(1) Hasil Analisis Two Way Anava Data pH Terhadap Ukuran Saringan Dan Variasi Suhu Source Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig. Corrected Model 0.001 a 17 5.980E-5 .136 1.000 Intercept 2932.670 1 2932.670 6653958.088 0.000 saringan 0.000 5 2.111E-5 0.048 0.999 suhu 0.000 2 6.667E-5 0.151 0.860 saringan * suhu 0.001 10 7.778E-5 0.176 0.997 Error 0.016 36 0.000
Total 2932.687 54 Corrected Total 0.017 53
(2) Hasil Analisis Two Way Anava Data Konduktivitas Terhadap Ukuran Saringan Dan Variasi Suhu
Source Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig. Corrected Model 0.001 a 17 5.196E-5 0.128 1.000 Intercept 4946.159 1 4946.159 1.220E7 0.000 saringan 0.000 5 2.111E-5 0.052 0.998 suhu 0.000 2 7.222E-5 0.178 0.838 saringan * suhu 0.001 10 6.333E-5 0.156 0.998
Error 0.015 36 0.000 Total 4946.174 54
Corrected Total 0.015 53
(3) Hasil Analisis Kruskal Wallis Data Nilai silika Terhadap Ukuran Saringan Dan Variasi Suhu
Source Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig. Corrected Model 0.108a 17 0.006 51.282 0.000 Intercept 0.089 1 0.089 715.683 0.000 suhu 0.000 2 7.921E-5 .637 0.535 VAR00008 0.104 5 0.021 166.907 0.000 suhu * VAR00008 0.001 10 0.000 .852 0.584 Error 0.004 36 0.000 Total 0.199 54 Corrected Total 0.113 53
(4) Hasil Analisis Kruskal Wallis Data TSS Terhadap Ukuran Saringan Dan Variasi Suhu Source Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig. Corrected Model 180404.785a 17 10612.046 85.353 0.000 Intercept 339735.995 1 339735.995 2732.495 0.000 suhu 186.502 2 93.251 0.750 0.480 VAR00008 175736.715 5 35147.343 282.690 0.000
suhu *
VAR00008 765.054 10 76.505 0.615 0.791 Error 4475.944 36 124.332
Total 520385.942 54 Corrected Total 184880.729 53
POTENSI PENGGUNAAN KEMBALI AIR LIMBAH: STUDI
KASUS INDUSTRI POLIPROPILENA
PT. TRIPOLYTA INDONESIA, TBK
ANDINA BUNGA LESTARI
Tesis
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister sains pada
Program Studi Pengelolaan Sumber Daya alam dan Lingkungan
SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR 2009
PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN
SUMBER INFORMASI
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul Potensi Penggunaan Kembali Air Limbah : Studi Kasus Industri Polipropilena PT. Tripolyta Indonesia, Tbk adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan mau pun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.
Bogor, Januari 2009
Andina Bunga Lestari NIM P051060071
ABSTRACT
ANDINA BUNGA LESTARI. The Potential of Wastewater Reuse: Case Study of Polypropylene Industry at PT. Tripolyta Indonesia, Tbk. Under direction MUHAMMAD ROMLI, SUPRIHATIN and ARION SAID.
Water is the most important thing in industry, including polypropylene industry. The problem of water crisis that can happen in Indonesia must be anticipated by minimizing water usage in industry. One way to minimizing water use, is by reuse wastewater. In polypropylene industry wastewater reuse can be done in PCW unit. This research work would reuse a wastewater from outlet of PCW unit to be reuse again as a demineral water. The demineral water would be used again in PCW unit. The result showed that reused water can be effected by filtration method. The material of filter is metal, and the porous size is 13 µm. This method can minimizes water used 42.7%, minimizes chemical used 42.7% and electricity it is uses 41.6%. This treatment also can reduce dust 14.08 kg/day. In this research work the technology recommended is press filter technology.
RINGKASAN
ANDINA BUNGA LESTARI. Potensi Penggunaan Kembali Air Limbah: Studi Kasus Industri Polipropilena PT. Tripolyta Indonesia, Tbk. Dibimbing oleh MUHAMMAD ROMLI, SUPRIHATIN dan ARION SAID.
Plastik merupakan salah satu produk yang penggunaannya cukup besar di Indonesia. Bahan baku pembuat plastik adalah biji plastik. Salah satu jenis biji plastik yang digunakan pada berbagai produk adalah polipropilena. Permintaan polipropilena di Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan sebesar 1 juta ton. Komponen yang digunakan dalam jumlah besar adalah air. Air yang digunakan sebagian besar merupakan air demineral (air bebas mineral).
Menurut BPPT kota - kota besar di Indonesia mulai kekurangan air bersih (BPPT 2008). Apabila kondisi ini terus dibiarkan berlangsung tanpa dilakukannya upaya pengelolaan yang berkelanjutan, dikhawatirkan pada tahun-tahun mendatang pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari tidak terpenuhi. Karena air merupakan sumberdaya alam yang sangat dibutuhkan bukan hanya oleh industri, namun juga oleh masyarakat, oleh sebab itu industri yang menggunakan air dalam jumlah yang cukup besar harus mengambil langkah-langkah penghematan pengunaan air, agar air dapat dimanfaatkan dengan seoptimal dan seminimal mungkin. Permasalahan di atas dapat diatasi salah satunya dengan menggunakan kembali limbah cair pada berbagai industri yang menggunakan air dalam jumlah banyak, seperti industri penghasil polypropylene. Salah satu perusahaan penghasil polypropylene terbesar di Indonesia ialah PT. Tripolyta Indonesia Tbk (TPI). Penghematan penggunaan air dapat dilakukan dengan cara melakukan penggunaan kembali limbah cair.
Tujuan umum dari penelitian ini adalah melakukan efisiensi penggunaan air melalui usaha reuse terhadap limbah cair. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik air limbah, membuat alternatif reuse air limbah, menganalisis kelayakan dari aspek analisis biaya, teknis/teknologi dan lingkungan dan memberi masukan pada kebijakan perusahaan pada penggunaan air. Penelitian dilakukan di PT. TPI, Tbk.Cilegon-Banten.
Metode pengumpulan data meliputi tiga tahapan, yaitu : (1)Karakterisasi Limbah Cair Faktor fisik dan kimia yang dianalisa: Debit, suhu, pH, Konduktifitas, Total Suspended Solid (TSS) dan Silika (SiO2). (2) Analisis Teknik dan teknologi pengolahan limbah yang diperoleh
melalui studi pustaka dan (3) Percobaan Filtrasi
Hasil karakterisasi limbah cair selama 24 jam menunjukkan waktu tidak mempengaruhi nilai pH. Nilai Konduktivitas, TSS dan kadar silika menunjukkan peningkatan pada setiap waktu pengamatan, dikarenakan penumpukan dust yang menyebabkan peningkatan nilai tersebut. Saringan yang paling sesuai digunakan pada penelitian ini adalah saringan dengan ukuran 13µm. Hasil pencampuran antara limbah cair dan air demineral menunjukkan penurunan nilai konduktivitas, nilai tertinggi adalah 8.5 µs/cm dan nilai terendah 5.8 µs/cm.Perbandingan yang digunakan yaitu perbandingan 5:1. Penghematan dari segi lingkungan (pada perbandingan 5:1) meliputi : penghematan penggunaan air sebesar 42.7% Penghematan penggunaan bahan kimia sebesar 42.7%. Penghematan penggunaan listrik sebesar 41.6%. Pengurangan pembuangan beban limbah padat ke lingkungan 14.08 kg/hari dengan nilai ekonomi Rp.1 798 595. Penghematan dari segi ekonomi sebesar Rp. 643,507,370/tahun (39.13%).
Pada penelitian ini terdapat dua alternatif jenis alat penyaring yaitu bag filter yang membutuhkan investasi sebesar Rp.281,974,000 dengan nilai payback period selama 7 bulan dan alternatif ke-2 Press filter memerlukan investasi sebesar Rp.506 528 000 dengan nilai payback period selama 1 tahun 2 bulan.
Pada penelitian ini direkomendasikan menggunakan alat Press filter, karena alat ini lebih mudah dan praktis dari segi pengelolaan. Perbandingan antara air limbah dan air demineral yang digunakan sebesar 5:1. Pemilihan perbandingan 5:1 dinilai lebih menguntungkan dari segi ekonomi, serta telah memenuhi kriteria air demineral yang dibutuhkan.
©Hak cipta Milik IPB, Tahun 2009
Hak cipta dilindung Undang-Undang
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penulisan laporan, penulisan kritik atau peninjauan suatu masalah;
dan pengutipan tersebut tidak merudikan kepentingan yang wajar oleh IPB. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis dalam bentuk apa pun
POTENSI PENGGUNAAN KEMBALI AIR LIMBAH: STUDI
KASUS INDUSTRI POLIPROPILENA
PT. TRIPOLYTA INDONESIA, TBK
ANDINA BUNGA LESTARI
Tesis
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister sains pada
Program Studi Pengelolaan Sumber Daya alam dan Lingkungan
SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR 2009
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga tesis ini berhasil diselesaikan. Judul yang dipilih dalam penelitian yang telah dilaksanakan sejak bulan April 2008 ini adalah Potensi Penggunaan Kembali Air Limbah : Studi Kasus Industri Polipropilena PT. Tripolyta Indonesia, Tbk.
Terima kasih penulis ucapkan kepada Dr. Ir. Muhammad Romli, M.Sc selaku Ketua Komisi Pembimbing, Dr.Ir. Suprihatin, Dipl.Eng dan Dr. Arion Said, DEA selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah membimbing dan mengarahkan penulis dalam penulisan tesis ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Pimpinan dan Staff PT. Tripolyta Indonesi,Tbk di Cilegon, Banten. Terima kasih kepada orang tua dan kakak tercinta atas segala doa dan kasih sayangnya.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Januari 2009
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandung pada Tanggal 3 Oktober 1982 dari Bapak H.Muhamad Effendi Husein dan Ibu Jitinder Effendi (Alm). Penulis merupakan anak kedua dari dua orang bersaudara. Tahun 2000 penulis lulus dari SMU Negeri 4 Bandung dan pada tahun yang sama lulus seleksi ujian masuk Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Biologi Program Biologi Lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan lulus pada tahun 2005.
Pada tahun 2006 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan bidang minat Pencemaran Lingkungan.
DAFTAR ISI
Halaman DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1.2 Kerangka Pemikiran... 1.3 Perumusan Masalah... 1.4 Tujuan Penelitian... 1.5 Manfaat Penelitian... 1.6 Ruang Lingkup Penelitian...II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Plastik... 2.2 Polipropilene... 2.3 Bahan Campuran... 2.4 Bahan Baku Penunjang... 2.5 Limbah Cair... 2.6 Limbah Cair Industri... 2.7 Teknologi Pengolaha Air... 2.8 Minimalisasi Limbah... 2.9 Proses Penggunaan Air di PT.TPI... 2.10 Proses Pengolahan Air di PT.TPI... 2.11 Limbah Limbah Cair PT.TPI...
III. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 PT. Tri Polyta Indonesia Tbk... 3.2 Visi dan Misi Perusahaan... 3.2.1 Visi... 3.2.2 Misi... 3.3 Tujuan... 3.4 Sejarah Perkembangan Perusahaan... 3.5 Lokasi dan Tata Letak Pabrik... 3.6 Struktur Organisasi... 3.7 Produk Yang Dihasilkan...
IV. METODE PENELITIAN
4.1 Tempat dan Waktu Penelitian... 4.2 Rancangan Penelitian... 4.2.1 Jenis dan Sumber Data... 4.2.2 Metode Pengumpulan Data... 4.2.3 Analisis Data...
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
.i iii iv .v .1 .2 .4 .6 .6 .6 .8 .8 10 11 14 16 17 20 21 22 27 29 30 30 30 31 31 32 33 34 37 37 37 37 40
5.2 Teknik dan Teknologi Pengolahan Limbah... 5.3 Tahapan Filtrasi... 5.3.1 Model Alat Penyaring... 5.3.2 Aspek Lingkungan... 5.4 Aspek Ekonomi... VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan... 6.2 Saran... 6.3 Rekomendasi... DAFTAR PUSTAKA………... LAMPIRAN………...…....…. 48 53 61 65 70 74 75 75 76 78
DAFTAR TABEL
Halaman
1. Katalis Yang Digunakan di PT.TPI... 2. Klasfikasi Produk Berdasarkan Grade... 3. Hasil Pengamatan Sifat Fisik dan Kimia Tahapan Pra Penelitian... 4. Tipe Membran Filter... 5. Parameter Air Demineral PT.TPI... 6. Hasil Pengamatan Nilai pH... 7. Hasil Pengamatan Nilai Konduktivitas... 8. Hasil Pengamatan Kadar Silika... 9. Hasil Pengamatan Nilai TSS... 10. Nilai Konduktivitas Hasil Pencampuran Air Limbah dan Air
Demineral... 11. Debit Air Berdasarkan Ukuran Teori... 12. Spesifikasi Bag Filter... 13. Spesifikasi Press Filter... 14. Penggunaan Air PT.TPI Tahun 2007... 15. Penghematan Pengunaan Air... 16. Penghematan Pengunaan Bahan Kimia... 17. Jumlah Dust Yang Dapat Tersaring... 18. Nilai Ekonomi Dust Yang Berdasar Ukuran Saringan... 19. Penghematan Biaya Dengan Diterapkannya Sistem Reuse
(Perbandingan 2:1)...
20. Penghematan Biaya Dengan Diterapkannya Sistem Reuse
(Perbandingan 5:1)...
21. Penghematan Biaya Dengan Diterapkannya Sistem Reuse
(Perbandingan 9:1)...
22. Investasi Penerapan Reuse Air Alternatif 1... 23. Investasi Penerapan Reuse Air Alternatif 2...
14 35 44 51 53 53 55 56 58 60 61 63 64 66 67 68 70 70 71 71 72 72 73
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Diagram Alir Kerangka Pemikiran Penelitian... 2. Diagram Alir Perumusan Masalah... 3. Neraca Pengunaan Air di PT.TPI... 4. Rata-Rata pH Air Limbah Yang Keluar Dari Unit PCW Setiap 3 Jam
(Pengamatan Tanggal 25-26 Juni 2008)... 5. Rata-Rata Konduktivitas Air Limbah Yang Keluar Dari Unit PCW Setiap
3 Jam (Pengamatan Tanggal 25-26 Juni 2008)...
6. Rata-Rata Silika Air Limbah Yang Keluar Dari Unit PCW Setiap 3 Jam (Pengamatan Tanggal 25-26 Juni 2008)...
7. Rata-Rata TSS Air Limbah Yang Keluar Dari Unit PCW Setiap 3 Jam (Pengamatan Tanggal 25-26 Juni 2008)...
8. Hasil Pengamatan Nilai pH... 9. Hasil Pengamatan Nilai Konduktivitas... 10.Hasil Pengamatan Kadar Silika ... 11.Hasil Pengamatan Nilai TSS ... 12.Diagram Penerapan Model Reuse Air Pada Unit PCW (Alternatif 1)... 13.Diagram Penerapan Model Reuse Air Pada Unit PCW (Alternatif 1)...
..3 ..5 22 44 44 45 46 53 55 56 58 61 63
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Diagram Penggunan Air di PT.Tripolita Indonesia Tbk... Lampiran 2 Diagram Proses Produksi PT.Tripolyta Indonesia Tbk... Lampiran 3 Proses Pembentukan Air Demin Dan Skema Pembentukan Air Demineral... Lampiran 4 Peta Lokasi Pt.Tripolyta Indonesia Tbk... Lampiran 5 Data Hasil Pengamatan pH Pada Tahapan Prapenelitian... Lampiran 6 Data Hasil Pengamatan Konduktivitas Pada Tahapan
Prapenelitian...
Lampiran 7 Data Hasil Pengamatan Silika Pada Tahapan Prapenelitian... Lampiran 8 Data Hasil Pengamatan TSS Pada Tahapan Prapenelitian... Lampiran 9 Foto Foto... Lampiran 10 Foto- Foto Saringan... Lampiran 11 Alat Bag Filter... Lampiran 12 Alat Rotary Drum Filter... Lampiran 13 Besarnya Konsumsi Listrik Pada Proses Deminerasasi... Lampiran 14 Biaya Pembuatan Air Demineral... Lampiran 15 Data Hasil Pengamatan Tahapan Penelitian... Lampiran16 Hasil Analisis One Way Anava dan Kruskal Wallis Untuk Data
Pada Tahapan Karakterisasi Limbah Dengan Mengunakan Software SPSS 16.00... Lampiran 17 Hasil Analisis Two way Anava Untuk Data Pada Tahapan Filtrasi Dengan Mengunakan Software SPSS 16.00...
78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangPlastik merupakan salah satu produk yang penggunaannya cukup besar di Indonesia,
diantaranya adalah sebagai produk yarn, fiber, pembungkus berbagai produk dalam kemasan,
produk - produk rumah tangga dan pada berbagai produk lainnya. Bahan baku pembuat
plastik adalah bijih plastik. Salah satu jenis bijih plastik yang digunakan pada berbagai
produk adalah polipropilena (CH2CH(CH3))n. Permintaan polipropilena di Indonesia pada
tahun 2010 diperkirakan sebesar 1 juta ton (Laporan tahunan PT. Tripolyta Indonesia Tbk,
2000).
Salah satu komponen yang digunakan dalam jumlah besar pada proses produksi industri
polipropilena adalah air. Selain digunakan untuk berbagai kebutuhan domestik, air digunakan
pada Unit Utillity (proses pembuatan H2, Regeneration exchanger, boiler) dan pada Unit
Proses PCW (Pellet Cooling Water). Air yang digunakan sebagian besar merupakan air
demineral (air bebas mineral), yang memerlukan proses demineralisasi untuk
mendapatkannya (Lampiran 3).
Air merupakan sumberdaya alam yang tidak tak terbatas. Kebutuhan air masyarakat
semakin meningkat dan ketersediaan air bersih di kota - kota besar semakin berkurang.
Permasalahan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti pencemaran, penggundulan hutan,
kegiatan pertanian yang mengabaikan kelestarian lingkungan dan berubahnya fungsi daerah-
daerah tangkapan air (BPPT, 2008).
Apabila kondisi ini terus dibiarkan berlangsung tanpa dilakukannya upaya pengelolaan
yang berkelanjutan, dikhawatirkan pada tahun-tahun mendatang defisit air akan semakin besar
sehingga tidak terpenuhinya pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, air perkotaan,
ditanggulangi seperti pencemaran air dan sumber air yang semakin parah, intrusi air laut, dan
meluasnya land subsidence (Hehanussa et.al, 2004).
Karena air merupakan sumberdaya alam yang sangat dibutuhkan bukan hanya oleh
industri, namun juga oleh masyarakat, maka diperlukan langkah-langkah penghematan
pengunaan air, agar air ketersediannya tetap terjaga. Permasalahan di atas dapat diatasi salah
satunya dengan menggunakan kembali air limbah pada berbagai industri yang menggunakan
air dalam jumlah banyak, seperti industri penghasil polipropilena.
Salah satu perusahaan penghasil polipropilena terbesar di Indonesia ialah PT. Tripolyta
Indonesia, Tbk (PT.TPI). Penghematan penggunaan air di PT. TPI dapat dilakukan dengan
cara melakukan penggunaan kembali (reuse) air limbah.
1.2 Kerangka Pemikiran
Air merupakan sumberdaya alam yang vital diperlukan oleh makhluk hidup. Sebagian
besar industri sangat membutuhkan air dalam proses produksinya. Keterbatasan ketersediaan
air bersih merupakan hambatan bagi berbagai pihak, termasuk PT. TPI yang memperoleh air
dengan cara membeli. Keterbatasan ketersediaan air di kemudian hari harus disadari dan
diantisipasi sejak dini untuk mempertahankan keberlangsungan pembangunan dan kegiatan
industri yang berkesinambungan.
Kegiatan penghematan penggunaan air dalam hal ini adalah reuse (penggunaan
kembali) yang dapat diterapkan di PT. TPI yaitu penggunaan kembali air limbah yang
biasanya dibuang ke laut. Kegiatan ini harus mendapatkan dukungan dari elemen kebijakan
pemerintah dan pihak perusahaan serta kemampuan karyawan. Layak atau tidaknya kegiatan
tersebut ditinjau dari aspek teknologi, finansial dan lingkungan, sehingga berdampak positif
keuntungan finansial, sosial dan lingkungan. Diagram kerangka pemikiran dapat dilihat pada
Gambar 1.
Gambar 1 Diagram alir kerangka pemikiran penelitian
1.3 Perumusan Masalah
PT. TPI merupakan salah satu produsen bijih plastik polipropilena terbesar di
Indonesia. Secara keseluruhan kapasitas produksi sebesar 360.000 sampai dengan 380.000
ton bijih plastik per tahun, tergantung pada kombinasi jenis yang diproduksi (PT. Tripolyta
Indonesia Tbk, 2007).
Salah satu komponen yang dibutuhkan dalam proses produksinya adalah air.
Berdasarkan neraca kebutuhan air PT. TPI diketahui bahwa kebutuhan air sebanyak 27
m3/jam yang digunakan untuk seluruh kegiatan operasional pabrik. Air yang digunakan
dalam jumlah yang tidak sedikit ini diperoleh dengan cara membeli dari PT. Peteka Karya
Tirta (PKT). Berkurangnya persediaan Air Limbah Keberlanjuta n Usaha Pencemaran Lingkungan Penggunaan kembali air limbah Ekonomi Teknik Keuntunga n Keuntungan Finansial Keuntunga n Sosial Penghematan Penggunaan Industri Polipropilena
Air yang dibutuhkan pada unit proses PCW adalah air demineral, hingga dibutuhkan
proses demineralisasi terlebih dahulu sebelum digunakan, yaitu proses penghilangan atau
pengurangan mineral-mineral yang terkandung di dalam air. Proses demineralisasi
membutuhkan biaya yang besar, dikarenakan membutuhkan energi (listrik) serta penggunaan
bahan kimia (HCl dan NaOH). Unit proses PCW menghasilkan sisa buangan berupa air
limbah dan limbah padat. Air limbah yang telah memenuhi baku mutu lingkungan dibuang
ke outlet (laut). Air limbah yang dibuang masih bercampur dengan limbah padat berupa dust
(serpihan bekas pemotongan pelet polipropilena). Apabila tidak dilakukan pengolahan limbah
padat yang berupa dust dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
Agar air limbah dapat di reuse sebagai air demineral, maka harus memenuhi
kualitifikasi air demineral. Menurut Metcalf dan Eddy (1991) dan CUSIWWC (2005) analisis
terhadap air limbah yang akan di reuse melalui tahapan penyiapan teknologi yang dapat
digunakan. Selain itu juga perlu dilakukan evaluasi kelayakan finansial, lingkungan dan
teknis/teknologi.
Berdasarkan uraian diatas maka terdapat beberapa pertanyaan penelitian, yaitu:
1. Bagaimanakah karakteristik air limbah dilihat dari aspek fisik dan kimia?
2. Perlakuan (treatment) apakah yang dapat diterapkan dalam reuse penggunaan air?
3. Bagaimanakah penerapan alternatif reuse tersebut ditinjau dari aspek kelayakan teknis /
teknologi, finansial dan lingkungan?
Diagram alir perumusan masalah dapat dilihat pada Gambar 2.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan umum dari penelitian ini adalah melakukan efisiensi penggunaan air di PT. TPI
melalui usaha reuse terhadap air limbah, sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
1. Mengukur kualitas air limbah.
2. Mencari alternatif reuse air limbah.
3. Menganalisis kelayakan dari aspek Analisis Biaya, teknis/teknologi dan lingkungan.
4. Memberi masukan pada kebijakan perusahaan pada penggunaan air.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Memberi masukan pada pihak manajemen PT. TPI, Tbk pada khususnya dan industri
bijih plastik pada umumnya mengenai alternatif reuse air limbah yang mungkin
diterapkan pada industri ini.
Gambar 2 Diagram alir perumusan masalah Evaluasi Kelayakan Finansial, Teknis/Teknologi dan Input Bahan Baku:
• Propilen • Etilen • H2 Katalis Steam naftah Polipropilena
Resin Degas Bin
(fase cair) Zat
Unit Pellet cooling water (PCW) Air Tanah HCl dan NaOH Air Pellet Polipropilen a Limbah : •Cair •Padatan (dust) Pencemaran Lingkungan Penggunaan Kembali Demineraleralisa si unit
2. Perbaikan kualitas lingkungan dengan melakukan penghematan penggunaan
sumberdaya air melalui proses reuse.
1.6 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini merupakan studi kasus pada industri polipropilena dengan penetapan
PT. TPI sebagai kesatuan dari kegiatan produksi yang dilakukan dengan ruang lingkup
penelitian meliputi :
1. Karakterisasi air limbah meliputi : pH, konduktifitas, TSS dan kandungan silika.
2. Melakukan identifikasi alternatif reuse air limbah.
3. Melakukan pengolahan air limbah dengan filtrasi.
4. Membandingkan air hasil pengolahan dengan air demineral.
5. Melakukan analisis kelayakan lingkungan, teknis dan ekonomi.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Plastik
Plastik adalah material yang komponen utamanya merupakan senyawa kromolekul
organik. Material ini dapat dibentuk atau mengalami perubahan pada kondisi tertentu seperti
panas dan tekanan. Plastik juga bisa disebut dengan polimer, yang berasal dari kata “Poly”
yang berarti banyak dan “meros” yang berarti bagian (Karian H, 2003).
Secara garis besar plastik dibedakan menjadi termoplastik yang memiliki sifat mudah
meleleh dan mengembang pada berbagai pelarut. Jenis kedua adalah termoset yaitu plastik
yang memiliki sifat keras karena terjadinya ikat silang antara molekulnya, rapat dan sukar
menggembang. Jenis terakhir adalah elastomer yaitu salah satu jenis plastik yang memiliki
sifat tidak dapat meleleh dan larut namun dapat mengembang.
2.2 Polipropilena
Polipropilena adalah suatu jenis polimer alifatik jenuh (rantai lurus, tanpa ada ikatan
rangkap pada atom karbon) dari golongan poliolefin (berasal dari gas hasil cracking minyak
bumi) (Harrison, 2007).
Secara bahasa, polipropilena berasal dari kata poly yang berarti banyak dan propylene
yang berarti senyawa hidrokarbon yang memiliki atom karbon berjumlah tiga dan atom
hidrogen berjumlah enam dengan satu ikatan rangkap pada atom karbonnya dengan rumus
molekul (CH2CH(CH3))n.
Seperti polimer pada umumnya, polipropilena merupakan penghambat panas dan listrik
yang baik, bahan relatif ringan dan mudah di bentuk. polipropilena memiliki ketahanan kimia
yang baik dan ketahanan terhadap fatik, termasuk keretakan tegangan akibat lingkungan.
berkabut). polipropilena merupakan material dengan perbandingan kekuatan dengan berat
jenis paling tinggi diantara material-material lain, sehingga sifat ini menyebabkan
polipropilena menjadi polimer yang banyak digunakan.
Polipropilena merupakan polimer termoplastik, artinya polimer yang apabila
dipanaskan pada temperatur tertentu dapat meleleh. Sifat termoplastik ini menyebabkan
polipropilena dapat diproses dengan pemanasan sampai temperatur lelehnya kemudian dapat
dibentuk dan setelah pemakaian dapat didaur ulang kembali menjadi produk baru.
Polipropilena merupakan polimer semi kristalin, yang terdiri atas dua bagian, yaitu fase
kristalin dan fase amorf. Fase kristalin adalah bagian dimana rantai-rantai molekul