KARAKTER BANGSA
HASIL PENELITIAN
B. Deskripsi Temuan Studi Penelitian
4. Hasil Analisis Metode Dokumenter
Guru menerapkan pendidikan karakter pada siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan melalui berbagai macam cara, salah satunya dengan menuangkan muatan-muatan pendidikan karakter pada Silabus dan RPP Guru (Lampiran 28). RPP disusun dengan berbagai kegiatan yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang berupa eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, dan kegiatan penutup.
a. Hasil Analisis Silabus dan RPP G1
Silabus dan RPP G1 dengan standar kompetensi Memperbaiki Poros penggerak Roda memuat beberapa karakter pada tiap-tiap kompetensi dasar.
Untuk kompetensi dasar Memelihara/Servis Poros Penggerak Roda (Drive Shaft) dan Komponen-komponennya memuat karakter:
1) Disiplin
2) Tanggung jawab 3) Jujur
commit to user 76 4) Kreatif 5) Inovatif 6) Komunikatif 7) Mandiri
Untuk kompetensi dasar Memperbaiki Poros Penggerak Roda (Drive Shaft) dan Komponen-komponennya memuat karakter:
1) Disiplin 2) Tanggung jawab 3) Jujur 4) Kreatif 5) Inovatif 6) Komunikatif 7) Mandiri
b. Hasil Analisis Silabus dan RPP G2
Silabus dan RPP G2 dengan standar kompetensi Perawatan dan Perbaikan Sistem Injeksi Bahan Bakar EFI memuat beberapa karakter pada tiap-tiap kompetensi dasar.
Untuk kompetensi dasar Menjelaskan Dasar Kontrol Elektronik pada Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik memuat karakter:
1) Kreatif 2) Percaya diri 3) Berpikir logis 4) Mandiri
5) Tanggung jawab
Untuk kompetensi dasar Mendiagnosa Kerusakan Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik memuat karakter:
memuat karakter: 1) Jujur
2) Disiplin 3) Kebersamaan 4) Kreatif
commit to user
5) Kemandirian
6) Saling menghormati 7) komunikatif
8) Rasa ingin tahu 9) Tanggung jawab
c. Hasil Analisis Silabus dan RPP G3
Silabus dan RPP G3 dengan standar kompetensi Memperbaiki Sistem Pengapian memuat beberapa karakter pada tiap-tiap kompetensi dasar.
Untuk kompetensi dasar Mengidentifikasi Sistem Pengapian dan Komponennya memuat karakter:
1) Disiplin
2) Tanggung jawab 3) Kerja keras 4) Jujur
5) Rasa ingin tahu
Untuk kompetensi dasar Memperbaiki Sistem Pengapian dan Komponennya memuat karakter:
1) Disiplin 2) Tanggung Jawab 3) Kerja Keras 4) Jujur 5) Kreatif 6) Kemandirian 7) Saling menghormati 8) Komunikatif
9) Rasa ingin tahu
C. Pembahasan
Pembahasan hasil penelitian tentang proses dan hasil penerapan pendidikan karakter pada siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan dapat dikemukakan sebagai berikut :
commit to user
78 1. Proses Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Kompetensi
Keahlian TKR SMK Negeri 2 Surakarta
Kepala Sekolah menerapkan pendidikan karakter di SMK Negeri 2 Surakarta khususnya untuk Kompetensi Keahlian TKR dengan progam 3S (salam, senyum, sapa) untuk menumbuhkan karakter respect, upacara bendera pada setiap hari Senin untuk menumbuhkan karakter disiplin, menanamkan rasa cinta tanah air dan penghargaan kepada pahlawan melalui pemutaran lagu-lagu perjuangan saat jam istirahat, dan pembinaan melalui keagamaan. Kepala sekolah juga meningkatkan SDM guru kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Surakarta yang berhubungan dengan pengembangan karakter siswa dengan memberikan materi-materi pemahaman kepada guru tentang pendidikan karakter dan memberikan diklat kepada guru yang kaitannya dengan pengembangan karakter siswa.
Penerapan kebijakan-kebijakan di atas merupakan salah satu tugas kepala sekolah sebagai seorang pemimpin. Sesuai dengan pendapat Gede Raka yang menjelaskan “Dalam perannya sebagai pemimpin, seorang kepala sekolah berkewajiban mengembangkan suasana sekolah yang ceria, hangat, dan optimis, yang dapat menggugah setiap anggota komunitas untuk memunculkan dan mengerahkan potensi dan kebajikan mereka” (2011:68).
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dalam mengembangkan karakter siswa Kompetensi Keahlian TKR SMK Negeri 2 Surakarta dengan memberikan muatan pendidikan karakter yang dicantumkan dalam silabus dan RPP guru sehingga jika RPP guru memuat pendidikan karakter, maka guru pada saat mengajar semestinya menerapkan pendidikan karakter sesuai RPP dan pembiasaan sikap 3S (senyum, salam, sapa). Usaha Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dalam meningkatkan SDM guru Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Surakarta yang berhubungan dengan pengembangan karakter siswa dengan mewajibkan guru menerapkan pendidikan karakter pada siswa serta memasukkan dan mengembangkan muatan-muatan karakter pada silabus dan RPP guru. Hal ini telah sesuai dengan anjuran dari Kemdiknas “pendidik dan satuan pendidikan
commit to user
perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter ke dalam Kurikulum, silabus yang sudah ada” (2011:11).
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dalam mengembangkan karakter siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Surakarta dengan menerapkan tata tertib sekolah salah satunya siswa masuk ke area sekolah sepeda motor harus dimatikan. Perlengkapan pakaian selain ketentuan sekolah dilarang dipakai dan bagi yang naik sepeda onthel harus menuntun sepedanya jika memasuki area sekolah. Selain itu setiap siswa diberi buku Saku dan Tata Tertib Siswa yang digunakan untuk mencatat setiap pelanggaran dan prestasi siswa (Lampiran 20). Hal ini selain menumbuhkan disiplin diri pada siswa juga menanamkan rasa penghargaan kepada orang lain dan lingkungan. Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan juga memberikan kebijakan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Sesuai paparan Kemendiknas “Dalam kegiatan ekstra kurikuler perlu dikembangkan proses pembiasaan dan penguatan dalam rangka pengembangan karakter” (2011: 80).
Sekolah mewajibkan siswa mengikuti 2 kegiatan ekstrakurikuler wajib. Kegiatan ekstrakurikuler yang diwajibkan yaitu Olahraga, Pramuka, English Club, PKS dan PBB. Berbagai kegiatan olahraga tersebut diorientasikan terutama untuk penanaman dan pembentukan sikap, perilaku, dan kepribadian agar menjadi manusia Indonesia berkarakter. Puskurbuk memberikan penjelasan “Kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh gerakan pramuka dimaksudkan untuk mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian, dan akhlak mulia serta keterampilan hidup prima” (2011:80). Selain ekstrakurikuler wajib, SMK Negeri 2 juga menerapkan ekstrakurikuler pilihan seperti Kerohanian, Band, Pecinta Alam, Taekwondo, dan PMR untuk mengembangkan karakter siswa.
Wakil Kepala Sekolah bidang Pengembangan SDM dalam mengembangkan karakter siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Surakarta dengan mengembangkan atau meningkatkan karakter gurunya, sehingga jika gurunya berkarakter baik maka akan mudah
commit to user
80 mengembangkan karakter siswa. Kebijakan Wakil Kepala Sekolah bidang Pengembangan SDM dalam meningkatkan SDM guru Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Surakarta yang berhubungan dengan pengembangan karakter siswa dengan mengikutkan guru pada pelatihan-pelatihan dan diklat-diklat yang diselenggarakan oleh pihak-pihak yang lain misalnya VEDC Malang, P3G Bandung, P4TK Bandung, kemudian provinsi.
Pengikutsertaan guru dalam pelatihan-pelatihan dan diklat-diklat memang diperlukan untuk mengembangkan diri memantapkan kualifikasinya sebagai pendidik, tidak hanya sebagai pelatih. Sesuai dengan pendapat Gede Raka “Seorang pendidik yang cerdas akan dapat memanfaatkan pelatihan sebagai batu loncatan untuk melakukan pendidikan atau sebaliknya melaksanakan pendidikan yang mencakup pelatihan” (2011:72).
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas dalam mengembangkan karakter siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Surakarta dengan membiasakan 3S (salam, senyum, sapa) dan mengadakan pelatihan-pelatihan tes rekruitment kerja untuk siswa-siswa kelas XII agar lebih siap menghadapi tes kerja,sehingga persentase untuk diterima di perusahaan lebih besar. Selain itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas mewajibkan siswa kelas XI untuk mengikuti praktek di Teaching Factory selama 1 minggu guna mendalami materi praktek dan kesiapan kerja. Hal ini karena kesiapan akan menentukan hasil kerja. Wakil Kepala Sekolah bidang Humas juga melaksanakan sinkronisasi kurikulum SMK dengan kurikulum DU-DI dengan tujuan meningkatkan SDM dan karakter lulusan SMK Negeri 2 Surakarta.
Guru produktif TKR mempunyai kebijakan sendiri mengenai penerapan pendidikan karakter pada siswa. Berdasarkan wawancara terhadap beberapa guru Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, guru menerapkan atau mengembangakan 8 karakter utama dalam pendidikan karakter yaitu dengan berbagai ucapan dan tindakan. Melalui ucapan, guru memberikan penguatan karakter pada siswa melalui nasihat-nasihat pada saat proses KBM dan
commit to user
melalui tindakan guru mengembangkan karakter siswa dengan cara mengaktualisasikan dalam berbagai tugas praktek. Hal ini sesuai dengan pendapat Gede Raka “Dengan memberikan perhatian atau apresiasi terhadap sikap atau perilaku, perilaku tersebut akan cenderung dikembangkan, pada saat bersamaan kecenderungan untuk berperilaku negatif akan berkurang” (2011:63).
Guru BK menerapkan pendidikan karakter pada siswa dengan cara melaksanakan teknik penerapan pendidikan karakter khusus guru BK. Guru BK mempunyai strategi sendiri dalam menumbuhkan karakter siswanya. Gary dan Margaret menyebutkan guru yang afektif dan kompeten secara profesional memiliki karakteristik : (1)memiliki kemampuan menciptakan iklim belajar kondusif, (2)kemampuan mengembangkan strategi dan manajemen pembelajaran, (3)memiliki kemampuan memberikan feedback dan reinforcemen, dan (4)memiliki kemampuan untuk meningkatkan diri (Mulyasa, 2006: 21). Guru BK juga melakukan bimbingan siswa secara berkala. Sesuai dengan pendapat Mulyasa “Sekolah berkewajiban memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang menyangkut pribadi, sosial, belajar, dan karier” (2006:113).
Dari pembahasan-pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa komponen-komponen pendidikan di SMK Negeri 2 Surakarta, yakni Kepala Sekolah, Wakil-wakil Kepala Sekolah, Guru BK dan Guru produktif khususnya Kompetensi Keahlian TKR menerapkan pendidikan karakter pada siswa, khususnya siswa Kompetensi Keahlian TKR secara sistematis dan berkesinambungan.
2. Hasil penerapan pendidikan karakter pada siswa kompetensi keahlian