KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS
A. Kajian Teoretis 1. Pengertian Belajar
2. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Menurut Kunandar (2009:241) mengemukakan bahwa “Hasil belajar adalah kemampuan peserta didik dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam suatu kompetensi dasar”.
Sedangkan menurut Susanto Ahmad (2013:5) mengungkapkan bahwa
“Hasil belajar peserta didik adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada diri peserta didik, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai hasil dari kegiatan belajar”.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan proses perubahan penguasaan hasil belajar oleh seseorang dapat dilihat dari prelakunya dalam bentuk penguasaan pengetahuan, kemampuan berpikir maupun keterampilan motorik. Hampir sebagian besar dari kegiatan atau prilaku yang diperlihatkan seseorang merupakan hasil belajar. Di sekolah hasil belajar dapat dilihat dari penguasaan peserta didik akan semata-mata pelajaran yang ditempuhnya. Tingkat penguasaan pelajaran atau hasil belajar dalam mata pelajaran tersebut di sekolah dilambangkan dengan angka-angka atau huruf.
b. Macam-macam hasil belajar
Macam-macam hasil belajar meliputi:
1) Pemahaman konsep
Menurut Bloom (dalam Susanto Ahmad, 2013:6) menyatakan bahwa:
Pemahaman diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari sebagian besar peserta didik mampu menerima, menyerap dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang dibaca, yang dilihat, yang dialami atau yang dirasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang dilakukan.
Sedangkan menurut Carin dan Sund (dalam Susanto Ahmad, 2013:6) “Mengungkapkan bahwa pemahaman adalah suatu proses yang terdiri dari tujuan tahapan kemampuan”.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman merupakan gabungan dari aspek-aspek seperti kemapuan untuk menerangkan dan menginterprestasikan sesuatu hal yang telah dipahami dengan memberikan contoh, gambaran, dan penjelasan yang lebih luas, memadai, sesuai dengan kebenaran.
Menurut Dorothy J. Seel (dalam Susanto Ahmad, 2013:8)
“Mengemukakan bahwa konsep merupakan sesuatu yang tergambar dalam pikiran, suatu pikiran, gagasan, atau suatu pengertian”.
Sedangkan menurut Jemes G. Womack (dalam Susanto Ahmad, 2013:8) “Mengidentifikasi bahwa konsep merupakan sebagai kata atau ungkapan yang berhubungan dengan sesuatu yang menonjol, sifat yang melekat”.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa konsep merupakan sesuatu yang telah melekat dalam hati seseorang dan tergambar dalam pikiran, gagasan, atau suatu pengertian.
Dan dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep merupakan mengukur hasil belajar siswa yang berupa pemahaman peserta didik akan materi pelajaran yang diberikan oleh guru, guru dapat melakukan melalui evaluasi produk dapat diselidiki apakah dan sampai berapa jauh suatu tujuan intruksional telah tercapai, semua tujuan itu merupakan hasil belajar yang seharusnya diperoleh siswa. Hasil belajar siswa erat hubungannya dengan tujuan intruksional (pembelajaran) yang telah dirancang guru sebelum melaksanakan proses belajar mengajar.
Evaluasi produk dapat dilaksanakan dengan mengadakan berbagai macam tes, baik secara lisan maupun tertulis.
2) Keterampilan Proses
Menurut Usma, (dalam Susanto Ahmat, 2013:9), mengemukakan bahwa:
Keterampilan proses merupakan kemampuan keterampilan yang mengarah kepada pembangunan kemampuan mental, fisik, dan sosial yang mendasar sebagai penggerak yang lebih tinggi dalam diri individu peserta didik.
Sedangkan menurut Indrawati (dalam Susanto Ahmat, 2013:10), merumuskan bahwa:
Keterampilan proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotorik) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip
atau teori, untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, atau untuk melakukan penyanggalan terhadap suatu penemuan (klasifikasi).
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar, dan perbuatan secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu hasil tertentu termasuk keaktivitasannya. Dalam keterampilan proses, secara bersamaan dikembangkan pula sikap-sikap yang dikehendaki, seperti keaktivitasan, kerja sama, bertanggung jawab, dan berdisiplin sesuai dengan penekanan bidang studi yang bersangkutan.
3) Sikap
Menurut Lange (dalam Susanto Ahmat, 2013:10) “Sikap tidak hanya merupakan aspek mental sementara, melainkan mencakup pula aspek respon fisik”.
Sedangkan menurut Sardiman (dalam Susanto Ahmat, 2013:11), “Sikap merupakan kecendrungan untuk melakukan sesuatu dengan cara, metode, pola, dan teknik tertentu terhadap dunia sekitarnya baik berupa individu-individu maupun objek-objek tertentu”.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sikap merujuk pada perbuatan, perilaku, atau tindakan seseorang yang dilakukan dengan kekompakan antara mental dan fisik secara bersamaan.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Hasil belajar sebagai pencapaian tujuan pembelajaran dikelas tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri.
Menurut Muhibbin Syah (2010:129), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut:
1) Faktor Internal Peserta didik
Faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri meliputi 2 aspek yakni: 1) aspek psikologis (yang bersifat jasmaniah), 2) aspek psikologis (yang bersifat rohaniah).
2) Faktor Eksternal Peserta didik
Faktor yang berasal dari luar diri peserta didik sendiri meliputi 2 aspek yakni: 1) faktor lingkungan sosial (keluarga, masyarakat dan sekolah), 2) faktor lingkungan nonsosial (lokasi tempat tinggal, keadaan cuaca, waktu belajar dan alat-alat belajar).
3) Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar peserta didik yang meliputi strategi dan metode yang digunakan peserta didik untuk melakukan kegiatan mempelajari materi-materi pelajaran.
Sedangkan menurut menurut Ruseffendi (dalam Susanto Ahmat, 2013:14) mengemukan bahwa:
Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar kedalam sepuluh macam, yaitu: 1) kecerdasan peserta didik, 2) kesiapan peserta didik, 3) bakat belajar, 4) kemauan balajar peserta didik, 5) minat peserta didik, 6) metode atau model penyajian materi, 7) pribadi dan sikap guru, 8) suasana belajar, 9) kopetensi guru, 10) kondisi masyrakat.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar yakni faktor yang terdapat pada diri peserta didik itu sendiri seperti minat, motivasi, kesadaran, dan kesiapan peserta didik, kemudian didukung oleh foktor
dari luar diri peserta didik seperti faktor lingkungan, masyarakat, dan sumber belajar.
3. Metode Karya Wisata a. Pengertian Metode
Menurut Wina Sanjaya (dalam Mulyono, 2012:81) menyatakan bahwa:
Metode adalah cara memudahkan peserta didik mencapai kompetensi tertentu. Jadi, metode pembelajaran diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.
Sedangkan menurut Susanto Ahmat (2013:266) “Metode adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya pelajaran”.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode merupakan teknik yang dirancang oleh guru untuk mempermudah proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang ingin dicapai tercapai dengan baik sehingga proses pembelajaran menjadi terasa lebih menyenangkan oleh peserta didik.
b. Macam-Macam Metode
Metode mengajar terdiri dari beberapa macam, mulai dari yang tradisional hingga konvensional sampai yang modern. Ada beberapa
metode yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar antara lain sebagai berikut:
1) Metode Tanya Jawab yaitu cara penjelasan informasi yang pelaksanaannya saling bertanya dan menjawab antara sumber belajar dengan peserta didik.
2) Metode Ceramah yaitu cara penyampaian informasi secara lisan yang dilakukan oleh sumber belajar kepada peserta didik.
3) Metode Diskusi Kelompok yaitu cara pembahasan suatu masalah oleh jumlah anggota kelompok untuk mencapai suatu kesepakatan.
4) Metode Membaca dan Berdiskusi yaitu cara pembahasan suatu permasalahan melalui diskusi dengan mengawali kegiatan dengan membaca terlebih dahulu.
5) Metode Demontrasi yaitu cara memperagakan sesuatu hal yang pelaksanaannya diawali oleh peragaan sumber belajar kemudian diikuti oleh peserta didik.
6) Metode Resitasi atau Penugasan yaitu cara pemberian tugas yang dilakukan oleh sumber belajar kepada peserta didik yang pelaksanaannya dapat dilakukan didalam kelas maupun diluar kelas, serta dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.
7) Metode Karyawisata yaitu cara mengunjungi suatu tempat atau objek tertentu dengan melibatkan seluruh peserta didik, dengan kegiatan ada unsur karya dan unsur wisata.
8) Metode Simulasi yaitu cara permainan yang merupakan cuplikan satu situasi kehidupan nyata yang diangkat dalam kegiatan belajar.
9) Metode Role Playing atau Bermain Peran yaitu cara permainan yang pelaksanaannya berupa peragaan secara singkat oleh peserta didik dengan tekanan utama pada karakteristik atau sifat seseorang dengan dasar memerankan cuplikan tingkah laku dalam situasi tertentu, yang dilanjutkan dengan kegiatan diskusi tentang masalah yang baru diperagakan.
10) Metode Drill atau Latihan yaitu cara melatih peserta didik tentang kegiatan-kegiatan tertentu secara berulang ulang dengan materi yang sama.
11) Metode DIAD yaitu cara komunikasi diantara dua orang baik secara lisan maupun tertulis terutama menyangkut identitas dari masing- masing pribadi.
12) Metode Broken Square yaitu cara penyusunan pecahan-pecahan bujur sangkar yang dilakukan oleh empat atau lima kelompok menjadi bentuk bujur sangkar.
13) Metode Brainstorming atau curah pendapat yaitu cara menghimpun gagasan atau pendapat dari setiap peserta didik tentang suatu permasalahan.
14) Metode Sambutan Melingkar yaitu suatu cara untuk menghimpun pendapat peserta didik, yang pelaksanaannya setiap peserta didik harus mengemukakan pendapatnya sesuai dengan permasalahan
yang diajukan oleh sumber belajar secara bergiliran dalam keadaan tempat duduk yang melingkar.
15) Metode Rembuk Sejoli yaitu cara pemecahan suatu masalah yang pelaksaanaannya dalam kelompok dibagi secara berpasangan kemudian dalam waktu yang singkat masing-masing kelompok membahas suatu masalah dan diakhiri dengan penyampaian laporannya oleh masing-masing juru bicara dalam kelompok besar.
16) Metode Buzz Group yaitu cara pembahasannya suatu masalah yang pelaksanaannya peserta didik dibagi beberapa kelompok antara tiga sampai enam orang membahas suatu maslah yang diakhiri dengan penyampaian hasil pembahasannya oleh setiap juru bicara pada kelompok besar.
17) Metode Phillips 66 yaitu cara pembahasan masalah yang pelaksanaanya peserta didik dibagi dalam kelompok kecil terdiri dari enam orang dan dalam waktu enam menit membahas suatu masalah yang diakhiri dengan penyampaian laporan oleh setiap juru bicara dalam kelompok kecil.
18) Metode Fish Bowl atau metode cawan ikan yaitu cara pemecahan masalah melalui diskusi yang pelaksanaannya peserta didik dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok dalam dan kelompok luar.
Yang melaksanakan diskusi yaitu kelompok dalam, sedangkan kelompok luar berperan sebagai pendengar yang satu waktu bisa pindah pada kelompok dalam untuk mengemukakan pendapat.
19) Metode Lukisan Kelompok yaitu cara mengekspresikan gagasan oleh setiap kelompok dalam bentuk gambar yang diakhiri dengan kegiatan diskusi yang baik yang bersifat umum maupun bersifat khusus.
20) Metode Karangan Kelompok yaitu cara pengekspresian gagasan oleh setiap kelompok dalam bentuk karangan kelompok yang diakhiri dengan kegiatan diskusi baik yang bersifat umum maupun khusus.
21) Metode Forum Musik yaitu cara pembahasan sesuatu hal yang diawali dengan mendengarkan musik terlebih dahulu oleh warga belajar.
22) Metode Penelaahan Induktif Kitab Suci yaitu cara penelaahan sesuatu ayat Kitab Suci yang dikemukakan oleh sumber belajar.
23) Metode Pembahasan Mendalam Kitan Suci yaitu cara pembahasan ayat-ayat Kitab Suci yang dikemukakan oleh peserta didik baik secara lisan maupun tertulis.
24) Metode Symposium yaitu cara penyimpanan materi secara lisan dilakukan berupa kegiatan ceramah oleh beberapa orang narasumber.
25) Metode Panel yaitu cara pembahasan suatu masalah melalui suatu kegiatan diskusi yang dilakukan oleh beberapa ahli dari berbagai keahlian dihadapi oleh peserta didik.
26) Metode Forum atau Diskusi Panel yaitu pengembangan dari metode panel. Metode Forum Panel sama dengan Metode Diskusi Panel.
27) Metode Seminar yaitu cara penyampaian informasi berdasarkan hasil penelitian yang diikuti dengan kegiatan diskusi oleh seluruh warga belajar dibawah bimbingan sumber belajar.
28) Metode Studi Kasus yaitu cara penelaahan suatu kasus nyata dilapangan melalui kegiatan penelitian, yang diakhiri dengan kegiatan penyampaian laporan.
29) Metode Colloquy yaitu cara pembahasan suatu permasalahan yang dilakukan oleh tiga atau empat orang narasumber dengan didasarkan kepada pertanyaan yang dilakukan oleh tiga atau empat orang sebagai wakil kelompok belajar.
30) Metode Socio drama penerapan dan langkah-langkahnya pada prinsipnya sama dengan metode role playing yaitu sama-sama termasuk rumpun metode permainan.
c. Pengertian Metode Karya Wisata
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
Menurut Mulyono (2012:112) menyatakan bahwa:
Metode karya wisata merupakan implementasi dari salah satu dan satu gabungan dari beberapa strategi pembelajaran antara lain:
pembelajaran konstekstual, bermain peran, pembelajaran partisipatif, belajar tuntas maupun strategi pembelajaran inkuiri.
Sedangkan menurut Pupuh Fathurrohman (2007: 62) menyatakan bahwa:
Karyawisata adalah metode dalam proses belajar mengajar dengan mengajak siswa keluar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau suatu objek, hal ini bukan rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya untuk melihat langsung atau kenyataan.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode karya wisata merupakan suatu metode gabungan dari berbagai metode pembelajaran yang dilakukan dengan mengajak peserta didik ke luar kelas menuju tenpat tertentu dengan tujuan untuk belajar dan memperdalam pelajaran dengan melihat secara langsung atau kenyataan yang sebenarnya sehingga proses belajar lebih menyenangkan.
Langkah-langkah pokok dalam pelaksanaan metode karya wisata, antara lain:
1. Perencanaan Karyawisata
a) Merumuskan tujuan karyawisata.
b) Menetapkan objek karyawisata sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
c) Menetapkan lamanya karyawisata.
d) Menyusun rencana belajar bagi peserta didik selama karyawisata.
e) Merencanakan perlengkapan belajar yang harus disediakan.
2. Pelaksanaan Karyawisata
Fase ini adalah pelaksanaan kegiatan belajaran di tempat karyawisata dengan bimbingan guru. Kegiatan belajar ini harus diarahkan kepada tujuan yang telah ditetapkan pada fase perencanaan di atas.
3. Tindak Lanjut
Pada akhir karyawisata peserta didik diminta laporannya baik lisan maupun tertulis, mengenai inti masalah yang telah dipelajari pada waktu karyawisata.
d. Kelebihan dan Kelemahan Metode Karya Wisata Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut:
1) Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
2) Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
3) Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut:
1) Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
2) Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
3) Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas dari pada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
4) Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
5) Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.