BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN…
4.6 Hasil Penurunan Konsentrasi Nutrient….…
4.6.2 Penurunan Konsentrasi Ammonia
Pada running reaktor, yang dilakukan adalah analisis influen air limbah tambak udang yang merupakan tahap awal dan dilanjutkan dengan uji analisa sampling efluen di masing masing reaktor sesuai dengan parameter yang dikaji. Untuk analisis Ammonia kali ini dilakukan analisa dengan rentang waktu setiap 2 hari sekali dan didapatkan konsentrasi serta hasil removal dalam masing masing reaktor seperti yang terlampir. Hasil analisa NH3 untuk running 1 dapat dilihat seperti pada Gambar 4.24 berupa data grafik dan diuraikan dalam tabel 25-27 pada lampiran B dan analisis laboratorium untuk NH3 ditampilkan pada gambar 4.23 dibawah ini. Analisis NH3 dilakukan dengan menggunakan
Nesslerization Method serta pembacaan nilai absorbansinya menggunakan spektrofotometer visual sesuai dengan yang telah diuraikan dalam lampiran A.
Gambar 4.23 Analisa Ammonia
Gambar 4.24 Konsentrasi NH3 Pada Reaktor dengan Aerasi 48 Jam
Berdasarkan data hasil analisis laboratorium rata-rata konsentrasi NH3 influen aktual untuk reaktor dengan tinggi media
30 cm, 40 cm, dan 50 cm adalah 3,35 mg/l. Konsentrasi NH3 pada titik sampling efluen reaktor dengan tinggi media 30 cm memiliki nilai rata-rata sebesar 1,29 mg/l. Untuk sampling pertama efluen NH3 yakni 2,91 mg/l, sampling kedua 1,35 mg/l, sampling ketiga 1,33 mg/l, sampling keempat 1,09 mg/l, sampling kelima 1 mg/l, sampling keenam 0,74 mg/l, dan 0,60 mg/l untuk sampling ketujuh. Removal NH3 tertinggi sebesar 82% untuk reaktor dengan tinggi media 30 cm, terdapat pada konsentrasi sampling ketujuh, yaitu dengan nilai rata-rata efluen sebesar 0,60 mg/l.
Konsentrasi NH3 pada titik sampling efluen reaktor dengan tinggi media 40 cm memiliki nilai rata-rata sebesar 1,66 mg/l. Untuk sampling pertama efluen NH3 yakni 2,81 mg/l, sampling kedua 2,19 mg/l, sampling ketiga 2,07 mg/l, sampling keempat 1,56 mg/l, sampling kelima 1,14 mg/l, sampling keenam 1,05 mg/l, dan 0,84 mg/l untuk sampling ketujuh. Removal NH3 tertinggi sebesar 75% untuk reaktor dengan tinggi media 40 cm, terdapat pada konsentrasi sampling ketujuh, yaitu dengan nilai rata-rata efluen sebesar 0,84 mg/l.
Konsentrasi NH3 pada titik sampling efluen reaktor dengan tinggi media 50 cm memiliki nilai rata-rata sebesar 1,03 mg/l. Untuk sampling pertama efluen NH3 yakni 2,65 mg/l, sampling kedua 1,09 mg/l, sampling ketiga 1,02 mg/l, sampling keempat 0,88 mg/l, sampling kelima 0,84 mg/l, sampling keenam 0,63 mg/l, dan 0,09 mg/l untuk sampling ketujuh. Removal NH3 tertinggi sebesar 97% untuk reaktor dengan tinggi media 50 cm, terdapat pada konsentrasi sampling ketujuh, yaitu dengan nilai rata-rata efluen sebesar 0,09 mg/l.
Setelah dilakukan running reaktor yang pertama, tahap selanjutnya yakni running kedua reaktor. Dimana pada running yang kedua ini, operasional biofilter aerob ini dilakukan dengan kondisi menggunakan aerasi intermitten 12 jam. Pada running reaktor, yang dilakukan adalah analisis influen air limbah tambak udang yang merupakan tahap awal dan dilanjutkan dengan uji analisa sampling efluen di masing masing reaktor sesuai dengan parameter yang dikaji. Untuk analisis NH3 kali ini dilakukan analisa dengan rentang waktu setiap 2 hari sekali dan didapatkan konsentrasi serta hasil removal dalam masing masing reaktor seperti yang terlampir. Hasil analisa NH3 untuk running 2 dapat dilihat seperti pada Gambar 4.25 berupa data grafik dan diuraikan
dalam tabel 28-30 pada lampiran B dan analisis laboratorium untuk NH3 ditampilkan pada gambar 4.23. Analisis NH3 dilakukan dengan menggunakan Nesslerization Method serta pembacaan nilai absorbansinya menggunakan spektrofotometer visual sesuai dengan yang telah diuraikan dalam lampiran A.
Gambar 4.25 Konsentrasi NH3 Pada Reaktor dengan Aerasi Intermitten 12 Jam
Berdasarkan data hasil analisis laboratorium rata-rata konsentrasi NH3 influen aktual untuk reaktor dengan tinggi media 30 cm, 40 cm, dan 50 cm adalah 3,23 mg/l. Konsentrasi NH3 pada titik sampling efluen reaktor dengan tinggi media 30 cm memiliki nilai rata-rata sebesar 0,52 mg/l. Untuk sampling hari kedua efluen NH3 yakni 1,68 mg/l, sampling hari keempat 1,58 mg/l, sampling hari keenam 0,75 mg/l, sampling hari kedelapan 0,23 mg/l, sampling hari kesepuluh 0,28 mg/l, sampling hari kedua belas 0,14 mg/l, sampling hari keempat belas 0,12 mg/l, sampling hari keenam belas 0,14 mg/l, sampling hari kedelapan belas 0,14 mg/l, dan 0,11 mg/l untuk sampling hari kedua puluh. Removal NH3 tertinggi sebesar 96% untuk reaktor dengan tinggi media 30 cm,
terdapat pada konsentrasi sampling kedua puluh, yaitu dengan nilai rata-rata efluen sebesar 0,114 mg/l.
Konsentrasi NH3 pada titik sampling efluen reaktor dengan tinggi media 40 cm memiliki nilai rata-rata sebesar 0,79 mg/l. Untuk sampling hari kedua efluen NH3 yakni 2,05 mg/l, sampling hari keempat 2,58 mg/l, sampling hari keenam 0,82 mg/l, sampling hari kedelapan 0,95 mg/l, sampling kesepuluh 0,88 mg/l, sampling hari hari kedua belas 0,16 mg/l, sampling hari keempat belas 0,14 mg/l, sampling hari keenam belas 0,12 mg/l, sampling hari kedelapan belas 0,09 mg/l, dan 0,09 mg/l untuk sampling hari kedua puluh. Removal NH3 tertinggi sebesar 97% untuk reaktor dengan tinggi media 30 cm, terdapat pada konsentrasi sampling kedua puluh, yaitu dengan nilai rata-rata efluen sebesar 0,09 mg/l.
Konsentrasi NH3 pada titik sampling efluen reaktor dengan tinggi media 50 cm memiliki nilai rata-rata sebesar 1,03 mg/l. Untuk sampling hari kedua efluen NH3 yakni 1,65 mg/l, sampling hari keempat 1,28 mg/l, sampling hari keenam 1,09 mg/l, sampling hari kedelapan 0,47 mg/l, sampling hari kesepuluh 0,37 mg/l, sampling hari kedua belas 0,26 mg/l, sampling hari keempat belas 0,14 mg/l, sampling hari keenam belas 0,12 mg/l, sampling hari kedelapan belas 0,07 mg/l, dan 0,07 mg/l untuk sampling hari kedua puluh. Removal NH3 tertinggi sebesar 98% untuk reaktor dengan tinggi media 30 cm, terdapat pada konsentrasi sampling kedua puluh, yaitu dengan nilai rata-rata efluen sebesar 0,07 mg/l.
Pada zona aerobik di dalam biofilm, nitrogen-ammonium akan diubah menjadi nitrit dan nitrat selanjutnya pada zona anaerobik nitrat yang terbentuk mengalami proses denitrifikasi menjadi gas nitrogen. Oleh karena didalam sistem biofilm terjadi kondisi anaerobik dan aerobik pada saat yang bersamaan maka dengan sistem tersebut proses penghilangan senyawa nitrogen khususnya ammonia menjadi lebih mudah. Hal ini secara sederhana ditunjukkan seperti pada Gambar 4.26.
Gambar 4.26 Mekanisme Penghilangan Ammonia Di Dalam Proses Biofilter
Sumber : Said, 2005