PENGARUH PERPUTARAN ASET TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI
VARIABEL MEDIATING PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA
TESIS
Mahaitin Hasohan Sinaga
087017108/Akt
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
THE INFLUENCE OF TOTAL ASSETS TURNOVER ON THE
FIRM VALUE WITH PROFITABILITY AS A MEDIATING
VARIABLE FOR THE INDUSTRIAL COMPANIES
LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE
THESIS
Mahaitin Hasohan Sinaga
087017108/Akt
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PENGARUH PERPUTARAN ASET TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI
VARIABEL MEDIATING PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
Dalam Program Studi Akuntansi
Pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara
Oleh
Mahaitin Hasohan Sinaga
087017108/Akt
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Judul Tesis : PENGARUH PERPUTARAN ASET TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MEDIATING PADA
PERUSAHAAN INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Nama Mahasiswa : Mahaitin Hasohan Sinaga Nomor Pokok : 087017108
Program Studi : Akuntansi
Menyetujui Komisi Pembimbing,
(Prof. Erlina, MSi., Ph.D., Ak.) Ketua
(Dr. Rina Bukit, SE, MSi., Ak.) Anggota
Ketua Program Studi, Direktur,
(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA) (Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE)
Telah diuji pada
Tanggal : 18 Agustus 2011
Panitia Penguji Tesis :
Ketua : Prof. Erlina, MSi., Ph.D., Ak. Anggota : 1. Dr. Rina Bukit, SE, MSi., Ak.
2. Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA 3. Iskandar Muda, SE, MSi., Ak.
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan tesis yang berjudul : “Pengaruh Perputaran Aset
terhadap Nilai Perusahan dengan Profitabilitas sebagai Variabel Mediating pada
Perusahaan Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil kerja
saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh siapa pun sebelumnya. Sumber-sumber
data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara benar dan jelas.
Medan, Agustus 2011 Yang membuat pernyataan :
(Mahaitin Hasohan Sinaga)
PENGARUH PERPUTARAN ASET TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI
VARIABEL MEDIATING PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran aset terhadap nilai perusahaan. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peranan profitabilitas sebagai variabel mediating dalam hubungan antara perputaran aset dengan nilai perusahaan.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan industri yang termasuk dalam Sektor Aneka Industri, Sektor Industri Barang Konsumsi, dan Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah perusahaan yang menjadi populasi adalah sebanyak 133 perusahaan. Sampel yang diambil adalah sebanyak 72 perusahaan yang ditentukan dengan metode judgement sampling. Data yang digunakan dan diolah adalah data laporan keuangan emiten untuk periode pengamatan tahun 2006 – 2010.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perputaran aset dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui mediasi profitabilitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas mempunyai peranan mediasi penuh (full mediation) dalam hubungan antara perputaran aset dan nilai perusahaan.
PENGARUH PERPUTARAN ASET TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI
VARIABEL MEDIATING PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA
ABSTRACT
The purpose of this research is to determine the effect of the assets turnover to firm value. Besides that, the purpose of this research is also to know the role of the profitability as a mediating variable in the relationship between the assets turnover and the firm value.
The population used in this research is all industrial companies which are grouped in the Miscellaneous Industrial Sector, Consumption Goods Industrial Sector, and Chemical Industrial Sector listed in Indonesia Stock Exchange. The companies that became the population are as many as 133 companies. The samples taken are as many as 72 companies and are determined by the judgement sampling method. The datas used and processed are datas from issuers’ financial statements for the year observation periods from 2006 – 2010.
The results of this research show that the assets turnover has a positive and significant effect to the firm value. The results of this research also show that the assets turnover can increase the firm value with mediation of the profitability. This research show that profitability has a full mediating role in the relationship between the assets turnover and the firm value.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulisan tesis
ini dapat diselesaikan dengan baik. Meskipun masih terdapat kekurangan disana sini
baik dari segi isi maupun cara penyajiannya karena keterbatasan kemampuan yang
penulis miliki, namun penulis akan tetap berusaha untuk memperbaiki diri lebih baik
lagi di masa yang akan datang dan berharap tesis ini dapat memberikan kontribusi dan
manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu akuntansi.
Proses penulisan tesis ini tidak terlepas dari dukungan, bantuan, dan
bimbingan dari berbagai pihak baik berupa moril maupun materil. Maka dalam
kesempatan ini izinkanlah penulis untuk menyampaikan rasa terima kasih dan
penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dan turut
membantu penulis dalam menyelesaikan tesis ini terutama kepada :
1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H., M.Sc(CTM), Sp.A(K), selaku
Rektor Universitas Sumatera Utara atas kesempatan yang diberikan untuk
mengikuti dan menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara atas kesempatan yang diberikan untuk
mengikuti dan menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA, selaku Ketua Program
Studi Magister Akuntansi atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti dan
4. Ibu Prof. Erlina, M.Si., Ph.D., Ak. dan Ibu Dr. Rina Bukit, SE, M.Si, Ak. selaku
ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah memberikan banyak saran dan
masukan dalam penulisan tesis ini.
5. Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA, Ibu Dra. Tapi Anda Sari
Lubis, M.Si., Ak., dan Bapak Iskandar Muda, SE, M.Si. Ak. selaku tim penguji
tesis atas saran dan masukan untuk kesempurnaan penulisan tesis ini.
6. Seluruh staf pengajar Program Magister Akuntansi atas segala ilmu dan
pengetahuan yang telah diberikan.
7. Seluruh staf administrasi Program Magister Akuntansi.
8. Ibunda tercinta Dorina Purba dan mertua saya Ny. H. Damanik br Saragih yang
telah banyak memberikan doa dan dukungan kepada penulis.
9. Istri tercinta Yusniar Damanik, S.Psi yang memberikan dukungan dan doa demi
tercapai cita-cita kita. Anak-anakku Justine Philia Sinaga, Elbert Passion Sinaga,
dan Agatha Consuela Sinaga yang memberikan semangat kepada papanya.
10.Bapak Darwin Lie, SE, MM selaku pimpinan, Bapak L. Siregar, SE, MSi, Bapak
Yansen Siahaan, SE, MAcct, dan seluruh rekan-rekan staf pengajar dan
administrasi yang ada di STIE Sultan Agung Pematangsiantar atas segala
dukungan sehingga penulis tetap semangat untuk dapat melanjutkan studi ke
jenjang yang lebih tinggi.
11.Bapak Raja P. Sirait selaku Direktur Utama PT. Miduk Arta yang telah
memberikan keringanan waktu untuk bisa mengikuti pendidikan serta
bisa menyelesaikan pendidikan ini khususnya di saat-saat penyelesaian tugas
akhir.
12.Teman-teman selama pendidikan, Bapak Bantu Tampubolon, Alben Panjaitan,
Guntur Pangaribuan, Rahima Purba, Ari Pratania, Riantri Barus, Enika Diana,
Arlina Pratiwi, Fenny Monica, Emilia Lestari, Irma Herliza, Eva Simatupang,
Santi Sitohang yang telah banyak meluangkan waktunya untuk saling membantu
selama mengikuti perkuliahan.
13.Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas dukungan,
bantuan, dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini.
Akhirnya peneliti mengharapkan kiranya tesis ini merupakan usaha yang
diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hasil yang bermanfaat bagi kita
semua dan bagi peneliti sendiri.
Medan, Agustus 2011 Peneliti,
RIWAYAT HIDUP
Nama : Mahaitin Hasohan Sinaga
Tempat/Tanggal Lahir : Pematangsiantar, 9 Juli 1966
Agama : Kristen
Status : Menikah
Orang tua :
Ayah : Alm. J. Samsudin Sinaga
Ibu : Dorina Purba
Istri : Yusniar Damanik, SPsi
Anak : Justine P. Sinaga, Elbert P. Sinaga, dan Agatha C. Sinaga
Alamat : Jl. Linggarjati No. 92, P. Siantar
Pendidikan : SD GKPS I, Jl. Asahan, P. Siantar, lulus tahun 1979.
SMP Negeri 1, P. Siantar, lulus tahun 1982. SMA Negeri 3, P. Siantar, lulus tahun 1985.
Strata 1, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Padjadjaran, Bandung, lulus tahun 1992.
Strata 2, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan, lulus tahun 2011.
Pekerjaan : Internal Audit Officer PT. Asian Agri, Medan (1993 – 1995).
Accounting Supervisor PT. Nugra Santana, Jakarta (1995 – 1998).
Kantor Akuntan Edward B. Bangun, Jakarta (1998 – 2001).
Staf Ahli Walikota Pematangsiantar (2001 – 2003). Dosen Tetap Yayasan/Staf Pengajar di STIE Sultan
Agung, P. Siantar (2002 – Sekarang).
Kepala Akuntansi PT. Miduk Arta, P. Siantar (2004 – sekarang).
DAFTAR ISI
ABSTRAK ...i
ABSTRACT ...ii
KATA PENGANTAR...iii
RIWAYAT HIDUP ...vi
DAFTAR ISI...vii
DAFTAR TABEL ...ix
DAFTAR GAMBAR...x
DAFTAR LAMPIRAN ...xi
BAB I PENDAHULUAN ...1
1.1. Latar Belakang Masalah ...1
1.2. Rumusan Masalah ...7
1.3 Tujuan Penelitian...7
1.4. Manfaat Penelitian...8
1.5. Originalitas Penelitian ...8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...13
2.1. Landasan Teori ...13
2.1.1. Nilai Perusahaan...14
2.1.2. Perputaran Aset ...18
2.1.3. Profitabilitas ...18
2.2. Tinjauan Peneliti Terdahulu (Theoritical Mapping) ...21
BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS ...26
3.1. Kerangka Konsep ...26
3.2. Hipotesis Peneltian ...32
BAB IV METODE PENELITIAN ...33
4.1. Jenis Penelitian ...33
4.2. Lokasi Penelitian ...33
4.3. Populasi dan Sampel...34
4.4. Metode Pengumpulan Data ...36
4.5. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ...36
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...52
5.1. Hasil Penelitian ...52
5.1.1. Statistik Deskriptif ...52
5.1.2. Pengujian Asumsi Klasik ...56
5.1.2.1. Uji Normalitas ...56
5.1.2.2. Uji Heteroskedastisitas ...62
5.1.2.3. Uji Autokorelasi ...64
5.1.2.4. Uji Multikolinearitas ...65
5.1.3. Hasil Analisis Data ...66
5.1.4. Pengujian Hipotesis ...76
5.1.4.1. Pengujian Hipotesis 1...76
5.1.4.2. Pengujian Hipotesis 2...77
5.2. Pembahasan Hasil Penelitian ...79
5.2.1. Pengaruh Perputaran Aset Terhadap Nilai Perusahaan...79
5.2.2. Pengaruh Perputaran Aset Terhadap Nilai Perusahaan melalui Profitabilitas ...80
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ...86
6.1. Kesimpulan ...86
6.2. Keterbatasan Penelitian ...88
6.3. Saran-saran ...88
DAFTAR TABEL
No. Judul Halaman
1.1. Data Kinerja PT. Astra International Tbk (ASII) dan PT, Astra
Otoparts Tbk (AUTO) Semester I Tahun 2009 dan 2010 ... 4
2.1. Tinjauan Peneliti Terdahulu ... 23
4.1. Daftar Proses Seleksi Pengambilan Sampel Penelitian ... 35
4.2. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 39
4.3. Bentuk Transformasi Data ... 43
5.1. Statistik Deskriptif Sebelum Transformasi ... 53
5.2. Uji Kolmogorov-Smirnov Sebelum Transformasi ... 58
5.3. 5.4. Statistik Deskriptif Sesudah Transformasi ... Uji Kolmogorov-Smirnov Sesudah Transformasi ... 60 62 5.5. Uji Autokorelasi ... 66
5.6. Uji Multikolinearitas ... 64
5.7. Koefisien Determinasi Persamaan 1 ... 67
5.8. Koefisien Beta Persamaan 1 ... 68
5.9. Koefisien Determinasi Persamaan 2 ... 69
5.10. Koefisien Beta Persamaan 2 ... 70
5.11. Koefisien Determinasi Persamaan 3 ... 71
5.12. Koefisien Beta Persamaan 3 ... 72
5.13. Koefisien Determinasi Persamaan 4 ... 73
5.14.
5.15.
Koefisien Beta Persamaan 4 ...
Ringkasan Uji Signifikansi ...
74
DAFTAR GAMBAR
No. Judul Halaman
3.1. Kerangka Konseptual ... 28
4.1. Posisi Angka Durbin Watson ... 45
4.2.
4.3.
Model Jalur Pengaruh Perputaran Aset terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Mediating ...
Ilustrasi Pengaruh Tidak Langsung dengan Menghitung Selisih Antara Dua Koefisien Regresi ...
49
50
4.4. Ilustrasi Pengaruh Tidak Langsung dengan Mengalikan Dua Koefisien Regresi ... 51
5.1. Hasil Uji Normalitas dengan Normal P-P Plot Sesudah Transformasi ... 57
5.2. Hasil Uji Normalitas dengan Pendekatan Histogram Sesudah
Transformasi ... 60
5.3. Hasil Uji Normalitas dengan Normal P-P Plot Sesudah
Transformasi ... 61
5.4. Hasil Uji Normalitas dengan Scatter Plot Sesudah Transformasi ... 63
5.5. Interval Uji Autokorelasi ... 65
5.6. Besar Pengaruh Antar-Variabel Sebelum Pengujian Pengaruh Tidak
Langsung ... 82
5.7. Besar Pengaruh Antar-Variabel Sesudah Pengujian Pengaruh Tidak
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Judul Halaman
Lampiran 1. Daftar Emiten Sektor Industri di Bursa Efek Indonesia per 15 April 2011
94
Lampiran 2. Proses Pengambilan Sampel 97
Lampiran 3. Daftar Rekapitulasi Total Aset Turnover 101
Lampiran 4. Daftar Rekapitulasi Total Basic Earnings Power Ratio 103
Lampiran 5. Daftar Rekapitulasi Nilai Perusahaan (Tobin’s Q) 105
Lampiran 6. Statistik Deskriptif Sebelum Transformasi 107
Lampiran 7. Histogram Hasil Uji Normalitas Total Aset Turnover, Total Basic Earnings Power Ratio, dan Nilai
Perusahaan Sebelum Transformasi.
107
Lampiran 8. Uji Kolmogorov-Smirnov Sebelum Transformasi 109
Lampiran 9. Statistik Deskriptif Sesudah Transformasi 109
Lampiran 10. Uji Kolmogorov-Smirnov Sesudah Transformasi 110
Lampiran 11. Model Summary Uji Autokorelasi 110
Lampiran 12. Model Summary Uji Multikolineraritas 111
Lampiran 13. Koefisien Determinasi Persamaan Regresi 1. 111
Lampiran 14. Koefisien Beta Persamaan Regresi 1. 111
Lampiran 15. Koefisien Determinasi Persamaan Regresi 2. 112
Lampiran 16. Koefisien Beta Persamaan Regresi 2. 112
Lampiran 17. Koefisien Determinasi Persamaan Regresi 3. 112
Lampiran 18. Koefisien Beta Persamaan Regresi 3. 113
Lampiran 19. Koefisien Determinasi Persamaan Regresi 4. 113
PENGARUH PERPUTARAN ASET TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI
VARIABEL MEDIATING PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran aset terhadap nilai perusahaan. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peranan profitabilitas sebagai variabel mediating dalam hubungan antara perputaran aset dengan nilai perusahaan.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan industri yang termasuk dalam Sektor Aneka Industri, Sektor Industri Barang Konsumsi, dan Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah perusahaan yang menjadi populasi adalah sebanyak 133 perusahaan. Sampel yang diambil adalah sebanyak 72 perusahaan yang ditentukan dengan metode judgement sampling. Data yang digunakan dan diolah adalah data laporan keuangan emiten untuk periode pengamatan tahun 2006 – 2010.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perputaran aset dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui mediasi profitabilitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas mempunyai peranan mediasi penuh (full mediation) dalam hubungan antara perputaran aset dan nilai perusahaan.
PENGARUH PERPUTARAN ASET TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI
VARIABEL MEDIATING PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA
ABSTRACT
The purpose of this research is to determine the effect of the assets turnover to firm value. Besides that, the purpose of this research is also to know the role of the profitability as a mediating variable in the relationship between the assets turnover and the firm value.
The population used in this research is all industrial companies which are grouped in the Miscellaneous Industrial Sector, Consumption Goods Industrial Sector, and Chemical Industrial Sector listed in Indonesia Stock Exchange. The companies that became the population are as many as 133 companies. The samples taken are as many as 72 companies and are determined by the judgement sampling method. The datas used and processed are datas from issuers’ financial statements for the year observation periods from 2006 – 2010.
The results of this research show that the assets turnover has a positive and significant effect to the firm value. The results of this research also show that the assets turnover can increase the firm value with mediation of the profitability. This research show that profitability has a full mediating role in the relationship between the assets turnover and the firm value.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Perusahaan memiliki tujuan yang bermacam-macam. Ada yang berpendapat
bahwa tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya.
Pendapat lain mengatakan tujuan perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan
demi untuk kemakmuran pemiliknya. Dikatakan makmur apabila pemegang saham
memperoleh keuntungan dari setiap lembar saham atas investasi yang ditanamkannya.
Keuntungan yang diperoleh antara lain bisa berasal dari laba bersih perusahaan dan
bisa berasal dari peningkatan harga saham di bursa efek. Meningkatnya harga saham
perusahaan berarti meningkatnya nilai perusahaan itu sendiri (market value of the
firm). Nilai perusahaan yang semakin meningkat mengindikasikan kemakmuran
pemegang saham juga semakin meningkat.
Modigliani dan Miller (1958) dalam manajemen keuangan modern
menyatakan bahwa nilai suatu perusahaan semata-mata tergantung pada penghasilan
di masa yang akan datang (future earnings stream). Oleh karenanya informasi
mengenai keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh laba akan sangat
menentukan nilai perusahaan. Di samping itu, nilai perusahaan juga akan tercermin
dari harga sahamnya (Fama, 1978 dalam Wahyudi dan Pawestri, 2006). Semakin
tinggi harga suatu saham, semakin tinggi pula nilai perusahaan. Harga saham yang
bertemunya sisi permintaan dan penawaran pada saat terjadi transaksi di bursa saham.
Oleh karenanya harga saham dianggap merupakan cerminan dari nilai perusahaan
yang sesungguhnya. Nilai perusahaan itu sendiri merupakan nilai wajar yang
menggambarkan persepsi investor terhadap emiten bersangkutan atau dengan
perkataan lain bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh
calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual.
Harga saham tidak semata-mata hanya ditentukan oleh pertemuan antara sisi
penawaran dan permintaan di bursa saham, namun analisis sekuritas juga secara tidak
langsung turut berpengaruh dalam penentuan harga saham (Fabozzi, 1999). Ada dua
analisis yang digunakan dalam analisis sekuritas yaitu analisis fundamental dan
analisis teknikal. Analisis fundamental memfokuskan perhatian pada hal-hal yang
berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan dengan tujuan untuk
mengetahui sifat-sifat dasar dan karakteristik operasional dari perusahaan sedangkan
analisis teknikal secara umum memfokuskan perhatian pada perubahan volume dan
harga pasar sekuritas.
Analisis fundamental biasanya diukur dengan menggunakan rasio-rasio
keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas,
dan rasio pasar. Rasio-rasio inilah yang biasanya dipakai oleh analis/investor untuk
menganalisis dan memprediksi harga saham. Analisis teknikal diukur dengan
beberapa indikator antara lain inflasi, nilai tukar mata uang, dan resiko pasar
(Pasaribu, 2008).
Selain dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal, analisis ekonomi
pendekatan top down yaitu analisis saham dimulai dengan melakukan analisis
ekonomi kemudian melakukan analisis industri dan terakhir melakukan analisis
keuangan perusahaan/fundamental (Kisdhihartono, 2009).
Analisis ekonomi mempelajari tentang kondisi perekonomian sekarang secara
umum dan pengaruhnya di waktu yang akan datang. Ukuran yang digunakan dalam
analisis ekonomi adalah ukuran aktivitas ekonomi seperti produk domestik bruto
(PDB), inflasi, tingkat bunga, dan fluktuasi nilai tukar. Sementara itu analisis industri
mempelajari keadaan kompetitif dari suatu sektor industri dalam hubungannya dengan
yang lain serta mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang mempunyai potensi
pada suatu sektor industri tertentu. Indikator penting dalam analisis industri adalah
penjualan, laba, dividen, struktur modal, regulasi, dan inovasi.
Sehubungan dengan analisis industri dimana penjualan dan laba sebagai
indikator, ada fenomena yang terjadi di Bursa Efek Indonesia dimana harga saham
suatu perusahaan seringkali bereaksi setiap kali ada publikasi atas pencapaian
penjualan atau laba suatu perusahaan. Salah satu contoh, ketika PT Astra International
Tbk (ASII) mengumumkan bahwa perusahaan meraih pendapatan Rp 129,99 triliun,
atau meningkat 31,93% dibanding pendapatan di 2009 dan laba bersih melejit 43%
(Kontan, 25 Februari 2011), harga saham ASII langsung bereaksi dari harga
pembukaan Rp 51.400,- pada tanggal 25 Februari 2011 ditutup menjadi Rp 51.550,-
pada hari yang sama. Harga saham ini terus meningkat hingga mencapai Rp 54.000,-
pada penutupan tanggal 28 Februari 2011 (http://finance.yahoo.com).
Contoh kasus lain, tanggal 21 Februari 2010 PT. Astra Otoparts Tbk (AUTO)
minimal Rp 5,79 triliun, angka ini naik 10% jika dibandingkan dengan pendapatan
perseroan tahun lalu (www.etrading.co.id). Pada hari yang sama, pasar langsung bereaksi dimana harga pada sesi pembukaan adalah Rp 12.900,- dan pada tanggal 24
Februari 2010 naik menjadi 13.950,- pada sesi penutupan. Dari kedua contoh kasus di
atas terlihat bahwa harga saham langsung naik seiring dengan meningkatnya
perolehan penjualan dan laba (profit). Karena nilai perusahaan diukur dengan harga
saham, maka dapat dikatakan bahwa dengan meningkatnya harga saham maka nilai
perusahaan pun meningkat.
Secara fundamental, rasio keuangan untuk kedua perusahaan di atas dapat
dilihat pada Tabel 1.1. di bawah.
Tabel 1.1.
Rasio Keuangan PT. Astra International Tbk dan PT. Astra Otoparts Tbk Tahun 2009 dan 2010
(dalam jutaan rupiah)
2009 2010 2009 2010
Total Assets 88,938,000 112,857,000 4,644,939 5,585,852 Total Debt 40,006,000 54,168,000 1,262,292 1,482,705 Total Equities 39,894,000 49,310,000 3,208,778 3,860,827 Total Sales 98,526,000 129,991,000 5,265,798 6,255,109 EBIT 12,756,000 14,725,000 419,991 573,115
TATO 110.78% 115.18% 113.37% 111.98%
BEPR 14.34% 13.05% 9.04% 10.26%
PBV (per Dec, 31) 3.52 4.48 1.38 2.79 Sumber: www.idx.co.id dan www.finance.yahoo.com
ASII AUTO
Tabel 1.1. menunjukkan bahwa nilai perusahaan yang diukur dengan price
book value (PBV) untuk ASII dan AUTO meningkat pada tahun 2010 dibanding
dengan tahun 2009 namun kenaikan ini tidak seiring dengan kenaikan perputaran
penjualan dibandingkan dengan total aset. Demikian juga kenaikan nilai perusahaan
tidak seiring dengan kenaikan profitabilitas. Dalam hal ini profitabilitas diukur dengan
basic earnings power ratio (BEPR).
Secara fundamental, terlihat bahwa rasio perputaran aset dan profitabilitas
untuk kedua emiten di atas tidak memperlihatkan pengaruh yang konsisten terhadap
nilai perusahaan. Hasil ini berbeda dengan realita yang terjadi di pasar. Namun
beberapa penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa perputaran aset mempunyai
pengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian Ichsan (2009) dan Widodo
(2007) menyatakan bahwa assets turnover memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap harga saham.
Walaupun hasil penelitian Ichsan (2009) menyimpulkan bahwa assets turnover
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, namun koefisien
determinasi (r2) hanya sebesar 1,08%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh assets turnover terhadap nilai perusahaan adalah sangat kecil atau dapat dikatakan bahwa
pengaruhnya hampir tidak nyata. Oleh karenanya penelitian ini ingin menguji kembali
seberapa besar pengaruh assets turnover terhadap nilai perusahaan dan apakah
pengaruh di atas signifikan atau tidak. Penelitian ini juga ingin menguji apakah
pengaruh di atas disebabkan oleh karena ada mediasi dari variabel lain.
Hasil penelitian lain Kusmayadi (2009) menyimpulkan bahwa total assets
turnover memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Selanjutnya,
hasil penelitian Hidayati (2010) menyatakan bahwa profitabilitas yang diukur dengan
return on equity memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan
terhadap profitabilitas dan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, maka
diperkirakan bahwa profitabilitas mampu memediasi hubungan atau pengaruh
perputaran aset terhadap nilai perusahaan. Oleh karenanya penelitian ini ingin menguji
pengaruh mediasi profitabilitas dalam hubungan antara perputaran aset terhadap nilai
perusahaan. Penelitian mengenai mediasi profitabilitas masih jarang dilakukan
khususnya untuk melihat hubungan antara perputaran aset dengan nili perusahaan.
Penelitian-penelitian yang mengambil penjualan sebagai variabel independen
sebelumnya telah banyak dilakukan, namun secara spesifik yang menggunakan rasio
penjualan khususnya rasio penjualan terhadap total aset sebagai variabel independen
belum banyak dilakukan. Penelitian ini mencoba mengambil rasio perputaran aset
sebagai variabel independen dan untuk variabel dependen penelitian ini mengambil
nilai perusahaan. Penelitian-penelitian sebelumnya banyak menggunakan price book
value sebagai parameter nilai perusahaan, tetapi penelitian ini memilih rasio Tobin’s
Q sebagai parameter. Alasan memilih rasio Tobin’s Q karena rasio ini memberikan
informasi yang lebih akurat dibandingkan dengan price book value. Rasio ini
memasukkan unsur-unsur kewajiban dan total aset dalam penghitungannya, tidak
hanya menghitung nilai pasar dari ekuitas.
Untuk variabel mediating, penelitian ini mengambil basic earnings power
ratio sebagai parameter karena rasio ini memberikan informasi yang lebih akurat
mengenai keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba dibandingkan dengan
menggunakan return on equity atau return on assets yang mengambil laba bersih
perusahaan dalam menghasilkan laba karena masih ada unsur-unsur extraordinary
items di dalamnya.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a. Apakah perputaran aset berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
b. Apakah perputaran aset berpengaruh terhadap nilai perusahaan melalui
profitabilitas?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, maka penelitian
ini bertujuan untuk:
a. Menganalisis dan mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh perputaran aset
terhadap nilai perusahaan.
b. Menganalisis dan mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh perputaran aset
terhadap nilai perusahaan melalui profitabilitas.
1.4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang
membutuhkan yaitu :
1. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan
pengaruh secara langsung maupun melalui mediasi profitabilitas pada perusahaan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Bagi investor, sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam mengambil
keputusan untuk berinvestasi karena dengan mengetahui pengaruh dari perputaran
aset dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dapat memberikan gambaran
mengenai nilai perusahaan yang sesungguhnya.
3. Bagi manajemen perusahaan, sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan khususnya untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan
mengetahui pengaruh perputaran aset dan profitabilitas perusahaan terhadap nilai
perusahaan.
4. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat melengkapi temuan
empiris sebagai bahan referensi dan sumber informasi dalam melakukan penelitian
selanjutnya khususnya di bidang ilmu akuntansi dan keuangan.
1.5. Originalitas Penelitian
Ada beberapa hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian
sebelumnya dengan topik kajian yang sama, yaitu :
a. Variabel yang Diteliti
Variabel independen yang diteliti oleh Ichsan (2009) adalah current ratio,
total assets turnover, debt to equity ratio dan return on investment sedangkan variabel
dependennya adalah harga saham. Variabel independen yang diteliti oleh Widodo
(2007) adalah total assets turnover, inventory turnover, return on assets, return on
dependen. Variabel independen yang diteliti oleh House dan Benefield (1995) adalah
sales growth dan income growth sedangkan variabel dependennya adalah harga pasar.
Ketiga penelitian terdahulu ini yang meneliti pengaruh perputaran aset (total assets
turnover) maupun penjualan terhadap harga pasar saham. Dalam penelitian ini
perputaran aset digunakan sebagai sebagai variabel independen. Belum banyak yang
secara spesifik meneliti pengaruh perputaran aset terhadap nilai perusahaan.
Variabel independen yang diteliti oleh Kusmayadi (2009) adalah profit
margin, total assets turnover, dan equity multiplier sedangkan variabel dependennya
adalah profitability (return on equity). Pada umumnya return on assets atau return on
equity digunakan sebagai parameter profitabilitas. Penelitian ini mengambil basic
earnings power ratio sebagai parameter profitabilitas.
Variabel independen yang diteliti oleh Hidayati (2010) adalah debt to equity
ratio, dividend payout ratio, return on equity, dan size, sedangkan variabel
dependennya adalah price book value. Variabel independen yang diteliti oleh Defrizal
(2005) adalah return on assets, debt to equity ratio, earnings per share, dan net profit
margin, sedangkan variabel dependennya adalah price book value. Banyak penelitian
sebelumnya mengambil price book value sebagai parameter dan belum banyak yang
mengambil rasio Tobin’s Q sebagai parameter nilai perusahaan.
Penelitian-penelitian terdahulu di atas pada umumnya hanya melihat pengaruh
variabel independen terhadap variabel dependen dan tidak meneliti adanya pengaruh
mediasi. Dalam penelitian ini perputaran aset digunakan sebagai variabel independen
sedangkan variabel dependennya adalah nilai perusahaan dan profitabilitas dignakan
independen adalah karena sesuai dengan definisinya bahwa perputaran aset adalah
untuk mengukur seberapa besar tingkat efektivitas/efisiensi perusahaan dalam
menggunakan asetnya maka dengan semakin efektif atau efisien suatu perusahaan
akan mampu meningkatkan nilai perusahaan. Di samping itu semakin efektif atau
efisien suatu perusahaan maka akan mampu meningkatkan profitabilitas. Alasan
memilih profitabilitas sebagai variabel mediating adalah karena perputaran aset
memiliki pengaruh terhadap profitabilitas dan profitabilitas juga memiliki pengaruh
terhadap nilai perusahaan.
Dengan demikian perbedaan pada penelitian ini dibandingkan dengan
penelitian-penelitian sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:
Penelitian ini mengambil perputaran aset (total assets turnover) sebagai variabel
independen dan profitabilitas (basic earnings power ratio digunakan sebagai
parameter) sebagai variabel mediating serta nilai perusahaan yang dihitung
dengan rasio Tobin’s Q sebagai variabel dependen.
Pengaruh dari variabel independen perputaran aset terhadap nilai perusahaan
dengan profitabilitas sebagai variabel mediating belum pernah dilakukan oleh
peneliti-peneliti sebelumnya.
Penelitian ini menghitung pengaruh langsung variabel independen terhadap
variabel dependen dan juga menghitung pengaruh tidak langsung variabel
b. Obyek Penelitian
Obyek penelitian yang dilakukan oleh Ichsan (2009) adalah seluruh
perusahaan industri farmasi yang tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2002 –
2004. Obyek penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2007) adalah seluruh
perusahaan yang termasuk dalam kelompok Jakarta Islamic Index yang tercatat di
Bursa Efek Jakarta pada tahun 2003 – 2005. Obyek penelitian yang dilakukan oleh
House dan Benefield (1995) adalah seluruh perusahaan simluasi yang beroperasi di
United States of America pada tahun 1992 –1993. Obyek penelitian yang dilakukan
oleh Kusmayadi (2009) adalah seluruh perusahaan food and beverage yang tercatat di
Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007. Obyek penelitian yang dilakukan oleh
Hidayati (2010) adalah seluruh perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2005 – 2007. Dan obyek penelitian yang dilakukan oleh Defrizal
(2005) adalah seluruh perusahaan property yang tercatat di Bursa Efek Jakarta pada
tahun 2002 – 2004 kecuali perusahaan sektor keuangan dan asuransi.
Berbeda dengan penelitian ini, data yang diambil adalah
perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam sektor Industri Dasar dan Kimia, Industri Barang
Konsumsi, dan Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Alasan
pengambilan data hanya kepada sektor industri dikarenakan:
Bursa Efek Indonesia telah mengelompokkan emiten yang termasuk kelompok
industri ke dalam tiga sektor yaitu sektor Industri Dasar dan Kimia, sektor
penelitian ini fokus kepada perusahaan-perusahaan industri saja yang benar-benar
merupakan perusahaan yang memproses hasil produksinya mulai dari bahan baku
hingga menjadi barang jadi.
peneliti yakin interpretasi terhadap analisis laporan keuangan pun relatif lebih
homogen apabila menggunakan data dari perusahaan sejenis/sesama industri.
c. Periode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data terakhir laporan keuangan yang diterbitkan
oleh emiten Industri Dasar dan Kimia, Industri Barang Konsumsi, dan Aneka Industri
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yaitu dari tahun 2006 sampai dengan 2010.
Laporan keuangan yang dimaksud adalah laporan keuangan yang diaudit oleh auditor
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
Pemegang saham maupun calon investor sangat berkepentingan terhadap
laporan keuangan yang diumumkan secara periodik oleh pihak manajemen. Laporan
keuangan ini merupakan informasi yang sangat mendasar untuk menilai kinerja
keuangan perusahaan. Kinerja keuangan yang dimaksud dapat dinilai dengan
menggunakan rasio-rasio keuangan. Dengan adanya rasio keuangan, para pengguna
laporan keuangan dapat menghitung dan menginterpretasikan ukuran-ukuran
kewajiban, likuiditas, profitabilitas, manajemen aset, dan nilai pasar perusahaan. Ada
5 jenis rasio keuangan yang biasa digunakan untuk menilai kinerja perusahaan
(Atmaja, 2008), yaitu:
a. Leverage ratio, yaitu rasio yang memperlihatkan berapa hutang yang digunakan
perusahaan.
b. Liquidity ratio, untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo.
c. Effectivity/efficiency atau turnover atau assets management ratio, mengukur
seberapa efisiensi/efektivitas perusahaan dalam mengelola aktivanya.
d. Profitability ratio, mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
e. Market value ratio, memperlihatkan bagaimana perusahaan dinilai oleh investor
Dengan adanya rasio-rasio keuangan, pengguna laporan keuangan dapat
melihat hubungan antara item pada laporan keuangan. Hubungan antara
item-item ini dapat digunakan untuk memprediksi nilai suatu perusahaan. Pada penelitian,
untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan
mediasi variabel mediating, rasio perputaran aset (total assets turnover) yang
merupakan salah satu dari effectivity/efficiency ratio diambil sebagai variabel
independen, nilai perusahaan yang dinilai dengan market value ratio diambil sebagai
variabel dependen, dan profitability ratio digunakan sebagai variabel mediating.
Parameter yang digunakan untuk nilai perusahaan adalah Tobin’s Q ratio yaitu
nilai pasar dengan membandingkan nilai pasar saham suatu perusahaan yang terdaftar
di pasar keuangan dengan nilai penggantian aset (asset replacement value)
perusahaan. Parameter yang digunakan untuk rasio profitabilitas adalah basic
earnings power ratio (BEPR) yaitu persentase dari laba sebelum bunga dan pajak
yang diperoleh dari total aset yang dimiliki perusahaan.
2.1.1. Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan dapat didefinisikan sebagai nilai wajar perusahaan yang
menggambarkan persepsi investor terhadap emiten bersangkutan. Menurut Husnan
dan Pudjiastuti (2004) nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh
calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Sedangkan menurut Keown, et al.
(2007) nilai perusahaan merupakan nilai pasar atas surat berharga hutang dan ekuitas
perusahaan yang beredar. Harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli diartikan
harga yang bersedia dibayar oleh investor untuk setiap lembar saham perusahaan.
Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa nilai perusahaan adalah merupakan persepsi
investor terhadap perusahaan yang selalu dikaitkan dengan harga saham.
Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Nilai
perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham
(Brigham dan Houston, 2006). Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para
pemilik perusahaan sebab dengan nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan tingkat
kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi akan
membuat pasar percaya tidak hanya pada kinerja perusahaan saat ini namun juga pada
prospek perusahaan di masa depan.
Menurut Suharli (2006), ada beberapa pendekatan yang biasa dilakukan untuk
menilai perusahaan, di antaranya:
a. Pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau Price Earning Ratio.
b. Pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas.
c. Pendekatan dividen antara lain metode pertumbuhan dividen.
d. Pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva.
e. Pendekatan harga saham.
f. Pendekatan Economic Value Added (EVA).
Penelitian ini tidak membahas keseluruhan pendekatan di atas tetapi mencoba
meneliti nilai perusahaan dengan pendekatan harga saham dengan menggunakan rasio
Tobin’s Q. Alasan memilih rasio Tobin’q dalam penelitian ini untuk mengukur nilai
perusahaan adalah karena penghitungan rasio Tobin’s Q lebih rasional mengingat
Nilai perusahaan dalam beberapa literatur yang dihitung berdasarkan harga
saham disebut dengan beberapa istilah di antaranya:
1. Price to Book Value (PBV) yaitu perbandingan antara harga saham dengan nilai
buku saham.
2. Market to Book Ratio (MBR)yaitu perbandingan antara harga pasar saham dengan
nilai buku saham.
3. Market to Book Assets Ratio yaitu ekpektasi pasar tentang nilai dari peluang
investasi dan pertumbuhan perusahaan yaitu perbandingan antara nilai pasar aset
dengan nilai buku aset.
4. Market Value of Equity yaitu nilai pasar ekuitas perusahaan menurut penilaian para
pelaku pasar. Nilai pasar ekuitas adalah jumlah ekuitas (saham beredar) dikali
dengan harga per lembar ekuitas.
5. Enterprise value (EV) yaitu nilai kapitalisasi market yang dihitung sebagai nilai
kapitalisasi pasar ditambah total kewajiban ditambah minority interest dan saham
preferen dikurangi total kas dan ekuivalen kas.
6. Price Earnings Ratio (PER) yaitu harga yang bersedia dibayar oleh pembeli
apabila perusahaan itu dijual. PER dapat dirumuskan sebagai PER = Price per
Share / Earnings per Share. Menurut Tandelilin (2001) dalam Sari (2005) bahwa
pendekatan PER merupakan pendekatan yagn lebih populer dipakai di kalangan
analisis saham dan para praktisi. Pendekatan PER disebut juga pendekatan
multiplier dimana investor akan menghitung berapa kali nilai earnings yang
7. Tobin’s Q yaitu nilai pasar dari suatu perusahaan dengan membandingkan nilai
pasar suatu perusahaan yang terdaftar di pasar keuangan dengan nilai penggantian
aset (asset replacement value) perusahaan.
Salah satu versi Tobin’s Q yang dimodifikasi dan disederhanakan oleh Chung
& Pruitt (1994) terhadap rumus yang dibuat oleh Lindenberg & Ross (1981) dalam
Wolfe (2003) adalah:
q = Total Market Value of Firm / Total Asset Value
atau
q = (MVS + D) / TA
dimana :
q = Tobin’s Q
MVS = Market value of all outstanding shares, i.e. the firm’s Stock Price *
Outstanding Shares.
D = Total Debt
TA = Firm’s Assets
Rumus untuk pengukuran rasio ini ditulis ulang menjadi:
(Current Price x Total Shares) + Total Liabilities Tobin’s Q Ratio = ---
Total Assets
Jika nilai pasar semata-mata merefleksikan asset yang tercatat suatu
perusahaan maka Tobin’s Q akan sama dengan 1. Jika Tobin’s Q lebih besar dari 1,
maka nilai pasar lebih besar dari nilai asset perusahaan yang tercatat. Hal ini
pasarnya lebih kecil dari nilai tercatat asset perusahaan. Ini menandakan bahwa saham
undervalued.
2.1.2. Perputaran Aset
Salah satu ukuran yang terpenting untuk mengukur perputaran semua aset
yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari
tiap rupiah aset yang dimiliki adalah rasio perputaran aset (total assets turnover).
Total assets turnover merupakan rasio yang digunakan untuk menilai efektivitas dan
intensitas aset dalam menghasilkan penjualan (Wild, at al, 1997). Cara menghitungnya
adalah dengan membagi total pendapatan atau penjualan dengan rata-rata total aset
perusahaan atau dirumuskan sebagai total assets turnover = total penjualan / rata-rata
total aset. Rasio ini sangat berguna untuk menghitung nilai penjualan yang dihasilkan
perusahaan dari setiap rupiah asetnya. Semakin besar rasio total assets turnover suatu
perusahaan maka dapat dikatakan bahwa kinerja perusahaan tersebut semakin baik.
Semakin baik kinerja perusahaan maka semakin besar keinginan investor untuk
memiliki saham perusahaan tersebut sehingga memberikan pengaruh positif terhadap
harga saham di pasar. Ini berarti akan menaikkan nilai perusahaan.
2.1.3. Profitabilitas
Profitabilitas merupakan ukuran untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
memperoleh keuntungan. Profitabilitas juga dapat didefinisikan sebagai ukuran
mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan selama periode
tertentu. Profitabilitas digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana keefektifan
Menurut Arifin dan Fakhruddin (1999), profitabilitas atau kemampulabaan adalah
kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari kegiatan bisnis yang
dilakukannya. Laba ini merupakan keuntungan setelah bunga dan pajak yang
merupakan laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Menurut Besley dan
Brigham (2008), profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba yang merupakan hasil bersih dari kebijakan-kebijakan dan
keputusan-keputusan manajemen baik dalam mengelola likuiditas, aset, maupun
kewajiban perusahaan.
Semakin besar tingkat profitabilitas maka semakin baik bagi perusahaan itu
sendiri. Semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu perusahaan maka semakin besar
tingkat kemakmuran yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Semakin
besar tingkat kemakmuran yang diberikan oleh perusahaan akan menarik minat
investor untuk memiliki perusahaan tersebut dan akan memberikan pengaruh positif
terhadap harga saham di pasar. Ini berarti akan menaikkan nilai perusahaan.
Menurut Horne (1995), ada dua tipe rasio profitabilitas, yaitu yang
menunjukkan profitabilitas sehubungan dengan penjualan, dan yang menunjukkan
profitabilitas sehubungan dengan investasi. Rasio profitabilitas sehubungan dengan
penjualan adalah:
a. Gross Profit Margin = (Sales – Cost of Goods Sold) / Sales, dan
b. Net Profit Margin = Net Profits after Taxes / Sales.
Rasio profitabilitas sehubungan dengan investasi adalah:
a. Return on Equity (ROE) = (Net Profit after Taxes – Preferred Stock Dividend) /
b. Return on Assets (ROA) = Net Profits after Taxes / Total Assets, dan
c. Net Operating Profit Rate of Return = Earnings before Interest and Taxes / Total
Assets. Rasio ini sering disebut dengan Basic Earnings Power Ratio.
Menurut Atmaja (2008), rasio-rasio yang termasuk dalam rasio profitabilitas
adalah:
a. Return on Assets (ROA) = Laba Bersih sesudah Pajak / Aktiva Total
b. Return on Equity (ROE) = Laba Bersih sesudah Pajak / Modal Sendiri
c. Net Margin atau Profit Margin on Sales = Laba Bersih sesudah Pajak / Penjualan
d. Basic Earning Power (BEP) = Earnings before Interest and Taxes / Rata-rata Total
Aset.
Dalam penelitian ini, parameter profitabilitas yang digunakan adalah basic
earnings power ratio (BEPR) yaitu persentase dari laba bersih sebelum bunga dan
pajak (earnings before interest and tax/EBIT) yang diperoleh dari penggunaan
keseluruhan aset yang dimiliki perusahaan atau dengan kata lain rasio ini
mengindikasikan bagaimana aset suatu perusahaan digunakan untuk menghasilkan
laba bersih sebelum bunga dan pajak. Rasio ini dihitung dari proporsi laba bersih
sebelum bunga dan pajak dibagi dengan rata-rata jumlah aset dan dirumuskan sebagai
BEPR = EBIT / Rata-rata Total Aset.
2.2. Tinjauan Penelitian Terdahulu (Theoritical Mapping)
Berikut ini akan diuraikan beberapa tinjauan dari penelitian terdahulu yang
1. Ichsan (2009) meneliti pengaruh current ratio, total assets turnover, debt to equity
ratio dan return on investment terhadap harga saham industri apparel di Bursa
Efek Jakarta. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah current ratio, total assets
turnover, debt to equity ratio dan return on investment. Sedangkan variabel
terikatnya adalah harga saham. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa current
ratio, total assets turnover, debt to equity ratio dan return on investment secara
parsial masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
2. Widodo (2007) meneliti tentang analisis pengaruh rasio aktivitas, rasio
profitabilitas, dan rasio pasar terhadap harga saham syariah dalam kelompok
Jakarta Islamic Index Tahun 2003 - 2005. Variabel bebas dalam penelitian ini
adalah total assets turnover, inventory turnover, return on assets, return on equity,
earnings per share, dan price book value. Sedangkan variabel terikatnya adalah
harga saham. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa total assets turnover, return
on assets, return on equity, dan earnings per share berpengaruh positif dan
signifikan terhadap harga saham.
3. House dan Benefield (1995) meneliti pengaruh pertumbuhan penjualan dan laba
terhadap harga pasar dari perusahaan-perusahaan industri dan perusahaan yang
berbentuk simulasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sales growth dan
income growth sebagai unsur profitabilitas. Sedangkan variabel terikatnya adalah
harga pasar saham. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sales growth dan
income growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
4. Kusmayadi (2009) meneliti analisis profit margin, total assets turnover, dan equity
profit margin, total assets turnover, dan equity multiplier. Sedangkan variabel
terikatnya adalah profitability (return on equity). Hasil penelitian menyimpulkan
bahwa profit margin, total assets turnover, dan equity multiplier berpengaruh
positif dan signifikan terhadap profitablility.
5. Hidayati (2010) meneliti pengaruh debt to equity ratio, dividend payout ratio,
return on equity, dan size terhadap price book value perusahaan yang listing di
Bursa Efek Indonesia periode 2005 – 2007. Variabel bebas dalam penelitian ini
adalah debt to equity ratio, dividend payout ratio, return on equity yang
merupakan proksi dari profitabilitas, dan size yang menggambarkan aset
perusahaan. Sedangkan variabel terikatnya adalah price book value yang
menggambarkan nilai perusahaan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa debt to
equity ratio dan dividend payout ratio sama-sama memiliki pengaruh negatif dan
tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu return on equity dan size
sama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
6. Defrizal (2005) meneliti analisis pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap
harga saham dan perbandingan harga saham dengan nilai normatif. Variabel bebas
dalam penelitian ini adalah return on assets, debt to equity ratio, earnings per
share, dan net profit margin. Sedangkan variabel terikatnya adalah price book
value. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa return on assets, earnings per share,
dan net profit margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
Berdasarkan uraian tersebut maka tinjauan penelitian terdahulu dapat
Tabel 2.1. Tinjauan Penelitian Terdahulu
No Nama/Tahun Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian
1 Mohd. Ichsan (2009)
Pengaruh Current Ratio, Total Assets Turnover, Debt to Equity Ratio dan
Return on Investment
terhadap Harga Saham Industri
Apparel di Bursa Efek Jakarta.
Variabel independen:
Current Ratio, Total Assets Turnover, Debt to Equity Ratio
dan Return on Investment.
Variabel dependen: Harga Saham.
Current Ratio, Assets Turnover, Debt to Equity Ratio dan Return on Investment secara parsial masing-masing
berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. 2 Saniman Widodo (2007) Analisis Pengaruh Rasio Aktivitas, Rasio Profitabilitas, dan Rasio Pasar terhadap Harga Saham Syariah dalam Kelompok Jakarta Islamic Index Tahun 2003 - 2005.
Variabel independen:
Total Assets
Turnover, Inventory Turnover, Return on Assets, Return on Equity, Earnings Per Share, dan Price Book Value
Variabel dependen: Harga Saham.
Total Assets Turnover, Return on Assets, Return on Equity, dan Earnings Per Share berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
3 William C. House dan Michael E. Benefield
(1995)
The Impact of Sales and Income Growth on Profitability and Market Value Measures in Actual and Simulated Industries.
Variabel independen:
Sales Growth dan
Income Growth.
Variabel dependen:
Market Value.
Pada perusahaan Sales growth dan income growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap market value
baik pada actual industries maupun pada
simulated industries.
4 Dedi Kusmayadi
(2009)
Analisis Profit Margin, Total Assets Turnover, dan Equity
Multiplier terhadap
Return on Equity.
Variabel independen:
Profit Margin, Total Assets Turnover, dan
Equity Multiplier.
Variabel dependen:
Profitability (Return on Equity).
Profit Margin, Total Assets Turnover, dan
Equity Multiplier
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Tabel 2.1. Tinjauan Penelitian Terdahulu (Lanjutan)
No Nama/Tahun Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian
5 Eva Eko
Hidayati (2010)
Analisis Pengaruh
Debt to Equtiy Ratio, Dividend Payout Ratio, Return on Equity,
dan Size terhadap
Price Book Value
Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia.
Variabel independen:
Debt to Equity Ratio, Dividend Payout Ratio, Return on Equity, dan Size.
Variabel dependen:
Price Book Value
Return on Equity dan Size masing-masing berpengauh positif dan signifikan terhadap
Price Book Value. Debt to Equtiy Ratio dan
Dividend Payout Ratio
masing-masing
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap
Price Book Value.
6 Herry Defrizal (2005) Analisis Pengaruh Faktor-faktor Fundamental terhadap Harga Saham dan Perbandingan Harga Saham dengan Nilai Normatif. Variabel independen:
Return on Assets, Debt to Equity Ratio, Earnings Per Share,
dan Net Profit Margin.
Variabel dependen: Harga Saham.
Return on Assets, Earnings Per Share, dan
Net Profit Margin
berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
Dari hasil penelitian Ichsan (2009) dan Widodo (2007) menyatakan bahwa
assets turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. House dan
Benefield (1995) menyatakan bahwa tingkat penjualan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap harga pasar saham. Kusmayadi (2009) menyatakan bahwa total
assets turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Hidayati
(2010) menyatakan bahwa profitabilitas yang diukur dengan return on equity
berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (price book value).
berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa:
a. perputaran aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
b. perputaran aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas.
BAB III
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
3.1. Kerangka Konsep
Prinsip signaling theory mengajarkan bahwa setiap tindakan mengandung
informasi (Bhattacharya dan Layton, 1979), misalnya penjelasan pihak manajemen
atas keberhasilan perusahaan dalam memperoleh peningkatan laba perusahaan
dibandingkan dengan periode sebelumnya pada umumnya akan memberikan reaksi
positif kepada investor sehingga akan meningkatkan harga saham di pasar. Penjelasan
keberhasilan perusahaan biasanya dibuktikan dengan penyampaian informasi
mengenai laporan keuangan. Meskipun informasi tersebut belum bisa dipastikan
kebenarannya, namun setiap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
mengandung arti akan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Prospek
perusahaan akan ditangkap sebagai signal untuk menentukan harga saham di pasar
dan harga saham akan mencerminkan nilai perusahaan itu sendiri.
Keberhasilan perusahaan biasanya ditunjukkan dengan keberhasilan
perusahaan dalam memperoleh pendapatan maupun laba. Pendapatan yang tinggi
maupun laba yang tinggi mengindikasikan keberhasilan perusahaan. Namun,
keberhasilan suatu perusahaan memperoleh pendapatan maupun laba yang tinggi
belum tentu bisa memberikan gambaran bahwa perusahaan tersebut berhasil. Ada
kalanya perolehan pendapatan maupun laba suatu perusahaan lebih tinggi
dibandingkan perolehan perusahaan lain, namun perolehan ini belum tentu dikatakan
penilaian keberhasilan ini. Salah satu rasio yang biasa digunakan untuk
membandingkan perolehan pendapatan adalah perputaran aset yaitu perbandingan
antara total penjualan dibandingkan dengan total aset yang dimiliki perusahaan
tersebut. Demikian juga dengan laba, salah satu rasio yang biasa digunakan untuk
membandingkan perolehan laba adalah basic earnings power ratio yang merupakan
salah satu rasio profitabilitas yaitu perbandingan antara laba sebelum bunga dan pajak
dibandingkan dengan total aset yang dimiliki perusahaan tersebut.
Semakin tinggi perputaran aset maka dapat dikatakan bahwa kinerja
perusahaan tersebut berarti semakin efektif/efisien. Semakin efektif/efisien kinerja
suatu perusahaan berarti akan semakin baik pandangan investor terhadap perusahaan
tersebut dan akan semakin naik harga saham/nilai perusahaan tersebut. Dengan
demikian berarti bahwa perputaran aset memiliki pengaruh terhadap harga saham/nilai
perusahaan.
Semakin tinggi perputaran aset atau semakin efektif/efisien suatu perusahaan
berarti semakin rendah proporsi biaya operasional perusahaan sehingga semakin besar
proporsi perolehan laba operasional/laba sebelum bunga pajak. Proporsi laba yang
dimaksud adalah basic earnings power ratio yaitu laba sebelum bunga pajak
dibandingkan dengan total aset. Rasio ini merupakan salah satu rasio profitbailitas.
Dengan demikian berarti bahwa perputaran aset memiliki pengaruh terhadap
profitabilitas.
Semakin tinggi profitabilitas suatu perusahaan atau semakin besar kemampuan
perusahaan memperoleh laba maka akan meningkatkan nilai buku perusahaan. Nilai
profitabilitas yang tinggi tentu akan membeikan harapan yang tinggi bagi investor
maupun pemegang saham. Harapan yang tinggi tentu akan diikuti oleh keinginan atau
permintaan investor untuk memiliki saham tersebut. Semakin tinggi permintaan akan
saham perusahaan tersebut berarti semakin tinggi harga saham tersebut di pasar,
berarti semakin tinggi nilai perusahaan tersebut.
Sebagaimana telah diuraikan di atas, maka kerangka pemikiran pada penelitian
dapat digambarkan sebagai berikut:
H2 H2
H1
Profitabilitas (M)
Nilai Perusahaan
(Y) Perputaran Aset
[image:47.612.120.526.284.407.2](X)
Gambar 3.1. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual dalam penelitian ini menunjukkan hubungan atau
pengaruh antara perputaran aset (variabel independen) terhadap nilai perusahaan
(variable dependen) dan pengaruh perputaran aset terhadap nilai perusahaan melalui
profitabilitas (variabel mediating). Hubungan antara ketiga variabel penelitian dapat
diuraikan sebagai berikut :
a. Hubungan antara Perputaran Aset dengan Nilai Perusahaan
Perputaran aset adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat
menggunakan aset yang dimiliki atau dengan perkataan lain untuk mengukur
perputaran semua aset yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah
penjualan yang diperoleh dari setiap rupiah aset yang digunakan. Oleh karenanya
semakin tinggi tingkat perputaran penjualan terhadap aset maka dapat dikatakan
bahwa kinerja perusahaan tersebut semakin baik. Dengan semakin baiknya kinerja
perusahaan maka akan semakin besar harapan bahwa nilai perusahaan akan meningkat
karena kepercayaan para investor atas meningkatnya kinerja perusahaan tersebut.
Meningkatnya kepercayaan investor akan meningkatkan nilai perusahaan seiring
dengan naiknya harga saham di pasar modal. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian
Ichsan (2009) bahwa total assets turnover memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap harga saham.
b. Hubungan antara Perputaran Aset dengan Profitabilitas
Kegiatan perusahaan tidak terlepas dari penggunaan aset perusahaan dalam
menghasilkan pendapatan. Perputaran aset (assets turnover) adalah kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dengan menggunakan aset yang
dimilikinya. Semakin tinggi perputaran aset suatu perusahaan maka semakin efisien
perusahaan itu menggunakan asetnya.
Perputaran aset digunakan untuk mengukur seberapa efisiennya seluruh aset
perusahaan dimanfaatkan dalam menghasilkan pendapatan atau penjualan. Semakin
tinggi perputaran aset berarti semakin efisien suatu perusahaan dalam menghasilkan
penjualan dengan memanfaatkan aset yang ada. Dari penjualan yang tinggi diharapkan
membuktikan bahwa perputaran aset memiliki pengaruh yang positif dan siginifikan
terhadap profitabilitas perusahaan.
c. Hubungan antara Profitabilitas dengan Nilai Perusahaan
Profitabilitas merupakan suatu indikator kinerja yang dilakukan oleh
manajemen dalam mengelola kekayaan perusahaan dengan ditunjukkan oleh laba
yang dihasilkan. Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat
efektifitas manajemen suatu perusahaan bagaimana perusahaan mampu menghasilkan
setiap rupiah keuntungan dengan menggunakan setiap rupiah aset yang dimiliki.
Perusahaan yang mampu menghasilkan rasio profitabilitas yang tinggi menunjukkan
bahwa perusahaan telah mampu mengelola kekayaan perusahaan secara optimal.
Signalling theory menyatakan bahwa profitabilitas yang tinggi menunjukkan
prospek perusahaan yang bagus sehinggga memicu investor untuk meningkatkan
permintaan saham (Bhattacarya dan Layton, 1979). Perusahaan yang mampu
menghasilkan profitabilitas tinggi memberikan harapan kepada pemegang saham
untuk memperoleh kemakmuran yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan minat
investor lain untuk memiliki saham perusahaan tersebut. Dengan semakin tingginya
minat investor terhadap kepemilikan saham perusahaan tersebut maka harga pasar
saham perusahaan tersebut akan semakin tinggi. Harga pasar saham yang semakin
tinggi mencerminkan nilai perusahaan tersebut pun semakin tinggi. Oleh karena itu
dapat dikatakan bahwa profitabilitas memiliki hubungan yang positif terhadap nilai
yang diukur dengan return on equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai
perusahaan.
Menurut Modigliani dan Miller (1958) mengenai dividend irrelevance theory
bahwa nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh besarnya dividend payout ratio
tetapi ditentukan oleh besarnya laba bersih sebelum pajak (earning power) dan tingkat
resiko perusahaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kemampuan memperoleh
laba bersih sebelum pajak akan menjadi sangat menentukan dalam hal penilaian suatu
perusahaan. Rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memperoleh laba bersih sebelum pajak adalah basic earnings power ratio yaitu
perbandingan antara laba bersih sebelum bunga dan pajak perusahaan dengan rata-rata
total aset. Basic earnings power ratio merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur perputaran semua aset yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa
jumlah laba sebelum bunga dan pajak yang diperoleh dari tiap rupiah aset yang
digunakan. Oleh karenanya semakin tinggi basic earnings power ratio maka dapat
dikatakan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba akan semakin
besar. Dengan semakin besarnya laba yang diperoleh maka akan semakin besar
kemakmuran yang akan dinikmati oleh pemegang saham ataupun investor. Dengan
semakin besarnya harapan untuk memperoleh kemakmuran maka akan semakin besar
keinginan atau kepercayaan investor lain untuk memiliki saham perusahaan tersebut
sehingga nilai perusahaan akan meningkat seiring dengan meningkatnya harga saham
di pasar akibat semakin tingginya permintaan.
Melihat perputaran aset memiliki hubungan atau pengaruh terhadap
perusahaan, maka diprediksi bahwa profitabilitas mampu memediasi hubungan atau
pengaruh perputaran aset terhadap nilai perusahaan.
3.2. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka konseptual yang telah digambarkan dan dijelaskan di
atas, maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
H1 : Perputaran aset berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian asosiatif kausal dengan menggunakan
jenis data kuantitatif. Menurut Umar (2003) penelitian asosiatif kausal adalah
penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan
variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perputaran aset
terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediating.
4.2. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan industri yang terdaftar pada Bursa
Efek Indonesia. Penelitian ini menetapkan Bursa Efek Indonesia sebagai tempat
penelitian dengan pertimbangan karena setiap perusahaan publik (emiten) wajib
menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Bursa Efek Indonesia dan
dipublikasikan kepada umum. Di samping itu, laporan keuangan yang dibuat harus
sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Penyampaian
laporan keuangan adalah merupakan kewajiban emiten ke Bursa Efek Indonesia
sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
4.3. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang termasuk dalam
sektor Industri Dasar dan Kimia, Industri Barang Konsumsi, dan Aneka Industri yang
terdaftar di BEI dari tahun 2006 hingga 2010. Alasan memilih melakukan penelitian
terhadap perusahaan-perusahaan industri