• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perilaku Prososial

METODE PENELITIAN

3. Skala kecerdasan emosi

4.2 Hasil Analisis Deskriptif

Hasil analisis deskriptif adalah hasil yang memberikan gambaran data penelitian. Dalam hasil analisis deskriptif ini akan disajikan maksimum, minimum, mean dan standar deviasi variabel serta kategorisasi tinggi dan rendahnya skor variabel penelitian. Gambaran hasil analisis deskriptif ini dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4. 2

Hasil Analisis Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Perilaku prososial 200 22.10 65.95 50.0000 9.20018

Succesess 200 23.03 66.36 50.0000 8.14916

Values 200 22.57 63.13 50.0000 7.42672

Aspirate 200 14.91 60.58 50.0000 8.26933

Defens 200 20.29 61.80 50.0000 8.96894

Mengenali emosi sendiri 200 26.88 62.13 50.0000 7.02528

Mengelola emosi 200 22.45 62.34 50.0000 7.63028

Memotivasi diri 200 18.33 61.40 50.0000 9.16507

Mengenali emosi orang lain 200 25.20 63.79 50.0000 7.88997 Keterampilan sosial 200 16.32 62.24 50.0000 8.28042 Valid N (listwise) 200

Berdasarkan data pada tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa subjek penelitian sebanyak 200 orang dengan nilai minimum dari variabel perilaku prososial adalah 22.10 dengan nilai maksimum=65.95, mean = 50,0000 dan sd = 9.20018. Kedua, successes memiliki nilai minimum= 23.03, nilai maksimum =

66.36, mean = 50.0000 dan sd =8.14916. Ketiga, values memiliki nilai minimum = 22.57 dengan nilai maksimum = 63.13, mean = 50.0000 dan sd = 7.42672. Keempat, aspirations memiliki nilai minimum = 14.91, nilai maksimum = 60.58, mean = 50.0000 dan sd = 8.26933. Kelima, defenses memiliki nilai minimum = 20.29, nilai maksimum = 61.80, mean = 50.0000 dan sd = 8.96894. Keenam, mengenali emosi diri sendiri memiliki nilai minimum = 26.88, nilai maksimum = 62.13 mean = 50,0000 dan sd = 7.02528. Ketujuh, mengelola emosi memiliki nilai minimum =22.45, nilai maksimum = 62.34, mean = 50,0000 dan sd =7.63028. Kedelapan, memotivasi diri memiliki nilai minimum =18.33, nilai maksimum =61.40, mean = 50.0000 dan sd = 9.16507. Kesembilan, mengenali emosi orang lain memiliki nilai minimum =25.20, nilai maksimum = 63.79, mean = 50.0000 dan sd =7.88997. Terakhir, keterampilan sosial memiliki nilai minimum =16.32, nilai maksimum = 62.24 mean = 50,0000 dan sd =8.28042. 4.3 Kategorisasi Skor Variabel Penelitian

Kategorisasi dalam penelitian ini dibuat menjadi dua kategori yaitu, tinggi dan rendah. Untuk mendapatkan norma kategorisasi tersebut, peneliti menggunakan pedoman sebagai berikut

Tabel 4.3 Pedoman Interpretasi Skor

Kategori Rumus

Rendah X < Mean Tinggi X ≥ Mean

Uraian mengenai gambaran kategorisasi skor variabel penelitian berdasarkan rendah dan tingginya variabel perilaku prososial disajikan pada tabel 4.4 di bawah ini.

Tabel 4.4.

Kategorisasi skor perilaku prososial

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 95 47,5 47,5 Tinggi 105 52,5 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.4 dapat dilihat bahwa 47,5% atau 95 santri memiliki perilaku prososial yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki perilaku prososial tinggi jumlahnya lebih banyak, yaitu 52,5% atau 105 santri.

Selanjutnya pada tabel 4.5 adalah variabel skor kategorisasi secara keseluruhan dari self-esteem.

Tabel 4.5.

Kategorisasi skor self-esteem

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 97 48,5 48,5 Tinggi 103 51,5 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.5 dapat dilihat bahwa 48,5% atau 97 santri memiliki kategorisasi self-esteem yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi self-esteem tinggi jumlahnya lebih banyak, yaitu 51,5% atau 103 santri.

Uraian selanjutnya, akan menjelaskan kategori skor variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel successes disajikan pada tabel 4.6 di bawah ini.

Tabel 4.6

Kategorisasi skor successes

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 98 49,0 49,0 Tinggi 102 51,0 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.6 dapat dilihat bahwa 49,0% atau 98 santri memiliki kategorisasi successes yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi successes tinggi jumlahnya lebih banyak, yaitu 51,0% atau 102 santri.

Selanjutnya, gambaran kategori skor variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel values disajikan pada tabel 4.7 di bawah ini.

Tabel 4.7

Kategorisasi skor Values

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 100 50,0 50,0 Tinggi 100 50,0 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.7 dapat dilihat bahwa santri yang memiliki kategorisasi values yang rendah sama banyaknya dengan santri yang memiliki kategorisasi values tinggi yaitu sejumlah 50,0% atau 100 santri.

Uraian mengenai gambaran kategori skor variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel aspirations disajikan pada tabel 4.8 di bawah ini.

Tabel 4.8

Kategorisasi skor aspiration

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 88 44,0 44,0 Tinggi 112 56,0 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.8 dapat dilihat bahwa 44% atau 88 santri memiliki kategorisasi aspirations yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi aspirations tinggi jumlahnya lebih banyak, yaitu 56, % atau 112 santri.

Selanjutnya, gambaran kategori skor variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel defenses disajikan pada tabel 4.9 di bawah ini.

Tabel 4.9

Kategorisasi skor defenses

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 109 54,5 54,5 Tinggi 91 45,5 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.9 dapat dilihat bahwa 54,5 % atau 109 santri memiliki kategorisasi defenses yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi defenses tinggi jumlahnya lebih sedikit, yaitu 45,5% atau 91 santri.

Tabel selanjutnya adalah uraian mengenai gambaran kategori skor variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel kecerdasan emosi disajikan pada tabel 4.10 di bawah ini.

Tabel 4.10.

Kategorisasi skor kecerdasan emosi

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 105 52,5 52,5 Tinggi 95 47,5 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.10 dapat dilihat bahwa 52,5 % atau 104 santri memiliki kategorisasi kecerdasan emosi yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi kecerdasan emosi tinggi jumlahnya lebih sedikit, yaitu 48 % atau 96 santri.

Uraian selanjutnya adalah mengenai gambaran kategori skor kategori variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel mengenali emosi diri sendiri disajikan pada tabel 4.11 di bawah ini.

Tabel 4.11

Kategorisasi skor mengenali emosi diri sendiri

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 97 48,5 48,5 Tinggi 103 51,5 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.11 dapat dilihat bahwa 48,5 % atau 97 santri memiliki kategorisasi mengenali emosi diri sendiri yang rendah.Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi mengenali emosi diri sendiri tinggi jumlahnya lebih sedikit 51, 5% atau 103 santri.

Selanjutnya, gambaran kategori skor variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel mengelola emosi sendiri disajikan pada tabel 4.12 di bawah ini.

Tabel 4.12

Kategorisasi skor untuk mengelola emosi

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 110 55,0 55,0 Tinggi 90 45,0 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.12 dapat dilihat bahwa 55 % atau 110 santri memiliki kategorisasi mengelola emosi yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi mengelola emosi tinggi jumlahnya lebih sedikit 45% atau 90 santri.

Tabel selanjutnya adalah uraian mengenai gambaran kategori skor variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel memotivasi diri disajikan pada tabel 4.13.

Tabel 4.13

Kategorisasi skor memotivasi diri

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 123 61,5 61,5 Tinggi 77 38,5 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.13 dapat dilihat bahwa 61,5 % atau 123 santri memiliki kategorisasi memotivasi diri yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi memotivasi diritinggi jumlahnya lebih sedikit 38.5 % atau 77 santri.

Uraian mengenai gambaran kategori skor variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel mengenali emosi orang lain disajikan pada tabel 4.14 di bawah ini.

Tabel 4.14

Kategorisasi skor mengenali emosi orang lain

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 102 51,0 51,0 Tinggi 98 49,0 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.14 dapat dilihat bahwa 56% atau 112 santri memiliki kategorisasi mengenali emosi orang lain yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi mengenali emosi orang lain tinggi jumlahnya lebih sedikit 44 % atau 88 santri.

Uraian mengenai gambaran kategori skor kategori variabel penelitian berdasarkan tinggi dan rendahnya variabel keterampilan sosial disajikan pada tabel 4.15 di bawah ini.

Tabel 4.15

Kategorisasi skor keterampilan sosial

Frequency Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 105 52,5 52,5 Tinggi 95 47,5 100,0 Total 200 100,0

Berdasarkan data pada tabel 4.15 dapat dilihat bahwa 52,5 % atau 105 santri memiliki kategorisasi keterampilan sosial yang rendah. Sedangkan santri yang memiliki kategorisasi keterampilan sosial tinggi jumlahnya lebih sedikit 95 % atau 47,5 santri.

4.4 Uji Hipotesis Penelitian

Selanjutnya, uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh masing-masing IV terhadap DV dalam penelitian ini, analisisnya dilakukan dengan teknik multiple regresion.

Data yang dianalisis ialah faktor skor atau true score yang diperoleh dari hasil analisis faktor. Alasan penulis menggunakan faktor skor ini ialah untuk menghindari dampak negatif dari kesalahan pengukuran.

Pada tahapan ini peneliti menguji hipotesis dengan teknik analisis regresi berganda dengan menggunakan software SPSS 16. Dalam regresi ada 3 hal yang dilihat, yaitu melihat besaran R square untuk mengetahui berapa persen (%) varians DV yang dijelaskan oleh IV, kedua apakah secara keseluruhan IV berpengaruh secara signifikan terhadap DV, kemudian terakhir melihat signifikan atau tidaknya koefisien regresi dari masing - masing IV.

Pengujian hipotesis dilakukan dilakukan dengan berapa tahapan. Langkah pertama peneliti melihat besaran R-square untuk mengetahui berapa persen (%) varians DV yang dijelaskan oleh IV.Selanjutnya untuk tabel R square, dapat dilihat pada tabel 4.16.

Tabel 4.16 Model Summary Analisis Regresi Model Summary Model

R R Square

Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate

d i m e n s i o n 0 1 .596a .355 .317 7.60103

a. Predictors: (Constant), Successes, Values, Aspirations, Defenses Mengenali emosi sendiri, memotivasidiri , mengelola emosi, mengenali emosi orang lain, keterampilan sosial,usia, jenis kelamin

Berdasarkan data pada tabel 4.16 dapat kita lihat bahwa perolehan R-square sebesar 35,5 % dijelaskan oleh IV sedangkan 64,5 % dari variabel yang lainnya. Artinya proporsi varians dari perilaku prososial yang dijelaskan oleh semua dimensi self-esteem, dimensi kecerdasan emosi, usia dan jenis kelamin dalam penelitian ini adalah sebesar 35,5%. Sedangkan 64,5% sisanya dipengaruhi

oleh variabel lain di luar penelitian ini. Langkah kedua peneliti menganalisis dampak dari seluruh independent variable terhadap perilaku prososial. Adapun hasil uji F dapat dilihat pada tabel 4.17 dibawah ini.

Tabel 4.17.

Tabel Anova Pengaruh Keseluruhan IV Terhadap DV ANOVA b

Model Sum of

Squares Df

Mean Square F Sig 1 Regression 5982.197 11 543.836 9.413 .000a

Residual 10861.820 188 57.776 Total 16844.017 199

a. Predictors: (Constant), Successes, Values, Aspirations, Defenses Mengenali emosi sendiri, memotivasi diri , mengelola emosi, mengenali emosi orang lain, keterampilan sosial,usia, jenis kelamin.

b. Dependent Variable : perilaku prososial

Berdasarkan data pada tabel 4.17 kolom ke 6 dari kiri diketahui bahwa (p<0.05) atau signifikan, maka hipotesis nol ditolak. Oleh karenanya hipotesis minor yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan seluruh independent variable terhadap perilaku perilaku prososial diterima. Artinya, ada pengaruh yang signifikan dari self-esteem (successes, values, aspirations dan defenses), kecerdasan emosi ( mengenali emosi diri sendiri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, keterampilan sosial) dan variabel demografis yaitu, usia serta jenis kelamin terhadap perilaku prososial.

Langkah terakhir adalah melihat koefisien regresi tiap independent variable. Jika nilai t> 1,96 maka koefisien regresi tersebut signifikan Hal ini menunjukkan bahwa bahwa IV tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku prososial. Adapun penyajiannya ditampilkan pada table 4.18.

Tabel 4.18 Koefisien regresi Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.097 7.361 .149 .882 Successes -.053 .087 -.047 -.606 .545 Values -.047 .086 .038 .553 .581 Aspirations .269 .082 .242 3.279 .001 Defences -.006 .076 -.006 -.077 .939 Mengenali emosi sendiri .229 .114 .175 2.005 .046 Mengelola emosi .080 .091 .066 .873 .384 Memotivasi diri .071 .074 .071 .958 .340 Mengenali emosi orang lain -.034 .083 -.029 -.411 .682 Keterampilan sosial .237 .088 .213 2.702 .008 Usia .227 .329 .041 .691 .491 Jenis kelamin 2.525 1.168 .136 2.161 .032 a. Depent variabel : perilaku prososial

Berdasarkan koefisien regresi pada tabel 4.18 dapat disampaikan persamaan regresi sebagai berikut, dengan tanda (*) yang artinya signifikan: Perilaku prososial = 1.097 - 0.047 sukses – 0.038 values + 0.242

*aspirations - 0.006 defenses + 0.175 *mengenali emosi diri sendiri + 0.066 mengelola emosi + 0.071 memotivasi diri sendiri – 0.029

mengenali emosi orang lain + 0.213

*keterampilan sosial +0.041 usia + 0.136 *jenis kelamin

Berdasarkan data pada tabel 4.18, untuk melihat signifikan atau tidaknya koefisien regresi yang dihasilkan, kita cukup melihat nilai signifikan pada kolom yang paling kanan (kolom ke-6) jika P < 0.05, maka koefisien regresi yang dihasilkan signifikan pengaruhnya terhadap perilaku prososial dan sebaliknya. Dari hasil di atas, koefisien regresi dari aspirations, mengenali emosi sendiri, keterampilan sosial dan jenis kelamin dikatakan memiliki pengaruh yang signifikan sedangkan sisa lainnya tidak signifikan.

Hal ini berarti bahwa dari sebelas independent variable hanya empat yang signifikan yaitu aspirations, mengenali emosi sendiri, keterampilan sosial dan jenis kelamin. Penjelasan dari nilai koefisien regresi yang diperoleh pada masing-masing IV adalah sebagai berikut:

1. Variabel successes : Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0.047 dengan signifikansi sebesar 0.545 (p >0.05). Hal ini menunjukkan bahwa successess tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial.

2. Variabel values: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar + 0.038dengan signifikansi sebesar 0.581 (p >0.05). Hal ini menunjukkan bahwa values tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial.

3. Variabel aspirations: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar + 0.242 dengan signifikansi sebesar 0.001 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa asprations memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku prososial. Dapat disimpulkan, semakin tinggi aspirations maka semakin tinggi perilaku prososial.

4. Variabel defenses: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar - 0.006 dengan siginifikansi sebesar 0.939 (p>0.05). Hal ini menunjukkan bahwa defenses tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial.

5. Variabel mengenali emosi diri sendiri: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar + 0.175 dengan signifikansi sebesar 0.046 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa mengenali emosi diri sendiri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial. Dapat disimpulkan, semakin tinggi aspirations maka semakin tinggi perilaku prososial.

6. Variabel mengelola emosi: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar + 0.066 dengan signifikansi sebesar 0.384 (p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa mengelola emosi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial.

7. Variabel memotivasi diri: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar + 0.071 dengan signifikansi sebesar 0.340 (p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa memotivasi diri tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial.

8. Variabel mengenali emosi orang lain : Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0.029 dengan signifikansi sebesar 0.682 (p>0.05). Hal ini menunjukkan bahwa mengenali emosi orang lain tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial.

9. Variabel keterampilan sosial: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar + 0.213 dengan signifikansi sebesar 0.008 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan sosial memiliki pengaruh positif yang signifikan

terhadap perilaku prososial. Dapat disimpulkan, semakin tinggi keterampilan sosial maka semakin tinggi perilaku prososial.

10.Variabel usia: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar + 0.041 dengan signifikansi sebesar 0.491 (p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa usia tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial.

11.Variabel jenis kelamin: Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar + 0.136 dengan signifikansi sebesar 0.032 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial.

Dokumen terkait