• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1.7.1 Pengertian Hasil Belajar

Belajar merupakan aktivitas penting dalam kehidupan manusia. Ruminiati (2007:2) menyatakan bahwa “seseorang dapat dikatakan belajar apabila di dalam diri orang tersebut terjadi suatu aktivitas yang mengakibatkan perubahan tingkah laku yang diamati relatif lama”. Menurut Hernawan (2007: 2) “belajar merupakan proses perubahan perilaku dimana perubahan perilaku tersebut dilakukan secara sadar dan bersifat menetap, yang mencakup dalam hal kognitif, afektif, dan psikomotor”.

Menurut Sardiman (2007:22) “belajar sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia (id-ego-super ego) dengan lingkungannya”. Secara umum belajar

dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku akibat interaksi individu dengan lingkungannya.

Purwanto (2006: 84) mengemukakan adanya beberapa elemen penting yang mencirikan pengertian belajar, yaitu :

a. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, di mana perubahan itu bisa mengarah pada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk. b. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau

pengalaman.

c. Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus relatif mantap, harus merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup panjang.

Usai melakukan kegiatan belajar, seseorang akan memperoleh hasil dari apa yang telah dipelajari. Menurut Nawawi (dalam Ahmad Susanto 2013:5) “hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah dengan dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”.

Selanjutnya Ruminiati (2007:8) menyatakan bahwa “hasil belajar merupakan hasil interaksi stimulus dari luar dengan schematasiswa”. Sedangkan Sardiman (2007: 2) menyatakan bahwa “hasil belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku dalam dirinya, baik perubahan yang bersifat pengetahuan, keterampilan, sikap, dan bersifat relatif permanen”.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil proses belajar individu akibat interaksi pengetahuan yang dimiliki dengan stimulus dari luar dirinya berupa pengetahuan, keterampilan, sikap, dan bersifat permanen.

2.1.7.2 Aspek-Aspek Hasil Belajar

Menurut Ahmad Susanto (2013:6-10) hasil belajar meliputi tiga aspek, yaitu sebagai berikut:

a. Pemahaman Konsep (Aspek Kognitif).

Untuk mengukur hasil belajar siswa berupa pemahaman konsep, guru dapat melakukan evaluasi produk. Menurut W.S. Winkel (dalam Ahmad Susanto 2013:8) melalui produk dapat diselidiki apakah dan sampai berapa jauh suatu

tujuan instruksional telah tercapai, semua tujuan itu merupakan hasil belajar siswa yang erat hubungannya dengan tujuan instruksional (pembelajaran). Evaluasi produk dapat dilaksanakan dengan mengadakan berbagai macam tes, baik secara lisan maupun tulisan.

b. Keterampilan Proses.

Menurut Indrawati (dalam Ahmad Susanto 2013:9) keterampilan proses adalah sebagai berikut:

Keterampilan proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotorik) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip atau teori, untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, atau untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemuan (falsifikasi).

c. Sikap

Menurut Lange (dalam Ahmad Susanto 2013:10) sikap tidak hanya merupakan aspek mental semata, melainkan mencakup pula aspek respons fisik. Jadi, sikap ini harus ada kekompakan antara mental dan fisik secara serempak. 2.1.7.3 Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor yang datang dari siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Seperti dikemukakan oleh Clark bahwa hasil belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% pengaruhi oleh lingkungan.

Menurut Ruseffendi (dalam Ahmad Susanto 2013:14-18) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut:

a. Kecerdasan Anak.

Kecerdasan siswa sangat membantu pengajar untuk menentukan apakah siswa itu mampu mengikuti pelajaran yang diberikan dan untuk meramalkan keberhasilan siswa setelah mengikuti pelajaran yang diberikan meskipun tidak akan terlepas dari faktor lainnya.

Setiap upaya belajar akan lebih baik jika dilakukan bersamaan dengan tingkat kematangan individu, karena kematangan ini erat hubungannya dengan masalah minat dan kebutuhan anak.

c. Bakat Anak.

Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang.

d. Kemauan Belajar.

Kemauan belajar yang tinggi disertai dengan rasa tanggung jawab yang besar tentunya berpengaruh positif terhadap hasil belajar yang diraihnya.

e. Minat

Seorang siswa yang menaruh minat besar terhadap pelajaran akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya, kemudian karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat lagi, dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan.

f. Model Penyajian Materi Pelajaran.

Model penyajian materi yang menyenangkan, tidak membosankan, menarik, dan mudah dimengerti oleh para siswa tentunya berpengaruh secara positif terhadap keberhasilan belajar.

g. Pribadi dan Sikap Guru.

Kepribadian dan sikap guru yang kreatif dan penuh inovasi dalam perilakunya, maka siswa akan meniru gurunya yang aktif dan kreatif ini.

h. Suasana Pengajaran.

Suasana pengajaran yang tenang, terjadinya dialog yang kritis antara siswa dengan guru, dan menumbuhkan suasana yang aktif diantara siswa tentunya akan memberikan nilai lebih pada proses pengajaran. i. Kompetensi Guru.

Keberhasilan siswa belajar akan banyak dipengaruhi oleh kemampuan guru yang professional. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi dalam bidangnya dan menguasai dengan baik bahan yang akan diajarkan serta mampu memilih metode belajar mengajar yang tepat sehingga pendekatan itu bisa berjalan dengan semestinya.

j. Masyarakat.

Kehidupan modern dengan keterbukaan serta kondisi yang luas banyak dipengaruhi dan dibentuk oleh kondisi masyarakat ketimbang oleh keluarga dan sekolah.

Sedangkan Carol (dalam Sudjana, 2004:39) berpendapat bahwa hasil belajar yang dicapai siswa di pengaruhi oleh lima faktor, yakni (a) bakat pelajar, (b) waktu yang tersedia untuk belajar, (c) waktu yang diperlukan siswa untuk menjelaskan pelajaran, (d) kualitas pengajaran, dan (e) kemampuan individu.

Empat faktor yang disebut di atas (a, b, c, e) berkenaan dengan kemampuan individu dan faktor (d) adalah faktor di luar individu (lingkungan).

2.1.8 Korelasi antar Variabel Penelitian

Dokumen terkait