• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.2 Hasil Analisis

4.2.4 Hasil Analisis SWOT

Analisis SWOT bertujuan untuk merumuskan suatu rekomendasi strategi pembangunan Kabupaten Dairi yang dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah. Dilakukan dengan cara mengidentifikasi faktor internal dan eksternal Kabupaten Dairi. Faktor internal tersebut yaitu Kekuatan (Strenght) dan Kelemahan (Weakness), sedangkan faktor eksternal yaitu Peluang (Opportunity) dan Ancaman (Threat).

Analisis ini kita lakukan dengan menggunakan Matriks SWOT dimana dengan matriks ini akan kita lakukan pencocokan tiap faktor (internal dan eksternal) sehingga akan didapat empat macam strategi. Keempat macam strategi tersebut yaitu strategi kekuatan-peluang (S-O), strategi kelemahan-peluang (W-O), strategi kelemahan-ancaman (W-T) dan stategi kekuatan-ancaman (S-T).

Dari keempat macam strategi ini akan dipilih satu strategi yang paling cocok untuk diterapkan di Kabupaten Dairi. Pemilihan ini berdasarkan hasil-hasil analisis yang sudah dilakukan dalam skripsi ini (Location Quotient, Skalogram dan Gravitasi). Strategi yang dipilih ini yang akan ditetapkan sebagai rekomendasi bagi pemerintah untuk mempertajam perencanaan pembangunan yang telah dilakukan.

Untuk menganalisisnya, telah disiapkan faktor-faktor baik internal maupun eksternal Kabupaten Dairi yang akan siap disusun dalam Matriks SWOT. Faktor-faktor ini diperoleh dari publikasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Dairi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Dairi. Berikut adalah faktor internal dan eksternal Kabupaten Dairi.

Kekuatan (strength)

1. Tersedianya potensi sumber daya alam daerah;

2. Tersedianya potensi sumber daya manusia sebagai tenaga kerja pembangunan;

3. Kondisi agroklimat yang mendukung dan kesesuaian lahan bagi pengembangan agribisnis;

4. Adanya tanah yang sumbur dengan struktur tanah yang cocok untuk pengembangan pertanian;

5. Tersedianya dasar hukum perundang-undangan. Dengan berlakunya Undang-Undang No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, maka derah dapat mengurus, mengatur dan mengelola daerahnya sendiri; 6. Adanya komitmen dari pimpinan Pemerintah Kabupaten Dairi;

7. Adanya kewenangan daerah; 8. Adanya kelembagaan daerah; 9. Jumlah aparatur yang memadai;

10. Adanya nilai tatanan sosial budaya yang harmonis;

12. Adanya tanaman unggulan yang mampu bersaing didalam maupun diluar daerah.

Kelemahan (weakness)

1. Kualitas, disiplin serta kinerja aparatur pemerintah dan masyarakat masih kurang memadai;

2. Sistem Informasi Manajemen kegiatan antar instansi belum memadai;

3. Belum lengkapnya sarana dan prasarana dan jumlahnya masih terbatas sehingga berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dalam mendukung tugastugas penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan; 4. Pemanfaatan teknologi dan informasi masih rendah;

5. Rendahnya PAD dan Pendapatan Perkapita;

6. Rendahnya peran serta masyarakat dalam pembangunan; 7. Rendahnya minat investasi masyarakat;

8. Belum dimanfaatkannya hasil penelitian/studi; 9. Manajemen usaha tani yang masih rendah; 10. Alas hak tanah belum tertib;

Peluang (opportunity)

1. Adanya Otonomi Daerah dan Desentralisasi; 2. Adanya minat investor untuk berinvestasi didaerah; 3. Adanya potensi pasar;

4. Adanya kebijakan pemerintah di sektor pertanian berupa komitmen pengembangan Kawasan Agropolitan di Dataran Tinggi Bukit Barisan;

5. Adanya era perdagangan bebas;

6. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi/sistem informasi; 7. Jumlah petani cukup banyak dan keinginan petani cukup inovatif terhadap

teknologi baru di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan.

Ancaman (threat)

1. Kondisi ekonomi nasional yang belum mantap; 2. Harga komoditi pertanian yang fluktuatif;

3. Komoditas hasil bumi/pertanian sejenis dari daerah lain (kompetitor); 4. Budaya luar yang masuk;

5. Kebijakan pemerintah yang lebih tinggi yang kurang mendukung terhadap kebijakan daerah;

6. Wilayah yang rentan terhadap bencana alam (longsor);

7. Masih adanya masyarakat yang acuh tak acuh terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada.

Itulah berbagai faktor internal dan eksternal Kabupaten Dairi. Selanjutnya berbagai faktor internal dan eksternal ini disusun untuk dianalisis dengan teknik pencocokan dalam Matriks SWOT. Teknik pencocokan yaitu dengan mengombinasikan setiap faktor internal dan eksternal per butir satu sama

lain untuk memperoleh kumpulan strategi. Analisisnya ditunjukkan dalam Matriks SWOT oleh Tabel 4.8.

Tabel 4.9

Matriks SWOT Kabupaten Dairi.

Faktor Internal Kabupaten Dairi. Faktor Eksternal Kabupaten Dairi. Kekuatan (S) 1. Tersedianya potensi sumber

daya alam daerah;

2. Tersedianya potensi sumber daya manusia sebagai tenaga kerja pembangunan;

3. Kondisi agroklimat yang men-dukung dan kesesuaian lahan bagi pengembangan agribisnis; 4. Tanah subur dengan struktur

tanah yang cocok untuk pengembangan pertanian; 5. Tersedianya dasar hukum UU

sehingga derah dapat mengurus, mengatur dan mengelola daerahnya sendiri; 6. Komitmen dari pimpinan

Pemerintah Kabupaten Dairi; 7. Adanya kewenangan daerah; 8. Adanya kelembagaan daerah; 9. Jumlah aparatur yang

memadai;

10.Adanya nilai tatanan sosial budaya yang harmonis; 11.Kondisi keamanan dan

ketertiban Kabupaten Dairi yang relatif stabil; 12.Adanya tanaman unggulan

yang mampu bersaing didalam maupun diluar daerah.

Kelemahan (W) 1. Kualitas, disiplin dan kinerja

aparatur pemerintah & masya-rakat masih kurang memadai; 2. Sistem Informasi Manajemen kegiatan antar instansi belum memadai;

3. Belum lengkap dan terbatasnya sarana dan pra-sarana yang mempengaruhi penyelenggaraan pemerinta-han dan pelaksanaan pembangunan;

4. Pemanfaatan teknologi dan informasi masih rendah; 5. Rendahnya PAD dan

Pendapatan Perkapita; 6. Rendahnya peran serta

masyarakat dalam pembangunan;

7. Rendahnya minat investasi masyarakat;

8. Belum dimanfaatkannya hasil penelitian/studi;

9. Manajemen usaha tani yang masih rendah;

10.Alas hak tanah belum tertib.

Peluang (O) 1. Adanya Otonomi Daerah

dan Desentralisasi; 2. Adanya minat investor

untuk berinvestasi didaerah; 3. Adanya potensi pasar; 4. Adanya komitmen

pemerintah dalam pengembangan Kawasan Agropolitan di Dataran Tinggi Bukit Barisan; 5. Adanya era perdagangan

bebas;

6. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;

7. Jumlah petani cukup banyak dan keinginan petani cukup inovatif terhadap teknologi baru di bidang pertanian,

perkebunan dan kehutanan.

Strategi S-O 1.Menggali potensi daerah secara

mendalam khususnya di Kawasan Agropolitan di Dataran Tinggi Bukit Barisan (S1,O4);

2.Menarik investor untuk berinvestasi khusus di bidang agribisnis (O2,S3);

3.Menerapkan pengembangan agribisnis berbasis teknologi (S3,O6);

4.Menerapkan pengembangan pertanian berbasis teknologi (S4,O7);

5.Meningkatkan minat investor menanamkan modalnya di Kabupaten Dairi (S5,O1,O2); 6.Memanfaatkan teknologi untuk

promosi produk unggulan daerah (S12,O5,O6).

Strategi W-O 1. Meningkatkan kualitas

teknologi Sistem Informasi Manajemen antar instansi pemerintah (W2,O6); 2. Mengundang investor untuk

mengembangkan sarana dan prasarana pembangunan di Kabupaten Dairi (W3,O2); 3. Mengembangkan pertanian

berbasis teknologi (W4,07); 4. Menciptakan iklim investasi

yang kondusif agar tercipta banyak investasi di semua sektor sehingga mampu meningkatkan PAD dan Pendapatan Per Kapita (W5,O2);

5. Memanfaatkan hasil penelitian yang sesuai untuk diterapkan di Kabupaten Dairi (W8,O1).

Ancaman (T) 1. Kondisi ekonomi nasional

yang belum mantap; 2. Harga komoditi pertanian

yang fluktuatif; 3. Komoditas hasil

bumi/pertanian sejenis dari daerah lain (kompetitor); 4. Budaya luar yang masuk; 5. Kebijakan pemerintah yang

lebih tinggi yang kurang mendukung kebijakan daerah;

6. Wilayah yang rentan terhadap bencana alam (longsor);

7. Masih adanya masyarakat yang acuh tak acuh terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada.

Strategi S-T 1.Melakukan penyuluhan

peningkatan kualitas hasil bumi kepada masyarakat

(S1,S4,T2,T3);

2.Membangun penahan longsor di daerah-daerah yang rawan longsor (S3,S4,T6);

3.Membuat kebijakan-kebijakan daerah yang pro rakyat dan pro kearifan lokal untuk menjawab kebutuhan daerah

(S5,S6,S7,T1,T5);

4.Menggalakkan perekonomian dengan tetap mengedepankan budaya lokal Kabupaten Dairi(S10, T4).

Strategi W-T 1. Melakukan pengawasan dan

pemeliharaan rutin terhadap sarana dan prasarana kabupaten untuk mendukung kelangsungan pembangunan (W3,T7);

2. Memanfaatkan hasil penelitian/studi khususnya dalam peningkatan kualitas hasil bumi agar layak bersaing dengan daerah lain (W8,T3).

Sumber: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Dairi 2005-2025.

Dokumen terkait