BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.3. Hasil Analisis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh positif belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara baik secara simultan maupun parsial. Untuk membuktikan ketepatan hipotesis dalam penelitian ini maka kelayakan model regresi data panel yang terbentuk harus dilakukan uji kesesuaian dan menganalisis hasilnya. Adapun hasil pengujian data panel ini dapat dilihat pada Tabel 5.4 di bawah ini.
Tabel 5.4. Hasil Estimasi (Estimation Output) Dependent Variable: Y_PEKONOMI?
Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 07/11/13 Time: 06:42
Sample: 2008 2011 Included observations: 4 Cross-sections included: 17
Total pool (balanced) observations: 68
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -2689.590 374.2801 -7.186036 0.0000 X1_BPEGAWAI? 5.232652 0.564153 9.275239 0.0000 X2_BBARANG? 8.019218 1.865394 4.298940 0.0001 X3_BMODAL? 1.752405 1.006437 1.741196 0.0865 X4_JPENDUK? 0.008129 0.000378 21.49447 0.0000 Random Effects (Cross) _ASAHAN—C -810.3810 _DELISERDANG—C -3918.989 _KARO—C 448.4228 _LABUHANBATU—C -623.7116 _LANGKAT—C -3025.511 _MADINA—C -1560.022 _SIMALUNGUN—C -3043.844 _TAPSEL—C -141.7132 _TAPTENG—C -850.7854
_TOBASAMOSIR—C 958.0589 _BINJAI—C 426.2926 _MEDAN—C 9703.160 _PSIANTAR—C 337.8875 _SIBOLGA—C 1153.606 _TANJUNGBALAI—C 1219.645 _HUMBAHAS—C 477.0189 _SERGEI—C -749.1330 Effects Specification S.D. Rho Cross-section random 1147.659 0.9453 Idiosyncratic random 276.0962 0.0547 Weighted Statistics
R-squared 0.894079 Mean dependent var 650.5815
Adjusted R-squared 0.887354 S.D. dependent var 1315.751 S.E. of regression 441.6025 Sum squared resid 12285806
F-statistic 132.9460 Durbin-Watson stat 0.763343
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.870793 Mean dependent var 5447.578
Sum squared resid 5.69E+08 Durbin-Watson stat 0.016484
Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan Program Eviews
Dari tabel di atas, hasil analisis data dengan metode random effect didapat bahwa nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000000 yang kurang dari =1%, 5% dan 10% (sebagai Overall test) bahwa dengan tingkat keyakinan 99%, 95% dan 90%, minimal ada satu variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Variabel yang signifikan ditandai dengan prob t-statistik (sebagai partial test) yang kurang dari 0,05 sehingga dengan tingkat keyakinan 95% setiap variabel berpengaruh terhadap variabel Y (Variabel X1, X2,
menunjukkan bahwa 88,74% variabel dependen Y yaitu pertumbuhan ekonomi daerah dapat dijelaskan oleh variabel independen X1 (belanja pegawai), X2 (belanja barang), X3 (belanja modal) dan X4 (jumlah penduduk) sedangkan
sisanya sebesar 11,26% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini.
Berdasarkan hasil regresi dari table di atas maka dapat dibentuk persamaan regressi sebagai berikut:
Y_Pertumbuhan Ekonomi Daerah = - 2689,590 + 5,232652 Belanja Pegawai + 8,019218 Belanja Barang + 1,752405 Belanja Modal + 0,008129 Jumlah Penduduk
yang artinya:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 2.689,590 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal dan Jumlah Penduduk berpengaruh secara signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Sumatera Utara. Hal ini dapat dilihat dari nilai F test yang menjelaskan keempat variabel tersebut secara bersama-sama yaitu signifikan dengan tingkat keyakinan 99% dengan F-Statistik 132,9460 dan Prob (F-Statistik) 0,000000.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti
akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan dengan
tingkat keyakinan 95% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 1,752405. Namun dengan tingkat keyakinan 90% dengan nilai prob sebesar 0,0865 lebih kecil dari 10% nilai maka variabel Belanja Modal (X3)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ini berarti bahwa 90% Belanja Modal di Kabupaten/kota di Sumatera Utara berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jadi jika belanja modal mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 0,008129 dan prob sebesar 0,0000, ini menunjukkan bahwa 100% variabel jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap PDRB. Dengan demikian hal ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk akan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
- Secara parsial dengan taraf signifikansi = 5% variabel Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jumlah Penduduk berpengaruh postif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB, sedangkan variabel belanja modal dengan taraf signifikansi = 10% berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan Tabel 5.4 di atas juga dapat dibentuk persamaan regresi dari setiap kabupaten/kota sehingga dapat diketahui dengan mudah tingkat pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten/Kota pada tahun tertentu dalam 4 tahun amatan, sebagai berikut:
Y_PEKONOMI_ASAHAN = - 810,3809548–2689,590484 + 5,232651874 X1
_BPEGAWAI_ASAHAN + 8,019217533 X2_BBARANG_ASAHAN +
1,752404961 X3_BMODAL_ASAHAN + 0,008129254254 X4_JPENDUK _ASAHAN
Dari persamaan regressi tersebut dapat dilihat bahwa ada 2 (dua) slop atau konstanta yaitu - 2.689,590484 dan -810,3809548. Untuk keperluan perhitungan pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB terhadap populasi Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara maka nilai slop atau konstanta yang digunakan adalah – 2.689,590484, sedangkan untuk 1 (satu) kabupaten/kota dalam hal ini Kabupaten Asahan maka slop yang digunakan untuk pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB adalah nilai -810,3809548.
Untuk itu dari persamaan regresi untuk Kabupaten Asahan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Asahan bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 810,3809548 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Asahan dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Asahan mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Asahan yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang kabupaten Asahan mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Asahan yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,-cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan
tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Asahan dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Asahan mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Asahan yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Asahan dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Asahan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Asahan yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_DELISERDANG = -3918,989096 - 2689.590484 + 5,232651874 X1_BPEGAWAI_DELISERDANG + 8,019217533 X2_BBARANG_DELI
SERDANG + 1,752404961 X3_BMODAL_DELISERDANG + 0,008129254254
X4_JPENDUK_DELISERDANG
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Deli Serdang tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Deli Serdang bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 3.918,989 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Deli Serdang dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Deli Serdang mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Deli Serdang yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang kabupaten Deli Serdang mengalami
pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Deli Serdang yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Deli Serdang dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Deli Serdang mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Deli Serdang yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Deli Serdang dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Deli Serdang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Deli Serdang yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_KARO = 448,4227673–2689,590484 + 5,232651874
X1_BPEGAWAI_KARO + 8,019217533 X2_BBARANG_KARO + 1,752404961
X3_BMODAL_KARO + 0,008129254254 X4_JPENDUK_KARO
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Karo tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Karo bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami peningkatan sebesar Rp. 448,4227673 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Karo dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Karo mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Karo yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang kabupaten Karo mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Karo yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan
tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Karo dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Karo mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Karo yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Karo dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Karo akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Karo yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_LABUHANBATU = -623,7116322–2689,590484 + 5,232651874 X1_BPEGAWAI_LABUHANBATU + 8,019217533
X2_BBARANG_LABUHANBATU + 1,752404961 X3_BMODAL_LABUHAN
BATU + 0,008129254254 X4_JPENDUK_LABUHANBATU
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Labuhan Batu tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Labuhan Batu bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 623,7116 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Labuhan Batu dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Labuhan Batu mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Labuhan Batu yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang kabupaten Labuhan Batu mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Labuhan Batu yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan
Labuhan Batu dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Labuhan Batu mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Labuhan Batu yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Labuhan Batu dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Labuhan Batu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Labuhan Batu yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_LANGKAT = -3025,511475 - 2689.590484 + 5,232651874 X1_BPEGAWAI_LANGKAT + 8,019217533 X2_BBARANG_LANGKAT +
1,752404961 X3_BMODAL_LANGKAT + 0,008129254254 X4_JPENDUK
_LANGKAT
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Langkat tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Langkat bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 3.025,511475 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Langkat dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Langkat mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Langkat yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang kabupaten Langkat mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Langkat yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,-cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Langkat dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Langkat mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Langkat yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Langkat dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Langkat akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Langkat yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_MADINA = -1560,02243–2689,590484 + 5,232651874 X1_BPEGAWAI_ MADINA + 8,019217533 X2_BBARANG _MADINA + 1,752404961 X3_BMODAL_MADINA + 0,008129254254
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Mandailing Natal tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Mandailing Natal bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 1.560.02243 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Mandailing Natal dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Mandailing Natal mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Mandailing Natal yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang kabupaten Mandailing Natal mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Mandailing Natal yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Mandailing Natal dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Mandailing Natal mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten
Mandailing Natal yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000 ,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Mandailing Natal dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Mandailing Natal akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Mandailing Natal yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_SIMALUNGUN = -3043,844–2689,590484 + 5,232651874 X1_BPEGAWAI_SIMALUNGUN + 8,019217533
X2_BBARANG_SIMALUNGUN + 1,752404961 X3_BMODAL_SIMALUNGUN + 0,008129254254
X4_JPENDUK_SIMALUNGUN
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Simalungun tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Simalungun bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 3.043,844 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Simalungun dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Simalungun mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Simalungun yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang Kabupaten Simalungun mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Simalungun yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Simalungun dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Simalungun mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Simalungun yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Simalungun dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Simalungun akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Simalungun yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_TAPSEL = -141,7132159 - 2689.590484 + 5,232651874 X1 _BPEGAWAI_TAPSEL + 8,019217533 X2_BBARANG_TAPSEL +
1,752404961 X3_BMODAL_TAPSEL + 0,008129254254
X4_JPENDUK_TAPSEL
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Tapanuli Selatan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Tapanuli Selatan bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 141,7132159 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Tapanuli Selatan mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Selatan yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang Kabupaten Tapanuli Selatan mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Selatan yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Tapanuli Selatan dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Tapanuli Selatan mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten
Tapanuli Selatan yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000 ,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Tapanuli Selatan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Tapanuli Selatan yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_TAPTENG = -850,785429–2689,590484 + 5,232651874 X1_BPEGAWAI_TAPTENG + 8,019217533 X2_BBARANG_TAPTENG +
1,752404961 X3_BMODAL_TAPTENG + 0,008129254254
X4_JPENDUK_TAPTENG
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Tapanuli Tengah bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami penurunan sebesar Rp. 850,785429 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Tengah yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Tengah yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Tengah yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 1.752.405.000 ,-cateris paribus.
- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan nilai koefisien 0,008129, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Tapanuli Tengah akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Tapanuli Tengah yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 0,008129 milyar atau sebesar Rp. 8.129.000,- cateris paribus.
Y_PEKONOMI_TOBASAMOSIR = 958,0589066–2689,590484 + 5,232651874 X1_BPEGAWAI_TOBASAMOSIR + 8,019217533 X2_BBARANG_
TOBASAMOSIR + 1,752404961 X3_BMODAL_TOBASAMOSIR + 0,008129254254 X4_JPENDUK_TOBASAMOSIR
Dari persamaan regressi untuk Kabupaten Toba Samosir tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Ketika variabel bebas yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan jumlah penduduk di Kabupaten Toba Samosir bernilai nol maka pertumbuhan ekonomi daerah yang diproxy dengan PDRB mengalami pertambahan sebesar Rp. 958.0589066 milyar.
- Variabel Belanja Pegawai (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Toba Samosir dengan nilai koefisien 5,232652 yang berarti ketika variabel belanja pegawai Kabupaten Toba Samosir mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Toba Samosir yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp. 5.232.652.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Barang (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 8,019218, yang berarti ketika variabel belanja barang Kabupaten Toba Samosir mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Toba Samosir yang diproxy dengan PDRB sebesar Rp 8.019.218.000,- cateris paribus.
- Variabel Belanja Modal (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan
tingkat keyakinan 90% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Toba Samosir dengan nilai koefisien 1,752405. Ini berarti jika belanja modal Kabupaten Toba Samosir mengalami pertambahan Rp. 1 milyar akan meningkatkan variabel pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Toba