• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Hasil Uji Instrumen Penelitian 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif 1.Hasil Uji Statistik Deskriptif

4. Hasil Analisis Data

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan model analisis

regresi berganda (multiple regression analysis), yaitu:

a. Uji Koefisien Determinasi

Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa

besar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen.

Tabel 4.11

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .727a .529 .509 4.01321

a. Predictors: (Constant), TPNG, TIND, TAKT b. Dependent Variable: TKA

Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.11 menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,509 atau 50,9%, ini menunjukkan bahwa variabel kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer yang dapat dijelaskan oleh variabel akuntabilitas, independensi serta pengalaman adalah sebesar 50,9%, sedangkan sisanya sebesar 0,401 atau 40,1% (1-0,509) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini. Faktor lain yang dapat mempengaruhi

diantaranya keahlian, pengetahuan dalam bidang teknologi, keterlibatan komite audit, dan lain-lain.

b. Hasil Uji Statistik t

Uji statistik t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya

pengaruh masing-masing variabel independen secara individual

terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05.

Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.12, jika nilai probability t

lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0, sedangkan jika

nilai probability t lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan menolak

Ha.

Tabel 4.12 Hasil Uji Statistik t

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 32.866 6.398 5.137 .000 TAKT .387 .095 .415 4.075 .000 TIND .683 .166 .411 4.110 .000 TPNG .200 .495 .034 .403 .688

a. Dependent Variable: TKA

Hasil Uji Hipotesis 1: Pengaruh akuntabilitas terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer.

Hasil uji hipotesis 1 dapat dilihat pada tabel 4.12, variabel

akuntabilitas mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hal ini

berarti menerima Ha1 sehingga dapat dikatakan bahwa akuntabilitas

berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit pada klien yang

menerapkan sistem informasi berbasis komputer karena tingkat

signifikansi yang dimiliki variabel akuntabilitas lebih kecil dari 0,05.

Hasil Uji Hipotesis 2: Pengaruh independensi terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer.

Hasil uji hipotesis 2 dapat dilihat pada tabel 4.12, variabel

independensi mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hal ini

berarti menerima Ha2 sehingga dapat dikatakan bahwa independensi

berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit pada klien yang

menerapkan sistem informasi berbasis komputer karena tingkat

signifikansi yang dimiliki variabel independensi lebih kecil dari 0,05.

Hasil Uji Hipotesis 3: Pengaruh pengalaman terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer.

Hasil uji hipotesis 3 dapat dilihat pada tabel 4.12, variabel pengalaman mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,688. Hal ini berarti menolak

Ha3 sehingga dapat dikatakan bahwa pengalaman tidak berpengaruh

secara signifikan terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan

sistem informasi berbasis komputer karena tingkat signifikansi yang

dimiliki variabel pengalaman lebih besar dari 0,05.

Berdasarkan tabel 4.12, maka diperoleh model persamaan

regresi sebagai berikut.

Keterangan:

Y = Kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer

X Akuntabilitas

X Independensi

X Pengalaman

Error

c. Hasil Uji Statistik F

Uji statistik F digunakan untuk mengetahui pengaruh semua

variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara

bersama-sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat

signifikan 0,05. Hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel 4.13, jika

nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak

H0, sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka H0

diterima dan menolak Ha.

Tabel 4.13 Hasil Uji Statistik F

Hasil Uji Hipotesis 4: Pengaruh akuntabilitas, independensi serta pengalaman terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer.

Hasil uji hipotesis 4 dapat dilihat pada tabel 4.13 nilai F diperoleh

sebesar 26.190 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat

signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ha4 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa akuntabilitas, independensi serta pengalaman

berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer.

ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 1265.453 3 421.818 26.190 .000a

Residual 1127.412 70 16.106

Total 2392.865 73

a. Predictors: (Constant), TPNG, TIND, TAKT b. Dependent Variable: TKA

C. Pembahasan

1. Pengaruh akuntabilitas terhadap kualitas audit pada klien yang

menerapkan sistem informasi berbasis komputer

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel

akuntabilitas 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa

akuntabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit pada

klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Hal ini

menunjukkan bahwa rasa pertanggungjawaban dan motivasi auditor

terhadap semua tindakan dan keputusan yang diambil dalam

melaksanakan audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer dapat meningkatkan kualitas audit. Walaupun

pengolahan data secara elektronik, auditor dalam melaksanakan audit

harus memiliki akuntabilitas yang tinggi karena dapat meningkatkan

kualitas auditnya. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang

dilakukan oleh mardisar dan sari (2007), Pia (2009), serta Prasetio (2010)

yang menyatakan bahwa akuntabilitas berpengaruh secara signifikan

terhadap kualitas audit.

2. Pengaruh independensi terhadap kualitas audit pada klien yang

menerapkan sistem informasi berbasis komputer

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel

independensi 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa

independensi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Hal ini

menunjukkan bahwa auditor dalam melaksanakan audit pada klien yang

menerapkan sistem informasi berbasis komputer harus bersikap

independen. Karena sikap independensi seorang auditor dapat

meningkatkan kualitas audit dan sangat diperlukan dalam melaksanakan

tugas audit agar dapat dipercaya dan bermanfaat bagi para pemakai

laporan keuangan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang

dilakukan oleh Nizarul (2007), Elfarini (2007), serta Trisnaningsih (2007)

yang menyatakan bahwa independensi auditor berpengaruh signifikan

terhadap kualitas audit. Semakin tinggi independensi seorang auditor

maka semakin tinggi pula kualitas audit yang dihasilkan dan dapat bermanfaat bagi para pemakai laporan keuangan dalam mengambil

keputusan.

3. Pengaruh pengalaman terhadapkualitas audit pada klien yang menerapkan

sistem informasi berbasis komputer

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel

pengalaman 0,68 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman

tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit pada klien

yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Hal ini dapat

disebabkan karena dalam melaksanakan audit pada klien yang

menerapkan sistem informasi berbasis komputer seorang auditor harus

mempunyai keahlian dalam bidang komputerisasi. Hal ini menunjukkan

bahwa pengalaman seorang auditor tidak dapat meningkatkan kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer

tanpa meningkatkan pengetahuan dan keahlian auditor dalam bidang

komputerisasi yang semakin berkembang pesat. Selain itu, responden

yang menjawab kuesioner dalam penelitian ini lebih dominan yang

mempunyai pengalaman kerja antara 1-2 tahun sehingga belum memiliki

pengalaman yang cukup dalam melaksanakan audit. Penelitian ini

mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ayuni (2008) yang

menyatakan bahwa pengalaman tidak berpengaruh signifikan terhadap

kualitas audit atas sistem informasi berbasis komputer. Namun berbeda

dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rizmah dan Rahmanti

(2004), Nataline (2007), serta Elfarini (2007) yang menyatakan bahwa pengalaman berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

4. Pengaruh akuntabilitas, independensi dan pengalaman terhadap kualitas

audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa akuntabilitas, independensi dan pengalaman berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Dengan demikian, auditor yang memiliki rasa pertanggungjawaban dan motivasi yang tinggi, sikap independensi dan pengalaman dalam melaksanakan audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer dapat meningkatkan kualitas auditnya. Sehingga dapat bermanfaat bagi para pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizmah dan Rahmanti (2004), Mardisar dan Sari (2007), Nizarul (2007), serta Ayuni (2008).

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntabilitas,

independensi dan pengalaman auditor terhadap kualitas audit pada klien yang

menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Responden penelitian ini

berjumlah 74 orang auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP)

yang terletak di DKI Jakarta. Berdasarkan pada data yang telah dikumpulkan

dan pengujian yang telah dilakukan terhadap permasalahan dengan menggunakan model regresi berganda, maka dapat diambil kesimpulan

sebagai berikut:

1. Akuntabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit pada

klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Hasil

penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Mardisar dan

Sari (2007), Pia (2009), serta Prasetio (2010) yang menyatakan bahwa

akuntabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit.

2. Independensi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit pada

klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Hasil

penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Nizarul

(2007), Elfarini (2007), serta Trisnaningsih (2007) yang menyatakan

bahwa independensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

3. Pengalaman tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit

pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Hasil

penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh

Ayuni (2008) yang menyatakan bahwa pengalaman tidak berpengaruh

secara signifikan terhadap kualitas audit atas sistem informasi berbasis

komputer.

4. Akuntabilitas, independensi dan pengalaman berpengaruh secara simultan

dan signifikan terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem

informasi berbasis komputer. Hasil penelitian ini mendukung penelitian

yang dilakukan oleh Rizmah dan Rahmanti (2004), Ayuni (2008), serta Mardisar dan Sari (2007).

B. Implikasi

Berdasarkan kesimpulan diatas menunjukkan bahwa variabel

akuntabilitas dan independensi berpengaruh secara signifikan terhadap

kualitas audit pada klien yang menerapkan sistem informasi berbasis

komputer. Hal ini menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tugas audit,

seorang auditor dituntut untuk bertanggungjawab terhadap semua tindakan

dan keputusan yang diambil dan motivasi juga diperlukan dalam

melaksanakan audit untuk meningkatkan kualitas audit yang dihasilkannya.

Selain itu seorang auditor juga harus menerapkan sikap independensinya

dalam melaksanakan audit baik independensi dalam sikap mental maupun independensi dalam penampilan karena independensi auditor sangat

diperlukan untuk meyakinkan para pemakai laporan keuangan dalam

mengambil keputusan. Oleh karena itu, seorang auditor dalam melaksanakan

tugas auditnya harus memiliki akuntabilitas dan independensi untuk

menghasilkan audit yang berkualitas dan bermanfaat bagi para pemakai

laporan keuangan dalam mengambil keputusan.

Berbeda dengan variabel pengalaman yang menunjukkan bahwa tidak

berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada klien yang menerapkan

sistem informasi berbasis komputer. Hal ini disebabkan karena seorang

auditor dalam melaksanakan audit pada klien yang menerapkan sistem

informasi berbasis komputer tidak hanya memiliki pengalaman dalam lamanya bekerja dan jumlah penugasan yang banyak tetapi harus

meningkatkan pengetahuan dan keahliannya dalam bidang komputerisasi

karena perkembangan dalam bidang komputerisasi sangat berjalan dengan

pesat.

Dokumen terkait