• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Hasil Perkembangan Omzet dan Keuntungan UMKM

5.2.2 Hasil Analisis Perkembangan UMKM Hasil Olahan Industri

Berikut disajikan data omzet dan keuntungan responden usaha mikro kecil menengah (UMKM) hasil olahan industri sebelum dan sesudah pemberian Kredit

kredit usaha rakyat di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang pada tabel 9.

Tabel 9. (Besar Pinjaman, Jangka Waktu, Jumlah Penerimaan KUR) No Besar Pinjaman

Sumber : Hasil kuisioner di olah

Besar pinjaman UMKM di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang bervariasi mulai dari Rp 12.000.000 dan ada mencapai Rp 120.000.000 dengan jangka waktu 1,5 sampai 3 tahun dan jumlah penerimaan KUR yang bervariasi dari 1 kali sampai 3 kali UMKM yang sudah menerima pemberian KUR.

Tabel 10. Perkembangan Usaha Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR (Omzet)

NO Jenis Usaha Omzet (Rp) Persen

Sebelum Sesudah %

1 Pembuatan Opak 36.500.000 54.750.000 50%

2 Budidaya Tanaman Hias 146.000.000 91.250.000 -37,5%

3 Pembuatan Belimbing 31.025.000 36.500.000 17,6%

4 Pembuatan Pavin Blok 182.500.000 365.000.000 50%

5 Penggilingan Ayam 164.250.000 255.500.000 40%

6 Pembuatan Gula Aren 30.200.000 36.500.000 20,8%

7 Usaha Kelapa Parut 36.500.000 43.800.000 20%

8 Pengolahan Keripik Pisang 43.800.000 51.100.000 16,6%

9 Pabrik Meubel 146.000.000 255.500.000 75%

10 Usaha Kerajinan Bambu 182.500.000 204.400.000 12%

11 Pabrik Roti 109.500.000 162.500.000 48,4%

12 Pabrik Pembuatan Tahu 102.000.000 145.000.000 42,1%

13 Pembuatan Dodol 82.500.000 106.000.000 28,4%

14 Pembuatan Pakan Ternak 118.625.000 237.250.000 30%

15 Pengolahan Kayu 102.500.000 195.000.000 90,2%

Sumber : Hasil kuisioner di olah

Perkembangan UMKM dilihat dari omzet sesudah menerima KUR menunjukkan persentase yang bervariasi dari 12 % dan ada yang mencapai 90,2% tetapi ada juga omzet UMKM yang mengalami penurunan sebesar -37,5% dengan itu jumlah persentase kenaikan omzet UMKM sebesar 93,33% (14 UMKM) dan yang mengalami penurunan sebesar 6,66% (1 UMKM) dikarenakan penggunaan penerimaan pinjaman KUR yang tidak sesuai dengan perencanaan pelaku UMKM.

Tabel 11. Perkembangan Usaha Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR (Keuntungan)

No Jenis Usaha Keuntungan (Rp)

Persen Sebelum Sesudah

1 Pembuatan Opak 9.125.000 20.075.000 120%

2 Budidaya Tanaman Hias 25.550.000 18.250.000 -28,5%

3 Pembuatan Belimbing 7.300.000 21.900.000 200%

4 Pembuatan Pavin Blok 109.500.000 182.500.000 66,6%

5 Penggilingan Ayam 36.500.000 54.750.000 50%

6 Pembuatan Gula Aren 18.250.000 25.330.000 38,8%

7 Usaha Kelapa Parut 19.500.000 27.375.000 40,3%

8 Pengolahan Keripik Pisang 17.200.000 33.580.000 95,2%

9 Pabrik Meubel 75.000.000 146.000.000 94,6%

10 Usaha Kerajinan Bambu 73.000.000 80.300.000 10%

11 Pabrik Roti 37.500.000 76.650.000 104,4%

12 Pabrik Pembuatan Tahu 35.250.000 73.000.000 107%

13 Pembuatan Dodol 14.600.000 31.025.000 112,5%

14 Pembuatan Pakan Ternak 54.750.000 83.950.000 53,3%

15 Pengolahan Kayu 73.000.000 131.400.000 80%

Perkembangan UMKM dilihat dari keuntungan sesudah menerima KUR menunjukkan persentase yang bervariasi dari 10% dan ada yang mencapai 200%

tetapi ada juga keuntungan UMKM yang mengalami penurunan sebesar -28,5%

dengan itu jumlah persentase kenaikan keuntungan UMKM sebesar 93,33% (14 UMKM) dan yang mengalami penurunan sebesar 6,66% (1 UMKM) dikarenakan penggunaan penerimaan pinjaman KUR yang tidak sesuai dengan perencanaan pelaku UMKM.

1. Uji Wilcoxon Signed Rank Test

Uji pangkat bertanda Wilcoxon digunakan untuk menganalisis hasil – hasil pengamatan yang berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Dalam penelitian ini akan dilihat perubahan pada variabel yang diamati pada awal periode maupun pada akhir periode. Adapun variabel – variabel yang diamati dan diuji adalah omzet penjualan dan keuntungan usaha mikro menengah hasil olahan industri. Setelah uji pangkat tanda Wilcoxon dilakukan akan muncul nilai Z dan nilai probabilitas (p).

a. Uji Wilcoxon Signed Rank Test pada Omzet Penjualan Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR

Tabel 12. Deskripsi Statistik Omzet Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR Wilcoxon Signed Rank Test Descriptive Output Omzet

N Mean Std. Deviation Minimum Maximum OmzetSebelum 15 124221666.67 71300122.011 31025000 219000000 OmzetSesudah 15 179336666.67 125076647.168 36500000 365000000 Sumber: Hasil data primer.

Tabel descriptive statistics di atas menunjukkan nilai mean, standart deviasi, minimum dan maksimum dari masing – masing kelompok data (omzet sebelum dan omzet sesudah). Tampak bahwa Mean atau rata – rata nilai omzet sesudah pemberian kredit usaha rakyat Rp 179.336.667 di mana lebih besar dari pada nilai omzet sebelum pemberian kredit usaha rakyat yaitu Rp 124.221.667. Besarnya perbedaan ini bermakna secara statistik, yang akan dijawab oleh uji Wilcoxon Signed Rank Test.

Tabel 13. Hasil Uji Wilcoxon Omzet Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR Wilcoxon Signed Rank Test Ranks Omzet

N Mean Rank Sum of Ranks

OmzetSesudah-OmzetSebelum

Negative

Ranks 1a 10.00 10.00

Positive Ranks 14b 7.86 110.00

Ties 0c

Total 15

Sumber: hasil data primer.

Berdasarkan metode perhitungan yang dilakukan dalam rumus Wilcoxon Signed rank Test, nilai – nilai yang di dapat adalah: nilai mean rank dan sum of ranks dari kelompok negatif ranks, positive ranks dan ties. Negatif ranks artinya sampel dengan nilai omzet sesudah pemberian kredit usaha rakyat lebih rendah dari nilai kelompok omzet sebelum pemberian kredit usaha rakyat yaitu ada 1 pelaku usaha mikro menengah hasil olahan industri yang omzet sesudah pemberian kredit usaha rakyat lebih kecil dari omzet sebelum pemberian kredit usaha rakyat.

Positif ranks adalah sampel dengan nilai omzet sesudah pemberian kredit usaha rakyat lebih tinggi dari nilai omzet sebelum pemberian kredit usaha rakyat yaitu sebanyak 14. Sedangkan ties adalah nilai omzet sesudah pemberian kredit usaha rakyat sama besarnya dengan nilai omzet sebelum pemberian kredit usaha rakyat yaitu sebanyak 0. Mean Rank adalah peringkat rata – ratanya, mean rank positif sebesar 7,86 dan sum of ranks adalah jumlah dari peringkatnya sebesar 110,00.

Tabel 14. Nilai Z Uji Wilcoxon Omzet Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR

Wilcoxon Signed Rank Test Output Omzet Test Statisticsa

Omzet Sesudah –Omzet Sebelum

Z -2.840b

Asymp. Sig. (2-tailed) .005

Sumber: Hasil data primer.

Berdasarkan hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, maka nilai Z yang didapat sebesar -2,840 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,005 di mana kurang dari batas kritis penelitian 0,05 dan nilai Z hitungnya -2,828 <

b. Uji Wilcoxon Signed Rank Test pada Keuntungan Penjualan

Tabel 15. Deskripsi Statistik Keuntungan Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR

Wilcoxon Signed Rank Test Descriptive Output Keuntungan N Mean

Std.

Deviation Minimum Maximum keuntungan_sebelum 15 40271666.67 30054903.43 7300000 109500000 keuntungan_sesudah 15 66405666.67 51913557.06 15330000 182500000 Sumber: Hasil data primer.

Tabel deskriptive statistics di atas menunjukkan nilai mean, standart deviasi, minimum dan maksimum dari masing – masing kelompok data. Tampak bahwa keuntungan sebelum pemberian kredit usaha rakyat sebesar Rp 7.300.000 dan maksimum sebesar Rp 109.500.000, sedangkan nilai minimum keuntungan sesudah pemberian kredit usaha rakyat adalah Rp 15.330.000 dan maksimum sebesar Rp 182.500.000. Nilai Mean atau rata – rata nilai keuntungan sesudah pemberian kredit usaha rakyat Rp 66.405.667 di mana lebih besar daripada nilai mean keuntungan sebelum pemberian kredit usaha rakyat yaitu Rp 40.271.667.

Besarnya perbedaan ini bermakna secara statistic, itulah yang akan dijawab oleh uji Wilcoxon Signed Rank Test.

Tabel 16. Hasil Uji Wilcoxon Keuntungan Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR

Wilcoxon Signed Rank Test Ranks Keuntungan

N Mean Rank Sum of Ranks

Berdasarkan metode perhitungan yang dilakukan di dalam rumus Wilcoxon Signed Rank Test, nilai – nilai yang di dapat adalah: nilai mean rank dan sum of ranks dari kelompok negatif ranks, positive ranks dan ties. Negatif ranks artinya sampel dengan nilai keuntungan sesudah pemberian kredit usaha rakyat lebih kecil dari nilai keuntungan sebelum pemberian kredit usaha rakyat yaitu sebanyak 1 sampel.

Positive ranks adalah sampel dengan nilai keuntungan sesudah pemberian kredit usaha rakyat lebih tinggi dari nilai keuntungan sebelum pemberian usaha rakyat yaitu sebanyak 14. Sedangkan ties adalah nilai keuntungan sesudah pemberian kredit usaha rakyat sama besarnya dengan nilai keuntungan sebelum pemberian kredit usaha rakyat yaitu sebanyak 0. Mean Rank adalah peringkat rata – ratanya, mean positive rank sebesar 8,39 serta mean negative rank sebesar 2,50 dan sum of ranks adalah jumlah dari peringkatnya, yang mana sum of rank positive sebesar 117,50 dan sum of rank negative sebesar 2,50.

Tabel 17. Nilai Z Uji Wilcoxon Keuntungan Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR

Wilcoxon Signed Rank Test Output Keuntungan Test Statisticsa

keuntungan_sesudah - keuntungan_sebelum

Z -3.210b

Asymp. Sig. (2-tailed) .001

Sumber: Hasil data primer

Berdasarkan hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, maka nilai Z yang didapat sebesar -3,266 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,001 di mana kurang dari batas kritis penelitian 0,05 dan nilai Z hitungnya -3,266 < sehingga keputusan hipotesis adalah yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara keuntungan sebelum pemberian kredit usaha rakyat dan keuntungan sesudah pemberian kredit usaha rakyat.

2. Analisis Omzet Setelah Pemberian Kredit Usaha Rakyat

Omzet penjualan adalah jumlah jumlah total hasil produksi yang dapat dijual dalam sekali bakulan/ penjualan yang dihasilkan oleh pengusaha UMKM hasil olahan industri. Omzet penjualan para pelaku usaha UMKM hasil olahan industri sangat bervariasi, mulai dari yang mempunyai omzet penjualan Rp 36.500.000 per tahun sampai yang menembus omzet Rp 365.000.000 per tahun. Hal ini dapat terjadi karena pelaku UMKM hasil olahan industri ini memiliki modal yang besar maupun meneruskan usaha yang diwariskan keluarganya.

Jumlah pelaku UMKM yang mengalami peningkatan omzet usaha setelah memperoleh pembiayaan dari kredit usaha rakyat juga signifikan, yaitu sebanyak 14 pelaku usaha dari jumlah total 15 pelaku usaha yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Setelah itu terdapat 1 pelaku usaha yang mengalami penurunan

persaingan harga di pasaran maupun tidak dapat memaksimalkan jumlah tenaga kerja yang dimiliki. Hasil wawancara dengan pelaku UMKM hasil olahan industri bahwa mereka mengatakan semakin besar pembiayaan yang diberikan oleh kredit usaha rakyat maka akan semakin meningkatkan omzet usaha.

Naik turunnya omzet penjualan UMKM hasil olahan industri dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari yang mengandalkan penjualan secara musiman dan semakin tingginya harga bahan baku industri tetapi tidak di imbangi oleh kenaikan harga jual barang.

3. Analisis Keuntungan Setelah Pemberian Kredit Usaha Rakyat

Keuntungan usaha adalah jumlah keuntungan perbulan yang diperoleh usaha kecil yang merupakan pengurangan total cost (TC) terhadap total revenue (TR) atau = TR – TC). Pelaku UMKM hasil olahan industri terkadang mempunyai kebiasaan yang mencampur adukan uang hasil penjualan dengan uang untuk kebutuhan konsumtif, hal ini terjadi karena tingkat pendidikan yang rendah dan pengetahuan tentang manajemen usaha yang sangat kurang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pembiayaan sangat berpengaruh bagi berjalannya pelaku UMKM hasil olahan industri, dari 15 sampel dalam penelitian ini 14 pelaku usaha mengalami peningkatan keuntungan. Namun terdapat juga 1 pelaku UMKM hasil olahan industri yang malah mengalami penurunan keuntungan, berdasarkan hasil wawancara dengan pelaku UMKM hasil olahan industri, mereka mengalami kerugian karena beberapa faktor, diantaranya sudah menyerahkan barang dagangan maupun ditipu oleh pelanggan.

Keuntungan penjualan UMKM hasil olahan industri sebenarnya sangat menggiurkan jika dikelola dengan baik dan benar, karena uang masuk dan uang keluar akan tercatat dengan jelas dan dapat dianalisa jika terjadi kerugian.

BAB VI KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan

1. Untuk mendapatkan persetujuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemohon kredit usaha harus melewati tiga proses dan syarat yang diberikan oleh Bank yaitu persyaratan awal dengan melihat KTP, Kartu Keluarga, Surat izin usaha dll. Survey lokasi usaha oleh pihak Bank. Pencairan dana.

2. Pemberian kredit usaha rakyat berpengaruh signifikan terhadap perubahan perkembangan nilai omzet sesudah pada pelaku UMKM hasil olahan industri di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang dan . pemberian kredit usaha rakyat berpengaruh signifikan terhadap perubahan nilai keuntungan sesudah pada pelaku UMKM hasil olahan industri di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.

Dokumen terkait