• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

B. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Sebelum membahas tentang hasil belajar perlu diketahui pengertian belajar itu sendiri. Banyak pengertian tentang belajar yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan. Beberapa diantaranya mengatakan bahwa belajar adalah proses interaksi dengan lingkungannya. Hal ini berarti bahwa manusia belajar melalui interaksi dengan lingkungannya yang akan berlangsung seumur hidupnya, karena pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial yang tidak lepas dari lingkungannya.

Sebagai makhluk sosial, maka manusia mempunyai tanggungjawab sebagai khalifah Allah di bumi. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 30:

øŒÎ)ur tA$s% š••/u‘ Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ’ÎoTÎ) ×@Ïã%y` ’Îû ÇÚö‘F{$# Zpxÿ‹Î=yz ( …. 16

Conny,Semiawan, Pendekatan Ketrampilan Proses , (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992), hlm. 16-19

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…."17

Pengertian lain dari belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik18

Menurut Slameto “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”19.

Menurut Oemar Hamalik “belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the

modification or strengthening of behavior through experiencing )”20.

Menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan.

Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses interaksi dengan lingkungannya yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan, baik dalam tingkah laku, pemikiran, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap yang baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah Allah.

Perubahan tingkah laku yang terjadi itu sebagai akibat dari kegiatan belajar yang telah dicapai dari proses belajar. Karena belajar adalah suatu proses, maka dari proses tersebut akan menghasilkan suatu hasil dan hasil dari proses belajar adalah berupa hasil belajar.

17

Mahmud Yunus, Terjemah Al-Qur an Al-Karim, (Bandung: PT Al-Ma’arif, 1994), hlm. 6

18

Syaeful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar,(Jakarta: Rhineka Cipta, 2002), hlm. 141 19

Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya,(Jakarta: Rhineka Cipta, 1995), hlm. 2

20

Istilah hasil belajar itu sama dengan prestasi belajar. Hasil belajar/prestasi belajar dapat diraih melalui proses belajar, belajar itu tidak hanya mendengarkan dan memperhatikan pendidik yang sedang memberikan pelajaran didalam kelas, atau peserta didik membaca buku, akan tetapi lebih luas dari kedua aktivitas diatas.

2. Beberapa Definisi Tentang Hasil Belajar

Menurut Nana Sudjana “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya”21. Setiap pengalaman yang dilakukan seorang akan menumbuhkan sebuah hasil, Hasil perubahan sikap dan tingkah laku dalam hidup inilah yang merupakan sebuah proses dalam belajar yang merupakan hasil sebuah belajar untuk mencapai perubahan tingkah laku. Dari perubahan yang dialami seorang ini maka akan menumbuhkan sikap ilmiah seorang dalam mencapai perilaku hidupnya. Dalam pencapaian hasil belajar ini seorang akan mengalami perubahan tingkah laku dalam hidupnya. Perubahan yang dialami ini tidak akan terlepas dari sebuah proses yang dilakukan seseorang

Jadi, secara sederhana hasil belajar adalah penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran yang ditunjukkan dengan tes atau nilai yang diberikan oleh guru dan kemampuan perubahan sikap/tingkah laku yang diperoleh peserta didik melalui kegiatan belajar.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar a. Faktor Luar (Eksternal)

Faktor luar yaitu merupakan faktor yang berasal dari luar dari peserta didik yang mempengaruhi proses dan hasil belajar diantaranya yaitu :

21

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006),Cet 11, hlm. 22

1) Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut:

(a) Lingkungan Alami

Lingkungan alam seperti keadaan suhu, kelembaban udara sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.

(b) Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial baik yang berwujud manusia maupun yang berwujud hal-hal lain, langsung berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Kadang terdapat pengaruh kurang menguntungkan dari lingkungan pabrik dan hiruk pikuk lalu lintas22.

2) Faktor Instrumental

Faktor instrumental adalah faktor yang pengadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor instrumental antara lain yaitu : kurikulum, program, sarana, fasilitas, dan guru23.

b. Faktor Dalam (Internal)

Faktor dalam merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik yang mempengaruhi proses dan hasil belajar diantaranya, yaitu:

1) Faktor Fisiologis

Faktor fisiologis meliputi kondisi fisiologis umum dan kondisi panca indera. Kondisi fisiologis umumnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. Pada kondisi fisiologis umum, misalnya orang yang dapat keadaan segar jasmaninya dan berlainan belajarnya dari orang yang dalam

22

Syaiful Bahri Djamarah, Op. Cit., hlm. 142-145 23

keadaan kelelahan. Anak-anak yang kurang gizi, kemampuan belajarnya di bawah anak-anak yang tidak kekurangan gizi, mereka cepat lelah, mudah mengantuk dan tidak mudah menerima pelajaran. Sedangkan pada kondisi panca indera yang paling berperan terutama adalah penglihatan dan pendengaran.

2) Faktor Psikologis

Faktor psikologis merupakan hal yang utama dalam menentukan intensitas belajar seorang anak dan yang mempengaruhi proses hasil belajar peserta didik. Faktor-faktor psikologis meliputi minat, kecerdasan, bakat, motivasi dan kemampuan berfikir.24

4. Alat-Alat untuk Mengukur Hasil Belajar

Kegiatan penilaian dan pengujian pendidikan merupakan salah satu mata rantai yang menyatu terjalin didalam proses pembelajaran peserta didik. bahwa cara melancarkan tes inilah yang paling banyak dilakukan oleh para pendidik dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar peserta didiknya. Dengan demikian peranan tes sebagai salah satu alat/teknik penilaian pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar sangat penting25.

Penilaian atau tes itu berfungsi untuk memperoleh umpan balik dan selanjutnya digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar, maka penilaian itu disebut penilaian formatif. Tetapi jika penilaian itu berfungsi mendapatkan informasi sampai mana prestasi atau penguasaan dan pencapaian belajar peserta didik yang selanjutnya diperlukan bagi penentuan lulus tidaknya seseorang peserta didik maka penilaian itu disebut penilaian sumatif26.

24 Ibid, hlm 155-156 25 Ibid, hlm. 2 26 Ibid, hlm. 11-12.

Jika dilihat dari segi alatnya, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu tes dan non tes. Tes ada yang diberikan secara lisan (menuntut jawaban secara lisan) ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok, ada juga tes tulisan (menuntut jawaban dalam bentuk tulisan), tes ini ada yang disusun secara obyektif dan uraian, dan tes tindakan (menuntut jawaban dalam bentuk tindakan). Sedangkan non tes sebagai alat penilaiannya mencakup observasi, kuisioner, wawancara, skala sosiometri dan studi kasus27.

Dokumen terkait