• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Analisis dan Pembahasan

Variabel Independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel rasio keuangan yang mencerminkan kinerja perusahaan yang melantai di bursa. Adapun variabel yang digunakan adalah Rasio Likuiditas yaitu Current Ratio, Rasio Profitabilitas yaitu Return on Asset, Return on Equity, Earning per

Share, Rasio Leverage yaitu Debt to Equity Ratio, serta Rencana

Penggunaan Dana sebagai variabel dummy. Sementara variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Underpricing dari kegiatan IPO yang didapat dari memperhitungkan Initial Return (IR). Hasil pengujian secara deskriptif dapat dilihat dibawah ini:

Tabel 4. 1 Statistik Deskriptif

X1_ROA X2_DER X3_CR X4_EPS X5_RPD Y_UNDER

Mean 0.286080 1.044300 3.363060 7.840520 0.680000 44.26010 Median 0.229500 0.953500 3.070500 7.089500 1.000000 45.43050 Maximum 0.981000 2.820000 5.551000 14.50100 1.000000 91.90200 Minimum 0.123000 0.201000 3.008000 3.003000 0.000000 8.888000 Std. Dev. 0.142434 0.704340 0.665550 4.048240 0.471212 17.66373 Observations 50 50 50 50 50 50

Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.1 diatas, dapat terlihat hasil dari pengujian statistik deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah observasi sebanyak 50 yang merupakan data laporan

Hasil analisisnya yaitu variabel Underpricing (UP) memiliki nilai mean sebesar 44.26010 dan standar deviasi sebesar 17.66372. Kemudian nilai maximum UP adalah sebesar 0.117128, dan nilai

minimum UP adalah sebesar 0.008032.

Variabel Return on Asset (ROA) memiliki nilai mean sebesar 0.286080 dan standar deviasi sebesar 0.142434. Kemudian nilai

maximum ROA adalah sebesar 0.981000, dan nilai minimum ROA

adalah sebesar 0.123000.

Variabel Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai mean sebesar 1.044300 dan standar deviasi sebesar 0.704340. Kemudian nilai maximum DER adalah sebesar 2.820000, dan nilai minimum DERadalah sebesar 0.201000.

Variabel Current Ratio (CR) memiliki nilai mean sebesar 3.363060 dan standar deviasi sebesar 0.665550. Kemudian nilai

maximum CR adalah sebesar 5.551000, dan nilai minimum CR

adalah sebesar 3.008000.

Variabel Earning per Share (EPS) memiliki nilai mean sebesar 7.840520 dan standar deviasi sebesar 4.048240. Kemudian nilai maximum Size adalah sebesar 14.50100, dan nilai minimum Size adalah sebesar 3.003000.

Variabel Rencana Penggunaan Dana (RPD) memiliki nilai

Kemudian nilai maximum Rating adalah sebesar 1.00000, dan nilai

minimum Rating adalah sebesar 0.000000.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Menurut Priyanto (2010:71), uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Regresi yang baik adalah regresi yang memiliki data yang berdistribusi normal. Pengujian normalitas sebenarnya terdapat dua cara yaitu dengan melihat histogram atau dengan uji Jarque-Bera. Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji

Jarque-Bera karena lebih mudah melihat koefisien dan

probabilitas Jarque-Bera nya dibanding dengan melihat kurva dari histogram yang polanya seringkali tidak mengikuti kurva nomal sehingga sulit di baca. (Winarno, 2015:105). Untuk menguji normalitas suatu model, hipotesisnya sebagai berikut: Ho: Data berdistribusi normal

Ha: Data tidak berdistribusi normal

Menurut Ghozali (2016:154) apabila nilai probabilitas

Jarque-Bera < nilai signifikan (0,05) maka Ho ditolak dan Ha

diterima yang artinya data tidak memiliki distribusi normal. Sedangkan, apabila nilai probabilitas Jarque-Bera > nilai signifikan (0,05) maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya

data memiliki distribusi normal. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4. 2 Hasil Uji Normalitas (Uji Jarque-Bera) Sampel Jarque-Bera Signifikansi Keterangan

50 5.711922 0.057501 normal Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan model

Jarque-Bera. Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan

model Jarque-Bera menunjukan angka sebesar 5.711922 dan nilai signifikansi yang ditunjukan sebesar 0,057501. hal ini menunjukkan bahwa 0,057501 lebih besar dari α = 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data variabel independen yang terdiri dari Return on Asset (ROA), Current Ratio (CR), Debt to Equity

Ratio (DER), Earning per Share (EPS) dan Rencana Pemakaian

Dana (RPD) berasal dari data yang berdistribusi normal. b. Uji Multikolinearitas

Dalam pengujian multikolinearitas, peneliti menggunakan dua model, yaitu menggunakan model matriks korelasi, dan menggunakan model nilai VIF

Matriks Korelasi

Menurut Ghozali (2013:77), uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah regresi ditemukan adanya kolerasi yang tinggi atau sempurna antarvariabel independen. Jika nilai korelasi berada di atas 0.90 maka diduga terjadi

multikolinearitas dalam model. Sedangkan jika koefisien di bawah 0.90 maka diduga dalam model tidak terjadi multikolinearitas.

Tabel 4. 3 Uji Multikolinearitas (Matriks Korelasi)

Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui bahwa hubungan antar variabel independen (ROA, DER, CR, EPS dam RPD) tidak ada yang menunjukkan nilai korelasi > 0.9. Nilai korelasi tertinggi sebesar 0.256519 yaitu antara DER dengan EPS. Karena 0.25 < 0.9 maka dapat diputuskan bahwa dalam model tidak terjadi gejala multikolinearitas.

Nilai VIF

Menurut Sujawerni (2015:159), uji multikolinearitas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan antar variabel independen dalam suatu model. Jika VIF yang dihasilkan diantara 1-10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Karena melibatkan beberapa variabel independen, maka multikolinearitas tidak akan terjadi pada persamaan regresi sederhana (yang terdiri atas satu variabel

X1_ROA X2_DER X3_CR X4_EPS X5_RPD

X1_ROA 1.000000 0.108084 0.228948 0.244766 -0.149517

X2_DER 0.108084 1.000000 0.216942 0.256519 -0.199240

X3_CR 0.228948 0.216942 1.000000 -0.014943 -0.343007

X4_EPS 0.244766 0.256519 -0.014943 1.000000 0.008412

dependen dan satu variabel independen). Berikut adalah hasil uji multikolinearitas:

Tabel 4. 4 Uji Multikolinearitas (Uji VIF) Variabel Centered VIF Keterangan

ROA 1.136592 Tidak Terjadi Multikolinearitas CR 1.153081 Tidak Terjadi Multikolinearitas DER 1.216783 Tidak Terjadi Multikolinearitas EPS 1.151311 Tidak Terjadi Multikolinearitas RPD 1.164774 Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Nilai VIF untuk setiap variabel bebas (ROA, DER, CR, EPS dam RPD) lebih kecil dari 10, maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolinieritas dalam model.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan kepengamatan lain. Pengujian heteroskedastisitas pada penelitian ini peneliti menggunakan metode White, dengan ketentuan apabila nilai signifikannya

Obs*R-squared > dari α = 0.05 (5%), maka dapat dikatakan

model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut adalah hasil pengujian heteroskedastisitas:

Tabel 4. 5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: White

Sampel Sig Chi-Square Keterangan

50 0.1575 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Berdasarkan tabel hasil uji heteroskedastisitas menggunakan uji White diperoleh nilai Prob. Chi-Square Obs*R-sqaured sebesar 0.1575 lebih besar dari 0,05. dengan hasil tersebut dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga dapat dilanjutkan ke pengujian berikutnya.

d. Uji Autokorelasi

Autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara anggota serangkaian data observasi yang diuraikan menurut waktu (timesseries) atau ruang (cross

section). Metode yang digunakan untuk mendeteksi ada atau

tidak nya gejala autokorelasi dalam penelitian ini dengan menggunakan dua pengujian yaitu metode durbin Watson dan metode serial correlation LM Test.

Metode Durbin Watson

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu (residual) pada periode t (waktu) dengan kesalahan periode t-1

(sebelumnya). Apabila nilai Durbin Watson antara dU < DW < (4-dU) maka tidak terjadi gejala autokorelasi.

Tabel 4. 6 Uji Autokorelasi Durbin Watson

Mean dependent var 22.64720

S.D. dependent var 16.30166

Akaike info criterion 8.390276

Schwarz criterion 8.619719

Hannan-Quinn criter. 8.477649

Durbin-Watson stat 2.056489

Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Berdasarkan nilai Durbin Watson diperoleh nilai DW sebesar 2.056489, dengan nilai dL dan dU berdasarkan tabel Durbin Watson untuk n = 50 dan derajat kebebasan (k) = 5, adalah dL = 1,3346 dan dU = 1,7708. Maka memenuhi persayaratan dU < dW < (4-dU), sehingga dikatakan tidak terjadi autokorelasi dalam model.

Metode Serial Correlation LM Test

Menurut Widarjono (2018:144) penentuan ada tidaknya masalah autokorelasi juga bisa dilihat dari nilai probabilitas Chi-squares. Jika nilai probabilitas > 0,05 berarti tidak ada autokorelasi. Sebaliknya jika nilai probabilitas < 0,05 berarti ada masalah autokorelasi.

Tabel 4. 7 Uji Autokorelasi Serial Correlation LM Test Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test

F-statistic 2.317149 Prob. F(2,41) 0.1110

Obs*R-squared 4.968767 Prob. Chi-Square(2) 0.0834

Berdasarkan tabel hasil uji autokorelasi di atas dapat diketahui bahwa nilai probability Chi-Square Obs*R-squared > nilai signifikansi (4.968767 > 0.05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala autokorelasi dalam model. 3. Uji Hipotesis

a. Pengaruh Rasio Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas, dan Rencana Penggunaan Dana terhadap Underpricing saham pada perusahaan IPO Secara Simultan

Uji statistik F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang diuji dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen. Pada pengujian secara simultan (uji F), dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

1) H0: β1, β2, β3, β4, β5, = 0 Return on Asset (ROA), Debt to Equity

Ratio (DER), Current Ratio (CR), Earning Per Share (EPS) dan Rencana

Penggunaan Dana (RPD) tidak berpengaruh terhadap Underpricing

Saham secara Simultan

2) H1: β1, β2, β3, β4, β5 ≠ 0 Return on Asset (ROA), Debt to Equity

Ratio (DER), Current Ratio (CR), Earning Per Share (EPS) dan Rencana

terhadap Underpricing Saham secara Simultan

Tabel 4. 8 Uji F (Simultan)

R-squared 0.663438 Mean dependent var 22.64720

Adjusted R-squared 0.464239 S.D. dependent var 16.30166

S.E. of regression 15.18209 Akaike info criterion 8.390276

Sum squared resid 10141.81 Schwarz criterion 8.619719

Log likelihood -203.7569 Hannan-Quinn criter. 8.477649

F-statistic 2.498651 Durbin-Watson stat 2.056489

Prob(F-statistic) 0.044704

Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa nilai

probabilitas F statistic sebesar 0.044704 yaitu lebih kecil dari 0,05

yang berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa Return on Asset (ROA), Current Ratio (CR), Debt to Equity

Ratio (DER), Earning Per Share (EPS) dan Rencana Penggunaan

Dana (RPD) secara bersama-sama (Simultan) berpengaruh terhadap

Underpricing saham.

b. Pengaruh Parsial

Uji t dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen, Pada pengujian secara parsial (Uji t), dapat dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:

H0 : Variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen

H1 : Variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen

Tabel 4. 9 Uji t (Parsial)

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 36.72806 14.13865 2.597706 0.0127 X1_ROA -8.776058 4.233866 -2.072824 0.0392 X2_DER 4.431907 2.306593 1.921408 0.0187 X3_CR -7.712529 3.594674 -2.145543 0.0375 X4_EPS 0.879587 0.574862 1.530084 0.1332 X5_RPD -8.180645 4.267499 -1.916965 0.0405

Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.9, maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

1) Return on Asset (ROA)

Return on Asset (ROA) memiliki nilai probabilitas sebesar

0.0392, yaitu lebih kecil daripada nilai α 0.05, maka H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa variabel Return on Asset (ROA) berpengaruh terhadap variabel Underpricing Saham.

2) Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai probabilitas

sebesar 0.0187, yaitu lebih kecil daripada nilai α 0.05, maka H1

diterima atau dapat dikatakan bahwa variabel Debt to Equity

Ratio (DER) berpengaruh terhadap variabel Underpricing

Saham.

3) Current Ratio (CR)

Current Ratio (CR) memiliki nilai probabilitas sebesar

0.0375, yaitu lebih kecil daripada nilai α 0.05, maka H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa variabel Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap variabel Underpricing Saham.

4) Earning Per Share (EPS)

Earning per Share (EPS) memiliki nilai probabilitas

sebesar 0.1332, yaitu lebih besar daripada nilai α 0.05, maka H0

diterima atau dapat dikatakan bahwa variabel Earning per Share (EPS) tidak berpengaruh terhadap variabel Underpricing Saham.

5) Rencana Penggunaan Dana (RPD)

Rencana Penggunaan Dana (RPD) memiliki nilai probabilitas sebesar 0.0405, yaitu lebih kecil daripada nilai α 0.05, maka H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa variabel Rencana Penggunaan Dana (RPD) berpengaruh terhadap variabel Underpricing Saham.

c. Koefisien Determinasi (R2)

Pengujian koefisien determinasi atau R-squared (R2) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model lama menerangkan variasi variabel dependen.

Tabel 4. 10 Koefisien Determinasi (R2)

R-squared 0.663438 Mean dependent var 22.64720

Adjusted R-squared 0.464239 S.D. dependent var 16.30166

S.E. of regression 15.18209 Akaike info criterion 8.390276

Sum squared resid 10141.81 Schwarz criterion 8.619719

Log likelihood -203.7569 Hannan-Quinn criter. 8.477649

F-statistic 2.498651 Durbin-Watson stat 2.056489

Prob(F-statistic) 0.044704

Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Berdasarkan tabel 4.10, diperoleh nilai Adjusted

R-Squared sebesar 0.464239 Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa

dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu Return on Asset

(ROA), Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS) dan Rencana Penggunaan Dana (RPD)

Sedangkan sisanya 53.58% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak termasuk dalam model regresi. Hal ini menandakan telah tingginya kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen.

4. Analisis Regresi Berganda

Penelitian ini menguji pengaruh Return on Asset (ROA),

Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share

(EPS) dan Rencana Penggunaan Dana (RPD) terhadap

Underpricing Saham periode 2016-2020 dengan sampel penelitian

sebanyak 50 perusahaan. Setelah memastikan asumsi klasik terpenuhi, maka pengujian regresi berganda dapat dilanjutkan, adapun hasil regresi dapat terlihat dibawah ini.

Tabel 4. 11 Analisis Regresi Berganda Dependent Variable: Y_UDP

Method: Least Squares Date: 07/24/21 Time: 18:21 Sample: 1 50

Included observations: 50

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 36.72806 14.13865 2.597706 0.0127 X1_ROA -8.776058 4.233866 -2.072824 0.0392 X2_DER 4.431907 2.306593 1.921408 0.0187 X3_CR -7.712529 3.594674 -2.145543 0.0375 X4_EPS 0.879587 0.574862 1.530084 0.1332 X5_RPD -8.180645 4.267499 -1.916965 0.0405

R-squared 0.663438 Mean dependent var 22.64720

Adjusted R-squared 0.464239 S.D. dependent var 16.30166

S.E. of regression 15.18209 Akaike info criterion 8.390276

Sum squared resid 10141.81 Schwarz criterion 8.619719

Log likelihood -203.7569 Hannan-Quinn criter. 8.477649

F-statistic 2.498651 Durbin-Watson stat 2.056489

Prob(F-statistic) 0.044704

Sumber: Output Eviews 10 (Data diolah)

Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh persamaan model regresi antara variabel dependen (UNDERPRICING) dan variabel independen (ROA, DER, CR, RPD) sebagai berikut:

𝑼𝑵𝑫𝑬𝑹𝑷𝑹𝑰𝑪𝑬 = 36.7280 − 8.7760 𝑹𝑶𝑨 + 4.4319 𝑫𝑬𝑹 − 7,7125 𝑪𝑹 − 8,1806 𝑹𝑷𝑫

Berdasarkan persamaan regresi diatas, maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a. Konstanta memiliki nilai sebesar 36.7280. Hal ini menunjukkan bahwa Underpricing akan bernilai 36.7280, apabila semua variabel independen bernilai 0

b. Variabel Return on Asset (ROA) memiliki koefisien regresi sebesar -8.7760. Hal ini menunjukan bahwa setiap kenaikan

variabel lain tetap, maka nilai Underpricing akan turun sebesar 8.7760.

c. Variabel Debt to Equity Ratio (DER) memiliki koefisien regresi sebesar 4.4319. Hal ini menunjukan bahwa setiap kenaikan Debt

to Equity Ratio (DER) sebesar satu satuan dengan asumsi

variabel lain tetap, maka nilai Underpricing akan naik sebesar 4.4319.

d. Variabel Current Ratio (CR) memiliki koefisien regresi sebesar -7,7125. Hal ini menunjukan bahwa setiap kenaikan Current

Ratio (CR) sebesar satu satuan dengan asumsi variabel lain tetap,

maka nilai Underpricing akan turun sebesar 7,7125.

e. Variabel Rencana Penggunaan Dana (RPD) memiliki koefisien regresi sebesar -8,1806. Hal ini menunjukan bahwa setiap kenaikan Rencana Penggunaan Dana (RPD) sebesar satu satuan dengan asumsi variabel lain tetap, maka nilai Underpricing akan turun sebesar 8,1806.

Dokumen terkait