• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data Penelitian

4.3. Hasil Analisis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh signifikan pendapatan asli daerah, dana alokasi umum , dana alokasi khusus, dan jumlah penduduk terhadap belanja daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara baik secara simultan maupun parsial. Untuk membuktikan ketepatan hipotesis dalam penelitian ini maka kelayakan model regresi data panel yang terbentuk harusdilakukan uji kesesuaian dan menganalisis hasilnya. Adapun hasil pengujian data panel ini dapat dilihat pada Tabel 4.4 di bawah ini.

Tabel 4.4. Hasil Estimasi (Estimation Output)

Dependent Variable: BELANJA_DAERAH?

Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 03/01/15 Time: 21:10

Sample: 2009 2012 Included observations: 4 Cross-sections included: 24

Total pool (balanced) observations: 96

Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 87410.52 30835.09 2.834774 0.0056 PAD? 2.145713 0.094576 22.68780 0.0000 DAU? 1.471137 0.105030 14.00687 0.0000 DAK? -2.600442 0.678266 -3.833957 0.0002 JP? 0.181561 0.052208 3.477681 0.0008 Random Effects (Cross) ASAHAN--C -21863.02 DAIRI--C -15537.11 TKARO--C -13674.70 LBATU--C 23321.04 LANGKAT--C 10163.74 MNATAL--C -34857.71 NIAS--C -61730.19 SIMALUNGUN--C 5676.039 TAPSEL--C 28887.96 TAPTENG--C 44283.38

TAPUT--C 11435.51 BINJAI--C -8312.580 MEDAN--C -2232.840 PSIANTAR--C -6460.232 SIBOLGA--C -15270.42 TEBTING--C -47303.39 SIDEMPUAN--C -21154.98 PAKBAR--C 5850.942 HUMHAS--C -244.7273 SERDANG--C 27868.46 LAWAS--C 37957.51 LAWASUT--C 41972.11 LABUSEL--C 26464.96 LABUT--C -15239.74 Effects Specification S.D. Rho Cross-section random 37080.07 0.1999 Idiosyncratic random 74171.94 0.8001 Weighted Statistics

R-squared 0.974147 Mean dependent var 530579.8 Adjusted R-squared 0.973011 S.D. dependent var 475448.4 S.E. of regression 78108.27 Sum squared resid 5.55E+11 F-statistic 857.2372 Durbin-Watson stat 1.713650 Prob(F-statistic) 0.000000

Unweighted Statistics

R-squared 0.981995 Mean dependent var 750293.4 Sum squared resid 6.95E+11 Durbin-Watson stat 1.368219

Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan Program Eviews

Dari tabel di atas, hasil analisis data dengan metode random effect didapat bahwa nilai Prob (F-statistic) sebesar 0,000000 yang kurang dari α =1%, 5% dan 10% (sebagai Overall test) bahwa dengan tingkat keyakinan 99%, 95% dan 90%, minimal ada satu variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Variabel yang signifikan ditandai dengan prob t

-statistik(sebagai partial test) yang kurang dari 0,05 sehingga dengan tingkat keyakinan 95% setiap variabel berpengaruh terhadap variabel Y (Variabel X1, X2,X3, X4 berpengaruh terhadap Y). Dari hasil pengolahan data dari model ini diperoleh nilai adjusted R square sebesar 0.973011 atau 97,3%. Hal ini menunjukkan bahwa 98,3% variabel dependen Y yaitu belanja daerah dapat dijelaskan oleh variabel independen X1 (pendapatan asli daerah), X2 (dana alokasi umum), X3 (dana alokasi khusus) dan X4 (jumlah penduduk) sedangkan sisanya sebesar 2,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini. Berdasarkan hasil regresi dari table di atas maka dapat dibentuk persamaan regresi sebagai berikut:

BELANJA_DAERAH = 87410.5205172 + 2.14571255019*PAD + 1.47113653242*DAU - 2.60044246774*DAK + 0.181561390918*JP

yang artinya :

- Ketika variabel bebas yaitu pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan jumlah penduduk bernilai nol maka belanja daerah mengalami peningkatan sebesar Rp. 87.410,52 juta.

- Variabel pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan Jumlah Penduduk berpengaruh secara signifikan terhadap belanja daerah di Sumatera Utara. Hal ini dapat dilihat dari nilai F test yang menjelaskan keempat variabel tersebut secara bersama-sama yaitu signifikan dengan tingkat keyakinan 99% dengan F-Statistik 857,2372 dan Prob (FStatistik) 0,000000.

- Variabel PendapatanAsli Daerah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 2,145713 yang

berarti ketika variabel belanja pegawai mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 juta akan meningkatkan variabel belanja daerah sebesar Rp. 2.145.713 ,- cateris paribus.

- Variabel Dana Alokasi Umum (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 1,471137, yang berarti ketika variabel dana alokasi umum mengalami pertambahan Rp. 1 juta akan meningkatkan variabel belanja daerah sebesar Rp 1.471.137 ,- cateris paribus.

- Variabel Dana Alokasi Khusus (X3) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap belanja daerah dengan nilai koefisien -2,600442 , yangberarti ketika variabel dana alokasi khusus mengalami pertambahan Rp. 1 juta akan menurunkan variabel belanja daerah sebesar Rp. 2.600.442 ,- cateris paribus – - Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap

pertumbuhan ekonomi daerah dengan nilai koefisien 0,181561 dengan demikian hal ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk akan meningkatkan belanja daerah sebesar Rp. 181.561 ,- cateris paribus.

- Secara parsial dengan taraf signifikansi α = 5% variabel Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Jumlah Penduduk berpengaruh postif dan signifikan terhadap belanja daerah, sedangkan variabel Dana Alokasi Khusus

dengan taraf signifikansi α = 5% berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan Tabel 4.4 di atas juga dapat dibentuk persamaan regresi dari setiap kabupaten/kota sehingga dapat diketahui dengan mudah tingkat

pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten/Kota pada tahun tertentu dalam 4 tahun amatan, sebagai berikut:

BELANJA_DAERAH_KAB.ASAHAN = -21863,02 + 87410,5205172 + 2,14571255019*PAD_ASAHAN + 1,47113653242*DAU_ASAHAN – 2,60044246774*DAK _ASAHAN + 0,181561390918*JP_ASAHAN

Dari persamaan regressi tersebut dapat dilihat bahwa ada 2 (dua) slop atau konstanta yaitu 87.410,5205172 dan – 21.863,02. Untuk keperluan perhitungan belanja daerah terhadap populasi Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara maka nilai slop atau konstanta yang digunakan adalah 87.410,5205172, sedangkan untuk 1 (satu) kabupaten/kota dalam hal ini Kabupaten Asahan maka slop yang digunakan untuk belanja daerah adalah nilai – 21.863,02. Untuk itu dari persamaan regresi untuk Kabupaten Asahan tersebut dapat disimpulkan bahwa:

- Ketika variabel bebas yaitu pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan jumlah penduduk di Kabupaten Asahan bernilai nol maka belanja daerah mengalami penurunan sebesar Rp. 21.863,02 juta.

- Variabel Pendapatan Asli Daerah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah Kabupaten Asahan dengan nilai koefisien 2,14571255019 yang berarti ketika variabel pendapatan asli daerah Kabupaten Asahan mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 juta akan meningkatkan variabel belanja daerah Kabupaten Asahan sebesar Rp. 2.145.712,55 ,- cateris paribus.

- Variabel Dana Alokasi Umum (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah kabupaten Asahan dengan nilai koefisien

1,47113653242, yang berarti ketika variabel dana alokasi umum kabupaten Asahan mengalami pertambahan Rp.1 juta akan meningkatkan variabel belanja daerah Kabupaten Asahan sebesar Rp 1.471.136,53 - cateris paribus.

- Variabel Dana Alokasi Khusus (X3) berpengaruh negatif dan signifikan dengan terhadap belanja daerah kabupaten Asahan dengan nilai koefisien 2,60044246774. Ini berarti jika dana alokasi khusus Kabupaten Asahan mengalami pertambahan Rp. 1 juta akan menurunkan variabel belanja daerah Kabupaten Asahan sebesar Rp. 2.600.442,46,- cateris paribus. - Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan

terhadap belanja daerah Kabupaten Asahan dengan nilai koefisien 0,181561390918, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Asahan akan meningkatkan belanja daerah kabupaten Asahan sebesar Rp.181.561, 39,- cateris paribus.

BELANJA_DAERAH_KAB.DAIRI = -15537.11+ 87410,5205172 + 2,14571255019*PAD_DAIRI + 1,47113653242*DAU_DAIRI -2,60044246774*DAK _DAIRI + 0,181561390918*JP_DAIRI

Dari itu dari persamaan regresi untuk Kabupaten Dairi tersebut dapat disimpulkan bahwa:

- Ketika variabel bebas yaitu pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan jumlah penduduk di Kabupaten Dairi bernilai nol maka belanja daerah mengalami penurunan sebesar Rp. 15.537,11juta. - Variabel Pendapatan Asli Daerah (X1) berpengaruh positif dan signifikan

2,14571255019 yang berarti ketika variabel pendapatan asli daerah Kabupaten Dairi mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 juta akan meningkatkan variabel belanja daerah Kabupaten Dairi sebesar Rp. 2.145.712,55 ,- cateris paribus.

- Variabel Dana Alokasi Umum (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah kabupaten Dairi dengan nilai koefisien 1,47113653242, yang berarti ketika variabel dana alokasi umum kabupaten Dairi mengalami pertambahan Rp.1 juta akan meningkatkan variabel belanja daerah Kabupaten Dairi sebesar Rp 1.471.136,53 - cateris paribus.

- Variabel Dana Alokasi Khusus (X3) berpengaruh negatif dan signifikan dengan terhadap belanja daerah kabupaten Dairi dengan nilai koefisien 2,60044246774. Ini berarti jika dana alokasi khusus Kabupaten Dairi mengalami pertambahan Rp. 1 juta akan menurunkan variabel belanja daerah Kabupaten Dairi sebesar Rp. 2.600.442,46,- cateris paribus.

- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah Kabupaten Dairi dengan nilai koefisien 0,181561390918, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Dairi akan meningkatkan belanja daerah kabupaten Dairi sebesar Rp.181.561, 39,- cateris paribus.

BELANJA_DAERAH_KAB.TANAH_KARO = -13674.70+ 87410,5205172 + 2,14571255019*PAD_ KAB.TANAH_KARO + 1,47113653242*DAU KAB.TANAH_KARO - 2,60044246774*DAK_KAB.TANAH_KARO + 0,181561390918*JP_ KAB.TANAH_KARO

Dari itu dari persamaan regresi untuk Kabupaten Karo tersebut dapat disimpulkan bahwa:

- Ketika variabel bebas yaitu pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan jumlah penduduk di Kabupaten Karobernilai nol maka belanja daerah mengalami penurunan sebesar Rp. 13.674,70 juta. - Variabel Pendapatan Asli Daerah (X1) berpengaruh positif dan signifikan

terhadap belanja daerah Kabupaten Karo dengan nilai koefisien 2,14571255019 yang berarti ketika variabel pendapatan asli daerah Kabupaten Karo mengalami pertambahan sebesar Rp. 1 juta akan meningkatkan variabel belanja daerah Kabupaten Karo sebesar Rp. 2.145.712,55 ,- cateris paribus.

- Variabel Dana Alokasi Umum (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah kabupaten Karo dengan nilai koefisien 1,47113653242, yang berarti ketika variabel dana alokasi umum kabupaten Karo mengalami pertambahan Rp.1 juta akan meningkatkan variabel belanja daerah Kabupaten Karo sebesar Rp 1.471.136,53 - cateris paribus.

- Variabel Dana Alokasi Khusus (X3) berpengaruh negatif dan signifikan dengan terhadap belanja daerah kabupaten Dairi dengan nilai koefisien 2,60044246774. Ini berarti jika dana alokasi khusus Kabupaten Karo mengalami pertambahan Rp. 1 juta akan menurunkan variabel belanja daerah Kabupaten Karo sebesar Rp. 2.600.442,46,- cateris paribus.

- Variabel Jumlah Penduduk (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah Kabupaten Karo dengan nilai koefisien 0,181561390918, ini berarti bahwa setiap pertambahan 1 jiwa penduduk Kabupaten Karo akan meningkatkan belanja daerah kabupaten Karo sebesar Rp.181.561, 39,- cateris paribus.

BELANJA_DAERAH_KAB.LABUHAN_BATU= 23321.04+ 87410,5205172 + 2,14571255019*PAD_ LABUHAN_BATU + 1,47113653242*DAU_

LABUHAN_BATU - 2,60044246774*DAK_LABUHAN_BATU +

Dokumen terkait