BAB IV.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Analisis Data
Analisis deskriptif dalam penelitian ini untuk merumuskan dan menginterpretasikan hasil penelitian berupa identitas responden dan deskriptif variabel.
4.2.1 Hasil Analisis Karakteristik Responden
Berikut ini adalah mengenai karakteristik responden yang berjumlah 66 orang, di distribusikan sebagai berikut :
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Umur (tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)
20 – 30 tahun 11 16,7
30 – 40 tahun 24 36,4
40 – 50 tahun 31 46,9
Jumlah 66 orang 100
Sumber : Data Primer diolah, (2013)
Pada Tabel 4.1 dapat dilihat karakteristik responden berdasarkan mayoritas berumur 40-50 tahun yaitu 46,9% dan minoritas berumur antara 20-30 tahun yaitu 16,7%. Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja di PT. Tales Inti Sawit mayoritas karyawannya berumur 40-50 tahun. Dengan umur karyawan yang mencapai 40-50 tahun bisa dipastikan mereka lebih memiliki banyak pengalaman serta keahlian dalam bekerja, dan mereka bisa mengantisipasi keselamatan dan kesehatan dalam bekerja, serta dapat meningkatkan prestasi kerja mereka dengan keterampilan dan keahlian yang mereka miliki.
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah %
Laki-laki 66 100
Perempuan 0 0
Jumlah 66 orang 100
Sumber : Data Primer diolah, (2013)
Pada Tabel 4.2 dapat dilihat karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin seluruhnya berjenis kelamin laki-laki yaitu 100%, karena PT. Tales Inti Sawit ini bekerja di bidang pengolahan minyak kelapa sawit yang pada bagian produksi sampai pemanenan kelapa sawit dilakukan oleh pekerja laki-laki, sehingga seluruh karyawan yang bekerja dibagian produksi pengolahan kelapa sawit mayoritas laki-laki.
4.2.2 Hasil Analisis Deskriptif
a. Hasil Jawaban Responden Terhadap Kesehatan Kerja Tabel 4.3
Distribusi Jawaban Responden Tentang Kesehatan Kerja
Pernyataan SS S KS TS STS Jumlah f % f % F % F % f % Di perusahaan saudara tersedia klinik kesehatan 10 15,2 28 42,4 22 33,3 6 9,1 0 0 66 Perusahaan memberikan asuransi kesehatan kepada setiap karyawan 10 15,2 26 39,4 27 40,9 3 4,5 0 0 66 Tersedia apotik di perusahaan tempat anda bekerja 15 22,7 26 39,4 19 28,8 3 4,5 3 4,5 66 Kelengkapan obat cukup tersedia di perusahaan 11 16 25 37,9 19 28,8 8 12,1 3 4,5 66
1. Berdasarkan hasil dari jawaban 66 responden yang menyatakan bahwa di perusahaan tersedia klinik kesehatan paling banyak menyatakan setuju 42,4% dan paling sedikit menyatakan tidak setuju 9,1%, karena setiap perusahaan yang bergerak dibidang perindustrian maupun pengolahan biasanya menyediakan klinik bagi karyawannya, hal ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan dalam bekerja, sehingga kegiatan suatu perusahaan berjalan dan berlangsung dengan baik yang didukung dengan kondisi karyawan yang baik. Karyawan yang menyatakan tidak setuju klinik tersedia di dalam perusahaan karena karyawan tidak mengetahui ataupun karyawan tidak peduli dengan kesehatannya didalam perusahaan.
2. Hasil dari jawaban 66 responden yang menyatakan tentang perusahaan memberikan asuransi kesehatan kepada setiap karyawan paling banyak menyatakan kurang setuju 40,9% dan paling sedikit menyatakan tidak setuju 4,5%, hal ini menunjukkan bahwa asuransi kesehatan dalam perusahaan belum begitu berjalan dengan baik dengan hasil survei bahwa karyawan kurang setuju dengan adanya asuransi kesehatan, meskipun sebenarnya asuransi kesehatan itu sangat penting didalam suatu perusahaan. 3. Jawaban dari 66 responden yang menyatakan tentang tersedia apotik di
perusahaan tempat anda bekerja paling banyak menyatakan setuju 39,4% dan paling sedikit menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju masing-masing 4,5%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ketersediaan apotik di tempat kerja sangat menguntungkan karyawan, karena dengan adanya apotik di tempat kerja karyawan tidak perlu membeli
obat diluar apabila tiba-tiba ada karyawan yang mengalami sakit ringan seperti batuk dan pusing, jadi ketersediaan apotik di dalam suatu perusahaan sangat mendukung berlangsungnya kenyamanan dalam bekerja.
4. Berdasarkan dari jawaban 66 responden yang menyatakan tentang kelengkapan obat cukup tersedia di perusahaan paling banyak menyatakan setuju 37,9% dan paling sedikit menyatakan sangat tidak setuju 4,5%, karena kelengkapan persediaan obat sangat dibutuhkan apabila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja pada karyawan, maka dengan kelengkapan obat tersebutlah merupakan pertolongan pertama yang dilakukan sebelum karyawan dibawa ke Rumah Sakit maupun klinik terdekat.
b. Hasil Jawaban Responden Terhadap Keselamatan Kerja Tabel 4.4
Distribusi Jawaban Responden Mengenai Keselamatan Kerja
Pernyataan SS S KS TS STS Jumlah f % F % F % f % f % Peralatan kerja di perusahaan cukup aman digunakan 5 7,6 26 39,4 25 37,9 9 13,6 1 1,5 66 Dalam bekerja karyawan selalu mengenakan alat pelindung diri 4 6,1 16 24,2 35 53,0 7 10,6 4 6,1 66 Lingkungan kerja merupakan lingkungan yang sehat 3 4,5 26 39,4 31 47,0 6 9,1 0 0 66 Karyawan merasa nyaman di lingkungan kerja 7 10,6 9 13,6 22 33,3 25 37,9 3 4,5 66
1. Berdasarkan dari jawaban 66 responden yang menyatakan tentang peralatan kerja di perusahaan cukup aman digunakan paling banyak menyatakan setuju 39,4% dan paling sedikit menyatakan sangat tidak setuju 1,5%, karena peralatan kerja karyawan merupakan yang utama dalam bekerja, tanpa peralatan karyawan tidak akan dapat bekerja, selain itu peralatan merupakan alat pendukung yang penting didalam bekerja, dengan peralatan yang aman, maka pekerjaan yang dilakukan akan nyaman.
2. Hasil jawaban dari 66 responden yang menyatakan dalam bekerja karyawan selalu mengenakan alat pelindung diri paling banyak menyatakan kurang setuju 53,0% dan paling sedikit menyatakan sangat setuju dan sangat tidak setuju masing-masing 6,1%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kurangnya kesadaran karyawan dalam mengenakan alat pelindung dalam bekerja, meskipun pada dasarnya alat pelindung pekerja merupakan alat yang akan melindungi diri karyawan di dalam bekerja.
3. Jawaban dari 66 responden yang menyatakan tentang lingkungan kerja merupakan lingkungan yang sehat paling banyak menyatakan kurang setuju 47,0% dan paling sedikit menyatakan sangat setuju 4,5%. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan bekerja belum menunjukkan lingkungan yang sehat untuk karyawan, karena berdasarkan jawaban karyawan masih sebagian kecil yang menyatakan lingkungan kerja mereka lingkungan yang sehat dan lebih besar yang menyatakan kurang setuju dengan lingkungan yang sehat.
4. Berdasarkan hasil jawaban dari 66 responden yang menyatakan tentang karyawan merasa nyaman di lingkungan kerja paling banyak menyatakan tidak setuju 37,9% dan paling sedikit menyatakan sangat tidak setuju 4,5%, hal ini menunjukkan bahwa karyawan belum merasakan kenyamanan dalam bekerja, dengan pernyataan mereka yang menjawab tidak setuju tentang karyawan merasa aman dilingkungan kerja.
c. Hasil Jawaban Responden Terhadap Motivasi Tabel 4.5
Distribusi Jawaban Responden Tentang Motivasi
Pernyataan SS S KS TS STS Jumlah f % f % F % F % F % Karyawan melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab 5 7,6 26 39,4 22 33,3 10 15,2 3 4,5 66 Kedisplinan dalam bekerja sangat di perhatikan oleh perusahaan 4 6,1 19 28,8 31 47,0 10 15,2 2 3,0 66 Insentif yang diberikan perusahaan sesuai dengan yang ditetapkan 3 4,5 15 22,7 32 48,5 14 21,2 2 3,0 66 Motivasi dalam diri anda dapat menghadiahkan anda sebuah piagam yang anda peroleh dari perusahaan 3 4,5 14 21,2 28 42,4 14 21,2 7 10,6 66
Sumber : Data Primer diolah, (2013)
1. Berdasarkan hasil dari jawaban 66 responden yang menyatakan tentang karyawan melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab paling
banyak menyatakan setuju 39,4% dan paling sedikit menyatakan sangat tidak setuju 4,5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam bekerja, sehingga karyawan dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan hasil yang maksimal.
2. Jawaban dari 66 responden yang menyatakan tentang kedisplinan dalam bekerja sangat di perhatikan oleh perusahaan paling banyak menyatakan kurang setuju 47,0% dan paling sedikit menyatakan sangat tidak setuju 3,0%, hal ini menunjukkan bahwa kurangnya tingkat kesadaran karyawan dalam kedisiplinan, selain itu karyawan juga belum sepenuhnya menjalankan kedisiplinan sesuai dengan peraturan perusahaan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada karyawan.
3. Berdasarkan jawaban dari 66 responden yang menyatakan tentang insentif yang diberikan perusahaan sesuai dengan yang ditetapkan paling banyak menyatakan kurang setuju 48,5% dan paling sedikit menyatakan sangat tidak setuju 3,0%, karena insentif yang dikeluarkan karyawan belum sepenuhnya berjalan dengan baik, dan sesuai dengan keinginan karyawan sebagaimana mestinya.
4. Jawaban hasil dari 66 responden yang menyatakan tentang motivasi dalam diri dapat dihadiahkan dengan sebuah piagam yang diperoleh dari perusahaan paling banyak menyatakan kurang setuju 21,2% dan paling sedikit menyatakan sangat setuju 4,5%. Berdasarkan hasil survei motivasi dalam diri hanya dirasakan puas setelah karyawan merasa mampu melakukan
suatu pekerjaan sesuai dengan keinginan hatinya, dibandingkan motivasi dalam dirinya dihadiahkan dengan sebuah piagam, meskipun piagam itu diberikan langsung oleh perusahaan kepada dirinya.
d. Hasil Jawaban Responden Terhadap Prestasi Kerja Tabel 4.6
Distribusi Jawaban Responden Tentang Prestasi Kerja
Pernyataan SS S KS TS STS Jumlah f % f % F % f % f % Keahlian kerja karyawan dapat menciptakan prestasi kerja yang baik 8 12,1 41 62,1 16 24,2 1 1,5 0 0 66 Hasil produksi yang memuaskan dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan 11 16,7 44 66,7 10 15,2 1 1,5 0 0 66 Hasil produksi yang baik dihasilkan dari pemilihan TBS yang suda h disortir 15 22,7 39 59,1 11 16,7 1 1,5 0 0 66 Target pencapaian hasil sudah sesuai dengan tujuan perusahaan 18 27,3 36 54,5 8 12,1 4 6,1 0 0 66
Sumber : Data Primer diolah, (2013)
1. Hasil dari jawaban 66 responden yang menyatakan tentang keahlian kerja karyawan dapat menciptakan prestasi kerja yang baik paling banyak menyatakan setuju 62,1% dan paling sedikit menyatakan tidak setuju 1,5%.
keahlian yang dimiliki karyawan, sehingga hasil produksi yang dihasilkan dapat sesuai dengan terget yang ditentukan oleh perusahaan.
2. Berdasarkan dari jawaban 66 responden yang menyatakan tentang hasil produksi yang memuaskan dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan paling banyak menyatakan setuju 66,7% dan paling sedikit menyatakan tidak setuju 1,5%, karena pada hakekatnya hasil produksi perusahaan yang akan menentukan tingkat prestasi karyawan, hal ini dapat terlihat dengan meningkatnya hasil produksi akan meningkatkan insentif karyawan, dengan meningkatnya insentif yang diberikan maka akan meningkatkan prestasi kerja karyawan.
3. Hasil jawaban dari 66 responden yang menyatakan tentang hasil produksi yang baik dihasilkan dari pemilihan TBS yang sudah disortir paling banyak menyatakan setuju 59,1% dan paling sedikit menyatakan sangat tidak setuju 1,5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil TBS yang sudah disortir akan menghasilkan produksi yang bagus untuk tingkat minyak yang akan dipasarkan, sehingga harga jual akan meningkat sesuai dengan hasil produksi.
4. Jawaban dari 66 responden yang menyatakan tentang target pencapaian hasil sudah sesuai dengan tujuan perusahaan paling banyak menyatakan setuju 54,5% dan paling sedikit menyatakan tidak setuju 6,1%. Hal ini menerangkan bahwa hasil produksi yang dihasilkan perusahaan sudah sesuai dengan target pencapaian perusahaan yang akan menentukan kelangsungan perkembangan perusahaan dengan pencapaian target yang maksimal.
4.3 Uji Asumsi Klasik 4.3.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi berdistribusi normal, Uji normalitas dapat dilakukan dengan analisis grafik dilihat dari titik-titik yang menyebar di sekitar garis diagonal yakni distribusi data dengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut tidak melenceng ke kiri atau melenceng ke kanan, Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan kolmogorv-smirnov, Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% (0,05) naka jika nilai Asymp Sig, (2-tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variabel residual berdistribusi normal
Sumber : Data Primer Diolah, (2013)
Gambar 4.2 Histogram
Sumber : Data primer diolah, (2013)
Gambar 4.3 : Pengujian Normalitas P-P Plot
Gambar 4.3 dapat diketahui bahwa variabel berdistribusi normal, hal ini ditunjukkan oleh data tersebut tidak melenceng ke kiri atau ke kanan, sedangkan pada Gambar 4.3 memperlihatkan titik-titik yang mengikuti data di sepanjang garis diagonal, hal ini berarti data berdistribusi normal, Namun untuk lebih memastikan bahwa data di sepanjang garis diagonal berdistribusi normal maka dilakukan uji kolmogorv-sminorv.
Tabel 4.7
Uji Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual N 66 Normal Parametersa,,b Mean .0000000 Std. Deviation 1.03036968 Most Extreme Differences Absolute .087 Positive .087 Negative -.072 Kolmogorov-Smirnov Z .709
Asymp. Sig. (2-tailed) .697
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Sumber : Data Primer diolah, (2013)
Berdasarkan Tabel 4.7 terlihat bahwa nilai Asymp.Sig (2-tailed) adalah 0,697 dan di atas nilai signifikan (0,05), hal ini menunjukkan bahwa variabel residua l berdistribusi normal.
4.3.2 Uji Multikolinieritas
Gejala multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya nilai Tolerance dan
VIF (Variance Inflation Factor), Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya, Tolerance
adalah mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan variabel independen lainnya. Nilai yang dipakai untuk Tolerance > 0,1, dan VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinieritas.
Tabel 4.8 Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1.457 1.329 1.097 .277
kesehatan .612 .077 .594 7.937 .000 .846 1.181 keselamatan .332 .067 .369 4.928 .000 .845 1.183
motivasi .172 .072 .165 2.385 .020 .994 1.006
a. Dependent Variable: prestasi
Sumber : Data primer diolah (2013)
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat terlihat bahwa jika hasil korelasi antara variabel independen di bawah 0,9 maka antara variabel tersebut tidak terjadi multikolinearitas, Selain itu dapat juga diketahui dari persamaan regresi di peroleh nilai tolarance > 0,1 dan nilai VIF < 5, artinya pada nilai tolerance dan VIF untuk indikator kesehatan, keselamatan dan motivasi tidak terjadi multikolinearitas. Gambar 4.4 hasil uji multikolinearitas dapat dilihat sebagai berikut :
Sumber : Data primer diolah, (2013)
Gambar 4.4 Pengujian Multikolinearitas
4.3.3 Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas menggunakan uji Gleijser dapat dilihat pada tabel hasil di bawah ini :
Tabel 4.9 Hasil Uji Gleijser
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1.327 .792 1.675 .099
kesehatan .048 .046 .138 1.035 .305 .846 1.181 keselamatan -.010 .040 -.034 -.254 .800 .845 1.183 motivasi -.081 .043 -.231 -1.879 .065 .994 1.006 a. Dependent Variable: Absut
Sumber : Data primer diolah (2013)
Pengambilan keputusan pada uji gleijser yaitu bahwa jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel independen, maka ada indikasi terjadi heterokedisitas, Jika variabel independen tidak signifikan terhadap variabel absut (diatas tingkat kepercayaan > 0,05), maka dalam model regresi tidak mengarah pada heteroskedastisitas, Pada tabel 4.9 terlihat bahwa untuk kesehatan kerja nilai probabilitas (sig) = 0,305, keselamatan kerja nilai probabilitas (sig) = 0,800 dan motivasi nilai probabilitas (sig) = 0,065 artinya semua variabel independen mempunyai nilai sig > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa antara variabel independen dan dependen tidak terjadi heteroskedasitas.
4.3.4 Uji Autokorelasi Tabel 4.10 Uji Autokorelasi Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea -.17595
Cases < Test Value 32
Cases >= Test Value 34
Total Cases 66
Number of Runs 32
Z -.489
Asymp. Sig. (2-tailed) .625
a. Median
Sumber : Data primer diolah (2013)
Hasil pada Tabel 4.10 menunjukkan bahwa diketahui nilai test sebesar -0,17595 dengan nilai asymp.sig 2 tailed (probabilitas = 0,625), yang berarti hipotesis nol di terima, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual random atau tidak terjadi autokorelasi antara nilai residual.
4.3.5 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (kesehatan kerja, keselamatan kerja dan motivasi) terhadap variabel terikat (prestasi kerja). Analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 17,0 for windows dengan menggunakan metode enter. Metode enter digunakan untuk analisis regresi agar dapat mengetahui apakah variabel bebas mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat. Seluruh variabel akan dimasukkan ke dalam analisis untuk dapat diketahui apakah variabel bebas mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat.
Tabel 4.11 Variables Entered/Removed
Model Variables Entered
Variables Removed Method 1 kesehatana keselamatan, motivasi, . Enter
a. All requested variables entered. Sumber : Data primer diolah, (2013)
Berdasarkan Tabel 4.11 (Variabel Entered/removedb) menunjukkan hasil analisis statistik tiap indikator sebagai berikut :
Tabel 4.12
Uji Regresi Linier Tiap Indikator Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.457 1.329 1.097 .277 kesehatan .612 .077 .594 7.937 .000 keselamatan .332 .067 .369 4.928 .000 motivasi .172 .072 .165 2.385 .020
a. Dependent Variable: prestasi
a. Variabel yang dimasukkan ke dalam persamaan adalah variabel bebas yaitu (X1, X2, dan X3).
b. Tidak ada variabel bebas yang dikeluarkan (removed).
c. Metode yang digunakan untuk memasukkan data yaitu metode enter. Analisis regresi berganda dirumuskan sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3+ e
Sebelum nilai a (konstanta), nilai b1, b2, b3, dan b4, dimasukkan ke dalam persamaan, terlebih dahulu dilakukan analisis determinan, uji F, dan uji t dari hasil pengolahan regresi linear berganda.
4.3.6 Pengujian Hipotesis
1) Uji Signifikan Simultan (Uji-F)
Uji F dilakukan untuk menguji apakah variabel pengaruh variabel independen (kesehatan kerja, keselamatan kerja dan motivasi) secara bersama-sama atau simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja, Model hipotesis yang digunakan dalam Uji F ini adalah sebagai berikut:
H0 : b1 = b2 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas terdiri dari (kesehatan kerja, keselamatan kerja dan motivasi) terhadap prestasi kerja (Y).
H0 : b1 ≠ b2 ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas yang terdiri (kesehatan kerja, keselamatan kerja dan motivasi) terhadap prestasi kerja (Y).
Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut: df (pembilang) = k-1 = 3
df (penyebut) = n-k = 63 Keterangan:
n = jumlah sampel penelitian = 66 k = jumlah variabel bebas dan terikat = 4
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) adalah 66 dan jumlah keseluruhan variabel (k) adalah 4, sehingga diperoleh:
Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (k-1) ; (n-k) 1) df (pembilang) = k-1 df (pembilang) = 4-1 =3
2) df (penyebut) = n-k df (penyebut) = 66 - 3 = 63 Maka : F tabel 0,05 (3;66) = 2,73
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan software SPSS 17 for Windows, kemudian akan dibandingkan dengan nilai Ftabel pada tingkat α = 5%, dengan kriteria uji sebagai berikut:
H0 diterima bila Fhitung < Ftabelpada α =5% H0 ditolak bila Fhitung > Ftabelpada α = 5%
Tabel 4.13 Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 166.022 3 55.341 49.721 .000a
Residual 69.008 62 1.113
Total 235.030 65
a. Predictors: (Constant), motivasi, keselamatan, kesehatan b. Dependent Variable: prestasi
Sumber : Data Primer diolah, (2013)
Berdasarkan Tabel 4.13 dilihat nilai Fhitung sebesar 49,721 dan Ftabel
sebesar 2,73 sehingga Fhitung > Ftabel ( 49,721 > 2,73 ) pada α = 5%, Sehingga disimpulkan bahwa variabel independen (kesehatan kerja, keselamatan kerja dan motivasi) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi kerja (Y) pada hasil uji F yang dilakukan.
2) Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel bebas yang terdiri dari variabel pengaruh (kesehatan kerja, keselamatan kerja dan motivasi) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi kerja (Y).
Model hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut :
H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0, artinya variabel bebas yang terdiri dari kesehatan kerja, keselamatan kerja dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi kerja (Y)
H0 : b1 ≠ b2 ≠ b3≠ b4 ≠ 0, artinya variabel bebas secara parsial berpengaruh positif terhadap kesehatan kerja, keselamatan kerja dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi kerja (Y).
Kriteria pengambilan keputusan :
Ho diterima jika thitung < t tabel pada α = 5% Ho ditolak jika thitung > t tabel pada α = 5 Hasil pengujian adalah :
Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k) n = jumlah sampel , n = 66
k = jumlah variabel yang digunakan, k = 4 Derajat bebas pembilang (df) =( k-1) = 4-1 = 3 Derajat bebas penyebut (df) = (n-k) = 66 – 3 = 63
Uji t yang dilakukan adalah uji dua arah, maka t tabel yang digunakan adalah t0,05 (63) = 1,972
Tabel 4.14
Hasil Uji t Pada Tiap Indikator Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.457 1.329 1.097 .277 keselamatan .612 .077 .594 7.937 .000 kesehatan .332 .067 .369 4.928 .000 motivasi .172 .072 .165 2.385 .020
a. Dependent Variable: prestasi
Sumber : Data Primer diolah, (2013)
Variabel independen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pretsasi kerja hal ini terlihat dari nilai signifikan untuk keselamatan kerja (p= 0,000), untuk kesehatan kerja (p = 0,000) dan motivasi (p = 0,020). Keseluruhan variabel tersebut lebih kecil dari 0,050,
Berdasarkan Tabel 4.14 di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Variabel keselamatan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi kerja, hal ini terlihat dari nilai signifikan untuk keselamatan kerja (p = 0,000) lebih kecil dari 0,050, Nilai t hitung (7,937) > t tabel (1,972) artinya jika ditingkatkan variabel keselamatan kerja maka prestasi kerja (Y) akan meningkat. Selanjutnya sama untuk variabel kesehatan kerja dan motivasi. 2. Konstanta sebesar 1,457 artinya walaupun variabel bebas bernilai nol maka
prestasi kerja sebesar 1,457.
3. Berdasarkan hasil uji t maka variabel yang paling dominan mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah keselamatan kerja dengan nilai thitung sebesar 7,937.
3) Pengujian Koefisien Determinasi (R2)
Determinan ( 2
R ) pada intinya mengukur proporsi atau persentase sumbangan variabel bebas yaitu variabel terhadap variasi naik turunnya variabel terikat insentif, kepemimpinan, lingkungan dan motivasi atau prestasi kerja (Y) secara bersama-sama, dimana: 0≤R2≤1
Tabel 4.15
Hasil Uji Determinasi Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .840a .706 .692 1.055
a. Predictors: (Constant), motivasi, keselamatan, kesehatan Sumber : Data primer diolah (2013)
Keterangan Tabel 4.15:
a. R = 0,840 berarti hubungan (relation) antara variabel kesehatan kerja keselamatan kerja dan motivasi terhadap prestasi kerja sebesar 84,0% yang artinya mempunyai hubungan yang erat.
b. Nilai R Square sebesar 0,706 artinya kesehatan kerja keselamatan kerja dan motivasi mempengaruhi prestasi kerja sebesar 70,6% dan sisanya 29,4 % dapat dijelaskan oleh faktor- faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.