• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Data

4.2.2 Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan analisis regresi

terhadap variabel dependen dan variabel independen. Analisis regresi harus

dahulu data harus memenuhi keempat uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik

yang telah dilakukan dan hasilnya adalah sebagai berikut :

4.2.2.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel dependen dan variabel independen atau keduanya

telah terdistribusi secara normal atau tidak (Ghozali, 2006). Suatu

model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data normal

atau mendekati normal.

Uji normalitas yang dipergunakan adalah dengan melihat

tabel kolmogorov-smirnov, histogram, dan normal probability plot.

Tabel kolmogorov-smirnov harus memiliki nilai signifikansi lebih

besar dari 0,05 agar dapat dikatakan bahwa data tersebut terdistribusi

secara normal. Sedangkan pada histogram, bentuk grafik histogram

harus berbentuk lonceng agar dapat dikatakan terdistribusi normal.

Pada tabel p-p plot yang dibandingkan adalah distribusi kumulatif

dari distribusi normal. Jika distribusi data residual normal, maka

garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis

diagonalnya (Ghozali, 2006). Hasil pengujian ini dapat dilihat pada

Tabel 4.2

Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 28

Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,23552088 Most Extreme Differences Absolute ,230 Positive ,230 Negative -,139 Kolmogorov-Smirnov Z 1,218 Asymp. Sig. (2-tailed) ,103

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber : Data olahan peneliti 2016

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Sig.

(2-tailed) > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa data yang digunakan

dalam penelitian ini tidak terkena problem normalitas.

Gambar 4.1 Histogram

Pada gambar histogram sebelumnya dapat kita lihat bahwa

histogram membentuk lonceng. Maka dari itu dipastikan bahwa data

pada penelitian ini terdistribusi secara normal.

Gambar 4.2 P-P Plot

Gambar menunjukkan bahwa titik-titik pada grafik telah

mendekati atau hampir berhimpit dengan sumbu diagonal atau

membentuk sudut 45 derajat dengan garis mendatar. Interpretasinya

adalah bahwa nilai residual pada kedua model telah terdistribusi

secara normal.

4.2.2.2 Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu

tidaknya heterokedastisitas dilakukan dengan melihat ada atau

tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan

ZPRED. Jika terdapat pola tertentu seperti titik-titik yang ada

membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar

kemudian menyempit), maka terjadi heterokedastisitas. Adapun hasil

uji heterokedastisitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar

berikut :

Gambar 4.3 Scatterplot

Tampak pada gambar bahwa model persamaan diatas tidak

mempunyai gangguan heteroskedastisitas karena tidak ada pola

tertentu pada grafik. Titik-titik pada grafik relatif menyebar baik di

4.2.2.3 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen.

Uji multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan nilai variance

inflation factor (VIF). Model dinyatakan terbebas dari gangguan

multikolinearitas jika mempunyai nilai VIF di bawah 10 atau

tolerance di atas 0,1. Hail uji multikolinearitas dapat dilihat pada

tabel berikut ini :

Tabel 4.3 Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF 1 (Constant) kepemilikan.menejerial ,789 1,268 kepemilikan.institusional ,702 1,424 komisaris.independen ,125 7,993 dewan.komisaris ,118 8,456 komite.audit ,617 1,621 LN_DA ,556 1,799

a. Dependent Variable: kinerja

Sumber : Data olahan peneliti 2016

Tabel di atas memberikan semua nilai VIF di bawah 10 atau

nilai Tolerance di atas 0,1 maka tidak terdapat gejala

4.2.2.4 Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah sebuah

model regresi linear memiliki korelasi antara kesalahan pengganggu

pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1

(sebelumnya). Jika korelasi terjadi, maka dinamakan ada masalah

autokorelasi (Ghozali, 2006).

Dalam penelitian ini, pengujian autokorelasi dilakukan

dengan menggunakan metode run test untuk menguji apakah antar

residual terdapat korelasi yang tinggi. Apabila nilai Asymp. Sig.

(2-tailed) < 0,05 maka persamaan regresi dikatakan terkena problem

autokorelasi.Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.4 Uji Autokorelasi Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea -,00704 Cases < Test Value 14 Cases >= Test Value 14 Total Cases 28 Number of Runs 19

Z 1,348

Asymp. Sig. (2-tailed) ,178

a. Median

Sumber : Data olahan peneliti 2016

Pada tabel diatas ditunjukkkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) >

0,05 maka persamaan regresi dikatakan tidak terkena problem

4.2.3 Analisis Jalur

Analisis jalur digunakan dalam penelitian yang tidak hanya

menggunakan variabel dependen dan variabel independen tapi juga variabel

intervening yang menjadi variabel mediator atau penghubung.

Dalam penelitian ini analisis jalur digunakan untuk melihat apakah

terdapat pengaruh antara corporate governance terhadap manajemen laba

dan apakah manajemen laba berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

Dengan demikian terdapat dua model persamaan dalam penelitian ini yaitu:

Model 1

ML = P1 kepemilikan.manajerial + P2 kepemilikan.institusional + P3

komisaris.independen+ P4 dewan.komisaris+ P5 komite audit +

Tabel 4.5

Analisis Jalur Model 1 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) -1,969 ,943 -2,087 ,049 kepemilikan.menejerial ,174 ,081 ,371 2,147 ,043 kepemilikan.institusional ,016 ,011 ,305 1,429 ,167 komisaris.independen ,763 ,532 1,598 1,435 ,165 dewan.komisaris -,208 ,168 -1,312 -1,239 ,228 komite.audit -,592 ,231 -,676 -2,557 ,018

a. Dependent Variable: LN_DA

Model 2

Kinerja = P6 kepemilikan.manajerial + P7 kepemilikan.institusional + P8

komisaris.independen + P9 dewan.komisaris+ P10 komite audit + P11

manajemen.laba +

Tabel 4.6

Analisis Jalur Model 2

Sumber : Data olahan peneliti 2016

Dari tabel diatas maka dapat dapat kita ketahui jumlah koefisien jalur atau

koefisien path (p1,p2,p3,p4,p5,p6,p7,p8,p9,p10,p11) pada model persamaan

dalam penelitian ini. Koefisien jalur tersebut dapat dilihat pada diagram

analisis jalur berikut ini :

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) ,744 ,339 2,197 ,037 kepemilikan.menejerial ,015 ,027 ,093 ,546 ,590 kepemilikan.institusional ,000 ,003 -,021 -,120 ,906 komisaris.independen ,058 ,211 ,118 ,277 ,784 dewan.komisaris ,089 ,215 ,182 ,416 ,681 komite.audit -,511 ,163 -,602 -3,138 ,004 LN_DA ,048 ,052 ,188 ,928 ,362

Gambar 4.4 Diagram Analisis Jalur

Dokumen terkait