• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Hasil Analisis Inferensial

a. Uji normalitas pada pre-test dan post-test

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi terdistribusi normal atau tidak. Normalitas suatu data penting karena dengan data yang terdistribusi normal maka data tersebut dianggap dapat mewakili suatu populasi. Dalam Microsoft Excel 2010, uji validitas yang serig digunakan adalah metode Chi Square secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.3. Uji normalitas ini dilakukan pada data pre-test dan post-pre-test meliputi tes hasil belajar fisika peserta didik sebelum dan setelah diberi perlakuan.

kategori skor hasil belajar fisika

pre test posttest

33

Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik pada Pre-Test dan Post-Test

Variabel X2hitung X2tabel α =0,05 Keterangan

Pretest 4,729 7,815 Normal

Postest 4,854 7,815 Normal

(Sumber: Data Hasil Pengolahan, 2019: 151 – 155) Dari tabel 4.3 dapat digambarkan hasil perhitungan uji normalitas pre-test maka diperoleh X2hitung = 4,729 untuk α = 0,05 dan dk = k – 3 = 6 – 3 = 3, maka diperoleh X2tabel = 7,815. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa X2hitung = 4,729 < X2tabel = 7,815, yang berarti hasil belajar pre-test fisika peserta didik SMA Negeri 10 Maros untuk pre-test berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Sedangkan hasil perhitungan uji normalitas post-test maka diperoleh X2hitung = 4,854 untuk α = 0,05 dan dk = k – 3 = 6 – 3 = 3, maka diperoleh X2tabel = 7,815. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa X2hitung = 4,854 < X2tabel = 7,815, yang berarti hasil belajar post-test fisika peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 10 Maros untuk post-test berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

b. Uji Hipotesis

Digunakan dalam penelitian analisis data teknik eksperimen kuantitaif diuji dengan menggunakan statistik uji t. Uji-t adalah jenis pengujian statistika untuk mengetahui perbedaan atau pengaruh dari hasil yang diperkirakan dengan hasil perhitungan statistika. Hasil

perhitungan skor rata-rata dari hasil pre-test dan post-test berdasarkan tabel 4.1, terlihat skor rata – rata pre-test 10,57 dan standar deviasi 3,02 dengan jumlah peserta didik sebanyak 33 orang. Sedangkan, skor rata – rata post-test 16,60 dan standar deviasi 4,42 dengan jumlah peserta didik sebanyak 33 orang.

Uji t dalam penelitian ini menggunakan uji t sampel berkorelasi (berpasangan) disebut sampel related t test. Uji t berpasangan umumnya menguji perbedaan antara dua pengematan. Uji seperti ini dilakukan pada subjek yang diuji untuk situasi setelah proses atau subjek yang berpasangan ataupun serupa (sejenis).

Dengan menggunakan analisis uji-t skor hasil belajar fisika peserta didik maka dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel 4.4 Hasil Uji Hipotesis Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik pada Pre-Test dan Post-Test

Pot-test Pre-test thitung ttabel

(Sumber: Data Hasil Pengolahan, 2019) Secara rinci hasil analisis inferensial dapat dilihat pada lampiran D.2 (halaman 151 - 154). Berdasarkan tabel 4.4 di atas, diperoleh thitung

= 6,5904 sedangkan untuk nilai ttabel untuk taraf signifikan α = 0,05 dan dk = (n-2) = 33 – 2 = 31 adalah sebesar 1,696.

35

Hasil yang diperoleh menunjukkan –ttabel ttabel = -1,696 ini menunjukkan bahwa thitung ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik setelah diajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning lebih tinggi dibanding sebelum diajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan demikian diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 10 Maros setelah diajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning.

Selanjutnya dilakukan analisis peningkatan (uji N-Gain).

c. Uji N-gain

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi sebelum dan setelah diberikan perlakuan, serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika peserta didik berada pada kategori rendah, sedang atau tinggi. Berikut adalah hasil analisis dari data yang telah diperoleh.

Tabel 4.5 Kategori Uji N-Gain Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Setelah Perlakuan

Criteria Indek Gain N-Gain Ternormalisasi (G) Tinggi g > 0,70

0,39 Sedang 0,70 ≥ g ≥ 0,30

Rendah g <0,30

(Sumber: Data Hasil Pengolahan, 2019)

Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat digambarkan hasil perhitungan uji N-Gain rata-rata yang diperoleh adalah 0,39, maka peningkatan hasil belajar fisika peserta didik yang terjadi setelah menerapkan model pembelajaran Discovery Learning pada kelas X MIPA 2 SMA Negeri 10 Maros termasuk kategori sedang. Secara rinci dapat dilihat pada lampiran D.3. (Halaman 162 - 163).

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil belajar fisika peserta didik dapat diperoleh dengan melakukan pre-test dan post-test, dari hasil pre-test dan post-test kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis

deskriptif dan analisis inferensial untuk mengetahui hasil belajar fisika peserta didik sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning pada peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 10 Maros.

Dari hasil analisis deskriptif diperoleh skor rata-rata peserta didik sebelum diterapkan model pembelajaran Discovery Learning lebih rendah dibandingkan skor rata-rata peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning. Untuk kategori skor hasil belajar fisika peserta didik dari analisis

deskriptif yang diperoleh diketahui bahwa hasil belajar fisika peserta didik sebelum diterapkan model pembelajaran Discovery Learning berada pada kategori sedang dan hasil belajar fisika peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning berada pada kategori tinggi.

37

Berdasarkan hasil analsis inferensial dalam hal ini uji t yang telah dilakukan diketahui bahwa hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa thitung > ttabel

maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dari uji t yang telah dilakukan terlihat bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 10 Maros meningkat setelah diajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar fisika

peserta didik maka dilakukan uji N-Gain. Dari hasil analisis N-Gain diperoleh peningkatan hasil belajar fsika peserta didik sebesar 0,39 dan masuk dalam kategori sedang.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik. Peningkatan hasil belajar fisika peserta didik disebabkan karena model pembelajaran Discovery Learning dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik dengan sesamanya agar bekerjasama dalam menyelesaikan masalah yang diperolehnya secara terstruktur mulai dari stimulasi, menyatakan masalah, mengumpulkan data, memproses data, memverifikasi kembali jawaban yang telah disusun atau diselesaikan dan kemudian menarik kesimpulan dari hasil jawaban yang telah diperoleh. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Firi dan Derlina, 2015: 91) yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan mengembangkan

kemampuan dalam memecahkan masalah fisika peserta didik dalam hal ini juga berdampak pada peningkatan hasil belajar fisika peserta didik.

39

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 10 Maros sebelum diajar dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning yang ditunjukkan dengan skor rata-rata yang diperoleh sebesar 10,57 dan standar deviasi sebesar 3,02.

2. Hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 10 Maros setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning yang ditunjukkan dengan skor rata-rata yang diperoleh sebesar 16,60 dan standar deviasi sebesar 4,42.

3. Terdapat peningkatan hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 10 Maros setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan nilai N-Gain sebesar 0,39 pada kriteria sedang.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran - saran yang dapat direkomendasikan baik untuk pendidikan maupun peneliti selanjutnya, yaitu:

39

1. Bagi pendidik, diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dalam proses pembelajarannya sebagai salah satu alternatif dalam mata pelajaran fisika untuk mencapai hasil belajar fisika.

2. Bagi sekolah, diharapkan mampu menerapkan berbagai model pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam memperoleh pengetahuan.

3. Bagi peneliti selanjutnya, apabila ingin melakukan penelitian dengan judul yang sama diharapkan agar penelitian yang dilakukan lebih disempurnakan lagi.

41

Dokumen terkait