• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN…

4.12 Hasil Anova Two Way

a. Penyisihan Parameter COD

Untuk memastikan perlakuan tinggi media dan sistem aerasi yakni aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam dimana memberikan hasil yang berbeda pada parameter yang di analisis dilakukan pengujian Anova Two Way . Dalam pengujian ini yang dianalisis adalah uji multi variatenya yaitu dari tinggi media dan sistem aerasinya. Dikatakan ada perbedaan apabila signifikansi uji F < 0.05. Jika terdapat perbedaan antar kelompok dilanjutkan dengan uji Duncan. Jika tingkat signifikansi uji Duncan < 0.05 maka ada perbedaan antar pasangan kelompok.

Penulisan notasi pada kolom tinggi media

merepresentasikan variasi tinggi media yang dilakukan yakni 30 cm = a, 40 cm = b, dan 50 cm = c. Sehingga setelah dilakukan uji Duncan didapatkan hasil berupa apakah ada perbedaan antar pasangan kelompok atau tidak. Sementara itu untuk variasi sistem aerasi tidak dapat dilakukan uji lanjutan Duncan dikarenakan variasi sistem aerasi <2 yakni aerasi 48 jam dan aerasi intermitten 12 jam saja sehingga tidak bisa dilakukan pengamatan dalam bentuk pasangan kelompok.

Tabel 4.24 Uji Anova Penyisihan Parameter COD

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa reaktor manakah yang paling baik dalam menghasilkan removal tertinggi dalam kandungan COD adalah reaktor dengan tinggi media 50 cm sistem aerasi intermitten 12 jam, dilanjutkan reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 50 cm

aerasi 48 jam, reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi 48 jam, dan reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi 48 jam.

Hasil pengujian Anova diperoleh tingkat signifikansi 0.253 untuk perlakuan variasi tinggi media yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal COD dan tingkat signifikansi 0.010 untuk perlakuan variasi sistem aerasi yang berarti ada perbedaan antar reaktor dalam removal COD.

Hasil pengujian Anova untuk interaksi antara tinggi media dan sistem aerasi diperoleh tingkat signifikansi 0.587 yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal COD. Oleh karena tidak ada perbedaan antar reaktor tidak perlu dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengujian Duncan menunjukkan antara reaktor dengan tinggi media 30 cm dan 40 cm, 40 dan 50 , dan 30 dan 50 dengan sistem aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam tidak ada beda signifikan dalam removal COD.

b. Penyisihan Parameter BOD5

Untuk memastikan perlakuan tinggi media dan sistem aerasi yakni aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam dimana memberikan hasil yang berbeda pada parameter yang di analisis dilakukan pengujian Anova Two Way . Dalam pengujian ini yang dianalisis adalah uji multi variatenya yaitu dari tinggi media dan sistem aerasinya. Dikatakan ada perbedaan apabila signifikansi uji F < 0.05. Jika terdapat perbedaan antar kelompok dilanjutkan dengan uji Duncan. Jika tingkat signifikansi uji Duncan < 0.05 maka ada perbedaan antar pasangan kelompok.

Penulisan notasi pada kolom tinggi media

merepresentasikan variasi tinggi media yang dilakukan yakni 30 cm = a, 40 cm = b, dan 50 cm = c. Sehingga setelah dilakukan uji Duncan didapatkan hasil berupa apakah ada perbedaan antar pasangan kelompok atau tidak. Sementara itu untuk variasi sistem aerasi tidak dapat dilakukan uji lanjutan Duncan dikarenakan variasi sistem aerasi <2 yakni aerasi 48 jam dan aerasi intermitten 12 jam saja sehingga tidak bisa dilakukan pengamatan dalam bentuk pasangan kelompok.

Tabel 4.25 Uji Anova Penyisihan Parameter BOD5

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa reaktor manakah yang paling baik dalam menghasilkan removal tertinggi dalam kandungan BOD5 adalah reaktor dengan tinggi media 50 cm sistem aerasi intermitten 12 jam, dilanjutkan reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 50 cm aerasi 48 jam, reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi 48 jam, dan reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi 48 jam.

Hasil pengujian Anova diperoleh tingkat signifikansi 0.095 untuk perlakuan variasi tinggi media yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal BOD5 dan tingkat signifikansi 0.004 untuk perlakuan variasi sistem aerasi yang berarti ada perbedaan antar reaktor dalam removal BOD5.

Hasil pengujian Anova untuk interaksi antara tinggi media dan sistem aerasi diperoleh tingkat signifikansi 0.712 yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal BOD5. Oleh karena tidak ada perbedaan antar reaktor tidak perlu dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengujian Duncan menunjukkan antara reaktor dengan tinggi media 30 cm dan 40 cm, 40 dan 50 , dan 30 dan 50 dengan sistem aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam tidak ada beda signifikan dalam removal BOD5

c. Penyisihan Parameter PO

43-Untuk memastikan perlakuan tinggi media dan sistem aerasi yakni aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam dimana memberikan hasil yang berbeda pada parameter yang di analisis dilakukan pengujian Anova Two Way . Dalam pengujian ini yang

dianalisis adalah uji multi variatenya yaitu dari tinggi media dan sistem aerasinya. Dikatakan ada perbedaan apabila signifikansi uji F < 0.05. Jika terdapat perbedaan antar kelompok dilanjutkan dengan uji Duncan. Jika tingkat signifikansi uji Duncan < 0.05 maka ada perbedaan antar pasangan kelompok.

Penulisan notasi pada kolom tinggi media

merepresentasikan variasi tinggi media yang dilakukan yakni 30 cm = a, 40 cm = b, dan 50 cm = c. Sehingga setelah dilakukan uji Duncan didapatkan hasil berupa apakah ada perbedaan antar pasangan kelompok atau tidak. Sementara itu untuk variasi sistem aerasi tidak dapat dilakukan uji lanjutan Duncan dikarenakan variasi sistem aerasi <2 yakni aerasi 48 jam dan aerasi intermitten 12 jam saja sehingga tidak bisa dilakukan pengamatan dalam bentuk pasangan kelompok.

Tabel 4.26 Uji Anova Penyisihan Parameter PO43-

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa reaktor manakah yang paling baik dalam menghasilkan removal tertinggi dalam kandungan PO43- adalah reaktor dengan tinggi media 30 cm sistem aerasi intermitten 12 jam, dilanjutkan reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 50 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 50 cm aerasi 48 jam, reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi 48 jam, dan reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi 48 jam.

Hasil pengujian Anova diperoleh tingkat signifikansi 0.400 untuk perlakuan variasi tinggi media yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal PO43- dan tingkat

signifikansi 0.681 untuk perlakuan variasi sistem aerasi yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal PO43-.

Hasil pengujian Anova untuk interaksi antara tinggi media dan sistem aerasi diperoleh tingkat signifikansi 0.138 yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal PO43-. Oleh karena tidak ada perbedaan antar reaktor tidak perlu dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengujian Duncan menunjukkan antara reaktor dengan tinggi media 30 cm dan 40 cm, 40 dan 50 , dan 30 dan 50 dengan sistem aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam tidak ada beda signifikan dalam removal PO43-.

d. Penyisihan Parameter NH3

Untuk memastikan perlakuan tinggi media dan sistem aerasi yakni aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam dimana memberikan hasil yang berbeda pada parameter yang di analisis dilakukan pengujian Anova Two Way . Dalam pengujian ini yang dianalisis adalah uji multi variatenya yaitu dari tinggi media dan sistem aerasinya. Dikatakan ada perbedaan apabila signifikansi uji F < 0.05. Jika terdapat perbedaan antar kelompok dilanjutkan dengan uji Duncan. Jika tingkat signifikansi uji Duncan < 0.05 maka ada perbedaan antar pasangan kelompok.

Penulisan notasi pada kolom tinggi media

merepresentasikan variasi tinggi media yang dilakukan yakni 30 cm = a, 40 cm = b, dan 50 cm = c. Sehingga setelah dilakukan uji Duncan didapatkan hasil berupa apakah ada perbedaan antar pasangan kelompok atau tidak. Sementara itu untuk variasi sistem aerasi tidak dapat dilakukan uji lanjutan Duncan dikarenakan variasi sistem aerasi <2 yakni aerasi 48 jam dan aerasi intermitten 12 jam saja sehingga tidak bisa dilakukan pengamatan dalam bentuk pasangan kelompok.

Tabel 4.27 Uji Anova Penyisihan Parameter NH3

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa reaktor manakah yang paling baik dalam menghasilkan removal tertinggi dalam kandungan NH3 adalah reaktor dengan tinggi media 30 cm sistem aerasi intermitten 12 jam, dilanjutkan reaktor dengan tinggi media 50 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 50 cm aerasi 48 jam, reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi 48 jam, dan reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi 48 jam.

Hasil pengujian Anova diperoleh tingkat signifikansi 0.226 untuk perlakuan variasi tinggi media yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal NH3 dan tingkat signifikansi 0.002 untuk perlakuan variasi sistem aerasi yang berarti ada perbedaan antar reaktor dalam removal NH3.

Hasil pengujian Anova untuk interaksi antara tinggi media dan sistem aerasi diperoleh tingkat signifikansi 0.735 yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal NH3. Oleh karena tidak ada perbedaan antar reaktor tidak perlu dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengujian Duncan menunjukkan antara reaktor dengan tinggi media 30 cm dan 40 cm, 40 dan 50 , dan 30 dan 50 dengan sistem aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam tidak ada beda signifikan dalam removal NH3.

e. Penyisihan Parameter NO3

Untuk memastikan perlakuan tinggi media dan sistem aerasi yakni aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam dimana memberikan hasil yang berbeda pada parameter yang di analisis dilakukan pengujian Anova Two Way . Dalam pengujian ini yang

dianalisis adalah uji multi variatenya yaitu dari tinggi media dan sistem aerasinya. Dikatakan ada perbedaan apabila signifikansi uji F < 0.05. Jika terdapat perbedaan antar kelompok dilanjutkan dengan uji Duncan. Jika tingkat signifikansi uji Duncan < 0.05 maka ada perbedaan antar pasangan kelompok.

Penulisan notasi pada kolom tinggi media

merepresentasikan variasi tinggi media yang dilakukan yakni 30 cm = a, 40 cm = b, dan 50 cm = c. Sehingga setelah dilakukan uji Duncan didapatkan hasil berupa apakah ada perbedaan antar pasangan kelompok atau tidak. Sementara itu untuk variasi sistem aerasi tidak dapat dilakukan uji lanjutan Duncan dikarenakan variasi sistem aerasi <2 yakni aerasi 48 jam dan aerasi intermitten 12 jam saja sehingga tidak bisa dilakukan pengamatan dalam bentuk pasangan kelompok.

Tabel 4.28 Uji Anova Penyisihan Parameter NO3

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa reaktor manakah yang paling baik dalam menghasilkan removal tertinggi dalam kandungan NO3 adalah reaktor dengan tinggi media 50 cm sistem aerasi intermitten 12 jam, dilanjutkan reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 50 cm aerasi 48 jam, reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi 48 jam, dan reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi 48 jam.

Hasil pengujian Anova diperoleh tingkat signifikansi 0.340 untuk perlakuan variasi tinggi media yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal NO3 dan tingkat

signifikansi 0.023 untuk perlakuan variasi sistem aerasi yang berarti ada perbedaan antar reaktor dalam removal NO3.

Hasil pengujian Anova untuk interaksi antara tinggi media dan sistem aerasi diperoleh tingkat signifikansi 0.844 yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam removal NO3. Oleh karena tidak ada perbedaan antar reaktor tidak perlu dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengujian Duncan menunjukkan antara reaktor dengan tinggi media 30 cm dan 40 cm, 40 dan 50 , dan 30 dan 50 dengan sistem aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam tidak ada beda signifikan dalam removal NO3.

f. Peningkatan Parameter DO

Untuk memastikan perlakuan tinggi media dan sistem aerasi yakni aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam dimana memberikan hasil yang berbeda pada parameter yang di analisis dilakukan pengujian Anova Two Way . Dalam pengujian ini yang dianalisis adalah uji multi variatenya yaitu dari tinggi media dan sistem aerasinya. Dikatakan ada perbedaan apabila signifikansi uji F < 0.05. Jika terdapat perbedaan antar kelompok dilanjutkan dengan uji Duncan. Jika tingkat signifikansi uji Duncan < 0.05 maka ada perbedaan antar pasangan kelompok.

Penulisan notasi pada kolom tinggi media

merepresentasikan variasi tinggi media yang dilakukan yakni 30 cm = a, 40 cm = b, dan 50 cm = c. Sehingga setelah dilakukan uji Duncan didapatkan hasil berupa apakah ada perbedaan antar pasangan kelompok atau tidak. Sementara itu untuk variasi sistem aerasi tidak dapat dilakukan uji lanjutan Duncan dikarenakan variasi sistem aerasi <2 yakni aerasi 48 jam dan aerasi intermitten 12 jam saja sehingga tidak bisa dilakukan pengamatan dalam bentuk pasangan kelompok.

Tabel 4.29 Uji Anova Peningkatan Parameter DO

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa reaktor manakah yang paling baik dalam menghasilkan peningkatan tertinggi dalam kandungan DO adalah reaktor dengan tinggi media 40 cm sistem aerasi 48 jam, dilanjutkan reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi 48 jam, reaktor dengan tinggi media 50 cm aerasi 48 jam, reaktor dengan tinggi media 30 cm aerasi intermitten 12 jam, reaktor dengan tinggi media 40 cm aerasi intermitten 12 jam, dan reaktor dengan tinggi media 50 cm aerasi intermitten 12 jam.

Hasil pengujian Anova diperoleh tingkat signifikansi 0.673 untuk perlakuan variasi tinggi media yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam peningkatan DO dan tingkat signifikansi 0.000 untuk perlakuan variasi sistem aerasi yang berarti ada perbedaan antar reaktor dalam peningkatan DO.

Hasil pengujian Anova untuk interaksi antara tinggi media dan sistem aerasi diperoleh tingkat signifikansi 0.735 yang berarti tidak ada perbedaan antar reaktor dalam peningkatan DO. Oleh karena tidak ada perbedaan antar reaktor tidak perlu dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengujian Duncan menunjukkan antara reaktor dengan tinggi media 30 cm dan 40 cm, 40 dan 50 , dan 30 dan 50 dengan sistem aerasi intermitten 12 jam dan aerasi 48 jam tidak ada beda signifikan dalam peningkatan DO.

Dokumen terkait