• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

2. Hasil Analisis Statistik Inferensial

a. Pengaruh mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong

Berdasarkan hasil analisis pengaruh variabel mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong diperoleh pengaruh signifikan antara variabel mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar matematika. Model Summary dengan R2 (R square)sebesar 0,485 yang mengandung arti bahwa pengaruh mindset terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 48,5 %

Pada tabel 4.11 dapat dilihat dari nilai ꞵ1 = 1,351 dengan nilai sig. = 0,012 pada taraf sig. α = 0,05 yang berarti sig. 0,012 < 0,005, ꞵ2 = 1,943 dengan nilai sig. = 0,000 pada taraf sig. α = 0,05 yang berarti sig. 0,000 < 0,005, hal ini menunjukkan bahwa bahwa variabel mindset dan metakognisi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Meskipun nilai pengaruhnya positif, nilai pengaruh mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar matematika sangat kecil. Hal tersebut berarti tanpa mindset dan metakognisi, masih banyak terdapat variabel lain yang berpengaruh daripada mindset dan metakognisi.

Dalam pengambilan data di lapangan, peneliti harus berusaha keras mengumpulkan data sebab pembelajaran online cenderung membuat siswa belajar ekstra untuk memahami pembelajaran daring dan siswa cenderung menunda-nunda pengerjaan tugas, terlebih lagi tugas yang diberikan adalah soal esai matematika. Hal ini dikarenakan siswa bermindset rendah, sebab keadaan

seperti ini sudah totalitas membuat mereka bersikap acuh dengan tugas matematika, sedangkan untuk siswa yang awalnya bersikap netral terhadap pelajaran matematika, beberapa di antara mereka sudah ada yang menjadi kurang suka terhadap matematika. Jika disimpulkan, karena mindset lah maka hasil belajar siswa belum maksimal

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andriani (2013) yang menyatakan bahwa saat penelitian terdapat beberapa responden dengan mindset tetap sehingga kurang menyukai matematika ada pula yang responden dengan mindset berkembang yang berpendapat bahwa matematika adalah pelajaran sulit yang menantang. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika responden yang menyukai matematika lebih baik dibanding hasil belajar responden yang tidak menyukai matematika. Hasil penelitian lain yang relevan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Jo Boaler (2013) Dalam tulisannya ia mengulas bahwa pentingnya mindset siswa untuk belajar: ketika siswa percaya bahwa kemampuan setiap orang dapat berkembang, pencapaian siswa dapat meningkat secara signifikan.

Selain itu terdapat pula terdapat siswa yang tetap mengumpulkan tes hasil belajar matematika namun nilainya masih belum mencapai KKM sekolah. Hal ini bisa terjadi pada siswa yang tetap netral terhadap pelajaran matematika dan bermindset berkembang, namun metakognisinya belum masuk kategori tinggi.

Metakognisi yang belum mencapai kategori tinggi berarti bahwa siswa hanya meniru cara yang diajarkan oleh guru tanpa sepenuhnya mengerti apa yang ia kerjakan dan siswa cenderung kurang mengevaluasi dirinya sendiri, sehingga

75

menyebabkan hasil belajar matematika kurang maksimal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metakognisi mempengaruhi hasil belajar siswa

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fajriani dan Nur dahniar (2016) Pengaruh Metakognisi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri Se Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar siswa Kelas X SMA Negeri se Kabupaten Bulukumba memiliki metakognisi yang berada pada kategori tinggi, (2) Metakognisi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika.

Berdasarkan hasil pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa variabel mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar siswa berpengaruh signifikan.

Hal tersebut berarti, semakin tinggi mindset dan metakognisi siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 1 “Mindset dan Metakognisi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong” yang telah diajukan pada akhir Bab II dinyatakan teruji kebenarannya dan rumusan masalah kedua pada Bab I dinyatakan telah terjawab

b. Pengaruh mindset terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong

Berdasarkan hasil analisis pengaruh variabel mindset terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong diperoleh

pengaruh positif antara variabel mindset terhadap hasil belajar matematika.

Besar kontribusi mindset adalah sebesar 16,4%.

Pada tabel 4.12 dapat dilihat dari nilai ꞵ1 = 1,351 dengan nilai sig. = 0,012 pada taraf sig. α = 0,05 yang berarti sig. < 0,005 hal ini menunjukkan bahwa bahwa variabel mindset berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi Mindset (X1) maka hasil belajar siswa (Y) juga akan semakin naik.

Mindset mempunyai pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa.

Hal ini memperkuat deskripsi teoritik bahwa siswa dengan Mindset berkembang (Growth Mindset) akan terpicu untuk belajar dan senantiasa meningkatkan usaha mencapai tujuannya sehingga saat pembelajaran matematika, siswa tersebut aktif dan dapat menjawab permasalahan matematika sehingga hasil belajar yang didapatkan juga akan lebih baik.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fandy Rahardi dan Teguh Dartanto (2021) yang menunjukkan bahwa 28%

siswa SMP di kabupaten Beji, Depok yang memiliki mindset berkembang dengan rata-rata nilai matematika sebesar 39,05. Setelah mengontrol status sosial-ekonomi siswa dan faktor lainnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa mindset dapat berperan dalam mempengaruhi hasil belajar, meskipun hasilnya relatif lemah. Keyakinan yang lebih kuat pada mindset berkembang secara positif dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Oleh karena itu, ke depannya penting untuk mengatasi masalah ini dengan mendorong siswa untuk percaya diri dan percaya bahwa kecerdasan dapat dikembangkan.

77

Hasil penelitian lain yang relevan yaitu Rukmana, dkk (2016) yang menunjukkan bahwa Adversity Quotient (dimana di dalamnya termasuk mindset) mempunyai sumbangan pengaruh terhadap hasil belajar matematika sebesar 43,1%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 56,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Sehingga, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi AQ maka akan semakin tinggi pula hasil belajar matematika yang diperoleh siswa. Sebaliknya, semakin rendah AQ maka akan semakin rendah pula hasil belajar matematika yang diperoleh siswa.

Temuan ini juga didukung oleh teori jenis mindset yang dikemukakan oleh Carol S Dweck (2019) bahwa ada dua jenis mindset yakni mindset tetap (fixed mindset) dan mindset berkembang (growth mindset). Seseorang dengan mindset berkembang tidak akan mudah terpaku (dan merasa terlabeli selamanya) dengan kegagalan sehingga mereka akan berusaha untuk berkembang dan memperoleh hasil yang baik dimasa yang akan datang. Hal ini diperkuat dengan peneliannya bersama Blackwell,, L dan Trzenlewski,K dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pada awalnya siswa-siswa dengan mindset berkembang (growth mindset) membutuhkan kerja keras dan mengalami beberapa kesalahan, mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu dan lebih keras untuk menguasai bidang yang menjadi tujuannya.

Sehingga siswa dengan mindset berkembang menunjukkan peningkatan terus menerus pada nilai matematika. Sebaliknya, pada siswa dengan mindset tetap (fixed mindset) nilai matematikanya mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa mindset berpengaruh pada hasil belajar matematika siswa.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 2

“Mindset berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong” yang telah diajukan pada akhir Bab II dinyatakan teruji kebenarannya dan rumusan masalah ketiga pada Bab I dinyatakan telah terjawab

c. Pengaruh metakognisi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong

Berdasarkan hasil analisis pengaruh variabel metakognisi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong diperoleh pengaruh positif antara variabel metakognisi terhadap hasil belajar matematika.

Besar kontribusi metakognisi adalah sebesar 32,1%.

Pada tabel 4.13 dapat dilihat dari nilai ꞵ2 = 1,943 dengan nilai sig. = 0,000 pada taraf sig. α = 0,05 yang berarti sig. < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa metakognisi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa yang berarti bahwa semakin tinggi metakognisi (X2) maka hasil belajar siswa (Y) juga akan semakin naik.

Metakognisi mempunyai pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini memperkuat deskripsi teoritik bahwa siswa yang memiliki metakognisi yang baik akan mampu mengontrol dan mengevaluasi dirinya sendiri dalam memecahkan masalah matematika. Dengan metakognisi yang baik, siswa dapat memperolah hasil belajar yang maksimal.

79

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Manggala Wihasta Jagat Wicaksana, Baidow Eka Kurniawan Dan Muhammad Turmuzi (2021) dimana dalam penelitiannya dapat disimpulkan bahwa kesadaran metakognisi berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 34,808 dengan nilai r sebesar 0,250. Karena koefisien regresi (b) positif dengan nilai t hitung > nilai ttabel maka h0 ditolak.

Bentuk persamaan regresinya Y= -1,532 + 0,289 X

Hasil penelitian lain yang relevan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Nurmalasari (2015) menunjukkan bahwa kemampuan metakognisi yang dimiliki peserta didik termasuk ke dalam kategori cukup begitu pun hasil belajar yang dimiliki termasuk ke dalam kategori cukup. Sehingga semakin baik kemampuan metakognisi yang dimiliki peserta didik maka semakin baik juga hasil belajar yang diperoleh. Kontribusi kemampuan metakognisi terhadap hasil belajar berdasarkan RSquare yaitu 28,9% dan 71,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan diketahuinya jenis kemampuan yang dapat mempengaruhi hasil belajar maka peningkatan hasil belajar siswa akan lebih diupayakan yaitu dengan mengembangkan kemampuan metakognisi.

Temuan ini juga didukung dengan teori yang dikemukakan oleh Wolfolk yang menyebutkan bahwa metakognisi merujuk pada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berpikir dan belajar yang dilakukan dan kesadaran ini akan terwujud apabila seseorang dapat mengawali berpikirnya dengan merencanakan, memantau, mengevaluasi hasil dan aktivitas berpikirnya. Seseorang yang melibatkan kesadaran metakognisinya akan lebih baik dalam belajar dan menyelesaikan suatu tugas daripada yang

tidak menggunakan kesadaran metakognisinya. Siswa yang kurang kesadaran metakognisinya cenderung kurang berprestasi, memiliki tujuan akademik yang rendah, dan mudah menyerah. (Hasanah, 2021)

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 3

“Metakognisi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong” yang telah diajukan pada akhir Bab II dinyatakan teruji kebenarannya dan rumusan masalah keempat pada Bab I dinyatakan telah terjawab.

Dokumen terkait