Setelah dilaksanakan tindakan dalam pembelajaran Problem-Based Learning, guru memberikan evaluasi secara tertulis kepada siswa pada akhir siklus II yaitu pada pertemuan III. Dari hasil belajar siswa setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II hasil belajar yang diperoleh siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat terlihat pada hasil rekap nilai hasil belajar siklus II. Hasil nilai yang diperoleh siswa pada siklus I yang belum mencapai ketuntasan ( KKM=70) yaitu 5 siswa sedangkan yang sudah mencapai KKM ada 20 siswa. selanjtnya setelah dilakukan siklus II, hasil belajar siswa meningkat. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.22
Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II No Nilai Frekuensi Presentase
1 ≤70 0 0% 2 ≥70 25 100% Jumlah 25 100% Rata-Rata 85 Nilai Minimal 70 Nilai Maksimal 100
Dari table tersebut menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa perolehan nilai Siklus II dapat diketahui bahwa semua siswa sudah memiliki nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) dengan prosentase 100% dan rata-rata 85. Nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 100. Berdasarkan Ketuntasan belajar siswa pada tabel tersebut dapat digambarkan dalam grafik lingkaran sebagai berikut:
Gambar 4.24 Presentase hasil belajar Siklus II Siswa Kelas V SDN Bedono 02
Dengan demikian dalam pembelajaran Problem-Based Learning hasil belajar siswa meningkat dibandingkan hasil belajar sebelum dilaksanakan tindakan. Dari hasil tes evaluasi siklus II diperoleh siswa yang tumtas 25 siswa atau 100% dari siswa keseluruhan. Berdasarkan indikator keberhasilan bahwa 80% siswa nilai diatas KKM=70 maka dapat disimpulkan pada siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan sesuai dengan yang diinginkan peneliti.
4.1.2.4 Refleksi Siklus II Tuntas 100% Tidak Tuntas 0%
Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II
Setelah dilaksanakannya siklus II, selanjutnya dilakukan refleksi terhadap aktivitas pembelajaran dengan penerapan Problem-Based Learning. Berdasarkan refleksi yang telah dilakukan memperoleh hasil sebagai berikut. Guru sudah melaksanakan langkah-langkah Problem-Based Learning dengan baik. Sedangkan untuk siswa, penerapan Problem-Based Learning membuat siswa lebih mudah memahami materi pelajaran selain itu kegiatan-kegiatan dalam Problem-Based Learning meningkatkan kreativitas belajar siswa. karena dalam Problem-Based Learning siswa terlibat secara penuh dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan pula oleh hasil observasi penerapan Problrm-Based Learning dan respon siswa terhadap penerapan Problem-Based Learning. Dan hasil observasi tersbut sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditentukan.
Selanjutnya hasil kreativitas belajar pada siklus II memperoleh rata-rata skor 40,98 berarti dapat dikategorikan tinggi dengan presentase 92%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari observasi kreativitas belajar siswa pada siklus II ini sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetepkan oleh penulis.
Dan untuk hasil belajar pada siklus II ini dengan KKM ≥70 dari jumlah siswa sebanyak 25 siswa, semua siswa sudah mencapai ketuntasan. Meskipun ada beberapa siswa yang memperoleh nilai 70 yang berarti nilai tersebut tepat diketuntasan minimal.
Hasil refleksi secara keseluruhan setelah proses pembelajaran dengan penerapan Problem-Based Learning pada siklus II yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan observer adalah sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan sesuai dengan rencana pembelajaran dan sudah dilaksanakan dengan baik. 2. Siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
3. Siswa sudah menunjukkan kreativitas belajar matematika sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh penulis.
4. Siswa mudah menangkap materi dengan penerapan Problem-Based Learning.
5. Hasrat keingintahuan siswa cukup besar dalam proses pemecahan masalah dalam Problem-Based Learning.
6. Siswa terbuka dengan pengalam-pengalam baru.
7. Keberanian siswa ketika menyampaikan pendapat-pendapatnya dalam kelompok semakin tinggi.
4.2 Hasil Analisis Data
Berikut ini dapat dilihat tabel hasil belajar sebelum tindakan, siklus I dan siklus II serta rekapitulasi kreativitas belajar siswa pada prasiklus, siklus I dan siklus II.
Tabel 4.24
Hasil kreativitas siswa PraSiklus, Siklus I, Siklus II Statistik Deskriptif
Tindakan PraSiklus Siklus I Siklus II
Rata-rata Skor 25 35,8 40,98
Minimal 21 31,5 46
Maksimal 26 40,5 36,5
Kriteria Rendah Sedang Tinggi
Dari tabel 4.24 dapat diketahui rata-rata skor kreativitas siswa kelas PraSiklus 25. Nilai terendah 21 dan nilai tertinggi 25 . Pada siklus I nilai rata-rata kreativitas siswa diperoleh sebesar 35.8. Nilai terendah 31.5 dan nilai tertinggi 40.5. Sedangkan pada siklus II rata-rata kreativitas siswa diperoleh 40.98, nilai tersendah 36.5 dan nilai tertinggi 46. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas setelah tindakan siklus I dan Siklus II menjadi lebih baik dibandingkan sebelum diberi tindakan pembelajaran
menggunakan Problem-Based Learning. Dapat diliat adanya peningkatan kreativitas siswa dalam setiap siklusnya.
Analisis data kuantitatif yang berasal dari hasil belajar siswa saat prasiklus, siklus I, dan siklus II akan disajikan dalam sebuah tabel dan grafik. Perbandingan ketuntasan siswa kelas V saat prasiklus, siklus I, dan siklus II dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.25 Hasil Belajar siswa PraSiklus, Siklus I, Siklus II
Kriteria
Prasiklus Siklus I Siklus II Jumlah siswa Persen % Jumlah siswa Persen % Jumlah siswa Persen % Tuntas 13 52 18 72 25 100 Tidak tuntas 12 48 7 28 0 0 Rata-Rata 66,8 76,4 85
Dari tabel rekapitulasi pengelompokkan nilai diatas dapat dilihat adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas dalam mata pelajaran Matematika terbukti untuk klasifikasi tuntas, sebelum diadakan tindakan yang tuntas hanya 13 orang. Sedangkan setelah siklus I jumlah siswa yang tuntas ada 18 siswa dan siklus II jumlah siswa yang tuntas ada 25 siswa atau semua siswa tuntas. Pada klasifikasi tidak tuntas, sebelum diadakan tindakan terdapat 12 siswa yang belum tuntas pada mata pelajaran Matematika, setelah siklus I terdapat 7 siswa tidak tuntas dan siklus II tidak ada siswa tidak tuntas artinya semua siswa atau 25 siswa mengalami ketuntasan belajar. Ini membuktikan bahwa pembelajaran Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa meningkat dalam setiap siklusnya. Berdasarkan table diatas tentang siswa tuntas dan tidak tuntas dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 4.4
Diagram linear Pengelompokkan Nilai Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Pada Tabel dan diagram linear menunjukkan pembelajaran Problem-Based Learning dapat meningkatkan jumlah siswa yang tuntas dalam belajar dan menurunya jumlah siswa yang tidak tuntas. Selain itu Problem-Based Learning juga meningkatkan kreativitas belajar siswa.
4.3 Pembahasan
Hasil penelitian tindakan kelas ini difokuskan pada upaya perbaikan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Bedono 02 dengan penerapan Problem-Based Learning. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk berpikir dalam pemecahan masalah yang diberikan guru. Masalah tersebut disajikan secara mengambang oleh guru yang mengambil permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa akan belajar memecahakan permasalahan yang diberikan oleh guru bersama dengan kelompok dan yang nantinya siswa akan mempresentasikan hasil pemecahan masalah tersebut didepan kelas. Peran guru dalam pembelajaran yang tidak mendominasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan begitu akan memancing
0 0 0 0 0 0 13 52 18 72 25 100 12 48 7 28 0 0 66,8 76,4 85
Prasiklus Siklus I Siklus II