BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................49-66
D. Hasil Belajar dalam Peningkatan Keterampilan Berbicara
e. Membiasakan peserta didik untuk membuat catatan.
f. Melakukan pendekatan secara individual.
Problematika dalam pengembangan keterampilan berbicara bagi peserta didik kelas VII Mts antara lain yaitu:
a. Interferensi Bahasa
Interferensi bahasa adalah penyimpangan norma kebahasaan yang terjadi dalam ujian multibahasawan karena keakrabannya terhadap bahasa lebih dari satu bahasa yang disebabkan karena adanya kontak bahasa.
b. Sikap dan Motivasi Belajar Bahasa
Motivasi menjadi variabel afektif yang harus dipertimbangkan dalam pembelajaran bahasa. Motivasi seringkali dianggap sebagai sikap utama yang harus dimiliki oleh seorang peserta didik dalam mencapai keberhasilan pembelajaran bahasa, yang dimana motivasi adalah kunci bagi peserta didik dalam mengikuti sebuah pembelajaran.4
D. Hasil Belajar dalam Peningkatan Keterampilan Berbicara Peserta Didik
data daftar nilai awal yang saya peroleh di MTs Negeri 3 Bulukumba menunjukkan bahwa tingkat kemampuan awal peserta didik bervariasi.
Tingkat kemampuan awal peserta didik dari 25 peserta didik, terdiri dari laki-laki dan perempuan dalam 1 kelas yang memiliki hasil belajar tinggi 50 %, sedang 75 % dan rendah 25 %. Bervariasinya hasil belajar peserta didik disebabkan banyak faktor. Hasil belajar sangat ditentukan sekali oleh keberhasilan peserta didik dalam belajar. Namun tetapi juga oleh faktor di luar peserta didik, misalnya guru.
Salah satu faktor penentu hasil belajar peserta didik adalah metode-metode yang dilakukan oleh guru selama pelaksanaan proses pembelajaran . guru masih belum memanfaatkan strategi pembelajaran yang bervariasi.
Strategi pembelajaran yang digunakan ada baiknya membuat peserta didik termotivasi untuk belajar. Mata pelajaran yang dipelajari peserta didik di sekolah tidaklah sedikit, karena itu guru harus mampu memilih strategi agar peserta didik tidak jenuh. Akar penyebab yang bersumber dari peserta didik adalah kurangnya peserta didik dalam mengasah kemampuannya atau malas belajar sehingga tingkat kemampuan awal yang dimiliki peserta didik kurang berkembang. Rasa malas dapat bersumber dari guru yang belum mampu mengelola dan membuat situasi yang menyenangkan dalam belajar. Hal ini juga disebabkan oleh peserta didik tidak tertarik pada apa yang yang disampaikan oleh guru.
Kemampuan awal diperlukan dalam proses pembeljaran. Kemampuan awal peserta didik merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik karena kemampuan awal dapat menggambarkan
kesiapan peserta didik dalam mengikuti suatu pembelajaran. Pengajaran akan berhasil bila dimulai dari apa yang telah diktahui oleh peserta didik. Ini berarti bahwa guru harus mengetahui terlebih dahulu pengetahuan dan tingkah laku yang telah dimiliki oleh peserta didik, baik pengetahuan dan pengalaman dalam arti luas maupun pengetahuan dari tingkah laku prasyarat bagi bahan pengajaran berikutnya.Hasil identifikasi masalah yang dilakukan sebelum tindakan atau pra siklus diketahui sebagai berikut: terdapat ketimpangan hasil belajar yang mencolok di kelas VII dan hasil belajar yang masih sedang.
Presentase ketidaktuntasan peserta didik pada ssetiap aspek-aspek hasil belajar yaitu kognitif 75%, aspek efektif 50%, dan aspek psikomotor 25%.
Ketidaktuntasan hasil belajar peserta didik yang paling tinggi pada aspek kognitif dan paling rendah pada aspek psikomotor.
Hasil tindakan pada siklus I dengan penerapan media pemeblajaran melalui 4 langkah yang terdiri dari persiapan, penggunaan media, evaluasi, dan tindakan lanjut diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 75 dengan nilai tertinggi 85,dan nilai terendah 70. Jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 25 orang dengan persentase 75%. Secara keselurahan proses pembelajaran dengan penerapan media pembelajaran audio visual pada kelas VII siklus I dapat diktakan berhasil karena telah mencapai hasil di atas batas minimum yaitu sebesar 75%.
Tabel 1. Hasil Belajar Siklus I Jenis
Penilaian
Penilaian Afektif
Penilaian Kognitif
Penilaian Psikimotor
Hasil Belajar Siklus I Nilai
Rata-Rata
75 85 72 77,33%
Presentase Ketuntasan
80% 83% 75% 79,33 %
Presentase Tidak Ketuntasan
25% 15% 25% 21,67 %
Pada siklus I hasil belajar peserta didik telah mencapai target ketuntasan, namun demikian dalam prosesnya masih perlu dilakukan peningkatan-peningkatan lagi agar semakin meningkat dari sebelumnya. Maka berdasarkan hasil refleksi untuk mencapai tujuan dan memperbaiki kekurangan serta memantapkan hasil tindakan siklus I perlu dilaksanakan tindakan siklus II.
Hasil belajar pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 80 denagn nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 78. Jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 25 orang denagn presentase ketuntasan 75% sedangkan yang tidak tuntas tidak ada yang remedial. Secara keseluruhan proses pembelajaran dengan penerapan media pemebelajaran audio visual pada kelas VII siklus II dapat dikatakan berhasil karena telah mencapai indikator keberhasilan yaitu sebesar 75%. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas ini dapat dikatakan berhasil sehingga tidak perlu dilakukan tindakan perbaikan siklus berikutnya.
Tabel 2. Hasil Belajar Siklus II Jenis
Penilaian
Penilaian Afektif
Penilaian Kognitif
Penilaian Psikimotor
Hasil Belajar Siklus I Nilai
Rata-Rata
82 85 78 81,67 %
Presentase Ketuntasan
82% 82% 78% 80,67 %
Presentase Tidak Ketuntasan
10% 15% 10% 11,67 %
Penerapan media audio visual merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa arab peserta didik kelas VII Mts Negeri 3 Bulukumba. Penelitian dilakukan melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaaksanaan tindakan, observasi (pengamatan), dan refleksi. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dengan menerapkan media pembelajaran audio visual berupa video pembelajaran. Sebelum melaksanakan tindakan siklus I, dilakukan observasi awaluntuk mengetahui kelas dan karakteristik peserta didik. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa belajar bahasa arab peserta didik cukup mencapai KKM dan terdapat ketimpangan hasil belajar yang mencolok. Media pembelajaran audio visual diterapkan pda pokok bahasan Peningkatan Keterampilan Berbicara Peserta Didik Kelas VII Mts Negeri 3 Bulukumba.
Hasil pelaksanaan tindakan kelas pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan hasil belajar bahasa arab peserta didik kelas VII Mts Negeri 3 Bulukumba, peningkatan hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Jenis Penilaian Penilaian
Kognitif
Penilaian Afektif
Penilaian Psikomotor
Nilai Akhir
Pra Siklus 72,56 72,52 72,33 72,47 %
Siklus I 83 80 75 79,33 %
Siklus II 85 82 78 81,67 %
Grafik Nilai Ketuntasan Belajar
Berdasarkan hasil penelitian, nilai ketuntasan hasil belajar peserta didik tiap siklusnya mengalami peningkatan. Peningkatan tertinggi terlihat pada ranah kognitif.
Pencapaian nilai ketuntasan telah menunjukkan bahwa pnerapan media audio visual mampu neningkatkan hasil belajarpeserta didik hingga melampaui indikator
64 66 68 70 72 74 76 78 80 82 84 86
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
Kognitif
Afektif
Psikomotor
keberhasilan 75%. Penerapan media pembelajaran audio visual dapat mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang sedang dipelajari sehingga hasil belajar peserta didiksemakin meningkat. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta didik setelah penerapan media audio visual dapat diketahui bahwa media audio visual lebih menyenangkan dan menarik dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya yang belum menerapkan media audio visual.
Hal tersebut dikarenakan peserta didik tidak hanya mendengar materi dari guru tetapi juga mengamati visualisasi dari materi yang dipelajari serta iringan narasi dan musik yang tidak menoton. Selain itu, juga dilakukan evaluasiberupa umpan balik dari peserta didik berupa kuis yang menjadikan peserta didik lebih fokus ketika memperhatikan tayangan serta ada tindak lanjut berupa diskusi. Pada kegiatan pembelajaran sebelumnya masih didominasi denag metode meskipun belum paham.
Peserta didik juga sebelumnya banyak yang belum berani mengungkapkan pendapat dikarenakan kurang percaya diri dan kurang memahami topik yang dibahas. Proses pembelajaran dengan penerapan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan siklus I dan siklus II menunjukkan hasil belajar peserta didik selalu mengalami peningkatan pada setiap siklus. Peningkatan hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik adalah motivasi atau dorongan yang tinggi dari dalam diri peserta didik untuk mengikuti kegiatan pemeblajaran dengan menggunakan media audio visual.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik adalah materi pelajaran yang disajikan dalam bentuk video pembelajaran, metode pemebelajaran yang tidak menoton, kondisi kelas saat penerapan media audio visual
yang tenang dan tertib, hubungan peserta didik dengan peserta didik yang lain terjalin baik dan akur, dan hubungan peserta didik dengan guru juga terjalin baik.