• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : PENYAJIAN DATA

B. Deskripsi Hasil penelitian

3. Hasil Bimbingan dan Konseling Islam dengan Finger Print

Seorang Siswa kelas X di SMA Nurul Huda Surabaya

Setelah melakukan Bimbingan dan Konseling Islam untuk merubah keyakinan (pola pikir) klien tentang ilmu-ilmu umum yang dianggap tidak penting, maka peneliti mengetahui Bimbingan

dan Konseling Islam yang diberikan kepada klien ini membawa perubahan pola pikir klien menjadi sebaliknya (memandang ilmu- ilmu umum sangat penting untuk dipelajari). Berdasarkan observasi dilapangan, dapat diketahui bahwa klien mengalami sedikit demi sedikit perubahan yang lebih baik, yaitu setiap malam klien mengulang pelajaran-pelajaran yang telah diberikan di sekolah, Klien sudah tidak pernah mengganggu teman-temannya yang sedang belajar, dan klien berusaha memperhatikan pelajaran selama di kelas.

Adapun hasil dari konseling dengan menggunakan finger print sebagai alat untuk memberikan informasi terkait bakat dan penjurusan studi klien, dapat dilihat bahwa klien sekarang sudah dapat merencanakan karir masa depannya. Yaitu, setelah klien lulus dari SMA Nurul Huda ini, klien akan melanjukan kuliah di ITS dengan mengambil jurusan teknik arsitek.

96

BAB IV ANALISIS DATA

Dari penyajian data pada bab III , maka selanjutnya akan dianalisa guna mendapatkan analisis yang baik. Adapun data yang akan dianalisa sesuai dengan fokus penelitian yaitu sebagai berikut:

A. Analisis Data mengenai Cara Pemilihan Jurusan di SMA Nurul Huda

Surabaya

Berdasarkan hasil penyajian data pada bab III, maka dapat diketahui bahwa cara pemilihan jurusan yang dilakukan di SMA Nurul Huda yaitu dengan mengadakan tes IQ pada seluruh siswa kelas X, hasilnya di kalkulasikan dengan nilai rapor. Selanjutnya sebagai bahan pertimbangan untuk memasukkan siswa ke jurusan IPA/IPS, pihak sekolah meminta rekomendasi dari wali kelas dan juga minat siswa terhadap salah satu jurusan di SMA Nurul Huda. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga memberikan sosialisasi kepada para siswa dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang jurusan IPA dan IPS serta prospek kedepan kedua jurusan tersebut.

Dalam memberikan sosialisasi pada siswa/siswi kelas X, guru BK sering menyampaikan bahwa apabila siswa yang masuk ke jurusan IPA, maka ketika kuliah nanti bisa masuk ke jurusan-jurusan yang berhubungan dengan IPS, tapi siswa yang masuk ke jurusan IPS, ketika memasuki dunia perkuliahan nanti tidak akan pernah bisa masuk ke jurusan-jurusan yang berhubungan dengan IPA. Hal ini disampaikan oleh guru BK, agar siswa/siswi

SMA Nurul Huda memiliki semangat untuk belajar keras agar dapat masuk ke jurusan IPA.

Menurut Andi Mapiare, Penjurusan studi adalah suatu program yang diberikan untuk mendekatkan diri klien dengan dunia kerja, dengan mempertimbangkan bakat, kemampuan dan kecakapan-kecakapan klien. Sehingga dapat dilihat, siswa yang masuk ke jurusan IPA, merupakan siswa yang memiliki bakat, kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang berhubungan dengan ilmu sanis. Sedangkan siswa yang masuk jurusan IPS, merupakan siswa yang memiliki bakat, kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang berhubungan dengan ilmu-ilmu sosial. Siswa yang memiliki bakat sains tidak bisa dimasukkan pada jurusan sosial, begitu juga siswa yang memiliki bakat dan kecakapan sosial, tidak bisa dimasukkan pada jurusan Sains.

Adapun menurut Bimo Walgito, usaha-usaha yang dapat di lakukan untuk mengarahkan siswa pada program studi yang sesuai yaitu dengan cara menganalisis bakat siswa, memberikan tes kepada siswa untuk mengetahui bakat dan kemampuannya , memberikan sosialisasi terhadap siswa dan orang tua siswa terkait jurusan studi di sekolah tersebut dan arah pekerjaan yang sesuai, memberikan mata pelajaran yang menimbulkan pengaruh baik dan timbal balik antara mata pelajaran dengan pekerjaan yang ada dalam masyarakat.

98

B. Analisis Data mengenai Proses Bimbingan dan Konseling Islam dengan Finger Print Appraisal untuk Meningkatkan Keyakinan Pemilihan Jurusan Seorang Siswa Kelas X di SMA Nurul Huda Surabaya

Analisis data mengenai Proses Bimbingan dan Konseling Islam dengan Finger Print Appraisal untuk Meningkatkan Keyakinan Klien, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Langkah pertama yang dilakukan oleh konselor yaitu dengan mengidentifikasi masalah klien. Yaitu karena klien memiliki latar belakang pendidikan pesantren, Sehingga menurut klien, ilmu-ilmu agama saja yang wajib di pelajari. Untuk ilmu-ilmu umum, itu tidak penting karena tidak bisa dijadikan bekal untuk hidup kekal di akhirat. Karena adanya keyakinan inilah, maka klien tidak bisa fokus dalam memperhatikan pelajaran di kelas, dan dampak dari ketidak fokusan klien dikelas ini menjadikan klien memiliki minat yang rendah dalam pemilihan jurusan. Selain itu, klien juga belum memahami bakat yang dimilikinya, sehingga ia tidak memiliki orientasi untuk memilih salah satu jurusan di SMA Nurul Huda.

Lagkah kedua yaitu diagnosis. Berdasarkan Identifikasi Masalah diatas, maka dapat diketahui bahwa klien belum memahami hakikat penjurusan studi di SMA yang disebabkan oleh adanya pola pikir (keyakinan) yang salah. Klien menganggap bahwa mempelajari ilmu-ilmu umum itu tidak penting. Yang penting untuk dipelajari yaitu ilmu-ilmu agama saja. Karena ilmu-ilmu agama yang dapat dijadikan bekal hidup kekal di akhirat. Selain itu, klien juga belum memahami bakat dan potensi yang dimilikinya.

Langkah ketiga yaitu prognosis. Untuk meningkatkan keyakinan klien dalam memilih jurusan, konselor menggunakan Bimbingan dan Konseling Islam untuk merubah pola pikir klien yang keliru. Sedangkan untuk memberikan informasi terkait bakat, rekomendasi jurusan dan kiprah kerja klien, konselor menggunakan teknik Finger Print Appraisal.

Langkah ke empat yaitu Treatment, atau perlakuan yang diberikan kepada klien. Yaitu dengan menyajikan Q. S Al-Qashah ayat 77, yang memberikan penjelasan kepada klien bahwa Allah tidak hanya menyuruh hambanya untuk mencari hal-hal yang bersifat ukhrawi saja, tapi Allah juga menganjurkan hambanya untuk mencari dan mempelajari hal-hal yang bersifat keduniawian. Dalam hal ini konselor memberikan penjelasan kepada klien tentang ilmu umum yang penting juga untuk dipelajari sebagai usaha untuk kesejahteraan klien selama hidup di dunia, sebelum pada akhirnya klien mengalami kehidupan kekal di akhirat.

Pada lanjutan ayat ini juga terdapat penjelasan bahwa Allah menyuruh manusia untuk berbuat baik terhadap makhluk lainnya, sebagaimana Allah berbuat baik pada semua makhluk-Nya. Dari penjelasan ayat inilah, konselor memberikan nasehat kepada klien untuk merubah perilaku klien saat berada dikelas, yaitu tidak memperhatikan pelajaran dan sering mengganggu teman yang sedang serius memperhatikan pelajaran. Perbuatan mengganggu teman yang sedang serius memperhatikan pelajaran merupakan perbuatan yang tidak baik. Konselor juga memberitahu klien

100

bahwa Allah tidak pernah menyukai orang yang berbuat tidak baik pada makhluk lainnya.

Selain Ayat Al-qur’an diatas, konselor juga menyampaikan sebuah hadits kepada klien bahwa pahala suatu pekerjaan itu ditentukan berdasarkan niatnya. Apabila seseorang mempelajari ilmu umum diniatkan untuk mendapatkan Ridha Allah, maka orang tersebut akan mendapat pahala juga di akhirat. Namun, meskipun seseorang itu mempelajari ilmu-ilmu agama, yang dapat dijadikan bekal di akhirat nanti, tapi niatnya tidak untuk mendapatkan ridha Allah. Maka orang tersebut tidak mendapatkan apa-apa, baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mempertegas penjelasan diatas, konselor juga membacakan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thurmudi, yaitu ketika seseorang menginginkan dunia, maka wajib memiliki ilmu, dan ketika seseorang menginginkan akhirat, maka wajib memiliki ilmu, adapun ketika seseorang menginginkan keduanya, maka wajib baginya memiliki ilmu. Dengan hadits ini, konselor menjelaskan kepada klien bahwa sebelum manusia hidup kekal di akhirat kelak, manusia akan mengalami hidup di dunia terlebih dahulu. Untuk mempertahankan hidup di dunia lebih lama, maka manusia membutuhkan ilmu-ilmu umum untuk mendapatkan pekerjaan yang akan membuat kehidupan manusis tersebut sejahtera.

Bimbingan dan Konseling Islam untuk merubah pola pikir klien ini mendapatkan respon yang bagus dari klien. Klien tampak antusias untuk mendengarkan penjelasan-penjelasan dari konselor tentang pentingnya ilmu-

ilmu umum. Sampai pada akhirnya klien mengaku bahwa mempelajari ilmu- ilmu umum ini sangat penting untuk bekal hidup di dunia dan di akhirat.

Selanjutnya, setelah klien mengetahui pentingnya ilmu umum dalam kehidupan, konselor memberikan konseling dengan Finger Print Appraisal sebagai alat untuk mengungkapkan bakat dan rekomendasi penjurusan studi klien, sehingga klien yakin dengan jurusan yang akan dipilih.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu, pertama konselor mengambil data sidik jari klien menggunakan alat scan yang sudah dihubungkan dengan komputer. Kemudian akan muncul gambar sidik jari jari klien. Selanjutnya sidik jari yang sudah di scan di analisis, kemudian dijelaskan kepada klien tentang bakat klien, rekomendasi penjurusan studi di SMA dan Perguruan Tinggi, dan kiprah kerja klien berdasarkan bakat yang bawaannya.

Berdasarkan hasil analisis Finger Print, dapat dilihat bahwa klien memiliki 3 bakat, yaitu bakat Imajinasi, Logika dan Bahasa. Sedangkan dalam penjurusan studi di SMA, klien di rekomendasikan untuk masuk pada jurusan IPS dan jurusan IPA menjadi rekomendasi kedua.

Dalam bidang pekerjaan, klien di rekomendasikan untuk bekerja dalam bidang artistic (seni). Sebagaimana minat yang diungkapkan oleh klien, bahwa ia memiliki minat yang besar terhadap dunia musik dan gambar. Begitu juga untuk rekomendasi lanjutan ke perguruan tinggi juga disesuaikan dengan bakat dan rekomendasi kerja klien.

102

Rekomendasi untuk jurusan saintek untuk tipikal kerja Artistic, yaitu Teknik Arsitektur, Arsitektur Interior, dan Desain Interior. Adapun rekomendasi untuk jurusan Sosial Humanistik untuk tipikal kerja Artistic yaitu Perencanaan Pembangunan, Pendidikan Seni Tari dan Musik, dan Pendidikan Tata Boga.

Langkah yang terakhir dalam pemberian konseling dengan Finger Print Appraisal ini yaitu evaluasi dan Follow Up.

Dari hasil analisis diatas, dapat diketahui bahwa Bimbingan dan Konseling Islam dapat merubah pola pikir klien yang pada mulanya menganggap bahwa ilmu-ilmu umum tidak penting dipelajari, setelah diberikan Bimbingan dan Konseling Islam, klien mengalami perubahan pola pikir (keyakinan) bahwa ilmu-ilmu umum sangat penting untuk dipelajari.

Dari hasil analisa konseling dengan Finger Print Appraisal untuk memberikan informasi tentang bakat dan rekomendasi jurusan klien, dapat diketahui bahwa Finger Print Appraisal ini cukup berhasil membawa perubahan pada diri klien, yaitu, klien sudah mengetahui bakat dan penjurusan studi yang tepat untuk dirinya, klien juga sudah dapat merencakan karir lanjutan setelah lulus dari SMA Nurul Huda.

Untuk menindaklanjuti hasil Bimbingan dan Konseling ini, konselor selalu memantau klien dari sosial medianya, dan selalu memberikan semangat dan motivasi kepada klien agar dapat menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya.

C. Analisis Data mengenai Hasil Bimbingan dan Konseling Islam dengan Finger Print Appraisal untuk Meningkatkan Keyakinan Pemilihan Jurusan Seorang Siswa Kelas X di SMA Nurul Huda Surabaya

Dalam melakukan analisis untuk mengetahui hasil dari Bimbingan dan Konseling Islam untuk merubah pola pikir (keyakinan) klien tentang ilmu umum yang dianggap tidak penting untuk dipelajari, dan Konseling dengan Finger Print Appraisal untuk memberikan informasi mengenai bakat dan rekomendasi penjurusan studi klien, konselor menyajikan data yang telah diperoleh dari pengamatan klien saat berada didalam kelas paska dilaksanakannya Bimbingan dan Konseling Islam dengan Finger Print Appraisal untuk meningkatkan keyakinan Pemilihan Jurusan oleh klien.

Berdasarkan hasil Finger Print Appraisal, ditemukan 3 bakat yang dimiliki klien, yaitu Imajinasi, Logika dan Bahasa. Rekomendasi Penjurusan Studi klien di SMA yaitu jurusan IPS sebagai prioritas utama, dan jurusan IPA sebagai prioritas kedua. Setelah dilakukan Finger Print Appraisal ini, klien sudah dapat merencanakan karir lanjutan setelah lulus dari SMA Nurul Huda. Klien ingin melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, mengambil jurusan Teknik Arsitek.

Dengan demikian, Bimbingan dan Konseling dengan Finger Print Appraisal terbukti dapat meningkatkan keyakinan klien dalam pemilihan jurusan di SMA.

104

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah peneliti mengadakan penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Cara Pemilihan Jurusan di SMA Nurul Huda Surabaya

Cara pemilihan jurusan di SMA Nurul Huda yaitu pihak sekolah memberikan sosialisasi kepada siswa terkait dua jurusan yang ada di SMA Nurul Huda, siswa juga diberi kesempatan untuk memilih salah satu jurusan di SMA Nurul Huda. Kemudian pihak sekolah memberikan tes IQ kepada siswa kelas X, dan di gabungkan dengan nilai rapor siswa. Nilai yang didapatkan dari hasil Tes IQ dan nilai rapor ini dijadikan acuan untuk memasukkan siswa ke jurusan IPA/IPS. Selain ini, rekomendasi dan wali kelas juga ajan menjadi bahan pertimbangan untuk memasukkan siswa ke jurusan IPS/IPS.

2. Proses Bimbingan dan Konseling Islam dengan Finger Print Appraisal

Untuk Meningkatkan Keyakinan Pemilihan Jurusan Seorang Siswa kelas X di SMA Nurul Huda Surabaya

Proses Bimbingan dan Konseling Islam dengan Finger Print Appraisal untuk meningkatkan keyakinan klien dalam memilih jurusan dilakukan dengan langkah Identifikasi Masalah, diagnosis, prognosis, treatment dengan menggunakan Bimbingan dan Konseling Islam

untuk merubah keyakinan klien yang keliru dan Finger Print Appraisal untuk memberikan pemahaman kepada klien terkait bakat, penjurusan studi dan kiprah kerja.

3. Hasil Bimbimgan dan Konseling Islam dengan Finger Print Appraisal

Untuk Meningkatkan Keyakinan Pemilihan Jurusan Seorang Siswa kelas X di SMA Nurul Huda Surabaya

Dari proses Bimbingan dan Konseling Islam tersebut hasil yang diperoleh adalah perubahan pola pikir klien yang awalnya menganggap bahwa ilmu umum itu tidak penting, setelah diberikan Bimbingan dan Konseling Islam, keyakinan (pola pikir) klien menjadi berubah, yaitu klien sekarang menganggap bahwa justru ilmu umum itu sangat penting untuk dipelajari. Selain itu, perilaku klien yang pada mulanya suka mengganggu teman-temannya yang sedang serius belajar dan tidak berkonsentrasi saat guru menjelaskan pelajaran, juga sekarang berubah menjadi sebaliknya.

Sedangkan hasil dari proses Konseling dengan Finger Print Appraisal ini juga membawa perubahan pada klien. Yaitu, klien yang pada mulanya tidak mengetahui tentang hakikat penjurusan studi di SMA Nurul Huda, sekarang sudah. Tidak hanya itu, bahkan klien sudah dapat merencanakan karir selanjutnya setelah lulus dari SMA Nurul Huda ini.

106

B. Saran

Saran yang diberikan adalah:

1. Kepada klien, hendaknya terus ditingkatkan lagi belajarnya, lebih banyak membaca buku-buku pelajaran IPS, rutin berlatih mengembangkan bakat seni yang sudah dimiliki, kurangi menjaili teman yang sedang fokus memperhatikan pelajaran, dan untuk menggapai cita-citamu buatlah rancangan tindakan yang akan dilakukan secara rinci.

2. Kepada pihak sekolah, sosialisasi jurusan di SMA ini sebaiknya tidak mengunggulkan satu jurusan saja. Karena pada hakikatnya semua jurusan sama, dan kemampuan siswa sama, hanya bakat saja yang membedakannya.

3. Kepada peneliti, apabila melakukan penelitian tentang bimbingan dan konseling Islam sebagai langkah preventif dalam pemilihan jurusan siswa SMA, dapat dilakukan pada sekelompok anak.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Suyoso. Pengembangan Pendidikan IPA SD. Jakarta: Dirjen Dikti. 1998

Abdullah. Pembelajaran IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. 1998

Afandi, Totok. S. Training Finger Print Analysis JAPO, Makalah disajikan dalam Pengembangan Akademik Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Program Beasiswa Santri Berprestasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Surabaya: PBSB Program Studi BKI UIN Sunan Ampel Surabaya. 2014

Alim, Faskhau Maulvi. “Meningkatkan Minat terhadap Jurusan Teknik Gambar Bangunan Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas X 1

SMK Negeri 5 Semarang Tahun Ajaran 2013/2014”. Skripsi, Fakultas

Ilmu Pendidikan UNNES. 2014

Amin, Samsul Munir. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Amzah, 2010

An-nawawi, Imam. Hadits Arba’in Nawawi Terjemah Bahasa Indonesia (E- book). Surabaya: A W Publisher. Tth

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 2006

Aswadi. Iyadah dan Ta’ziyyah dalam Perspektif Bimbingan Konseling Islam. Surabaya: Dakwah Digital Press. 2009

Ayu Vaneza, A. Dewi. “Fungsi Sidik Jari dalam Mengidentifikasi Korban dan Pelaku Tindak Pidana”. Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Makassar. 2013

Black, James. A dan Dean J. Champion. Metode dan Masalah Penelitian Sosial.

Bandung: Refika Aditama. 2009

Bungin, Burhan. Metode Penelitian Sosial: Format-format Kuantitatif & sKualitatif. Surabaya: Universitas Airlangga. 2001

Departmen Agama RI. Mushaf Al-qur’an Terjemah. Jakarta: Nur Publishing. 2009

Dokumentasi Sekolah SMA Nurul Huda. Bisa diakses di www.yppnurulhuda.com Fadilatin, Farida Nur. “Bimbingan dan Konseling Islam dalam Menangani Sikap

Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban”. Skripsi, Fakultas Dakwah IAIN

Sunan Ampel Surabaya. 2009

Hafsah. “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan di SMU dengan Logika Fuzzy ”. Skripsi, Teknik Informatika UPN “Veteran” Yogyakarta. 2008 Hanafi, Andre Bagus. “Deskriminasi terhadap Siswa IPS di SMA Surabaya”.

Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Airlangga. Surabaya. 2014

Hikmawati, Fenti. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Raja Gravindo Persada. 2014

Kustiyahningsih, Yeni dan Nikmatus Syafa’ah. “Sistem Pendukung Keputusan

Untuk Menemukan Jurusan Pada Siswa SMA Menggunakan Metode KNN

dan SMART”. Jurnal Informatika. Tth

Laela, Faizah Noer. Bimbingan dan Konseling Sosial. Surabaya: UIN Sunan Ampel Press. 2014

Latipun. Psikologi Konseling. Malang: UMM Press. 2008

Lubis, Namora Lumonggo. Memahami Dasar-dasar Konseling dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana. 2011

Misbach, Ifa. H. Dahsyatnya Sidik Jari (E-book). Tt: Visimedia, Tth

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2001

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011

Nazir, Moh. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. 1988

Novia, Iva dan Mohamad Thohir. “Bimbingan dan Konseling Islam dengan Terapi Silaturahmi Pada Seorang Remaja yang Mengalami Depresi”

Pratiwi, dkk. “Sistem Pendukung Keputusan Penjurusan Siswa dengan Metode SAW”. Jurnal Ilmiah SINUS. Mei. 2013

Prayitno dan Erman Amti. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. 2009

Ramani, Pratibha. “Conventional Dermatoglyphics-revived Concept: A Review”, Department Of Oral and Maxillofacial Pathology. 2 Juni. 2011

Rindjab, Alfien. S. Dkk. “Aplikasi Absensi Siswa Menggunakan Sidik Jari di

Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Manado”. Teknik Elektro dan

Komputer. I. 2014

Riyanto, Bibit Samad dan Nuris E Meuko. Koruptor Go To Hell. Yogyakarta: Hikmah. 2008

Salahuddin, Anas. Bimbingan dan Konseling. Bandung: Pustaka Setia. 2010

Steviani Adistiya, Merry Cristinne, dkk. “Sistem Pakar Penentuan Minat dan

Bakat Anak Umur 5-6 Tahun”. Sistem Informatika. Tth

Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatifdan R & D. Bandung: Alfabeta. 2010

Sukardi, Dewa Ketut dan Desak P. E. Kusmawati. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. 2008

Sukardi, Dewa Ketut. Proses Bimbingan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. 2008

Sumaji, dkk. Pendidikan Sains yang Humanistik. Yogyakarta: Kanisius. 1998

Supardi. Sidik Jari dan Peranannya dalam Mengungkapkan Suatu Tindak Pidana. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. 2002

Sutoyo, Anwar. Bimbingan dan Konseling Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2013

Thohir, Mohamad. Appraisal dalam Bimbingan dan Konseling. Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya

Tohari. Fisiologi Budidaya Tanaman Tropik. Yogyakarta: UGM Press. 1992

Uno, Hamzah. B, dkk. Mengelola Kecerdasan dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. 2009

Wardati dan Mohamad Jauhar. Implementasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Prestasi Pustakarya. 2011

Widowati, Veronika Niken. “Studi Kasus tentang Proses Penjurusan Beberapa SMA di Yogyakarta”. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

2015

Winkel, W. S. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo. 1991

Yusuf, L. N, Syamsu. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2011

Dokumen terkait