BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Hasil Analisis Data
Hasil dari analisis statistik deskriptif penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3 Deskripsi Data
n Skor Min Skor Maks Mean SD
Kos dgn induk semang 40 702,1 2389,60 1146,9850 420,98991
Kos tanpa induk semang
40 703,1 2321,90 1460,5225 483,90452
b. Hasil Uji Asumsi 1). Uji Normalitas
Yang dimaksud dengan uji normalitas sampel atau menguji normal tidaknya sampel, tidak lain sebenarnya adalah mengadakan pengujian terhadap normal tidaknya sebaran data yang dianalisis (Arikunto, 1989). Dalam hal ini peneliti ingin melihat kenormalan sebaran data dari tempat kos, yaitu kos yang ada induk semang dan kos yang tanpa induk semang sehingga dilakukan pengujian kedua variabel tersebut. Uji normalitas menggunakan teknik Kolmogorov- Smirnov dari hasil perhitungan program komputer dengan SPSS for Windows versi 12,0. Telah ditentukan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,05.
Dari hasil perhitungan diketahui bahwa pada tempat kos dengan induk semang memperoleh nilai p sebesar 0,052 > 0,05 sedangkan tempat kos
tanpa induk semang memperoleh nilai probabilitas 0,62 > 0,05. Karena p > 0,05 maka distribusi skor perilaku seksual remaja adalah normal atau memenuhi persyaratan uji normalitas.
2). Uji Homogenitas
Disamping pengujian terhadap penyebaran nilai yang dianalisis, peneliti akan menggeneralisasikan hasil penelitian harus terlebih dahulu yakin bahwa kelompok- kelompok yang membentuk sampel berasal dari populasi yang sama. Kesamaan asal sampel ini antara lain dibuktikan dengan adanya kesamaan variasi kelompok- kelompok yang membentuk sampel tersebut. Jika ternyata tidak terdapat perbedaan variasi diantara kelompok sampel dan ini akan mengandung arti bahwa kelompok tersebut homogen, maka dapat dikatakan bahwa kelompok sampel tersebut berasal dari populasi yang sama (Arikunto, 1989). Uji homogenitas data menggunakan teknik Levene dari hasil perhitungan program komputer SPSS for Windows versi 12,0. telah ditentukan nilai probabilitas adalah 5 % (0,05).
Dirumuskan hipotesis sebagai berikut: data dinyatakan homogen (jika > 0,05) data dinyatakan tidak homogen (jika < 0,05).
Berdasar hasil perhitungan didapatkan 0,173 > 0,05, maka data dinyatakan homogen.
39
c. Hasil Uji Hipotesis
Uji hipotesis dengan menggunakan Independent Sample t-test dari program SPSS for Windows versi 12,0. Independent Sample t-test adalah pengujian menggunakan distribusi t terhadap signifikansi perbedaan nilai rata-rata tertentu dari dua kelompok sample ( Trihendradi, 2005).
Tabel 4 Hasil Uji Hipotesis
Variabel t df Sig Mean
Difference
Perilaku seksual -3,092 78 0,003 -313,53750
Berdasar hasil perhitungan didapatkan harga Sig 2 tailed sebesar 0,003 < ½ (0,05) sehingga Ho dinyatakan ditolak dan Hi diterima. Hal ini mengandung arti bahwa ada perbedaan perilaku seksual pada remaja dalam berpacaran antara remaja yang di kos dengan induk semang dan remaja yang di kos tanpa induk semang. Dimana, remaja yang tinggal di kos tanpa induk semang lebih tinggi perilaku seksualnya dibandingkan dengan remaja yang di kos dengan induk semang. Mean menunjukkan angka remaja yang di kos tanpa induk semang sebesar 1460,52 > angka remaja yang di kos dengan induk semang sebesar 1146,98.
d. Deskripsi Data Sekunder 1). Fasilitas Kos
Dari jawaban responden, dapat terlihat bahwa hampir sebagian besar responden (70%) yang tinggal di rumah kos dengan induk semang menyatakan bahwa di kos mereka disediakan ruang tamu. Sementara hanya 22,5 % responden yang tinggal di rumah kos tanpa induk semang yang menyatakan mereka disediakan ruang tamu di kosnya. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pada rumah kos dengan induk semang itu ternyata lebih banyak yang menyediakan ruang tamu di dalam kosnya dibandingkan pada rumah kos tanpa induk semang.
2). Aturan Kos
(a). Aturan yang membatasi kehadiran lawan jenis.
Berdasar jawaban responden, didapatkan sebagian besar responden (85 %) yang tinggal di rumah kos dengan induk semang menyatakan bahwa di kos mereka memiliki aturan yang membatasi kehadiran lawan jenis. Sementara separuh responden (50 %) yang tinggal di rumah kos tanpa induk semang menyatakan bahwa mereka memiliki aturan yang berkaitan dengan lawan jenis di kosnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pada rumah kos dengan induk semang cenderung lebih banyak memiliki aturan yang membatasi kehadiran lawan jenis di dalam kos. Berbeda halnya dengan rumah kos tanpa induk semang, pada rumah kos tanpa induk semang hanya sebagian saja yang memiliki aturan yang membatasi kehadiran lawan jenis di dalam kosnya.
41
(b). Batas Jam Berkunjung.
Menurut jawaban responden, 85% responden yang tinggal di rumah kos dengan induk semang menyatakan bahwa mereka memiliki batas jam berkunjung di kos. Lain halnya pada rumah kos tanpa induk semang, kurang dari separuh responden (55%) menyatakan bahwa mereka memiliki batas jam berkunjung di kosnya. Maka dapat disimpulkan bahwa pada rumah kos dengan induk semang itu ternyata lebih banyak yang memiliki batas jam berkunjung dibandingkan pada rumah kos tanpa induk semang. (c). Penerimaan tamu di rumah kos.
Pada rumah kos tanpa induk semang, hampir sebagian besar dari responden (77,5%) menyatakan mereka biasa menerima tamu di kamar. Sementara pada rumah kos dengan induk semang, hanya 37,5 % responden yang menyatakan mereka biasa menerima tamu di kamar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada rumah kos tanpa induk semang itu cenderung lebih banyak yang menerima tamu di kamar dibandingkan pada rumah kos dengan induk semang.
(d). Boleh atau tidak lawan jenis (pacar) masuk kamar.
Sebagian besar responden (80 %) yang tinggal di rumah kos tanpa induk semang menyatakan bahwa di kos mereka memperbolehkan pacar untuk masuk ke kamar. Berbeda halnya dengan rumah kos dengan induk semang, kurang dari separuh responden (45%) menyatakan di kosnya memperbolehkan pacar untuk masuk ke kamar. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pada rumah kos dengan induk semang itu cenderung
kurang memperbolehkan pacar untuk masuk ke kamar. Sementara pada rumah kos tanpa induk semang ini cenderung lebih memperbolehkan pacar untuk masuk ke kamar kos.