• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

B. Hasil Analisis Univariat

Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja yang bersekolah SMA di Kecamatan Klaten kota yang meliputi SMA 3 Klaten dan SMA Muhammadiyah 1 Klaten. Jumlah sampel sebanyak 84 responden. Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh data sebagai berikut :

1. Karakteristik responden a. Jenis kelamin

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa baik laki-laki maupun perempuan yang bersekolah di SMA N 3 Klaten dan SMA

38 Muhammadiyah 1 Klaten dengan jumlah laki-laki sebanyak 28 responden (33,3%) dan perempuan sebanyak 56 responden (66,7%). Hasil selengkapnya dapat disajikan pada tabel 4.

Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.

Jenis kelamin Frekuensi Persen (%)

Laki-laki 28 33,3

Perempuan 56 66,7

Jumlah 84 100

b. Umur responden

Berdasarkan umurnya, kebanyakan responden berumur 15 tahun yaitu sebanyak 50 orang (59,5%). Distribusi responden berdasarkan umur selengkapnya disajikan pada tabel 5 berikut ini.

Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Umur

Umur Frekuensi Persen (%)

15 tahun 50 59,5

16 tahun 33 39,3

17 tahun 1 1,2

Jumlah 84 100

c. Kelas responden

Berdasarkan kelasnya, kebanyakan responden kelas X yaitu sebanyak 47 orang (56%). Distribusi responden berdasarkan kelas selengkapnya disajikan pada tabel 6 berikut ini.

Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Kelas

Kelas Frekuensi Persen (%)

Kelas X 47 56

Kelas XI 37 44

39 2. Variabel mitos alat reproduksi

Hasil penelitian mengenai besarnya nilai variabel mitos alat reproduksi diperoleh dari jawaban lembar observasi yang diberikan kepada responden sebanyak 6 pertanyaan. Hasil tersebut kemudian diformulasikan sebagai berikut : jika nilai 1-3 masuk kategori 1 yaitu tidak percaya dan jika skor jawaban 4-6 masuk kategori 2, yaitu percaya. Hasil selengkapnya disajikan pada tabel 7.

Tabel 7. Distribusi Responden tentang Mitos Alat Reproduksi Mitos alat reproduksi Frekuensi Persen (%) Tidak percaya Percaya 30 54 35,7 64,3 Jumlah 84 100

Berdasarkan tabel 7 diketahui bahwa remaja SMA percaya pada mitos alat reproduksi yaitu sebanyak 54 orang (64,3%).

3. Mitos hubungan seksual

Hasil penelitian mengenai besarnya nilai variabel mitos hubungan seksual diperoleh dari jawaban lembar observasi yang diberikan kepada responden sebanyak 6 pertanyaan. Hasil tersebut kemudian diformulasikan sebagai berikut : jika nilai 1-3 masuk kategori 1 yaitu tidak percaya dan jika skor jawaban 4-6 masuk kategori 2, yaitu percaya. Hasil selengkapnya disajikan pada tabel 8.

Tabel 8. Distribusi Responden tentang Mitos Hubungan Seksual

Mitos hubungan seksual Frekuensi Persen (%)

Tidak percaya Percaya 36 48 42,9 57,1 Jumlah 84 100

40 Berdasarkan tabel 8 diketahui bahwa remaja SMA percaya pada mitos hubungan seksual yaitu sebanyak 48 orang (57,1%).

4. Mitos PMS

Hasil penelitian mengenai besarnya nilai variabel mitos PMS diperoleh dari jawaban lembar observasi yang diberikan kepada responden sebanyak 6 pertanyaan. Hasil tersebut kemudian diformulasikan sebagai berikut : jika nilai 1-3 masuk kategori 1 yaitu tidak percaya dan jika skor jawaban 4-6 masuk kategori 2, yaitu percaya. Hasil selengkapnya disajikan pada tabel 9.

Tabel 9. Distribusi Responden tentang Mitos PMS

Mitos PMS Frekuensi Persen (%)

Tidak percaya Percaya 35 49 41,7 58,3 Jumlah 84 100

Berdasarkan tabel 9 diketahui bahwa remaja SMA percaya pada mitos PMS yaitu sebanyak 49 orang (58,3%).

5. Mitos terjadinya kehamilan

Hasil penelitian mengenai besarnya nilai variabel mitos terjadinya kehamilan diperoleh dari jawaban lembar observasi yang diberikan kepada responden sebanyak 8 pertanyaan. Hasil tersebut kemudian diformulasikan sebagai berikut : jika nilai 1-4 masuk kategori 1 yaitu tidak percaya dan jika skor jawaban 5-8 masuk kategori 2, yaitu percaya. Hasil selengkapnya disajikan pada tabel 10.

41 Tabel 10. Distribusi Responden tentang Mitos Terjadinya Kehamilan

Mitos terjadinya kehamilan Frekuensi Persen (%) Tidak percaya Percaya 34 50 40,5 59,5 Jumlah 84 100

Berdasarkan tabel 10 diketahui bahwa remaja SMA percaya pada mitos terjadinya kehamilan yaitu sebanyak 50 orang (59,5%).

6. Perilaku seksual

Hasil penelitian mengenai besarnya nilai variabel perilaku seksual diperoleh dari jawaban lembar observasi yang diberikan kepada responden sebanyak 13 pertanyaan. Hasil tersebut kemudian diformulasikan sebagai berikut : nilai 0-5 buruk, nilai 6-10 sedang, dan nilai 11-13 baik. Hasil selengkapnya disajikan pada tabel 11.

Tabel 11. Distribusi Responden tentang Perilaku Seksual

Perilaku seksual Frekuensi Persen (%)

Buruk Sedang Baik 14 37 33 16,7 44,0 39,3 Jumlah 84 100

Berdasarkan tabel 11 diketahui bahwa remaja SMA berperilaku seksual sedang yaitu sebanyak 37 orang (44,0%).

42 C. Hasil Analisis Hubungan

Penelitian ini menguji hubungan antara mitos seks dengan perilaku seksual pada remaja SMA di Kecamatan Klaten kota. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan uji test Chi Square. Pengujian dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16.00 for Windows, hasil analisis diperoleh sebagai berikut.

1. Mitos alat reproduksi

Proporsi responden yang tidak percaya tentang mitos alat reproduksi dan berperilaku seksual baik (13,1%) lebih banyak dari pada yang berperilaku seksual sedang (10,7%) dan buruk (11,9%). Sedangkan responden yang percaya dengan perilaku seksual sedang (33,3%) lebih banyak dari pada yang berperilaku seksual baik (26,2%) dan buruk (4,8%). Hasil selengkapnya dapat disajikan pada tabel 12.

Tabel 12. Distribusi Hubungan antara Mitos Alat Reproduksi dengan Perilaku Seksual

Mitos alat reproduksi

Perilaku seksual

Buruk % Sedang % Baik %

a. Tidak percaya 10 11,9 9 10,7 11 13,1

b. Percaya 4 4,8 28 33,3 22 26,2

Total 14 16,7 37 44,0 33 39,3

2. Mitos hubungan seksual

Proporsi responden yang tidak percaya tentang mitos hubungan seksual dan berperilaku seksual sedang (19,0%) lebih banyak dari pada yang berperilaku seksual baik (11,9%) dan buruk (11,9%). Sedangkan responden yang percaya dengan perilaku seksual baik (27,4%) lebih

43 banyak dari pada yang berperilaku seksual sedang (25,0%) dan buruk (4,8%). Hasil selengkapnya dapat disajikan pada tabel 13.

Tabel 13. Distribusi Hubungan antara Mitos Hubungan Seksual dengan Perilaku Seksual

Mitos hubungan seksual

Perilaku seksual

Buruk % Sedang % Baik %

a. Tidak percaya 10 11,9 16 19,0 10 11,9

b. Percaya 4 4,8 21 25,0 23 27,4

Total 14 16,7 37 44,0 33 38,3

3. Mitos PMS

Proporsi responden yang tidak percaya tentang mitos PMS dan berperilaku seksual sedang (16,7%) lebih banyak dari pada yang berperilaku seksual baik (13,1%) dan buruk (11,9%). Sedangkan responden yang percaya dengan perilaku seksual sedang (27,4%) lebih banyak dari pada yang berperilaku seksual baik (26,2%) dan buruk (4,8%). Hasil selengkapnya dapat disajikan pada tabel 14.

Tabel 14. Distribusi Hubungan antara Mitos PMS dengan Perilaku Seksual

Mitos PMS Perilaku seksual

Buruk % Sedang % Baik %

a. Tidak percaya 10 11,9 14 16,7 11 13,1

b. Percaya 4 4,8 23 27,4 22 26,2

Total 14 16,7 37 44,1 33 39,3

4. Mitos terjadinya kehamilan.

Proporsi responden yang tidak percaya tentang mitos terjadinya kehamilan dan berperilaku seksual sedang (16,7%) lebih banyak dari pada yang berperilaku seksual baik (11,9%) dan buruk (11,9%). Sedangkan responden yang percaya dengan perilaku seksual sedang (27,4%) dan baik

44 (27,4%) lebih banyak dari pada yang berperilaku seksual buruk (4,8%). Hasil selengkapnya dapat disajikan pada tabel 15.

Tabel 15. Distribusi Hubungan antara Mitos Terjadinya Kehamilan dengan Perilaku Seksual pada Remaja

Mitos terjadinya kehamilan

Perilaku seksual

Buruk % Sedang % Baik %

a. Tidak percaya 10 11,9 14 16,7 10 11,9

b. Percaya 4 4,8 23 27,4 23 27,4

Total 14 16,7 37 44,1 33 39,3

D. Hasil Analisis Bivariat

Dokumen terkait