BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
E. Metode dan Alat Pengumpulan Data
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah penyebaran skala untuk diisi oleh subjek. Alat yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah satu buah skala yaitu skala perilaku seksual.
Skala Perilaku Seksual Remaja disusun penulis berdasarkan tahapan perilaku seksual menurut Sarwono dan Diagram Group (dalam Triana, 2006). Skala ini terdiri 37 aitem yang mengacu pada tahapan perilaku seksual dan berdasarkan pemilihan yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Dalam skala ini, subjek diminta untuk merespon pernyataan- pernyataan tentang suatu objek. Dalam hal ini objek skala adalah perilaku seksual remaja. Butir- butir pernyataan ini dianalisis menggunakan metode penskalaan Likert’s atau metode rating yang dijumlahkan (Summated Rating), yaitu metode penskalaan sikap yang menggunakan distribusi respon sebagai dasar penentuan nilai skalanya (Azwar, 1999).
Jawaban subjek dinyatakan dalam empat kategori yaitu Selalu (S), Sering (S), Jarang (J), dan Tidak Pernah (TD). Pemberian skor untuk jawaban Selalu adalah 4, untuk jawaban Sering adalah 3, untuk jawaban Jarang adalah 2 dan untuk jawaban Tidak Pernah adalah 1. Item- item pernyataan disusun berdasarkan tahapan perilaku seksual tersebut.
Skor untuk tiap item dalam skala dijumlahkan sehingga menjadi skor total. Semakin tinggi skor total skala Perilaku Seksual Remaja yang dimiliki subjek, maka menunjukkan semakin tinggi perilaku seksual yang dimiliki oleh subjek tersebut dan sebaliknya skor yang rendah menunjukkan bahwa subjek memiliki perilaku seksual yang rendah.
Dalam penelitian ini digunakan pembobotan untuk setiap aitem. Hal ini dikarenakan skala disusun berdasarkan tahapan perilaku seksual yang terdiri dari segala bentuk aktivitas seks dan intensi yang berbeda. Seperti misalnya, menyentuh jari atau tangan pacar berbeda dengan mencium rambut pacar sehingga pembobotan ini diperlukan untuk menilai setiap aitemnya.
Untuk pembobotan ini, peneliti menggunakan penilaian dengan cara inter rater. Inter rater yaitu dua orang atau lebih yang memberikan penilaian tentang objek yang ditanyakan untuk dianalisis dan diklasifikasikan (Ariyani, 2007). Pada inter rater ini, peneliti mengumpulkan sepuluh rater untuk mengisi skala dan memberi petunjuk untuk memberikan nilai skor pada setiap penyataan dengan bobot yang sesuai dengan tingkatannya.
Skala ini terdiri dari 37 pernyataan, kemudian para rater harus memberi penilaian berdasarkan jumlah keseluruhan pernyataan, yaitu dari nilai 1 - 37.
29
Masing – masing pernyataan tidak boleh mempunyai nilai bobot yang sama, jadi nilainya harus urut dari angka 1 sampai 37. Untuk hasil total nilai bobot dihitung dari jumlah skor dari sepuluh rater per tiap aitem kemudian dijumlahkan dan hasilnya dibagi dengan jumlah rater sehingga menjadi skor bobot per aitem.
Berikut ini hasil yang disertakan dari penilaian dengan cara rater dan akan digunakan sebagai blue print dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Blue Print Skala Perilaku Seksual Remaja
Aspek No .
Item
Bobot
Mencuri pandang ke arah bagian seksual pacar saat di kos. 1 9
Menyentuh jari atau tangan pacar saat di kos. 2 2
Saling berpegangan tangan dengan pacar saat di kos. 3 3,5
Duduk berdampingan dengan pacar dan berduaan saja saat di kos. 4 2,5
Duduk berdampingan dengan pacar dan saling merapatkan diri saat di kos.
5 4,5 Merangkul bahu pacar, serta tubuh pacar lebih didekatkan saat di kos. 6 6,6 Dirangkul bahu oleh pacar, serta tubuh pacar lebih didekatkan saat di
kos.
7 7
Merangkul pinggang pacar dan tubuh pacar dirapatkan saat di kos. 8 8,7
Dirangkul pinggang oleh pacar dan tubuh pacar dirapatkan saat di kos. 9 8,9
Mencium rambut pacar saat di kos. 10 10,.3
Dicium rambut oleh pacar saat di kos. 11 10,1
Mencium kening pacar saat di kos. 12 11,6
Dicium kening oleh pacar saat di kos. 13 11,6
Mencium pipi pacar saat di kos. 14 14
Dicium pipi oleh pacar saat di kos. 15 13,8
Mencium bibir pacar saat di kos. 16 16,7
Dicium bibir oleh pacar saat di kos. 17 16,7
Mencium leher pacar saat di kos. 18 19,2
Dicium leher oleh pacar saat di kos. 19 19
Saling berpelukan dengan pacar saat di kos. 20 17,3
Berciuman bibir sambil berpelukan dengan pacar saat di kos. 21 21,3
Meraba tubuh pacar dari luar pakaian saat di kos. 22 22,4
Diraba tubuh oleh pacar dari luar pakaian saat di kos. 23 22,2
Meraba tubuh pacar dari dalam pakaian saat di kos. 24 24,6
Mencium sebagian besar tubuh pacar dari luar pakaian saat di kos. 26 26,6 Dicium sebagian besar tubuh oleh pacar dari luar pakaian saat di kos. 27 26,4
Mencium sebagian besar tubuh pacar dari dalam pakaian saat di kos. 28 28,6
Dicium sebagian besar tubuh oleh pacar dari dalam pakaian saat di kos. 29 28,6 Saling menempelkan alat kelamin dengan pacar saat di kos. (masih
menggunakan pakaian)
30 30,2 Saling menempelkan alat kelamin dengan pacar saat di kos. (tanpa
menggunakan pakaian)
31 31,2 Saling menggesek - gesekkan alat kelamin dengan pacar saat di
kos.(masih menggunakan pakaian)
32 32,2 Saling menggesek - gesekkan alat kelamin dengan pacar saat di kos.
(tanpa menggunakan pakaian)
33 33,2
Melakukan masturbasi sendiri saat di kos. 34 30,3
Saling memasturbasi dengan pacar saat di kos. 35 35
Melakukan oral seks dengan pacar saat di kos. 36 36
Melakukan hubungan seksual (bersanggama) dengan pacar saat di kos. 37 37
Selain itu, dalam penelitian ini juga ditambahkan pertanyaan yang berkaitan dengan kehadiran lawan jenis di dalam kos. Pertanyaan yang disertakan ini berhubungan dengan aturan dan fasilitas yang berkaitan dengan kehadiran lawan jenis di dalam kos sehingga dari pertanyaan ini dapat terlihat bagaimana perbedaan antara rumah kos dengan induk semang dan rumah kos tanpa induk semang.
Pelaksanaan uji coba alat ukur dimulai pada tanggal 19 – 26 Desember 2007. Dalam jangka waktu tersebut peneliti mulai membagikan skala kepada subjek di beberapa tempat kos. Subjek uji coba ini adalah remaja pria dan wanita yang berusia 18 - 21 tahun dan yang tinggal di kos. Total subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 60 orang.
31
F. Pengujian Instrumen Penelitian