HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.3. Hasil Analisis Data
Dari hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang baik dan analisis regresi layak dilakukan. Model regresi yang dipakai pada penelitian ini adalah regresi linier dan tujuannya adalah untuk menentukan hubungan linier antara variabel bebas dengan variabel terikat. Sesuai dengan kriteria pengujian variabel mediasi oleh Baron dan Kenny (1986), maka tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah membuat empat persamaan regresi.
Hasil dari output SPSS untuk persamaan regresi 1 (tahap 1) adalah sebagai berikut:
Tabel 5.7. Koefisien Determinasi Persamaan Regresi 1 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,166 0,028 0,024 0,4844
Predictors: (Constant), Perputaran Aset Sumber : Lampiran 13.
Dari Tabel 5.7. dapat dilihat bahwa nilai R Square sebesar 0,028 yang artinya bahwa variabel dependen yaitu nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel independen perputaran aset yaitu hanya sebesar 2,8% dan sisanya sebesar 97,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Angka ini memperlihatkan bahwa perputaran aset memiliki pengaruh yang sangat kecil atau dengan perkataan lain memiliki pengaruh yang tidak begitu nyata terhadap nilai perusahaan. Nilai R disebut juga dengan koefisien korelasi yaitu sebesar 0,166 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel independen yaitu perputaran aset dengan variabel dependen yaitu nilai perusahaan adalah sebesar 16,6%.
Interpretasi kekuatan hubungan antara dua variabel menurut Sarwono (2009) adalah sebagai berikut:
o 0 : Tidak ada korelasi antara dua variabel o > 0 – 0,25: Korelasi sangat lemah
o > 0,5 – 0,75: Korelasi kuat
o > 0,75 – 0,99: Korelasi sangat kuat o 1: Korelasi sempurna
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa korelasi atau hubungan antara perputaran aset dengan nilai perusahaan adalah sangat lemah.
Hasil output SPSS yang disajikan pada Tabel 5.8. di bawah menunjukkan bahwa nilai unstandardized coefficients beta untuk perputaran aset sebesar 0,186 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,005 (sig < 0,05). Hal ini berarti bahwa perputaran aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
Tabel 5.8. Koefisien Beta Persamaan Regresi 1 Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
(Constant) 0,057 0,033 1,712 0,088
1
Perputaran Aset 0,186 0,065 0,166 2,844 0,005 Variabel Dependen : Nilai Perusahaan
Sumber : Lampiran 14.
Dengan demikian maka rumus persamaan regresinya (Persamaan Regresi 1) adalah :
Nilai Perusahaan = 0,057+ 0,186 Perputaran Aset + e ...(1)
Berdasarkan rumus persamaan regresi tersebut, maka pengaruh variabel independen perputaran aset terhadap nilai perusahaan dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
a. Nilai konstanta = 0,057 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel independen perputaran aset diasumsikan sama dengan nol, maka nilai dari nilai perusahaan adalah sebesar 0,057.
b. Koefisien regresi sebesar 0,186 menunjukkan elastisitas perputaran aset terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,186 yang berarti bahwa setiap kenaikan perputaran aset sebesar 1% akan diikuti kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,186% dan sebaliknya setiap penurunan perputaran aset sebesar 1% akan diikuti penurunan nilai perusahaan sebesar 0,186%. Ini artinya bahwa antara perputaran aset dengan nilai perusahaan menunjukkan hubungan yang searah (positif).
Hasil dari output SPSS untuk persamaan regresi 2 (tahap 2) dapat dilihat pada Tabel 5.9. berikut.
Tabel 5.9. Koefisien Determinasi Persamaan Regresi 2 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,299 0,089 0,086 0,7149
Predictors: (Constant), Perputaran Aset Sumber : Lampiran 15.
Dari Tabel 5.9. dapat dilihat bahwa nilai R Square sebesar 0,089 yang artinya bahwa variabel dependen yaitu profitabilitas dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu perputaran aset sebesar 8,9% dan sisanya sebesar 91,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Angka ini juga memperlihatkan bahwa perputaran aset memiliki pengaruh yang kecil atau dengan perkataan lain memiliki pengaruh yang tidak begitu nyata terhadap profitabilitas.
Koefisien korelasi dalam hal ini yaitu sebesar 0,299 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel independen yaitu perputaran aset dengan variabel dependen yaitu profitabilitas adalah sebesar 29,9%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa korelasi atau hubungan antara perputaran aset dengan nilai perusahaan adalah cukup.
Hasil output SPSS yang disajikan pada Tabel 5.10. di bawah memberikan gambaran bahwa nilai unstandardized coefficients beta untuk perputaran aset sebesar 0,511 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (sig < 0,05). Hal ini berarti bahwa perputaran aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas.
Tabel 5.10. Koefisien Beta Persamaan Regresi 2 Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
(Constant) -2,348 0,049 -48,035 0,000
1
Perputaran Aset 0,511 0,096 0,299 5,294 0,000
Variabel Dependen : Profitabilitas Sumber : Lampiran 16.
Dengan demikian maka rumus persamaan regresinya (Persamaan Regresi 2) adalah :
Profitabilitas = -2,348+ 0,511 Perputaran Aset + e ...(2)
Berdasarkan hasil persamaan regresi berganda di atas maka pengaruh variabel independen perputaran aset terhadap profitabilitas dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
a. Nilai konstanta = -2,348 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel independen perputaran aset diasumsikan sama dengan nol, maka nilai dari profitabilitas adalah sebesar minus 2,348.
b. Koefisien regresi sebesar 0,511 menunjukkan elastisitas perputaran aset terhadap profitabilitas adalah sebesar 0,511 yang berarti bahwa setiap kenaikan perputaran aset sebesar 1% akan diikuti kenaikan profitabilitas sebesar 0,511% dan sebaliknya setiap penurunan perputaran aset sebesar 1% akan diikuti penurunan profitabilitas sebesar 0,511%. Ini artinya bahwa antara perputaran aset dengan profitabilitas menunjukkan hubungan yang searah (positif).
Hasil dari output SPSS untuk persamaan regresi 3 (tahap 3) dapat dilihat pada Tabel 5.11. berikut.
Tabel 5.11. Koefisien Determinasi Persamaan Regresi 3 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,592 0,351 0,349 0,3958
Predictors: (Constant), Profitabilitas Sumber : Lampiran 17.
Dari Tabel 5.11. dapat dilihat bahwa nilai R Square sebesar 0,351 yang artinya bahwa variabel dependen yaitu nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu profitabilitas sebesar 35,1% dan sisanya sebesar 64,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Angka ini memperlihatkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang cukup besar atau dengan perkataan lain memiliki pengaruh yang cukup nyata terhadap nilai perusahaan.
Koefisien korelasi dalam hal ini adalah sebesar 0,592 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel independen yaitu profitabilitas dengan variabel dependen yaitu nilai perusahaan adalah sebesar 59,2%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa korelasi atau hubungan antara profitabilitas dengan nilai perusahaan adalah kuat.
Hasil output SPSS yang disajikan pada Tabel 5.12. di bawah memberikan gambaran bahwa nilai unstandardized coefficients beta untuk perputaran aset sebesar 0,388 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (sig < 0,05). Hal ini berarti bahwa perputaran aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas.
Tabel 5.12. Koefisien Beta Persamaan Regresi 3 Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
(Constant) 0,966 0,073 13,213 0,000
1
Profitabilitas 0,388 0,031 0,592 12,433 0,000
Variabel Dependen : Nilai Perusahaan Sumber : Lampiran 18.
Dengan demikian maka rumus persamaan regresinya (Persamaan Regresi 3) adalah :
Nilai Perusahaan = 0,966+ 0,388 Profitabilitas + e ...(3)
Berdasarkan hasil persamaan regresi berganda di atas maka pengaruh variabel independen profitabilitas terhadap nilai perusahaan dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
a. Nilai konstanta = 0,966 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel independen profitabilitas diasumsikan sama dengan nol, maka nilai dari nilai perusahaan adalah sebesar 0,966.
b. Koefisien regresi sebesar 0,388 menunjukkan elastisitas profitabilitas terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,388 yang berarti bahwa setiap kenaikan profitabilitas sebesar 1% akan diikuti kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,388% dan sebaliknya setiap penurunan profitabilitas sebesar 1% akan diikuti penurunan nilai perusahaan sebesar 0,388%. Ini artinya bahwa antara profitabilitas dengan nilai perusahaan menunjukkan hubungan yang searah (positif).
Menurut Baron dan Kenny (1986) bahwa apabila ketiga tahapan di atas memperlihatkan pengaruh yang signifikan maka tahap empat untuk mendapatkan persamaan regresi dapat dilanjutkan. Dari ketiga persamaan di atas menunjukkan pengaruh yang signifikan, oleh karenanya tahap empat dapat dilakukan.
Tabel 5.13. Koefisien Determinasi Persamaan Regresi 4 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,592 0,351 0,346 0,3964
Predictors: (Constant), Profitabilitas, Nilai Perusahaan Sumber : Lampiran 19.
Hasil dari output SPSS untuk persamaan regresi 4 dapat dilihat pada Tabel 5.13. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai R Square sebesar 0,351 yang artinya bahwa variabel dependen yaitu nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu perputaran aset dan profitabilitas sebesar 35,1% dan sisanya sebesar
64,9 dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Angka ini memperlihatkan bahwa perputaran aset dan profitabilitas memiliki pengaruh yang cukup besar atau dengan perkataan lain memiliki pengaruh yang cukup nyata terhadap nilai perusahaan. Koefisien korelasi dalam hal ini adalah sebesar 0,592 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel independen yaitu perputaran aset dan profitabilitas dengan variabel dependen yaitu nilai perusahaan adalah sebesar 59,2%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa korelasi atau hubungan antara perputaran aset dan profitabilitas dengan nilai perusahaan adalah kuat.
Tabel 5.14. Koefisien Beta Persamaan Regresi 4 Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
(Constant) 0,974 0,082 11,937 0,000
Perputaran Aset -0,014 0,056 -0,012 -0,244 0,808
1
Profitabilitas 0,391 0,033 0,596 11,918 0,000
Variabel Dependen : Nilai Perusahaan Sumber : Lampiran 20.
Hasil output SPSS yang disajikan pada Tabel 5.14. memberikan gambaran bahwa nilai unstandardized coefficients beta untuk perputaran aset sebesar -0,014 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,808 (sig > 0,05). Hal ini berarti bahwa perputaran aset tidak signifikan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sementara itu nilai unstandardized coefficients beta untuk profitabilitas sebesar 0,391 dengan
tingkat signifikansi sebesar 0,000 (sig < 0,05). Hal ini berarti bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
Dengan demikian maka rumus persamaan regresinya (Persamaan Regresi 4) adalah :
Nilai Perusahaan = 0,974 – 0,014 Perputaran Aset + 0,391 Profitabilitas + e ...(4)
Berdasarkan hasil persamaan regresi berganda di atas maka pengaruh variabel independen profitabilitas terhadap nilai perusahaan dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
a. Nilai konstanta = 0,974 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel independen profitabilitas diasumsikan sama dengan nol, maka nilai dari nilai perusahaan adalah sebesar 0,974.
b. Koefisien regresi sebesar -0,014 menunjukkan elastisitas perputaran aset terhadap nilai perusahaan adalah sebesar -0,014 yang berarti bahwa setiap kenaikan perputaran aset sebesar 1% akan diikuti penurunan nilai perusahaan sebesar 0,014% dan sebaliknya setiap penurunan perputaran aset sebesar 1% akan diikuti kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,014% dengan asumsi nilai koefisien variabel independen lainnya dianggap tetap atau sama dengan nol. Ini artinya bahwa antara perputaran aset dengan nilai perusahaan menunjukkan hubungan yang berlawanan arah (negatif). c. Koefisien regresi sebesar 0,391 menunjukkan elastisitas profitabilitas terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,391 yang berarti bahwa setiap kenaikan profitabilitas sebesar 1% akan diikuti kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,391% dan sebaliknya setiap penurunan profitabilitas sebesar 1% akan diikuti penurunan nilai
perusahaan sebesar 0,391% dengan asumsi nilai koefisien variabel independen lainnya dianggap tetap atau sama dengan nol. Ini artinya bahwa antara profitabilitas dengan nilai perusahaan menunjukkan hubungan yang searah (positif).