BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Landasan Teori
2.2.2 PengertianOmzet Penjualan
Fandy Tjiptono (2002:118) definisi mengenai omzet penjualan, esensinya diterapkan dalam tiga apresiasi yaitu: pertama, tingkat penjualan yang ingin dicapai, kedua, pasar yang ingin dikembangkan sebagai kegiatan transaksi atau tempat melakukan transaksi dan ketiga, adalah keuntungan atas penjualan.
Dalam pelaksanaannya menurut Swastha dan Irawan (2001), kegiatan penjualan dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
a. Kondisi dan Kemampuan Penjual
Transaksi jual beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak yakni penjal sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Pada posisi ini penjual harus dapat meyakinkan kepada pembeli agar berhasil mencapai sasaran.
penjualan yang diharapkan. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah :
Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan
Harga produk
Syarat penjualan yang berupa pembayaran, penghantara, pelaynan sesudah penjualan, garansi, dan sebagainya.
b. Kondisi Pasar
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Beberapa faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah :
Jenis pasarnya
Kelompok pembeli atau segmen pasarnya
Daya belinya
Frekuensi pembelian
Keinginan dan kebutuhan c. Modal
Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan ini, penjual harus memperkenalkan barangnya dengan membawa barangnya ke tempat pembeli. Untuk melaksanakannya diperlukan adanya sarana serta usaha seperti alat transportasi, tempat peraga, usaha promosi, dan sebagainya. Semuanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal.
2.2 Pengertian Keuntungan
Dalam kegiatan perusahaan, keuntungan dapat ditentukan dengan cara mengurangkan berbagai biaya yang dikeluarkan dari hasil penjualan yang diperoleh. Adapun biaya yang dikeluarkan meliputi pengeluaran untuk pembelian bahan mentah, pembayaran upah, pembayaran bunga, sewa, tanah, dan penghapusan (depresiasi). Apabila hasil penjualan yang diperoleh kemudian dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan tersebut nilainya adalah positif maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan (Sukirno,2005).
Dilihat dari sudut pandang perusahaan atau pembukuan keuntungan adalah perbedaan nilai uang dari hasil penjualan yang diperoleh dengan seluruh biaya yang dikeluarkan. Menurut sudut pandang ekonomi, definisi keuntungan menurut perusahaan cakupannya terlalu luas karena tidak mempertimbangkan biaya tersembunyi. Biaya tersembunyi adalah biaya produksi yang tidak dibayar dengan uang tapi keberadaannya tetap perlu diperhitungkan sebagai bagian dari biaya produksi. Arti dari keuntungan ekonomi ini sendiri adalah keuntungan dari sudut pandang perusahaan dikurangi oleh biaya tersembunyi (Sukirno, 2005).
Dijelaskan lagi oleh Sukirno (2005) bahwa terdapat berapa alasan mengapa perusahaan mendapat keuntungan, yaitu:
Keuntungan merupakan pembayaran kepada keahlian keusahawan dan kepada
para pengusaha yang memilikinya, dan menggunakannya dalam kegiatan produksi.
Keuntungan merupakan pembayaran terhadap pengambilan untuk mengambil risiko dan ketidakpastian dimasa depan yang dilakukan oleh para pengusaha.
Keuntungan merupakan ganjaran karena melakukan pembaruan/inovasi dalam kegiatan produksi. reliabilitas dan uji pangkat tanda
Kurnia Sari (2013) Usaha Rakyat
Kementerian Koperasi dan UMKM menambah jumlah bank penyalur KUR guna memperlancar dan mempermudah para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Dengan bantuan berupa KUR diharapkan masyarakat mampu mandiri untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Dengan melihat bagaimana perubahan yang terjadi antara sebelum dan sesudah pelaku usaha memperoleh KUR dapat diketahui bagaimana perkembangan usaha setelah mendapat KUR.
Jumlah dari omzet penjualan akan berhubungan dengan banyak sedikitnya modal usaha yang digunakan dan jumlah produk yang dihasilkan. Jika modal usaha yang digunakan sedikit maka jumlah produk yang dihasilkan juga sedikit dan akibatnya berdampak pada omzet penjualan yang diperoleh. Omzet penjualan menurut Swastha (2001) adalah akumulasi dan kegiatan penjualan suatu produk barang dan jasa yang dihitung secara keseluruhan dan terus menerus.
Keuntungan merupakan bagian terpenting yang diinginkan oleh para pelaku usaha. Tidak mustahil bahwa banyak pelaku usaha yang berusaha mendapatkan keuntungan. Dipaparkan oleh Sukirno (2005) bahwa keuntungan merupakan hasil
dikeluarkan jika nilai selisih yang dihasilkan adalah positif maka pengusaha tersebut mendapatkan keuntungan.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran KUR dari Bank Sumut Cabang Pancur Batu yang diberikan kepada UMKM termasuk ushaa mikro yang membutuhkan pinjaman sebagai modal kemudian dari usaha mikro dilihat bagaimana perubahan yang terjadi antara sebelum dan sesudah adanya KUR ditinjau dari omzet penjualan dan keuntungan. Secara sistematis kerangka pemikiran dapat dijelaskan dalam gambar dibawah ini :
Bana Bank Sumut Cabang Pancur
Batu
Bantuan Kredit Usaha Rakyat
(KUR)
Pekembangan Usaha Mikro Kecil Menengah
Omzet Penjualan Keuntungan
Gambar 2. Skema Kerangka Pemikiran 2.5 Hipotesis Penelitian
Ada perbedaan yang signifikan pada omzet penjualan dan keuntungan antara sebelum dan sesudah memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Sumut
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penentuan Daerah Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penentuan daerah ini dilakukan secara purposive (sengaja), dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut adalah salah satu daerah dengan jumlah UMKM terbanyak di Kabupaten Deli Serdang.
Tabel 2. Jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Deli Serdang
Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Deli Serdang 2017
3.2 Metode Penentuan Sampel
Menurut Arikunto (2002) populasi merupakan keseluruhan dari subyek penelitian.
Dalam penelitian ini yang akan dijadikan populasi adalah nasabah/pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Sumut KCP Pancur Batu dengan jumlah 15 orang. Maka yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan metode sensus berdasarkan pada ketentuan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002 :61-63) yang mengatakan bahwa: “ Sampling jenuh” adalah tehnik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel”. Istilah dari sampel jenuh adalah sensus.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data-data yang akurat dan relevan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari responden UMKM yang memperoleh KUR di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten deli Serdang dan data sekunder diperoleh dari Bank Sumut KCP Pancur Batu.
3.4 Metode Analisis Data
Metode analisis merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengolah hasil penelitian dengan tujuan memperoleh suatu kesimpulan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif untuk menilai obyek penelitian yang didasarkan pada sifat tertentu bukan angka. Analisis digunakan untuk menilai obyek penelitian yang dinyatakan dengan perhitungan atau angka-angka (Efendi,2011). Analisis yang dipergunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini yaitu dengan analisis uji beda. Uji statistik pangkat tanda Wilcoxon
digunakan untuk menguji perbedaan variabel sebelum dan sesudah menerima KUR. Alasan menggunakan alat analisis tersebut karena data yang diteliti berasal dari sejumlah responden yang sama dan berkaitan dengan periode waktu pengamatan yang berbeda yakni sebelum dan sesudah menerima KUR.
Analisis Pangkat Tanda Wilcoxon
Uji pangkat tanda wilcoxon digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan nyata (terdapat peningkatan) variabel yang diamati sebelum dan sesudah program dilakukan dengan menggunakan uji pangkat tanda wilcoxon dengan alasan data yang diteliti berbeda (sebelum dan sesudah). Variabel-variabel yang diamati pada penelitian ini adalah omzet penjualan dan keuntungan untuk melihat perkembangan usaha mikro di Kabupaten Deli Serdang. Setelah uji wilcoxon dilakukan akan muncul nilai Z dan nilai probabilita (p). Adapun rumus uji pangkat tanda wilcoxon menurut Ghozali (2002) adalah,
( )
√ ( ( )
Keterangan : N = Jumlah data
T = Jumlah ranking dari nilai selisih yang negatif (apabila yang positif lebih banyak jumlahnya dari pada banyaknya nilai selisih negatif) atau jumlah ranking dari nilai selisih yang positif (apabila banyaknya selisih yang negatif lebih banyak jumlahnya dari pada banyaknya nilai selisih yang positif).
Dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut :
H0 = Tidak ada beda variabel (omzet penjualan dan keuntungan) yang diuji
antara sebelum dan sesudah memperoleh KUR dari Bank Sumut Cabang Pancur Batu.
H1 = Ada beda variabel (omzet penjualan dan keuntungan) sebelum dan sesudah memperoleh KUR dari Bank Sumut Cabang Pancur Batu.
Jika probabilitas (p) > 0,05 maka H0 diterima. Jika probabilita (p) ≤ 0,05 maka H1 diterima. Signifikansi penelitian ini akan membandingkan Ztabel dan Zhitung.
Tes statistik bagi rata-rata adalah nilai Z dari rata-rata, karena α = 5% maka nilai kritis yang bersesuaian dari tabel adalah Z0.025 = 1.96 dan –Z0.025 (two-tailed).
Daerah kritis adalah Z > 1.96 atau Z < -1.96.
3.5 Definisi dan Batasan Operasional 3.5.1 Definisi
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami penelitian, maka dibuat definisi dan batasan operasioanal sebagai berikut :
1. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau Badan Usaha disemua sektor ekonomi.
2. Bank Sumut adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
3. Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah Kredit Modal Kerja (KMK) dan atau Kredit Investasi (KI) dengan plafon kredit sampai dengan Rp500 juta yang
diberikan kepada usaha miko kecil menengah yang memiliki usaha produktif yang akan mendapat penjaminan dari perusahaan penjamin.
4. Omzet penjualan adalah akumulasi dari kegiatan penjualan suatu produk barang dan jasa yang ditung secara keseluruhan dan terus menerus.
5. Keuntungan adalah perbedaan nilai uang dari hasil penjualan yang diperoleh dengan seluruh biaya yang dikeluarkan.
3.5.2 Batasan Operasional
1. Sampel adalah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Sumut KCP Pancur Batu.
2. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang pada Bank Sumut KCP Pancur Batu.
3. Penelitian dilakukan pada tahun 2018.
BAB IV
DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN
4.1 Deskripsi Daerah Penelitian
Kecamatan Pancur Batu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Deli Serdang dengan luas wilayah sebesar 122,53 Km2 dan letak astronomis di bagian lintang utara: 30 39’ – 30 52’, bujur timur: 980 54’ – 980 62’
dimana terletak di ketinggian 45 m diatas permukaan laut.
Daerah ini terdiri atas 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau dengan intensitas curah hujan ±269 mm/tahun dimana merupakan daerah dataran rendah dan jenis tanah liat putih, tanah liat merah campur pasir.
Wilayah Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang memiliki batas – batas wilatah sebagai berikut:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Sunggal dan Kota Medan - Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Namorambe - Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sibolangit - Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kutalimbaru 4.1.1 Keadaan Penduduk
Kecamatan Pancur Batu terdiri dari 25 (dua belas) kelurahan dengan jumlah penduduk 100.392 jiwa. Jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Pancur Batu terdiri atas 50.542 jiwa laki – laki dan 50.150 jiwa perempuan.
Tabel 3. Distribusi Penduduk Menurut Lapangan Usaha/Pekerjaan di Kecamatan Paluh Manan Tahun 2017
No Bidang Usaha Jumlah
1. Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Perikanan, Peternakan 10041
2. Industri Pengolahan 1220
3. Listrik, Gas dan Air Minum 2538
4. Bangunan 4427
5. Perdagangan, Hotel dan Restoran 5028
6. Pengangkutan dan Komunikasi 1440
7. Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan 2978
8. Lainnya 13154
Sumber:Kecamatan Pancur Batu Dalam Angka, 2017.
4.1.2 Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana mempengaruhi perkembangan dan kemajuan
masyarakat di Kecamatan Kisaran Timur. Oleh karena itu, berikut adalah sarana dan prasarana yang ada di Kecamatan Kisaran Timur:
Tabel 4. Sarana dan Prasarana di Kecamatan Pancur BatuTahun 2017
No Uraian Jumlah(unit)
1. Taman Kanak – Kanak 14
2. Sekolah Menengah Dasar Negeri 28
3. Sekolah Menengah Dasar Swasta 15
4. Madrasah Ibtidaiyah 2
5. Sekolah Menengah Pertama Negeri 4
6. Sekolah Menengah Pertama Swasta 11
7. Madrasah Tsanawiyah 3
8. Sekolah Menengah Atas Negeri 1
9. Sekolah Menengah Atas Swasta 6
10. Sekolah Menengah Kejuruan 8
11. Rumah Sakit 2
Sumber: Kecamatan Pancur Batu Dalam Angka, 2017.
4.2 Deskripsi Data
Responden dalam penelitian ini adalah pelaku usaha mikro dan kecil hasil olahan industri yang mendapatkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat oleh Bank Sumut di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang yang mana terdiri dari 15 orang responden. Dari hasil survei dan wawancara di lapangan terhadap responden diperoleh beberapa informasi mengenai karakteristik responden. Karakteristik responden yang akan dibahas disini berkaitan dengan latar belakang sosial ekonomi meliputi gambaran struktur usia, jenis kelamin, pekerjaan dan tingkat pendidikan responden.
4.2.1 Usia
Berdasarkan hasil kuisioner penelitian, struktur usia responden umumnya masih termasuk pada usia produktif, karena yang paling banyak adalah responden pada usia antara 31 – 35 tahun mencapai 5 orang dari total 15 responden. Sedangkan yang paling sedikit adalah responden yang berusia antara 41 – 45 tahun berjumlah 1 orang, antara 46 – 50 tahun berjumlah 1 orang, antara 51 – 55 tahun berjumlah 1 orang, dan antara 56 – 60 tahun berjumlah 1 orang. Hal ini menggambarkan bahwa memang peluang usaha mikro dan kecil sangat menjadi harapan para pelaku UMKM untuk menyambung hidupya. Data selengkapnya seperti terlihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Usia Responden UMKM Hasil Olahan Industri yang Menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Rentang Usia Frekuensi Persentase (%)
26 – 30 3 20
Sumber: Hasil kuisioner di olah
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM merupakan usia produktif untuk bekerja, hal ini juga sangat mempengaruhi perkembangan dalam menjalankan usahanya. Dengan rata – rata usia pelaku UMKM adalah 37 tahun ini menggambarkan bahwa pelaku UMKM sangat mengharapkan mendapatkan penghasilan untuk menyambung hidup dari usaha mikro menengah dan kecil ini.
4.2.2 Jenis Kelamin
Semua penduduk mempunyai kesempatan yang sama berpartisipasi dalam pembangunan, pekerjaan maupun dalam berbagai kegiatan lainnya tanpa harus membedakan jenis kelamin, suku, agama, maupun ras lainnya. Demikian pula halnya dalam menjalankan usaha khususnya dalam usaha kecil terlihat adanya kesamaan kesempatan baik bagi penduduk laki – laki maupun perempuan.
Berdasarkan hasil kuisioner diperoleh gambaran penduduk yang menjalankan usaha mikro menengah dan kecil di sektor hasil olahan industri berdasar jenis kelamin terlihat jumlahnya di dominasi oleh laki – laki dibandingkan dengan perempuan. Responden laki – laki berjumlah 12 orang sedangkan responden perempuan berjumlah 3 orang seperti terlihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Jenis Kelamin Responden UMKM Hasil Olahan Industri yang Menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
Laki – laki 12 80
Perempuan 3 20
Total 15 100
Sumber: Hasil kuisioner di olah
Para pelaku UMKM didominasi oleh para kaum laki – laki, data dilapangan didapatkan kalau laki – laki lebih tertarik untuk melakukan usaha mikro menengah dan kecil karena sudah menjadikan usahanya ini sebagai mata pencaharian utama. Sedangkan para pelaku usaha UMKM perempuan masih sedikit tertarik untuk melakukan usahanya ini, karena untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Dengan melakukan usaha ini mereka dapat membantu memperoleh pendapatan untuk kebutuhan uang saku anak, membayar biaya sekolah dan lain sebagainya.
4.2.3 Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan merupakan hal penting dalam menunjang tingkat produktivitas seseorang. Karena jika sumber daya manusia yang ada memiliki tingkat pendidikan dan keterampilan yang tinggi merupakan modal utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi suatu negara atau daerah. Hal ini dimungkinkan karena sumber daya manusia ini selain sebagai obyek pembangunan juga sebagai subyek pembangunan.
Berdasarkan hasil kuisioner penelitian, seperti terlihat pada Tabel 7 tingkat pendidikan responden, sebagian besar memiliki pendidikan SMA yaitu sebanyak 12 orang, dan tingkat pendidikan SMP sebanyak 3 orang. Hal ini dapat dimengerti karena untuk menjalankan usaha disektor usha kecil menengah ini, faktor tingkat
pendidikan formal bukan masalah yang utama. Karena yang paling dibutuhkan untuk menjalankan usaha ini adalah keberanian, kerja keras, ketekunan dan pantang menyerah untuk bisa berhasil.
Tabel 7. Tingkat Pendidikan Responden UMKM Hasil Olahan Industri yang Menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
SMP 3 20
SMA 12 80
Total 15 100
Sumber: Hasil kuisioner di olah
Tingkat pendidikan yang tinggi tidak menjadi jaminan untuk dapat melakukan usaha, terutama menggarap sektor UMKM, karena semakin tinggi ilmu pendidikan yang ada pada seseorang, maka mereka cenderung untuk berpikir berulang ulang ketika mau melakukan usaha. Usaha yang dilakukan apakah nanti bisa sukses atau tidak, barang yang dijual laku atau tidak dan sebagainya.
Pelaku usaha UMKM ini sangatlah unik, biasanya para pelaku yang melakoni usaha ini malah dari kalangan yang pendidikannya biasa atau tidak terlalu tinggi, bahkan ada yang pendidikannya rendah. Mereka berpikir hanya bagaimana untuk melakukan usaha yang baik dan dapat membuat usahanya itu semakin maju, jadi fokus dalam usahanya mereka menjadi modal utama.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Analisis Proses dan Syarat Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Proses dan Syarat Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) hasil olahan industri di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang adalah sebagai berikut:
a. Persyaratan Awal
Adapun persyaratan awal untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) hasil olahan industri di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang adalah pihak Bank meminta pemohon untuk membawa KTP, Kartu Keluarga, Surat Izin Usaha, Surat Pajak Bumi Bangunan (PBB), Pas Photo pemohon, Surat Nikah pemohon jika sudah menikah, dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) pemohon. Persyaratan tersebut berguna sebagai data administrasi pihak Bank. Batas peminjaman yang diberikan oleh Bank yaitu sebanyak Rp 500.000.000 dengan minimal peminjaman sebesar Rp.5.000.000. Setelah semua syarat nya telah terkumpul, kemudian pihak Bank melakukan proses verifikasi. Waktu pengerjaan oleh pihak Bank adalah selama 12 hari. Proses pengerjaan yang cepat berpengaruh terhadap kualitas SDM yang dimiliki oleh pihak Bank.
b. Survey Lokasi Usaha Oleh Pihak Bank
Setelah semua persyaratan awal sudah terverifikasi, pihak Bank kemudian melakukan survey langsung ke lokasi usaha pemohon. Pihak Bank meninjau bagaimana keadaan pasti di lokasi usaha pemohon, mewawancara pekerja dan lingkungan tempat usaha pemohon. Pihak Bank juga melakukan survey langsung
untuk memastikan keaslian agunan tanah lokasi usaha pemohon. Kedua hal ini dilakukan oleh pihak Bank untuk memastikan setiap syarat yang diajukan pemohon sudah benar atau belum, dan sebagai pertimbangan bagi pihak Bank untuk memutuskan dapat memberikan kredit usaha atau tidak kepada si pemohon.
c. Pencairan Dana
Setelah pihak Bank setuju untuk memberikan Kredit Usaha kepada pemohon, kemudian pihak Bank menghubungi pemohon untuk datang ke Bank tersebut.
Pihak Bank menjelaskan ke pemohon mengenai surat perjanjian Kredit Usaha Rakyat (KUR). Setelah sepakat, pihak bank dan pemohon menandatangani surat perjanjian kredit usaha bermaterai. Setelah semua proses selesai, pihak Bank melakukan pencairan dana kepada si pemohon Kredit Usaha Rakyat (KUR).
5.2 Hasil Perkembangan Omzet dan Keuntungan UMKM Hasil Olahan Industri Sebelum dan Sesudah Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) 5.2.1 Perkembangan UMKM di Bank Sumut KCP Pancur Batu
a. Penyaluran Kredit
Penyaluran kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi kewajiban setelah jangka waktu tertentu.
Tabel 8. Jumlah Penyaluran Kredit oleh Bank Sumut KCP Pancur Batu Per Tahun
Tahun Banyaknya UMKM Jumlah (Rp)
2015 84 7.731.934.453
2016 92 10.193.445.662
2017 87 9.981.063.875
2018 89 10.845.984.384
sumber : Bank Sumut KCP Pancur Batu
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa banyaknya kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun 2015 sebesar Rp. 7.731.934.453, yang disalurkan ke-84 debitur, pada tahun 2016 sebesar Rp. 10.193.445.662, yang disalurkan ke-92 debitur. Pada tahun 2017 sebesar Rp. 9.981.063.875, yang disalurkan ke-87 debitur. Dan pada tahun 2018 sebesar Rp. 10.845.984.384, yang disalurkan ke-89 debitur.
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kredit usaha rakyat (KUR) mengalami peningkatan dari tahun 2015 sampai dengan 2016. Pada tahun 2016 ke 2017 jumlah kredit usaha rakyat mengalami penurunan. Dan pada tahun 2017 ke 2018 jumlah kredit usaha rakyat mengalami peningkatan.
b. Agunan (Jaminan)
Jaminan kredit berfungsi sebagai perlindungan atas pengembalian kredit, memberi dorongan kepada nasabah (tertagih) untuk memenuhi perjanjian kredit, khususnya mengenai pembayaran kembali sesuai dengan syarat-syarat yang telah disetujui agar nasabah tidak kehilangan kekayaan yang telah dijaminkan kepada bank.
Maka ditemui hasil penelitian pada Bank Sumut Cabang Pancur Batu bahwa agunan (jaminan) harus diberikan nasabah kepada pihak bank sebagai pernyataan bahwa nasabah mampu mengembalikan kredit, terhindar dari kredit bermasalah dan dari terjadinya kerugian oleh Bank Sumut KCP Pancur Batu.
5.2.2 Hasil Analisis Perkembangan UMKM Hasil Olahan Industri Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR
Berikut disajikan data omzet dan keuntungan responden usaha mikro kecil menengah (UMKM) hasil olahan industri sebelum dan sesudah pemberian Kredit
kredit usaha rakyat di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang pada tabel 9.
Tabel 9. (Besar Pinjaman, Jangka Waktu, Jumlah Penerimaan KUR) No Besar Pinjaman
Sumber : Hasil kuisioner di olah
Besar pinjaman UMKM di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang bervariasi mulai dari Rp 12.000.000 dan ada mencapai Rp 120.000.000 dengan jangka waktu 1,5 sampai 3 tahun dan jumlah penerimaan KUR yang bervariasi dari 1 kali sampai 3 kali UMKM yang sudah menerima pemberian KUR.
Tabel 10. Perkembangan Usaha Sebelum dan Sesudah Pemberian KUR (Omzet)
NO Jenis Usaha Omzet (Rp) Persen
Sebelum Sesudah %
1 Pembuatan Opak 36.500.000 54.750.000 50%
2 Budidaya Tanaman Hias 146.000.000 91.250.000 -37,5%
3 Pembuatan Belimbing 31.025.000 36.500.000 17,6%
4 Pembuatan Pavin Blok 182.500.000 365.000.000 50%
5 Penggilingan Ayam 164.250.000 255.500.000 40%
6 Pembuatan Gula Aren 30.200.000 36.500.000 20,8%
7 Usaha Kelapa Parut 36.500.000 43.800.000 20%
8 Pengolahan Keripik Pisang 43.800.000 51.100.000 16,6%
9 Pabrik Meubel 146.000.000 255.500.000 75%
10 Usaha Kerajinan Bambu 182.500.000 204.400.000 12%
11 Pabrik Roti 109.500.000 162.500.000 48,4%
12 Pabrik Pembuatan Tahu 102.000.000 145.000.000 42,1%
13 Pembuatan Dodol 82.500.000 106.000.000 28,4%
14 Pembuatan Pakan Ternak 118.625.000 237.250.000 30%
15 Pengolahan Kayu 102.500.000 195.000.000 90,2%
Sumber : Hasil kuisioner di olah
Perkembangan UMKM dilihat dari omzet sesudah menerima KUR menunjukkan persentase yang bervariasi dari 12 % dan ada yang mencapai 90,2% tetapi ada juga omzet UMKM yang mengalami penurunan sebesar -37,5% dengan itu jumlah persentase kenaikan omzet UMKM sebesar 93,33% (14 UMKM) dan yang
Perkembangan UMKM dilihat dari omzet sesudah menerima KUR menunjukkan persentase yang bervariasi dari 12 % dan ada yang mencapai 90,2% tetapi ada juga omzet UMKM yang mengalami penurunan sebesar -37,5% dengan itu jumlah persentase kenaikan omzet UMKM sebesar 93,33% (14 UMKM) dan yang