri di masa pensiun berdasarkan status pekerjaan istri Status Pekerjaan Istri Jumlah Mean SD Bekerja 19 156.31 18.68 Tidak Bekerja 27 150.11 12.56
Dari Tabel 21 tentang gambaran penyesuaian diri di masa pensiun status pekerjaan istri diperoleh bahwa mean kelompok subjek yang memiliki istri bekerja lebih tinggi daripada mean kelompok subjek yang istrinya tidak bekerja.
Hasil uji t dapat melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara penyesuaian diri di masa pensiun diantara subjek yang memiliki istri bekerja dengan tidak bekerja. Uji t dua sampel dilakukan dalam dua tahapan, tahapan pertama adalah menguji apakah varians dari dua populasi bisa dianggap sama dan tahapan kedua dilakukan pengujian untuk melihat ada tidaknya perbedaan rata-rata populasi (Santoso, 2007). Hasil uji-t penelitian ini dapat dilihat pada Tabel. 22 dibawah ini :
Tabel 24. Hasil perhitungan Uji-t penyesuaian diri di masa pensiun Tes Levene t-Test
F Sig T Sig.
Equal
variances not assumed
5.221 0.027 1.261 0.217
Nilai p < 0.05 menunjukkan bahwa kedua varians benar-benar berbeda (Santoso, 2007). Dari Tabel. 22 diperoleh nilai F = 5.221 dengan nilai p = 0.027 sehingga dapat dikatakan bahwa kedua varians adalah sama. Nilai t dengan Equal variances not assumed adalah 0.706 dengan p = 0.488. Jika nilai p < 0.05 maka rata-rata populasi adalah berbeda (Santoso, 2007). Dari hasil analisa didapat nilai p > 0.05 (p = 0.217), sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan penyesuaian diri di masa pensiun antara subjek yang memiliki istri bekerja dengan tidak bekerja.
4. Pengaruh dimensi-dimensi dukungan sosial keluarga
Hasil analisa regresi menunjukkan sumbangan efektif dukungan sosial keluarga terhadap penyesuaian diri di masa pensiun pada pegawai negeri sipil adalah sebesar (r2) = 0.553, yaitu sebesar 55.3%. Selanjutnya dari keempat dimensi dukungan sosial keluarga ternyata dukungan penghargaan yang berpengaruh paling besar terhadap penyesuaian diri di masa pensiun pada pegawai negeri sipil.
Peneliti menggunakan regresi berganda metode backward yaitu menganalisis variabel dari belakang, artinya semua variabel dianalisis kemudian dilanjutkan menganalisis pengaruh variabel-variabel bebasnya lalu variabel yang tidak
berpengaruh dibuang (Pratisto, 2009). Maka, selanjutnya diperoleh model akhir yang terdiri dari variabel-variabel yang berpengaruh saja. Berikut adalah model akhir yang diperoleh :
Tabel. 25 Parameter-Parameter Persamaan Regresi
Dimensi B t Sig.
Konstanta 24.930 Dukungan
Penghargaan
0.775 9.350 0.000
Berdasarkan tabel dilihat dari nilai B dan signifikansi, maka dimensi dukungan penghargaan merupakan dimensi yang paling berpengaruh dengan nilai B = 0.775 dan p = 0.000 (p<0,05).