KELAS VIII SMPN 1 DARUL KAMAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Siklus I
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sesuai perencanaan yaitu menjelaskan tujuan pembelajaran, mengingatkan kembali materi pelajaran yang akan dipelajari, memotivasi siswa untuk belajar, menjelaskan materi pelajaran secara singkat dan sistem pembelajaran dengan model cooperative learning tipe script, membagi siswa untuk berpasangan dan membagikan bahan ajar pada setiap pasangan untuk dibaca dan dijelaskan pada pasangan. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya, sementara pendengar menyimak/mengoreksi yang kurang lengkap dan membantu mengingat/menghafal. Siswa diminta menjawab pertanyaan yang terdapat lembaran kerja siswa secara berpasangan. Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan pembelajaran.
Selama proses pembelajaran berlangsung, guru pengamat melakukan observasi terhadap aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model
cooperative learning tipe script. Hasil
observasi aktivitas siswa dalam belajar sebagai berikut.
Tabel 1. Aktivias Siswa Mengikuti Kegiatan Pembelajaran Siklus I
No Aktivitas Siswa Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Mengambil giliran dan berbagi tugas 18 75
2 Mengundang teman untuk berbicara dalam diskusi 10 41,7 3 Mendengarkan dengan aktif teman menjelaskan 24 100
4 Bertanya jika tidak mengerti 10 41,7
5 Menghargai pendapat teman 24 100
6 Mengerjakan tugas tepat waktu 20 83,3
7 Memberikan tanggapan/menjawab 10 41,7
8 Mendengarkan penjelasan guru 22 91,7
Rata-rata persentase 71,9
Mardiana, S.Pd* adalah Guru di SMP N 1 darul kamal
Aktivitas siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran 75% mengambil giliran dan berbagi tugas, 41,7% mengundang teman untuk berbicara dalam diskusi, seluruhnya mendengarkan dengan aktif teman menjelaskan, 41,7% bertanya jika tidak mengerti, seluruhnya menghargai pendapat teman, 83,3% mengerjakan tugas tepat waktu, 41,7% memberikan tanggapan/menjawab, dan 91,7% mendengarkan pendejalan guru. Dengan demikian terlihat secara jelas bahwa aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model cooperative learning tipe script sudah cukup aktif, dimana secara rata-rata persentase 71,9% siswa aktif dalam pembelajaran.
Tabel 2. Distribusi Keberhasilan Siswa Pada Siklus I
No Keterangan Nilai 1 Nilai tertinggi 85 2 Nilai Terendah 50 3 Nilai rata-rata kelas 69 4 Ketuntasan Belajar 75%
Keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan dengan model
cooperative learning tipe script dengan
tertinggi 85 dan nilai terendah 50. Tingkat ketuntasan belajar yang dicapai siswa yaitu 75% sedangkan 25% siswa tidak tuntas. Nilai rata-rata kelas yaitu 69. Dengan demikian persentase ketuntasan belajar yang dicapai siswa masih jauh dari indikator yang ditetapkan. Indikator yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 85% siswa tuntas.
Walaupun demikian terjadi peningkatan terhadap ketuntasan belajar siswa setelah diajarkan dengan model cooperative learning tipe script. Sebelum diajarkan dengan model ketuntasan belajar siswa hanya 50%. Aktivitas siswa mengikuti kegiatan pembelajaran pada siklus pertama, tergambar bahwa suasana kelas masih berpusat pada guru. Ini disebabkan guru kurang memotivasi siswa untuk siswa untuk bertanya, menjawab/menanggapi, menyampaikan ide/pendapat. Kondisi ini tentu saja efek dari kegiatan pembelajaran di mana guru terlalu antusias dan aktif dalam menjelaskan materi pelajaran.
2). Deskripsi Siklus II
Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan pada siklus II guru menjelaskan tujuan pembelajaran, mengingatkan kembali tentang materi, memotivasi siswa untuk belajar,
menjelaskan materi pelajaran, penukaran pasangan yang tidak berhasil dalam siklus I, membagikan bahan ajar kepada pasangan, menetapkan siswa yang pertama berperan sebagai pembicara dan ssiswa yang berperan sebagai pendengar, siswa membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya sementara pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. setiap pasangan menjawab pertanyaan yang terdapat pada lembaran kerja siswa, guru bersama siswa membuat simpulan.
Tabel 3. Aktivias Siswa Mengikuti Kegiatan Pembelajaran Siklus II
No Aktivitas Siswa Frekuensi
(F)
Persentase (%)
1 Mengambil giliran dan berbagi tugas 20 83,3
2 Mengundang teman untuk berbicara dalam diskusi 17 70,8 3 Mendengarkan dengan aktif teman menjelaskan 24 100
4 Bertanya jika tidak mengerti 15 62,5
5 Menghargai pendapat teman 24 100
6 Mengerjakan tugas tepat waktu 20 83,3
7 Memberikan tanggapan/menjawab 13 54,2
8 Mendengarkan penjelasan guru 22 91,7
Rata-rata persentase 80,7
Aktivitas siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran 83,3% mengambil giliran dan berbagi tugas, 70,8% mengundang teman
untuk berbicara dalam diskusi, seluruhnya mendengarkan dengan aktif teman menjelaskan, 62,5% bertanya jika tidak
Mardiana, S.Pd* adalah Guru di SMP N 1 darul kamal
mengerti, seluruhnya menghargai pendapat teman, 83,3% mengerjakan tugas tepat waktu, 54,2% memberikan tanggapan/menjawab, dan 91,7% mendengarkan pendejalan guru. Dengan demikian terlihat secara jelas bahwa aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model cooperative learning tipe script sudah aktif, dimana secara rata-rata persentase 80,7% siswa aktif dalam pembelajaran. Tabel 4 Distribusi Keberhasilan Siswa Pada Siklus II
No Keterangan Nilai 1 Nilai tertingg 85 2 Nilai terendah 60 3 Nilai rata-rata kelas 72 4 Ketuntasan belajar 87,5%
Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II dengan mengubah pasangan dan mengurangi aktivitas guru menerangkan, hasil tes terhadap siswa diketahui nilai rata-rata yang diperoleh siswa 72 dan ketuntasan belajar siswa 87,5%. Nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah tetap 85 tetapi ada peningkatan pada nilai terendah yang dicapai siswa menjadi 60. Dilihat dari persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II, ternyata tujuan yang ditetapkan dalam penelitian ini yang menyatakan penelitian dianggap berhasil jika persentase ketuntasan belajar yang dicapai siswa 85%. Ternyata dari hasil tes pada siklus II ketuntasan belajar yang dicapai siswa melebihi ketuntasan belajar yang ditetapkan pada indikator kerja pada penelitian tindakan kelas.
Hasil tindakan pada siklus II, ternyata terjadi peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 75% menjadi 87,5%. Peningkatan juga terjadai pada nilai rata-rata yang dicapai siswa, pada siklus I nilai rata-rata yang dicapai siswa 69, sedangkan pada siklus II menjadi72. Peningkatan juga terjadi pada aktivitas siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, di mana pada siklus II jumlah siswa yang bertanya, mengajukan pendapat lebih banyak dari siklus II. Ini disebabkan kemampuan guru memotivasi siswa bertanya dan menjawab meningkat menjadi cukup mampu. Selain dari pada itu juga terjadai perubahan peran pada guru, dimana pada siklus I guru mendominasi proses pembelajaran, sedangkan pada siklus II siswa lebih aktif dalam belajar. Dengan
demikian penelitian tindakan kelas dikatakan telah berhasil meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik simpulan terjadi peningkatan hasil belajar IPS materi kolonialisme barat pada siswa kelas VIII SMPN 1 Darul Kamal. Peningkatan juga terjadi pada aktivitas siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model cooperative
learning tipe script. Peningkatan hasil belajar
dan aktivitas siswa disebabkan terjadi peningkatan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran saat pelaksanaan penelitian dilakukan.
1. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan di atas, maka peneliti menyarankan agar guru mata pelajaran IPS di SMPN 1 Darul Kamal hendaknya melakukan proses pembelajaran dengan model cooperative
learning tipe script. Bukti menunjukkan
bahwa model cooperative learning tipe script dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa. Diharapkan kepada siswa agar mau mengaktifkan kelompok-kelompok belajar sehingga membantu keberhasilan belajarnya. DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 2005. Teknik Belajar yang
Efektif. Jakarta: Renika Cipta.
Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar Pelajaran IPA Kelas VIII SMP. Jakarta: Depdiknas.
Gie, Liang. 2006. Cara Belajar yang Baik dan
Efesien. Jakarta: Renika Cipta.
Ibrahim. M. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya:Universiti Press.
Lie, Anita. 2004. Cooperatif Learning.Jakarta: Grasindo.
Nurhadi. 2003. Model-model Pembelajaran. Surabaya: Unesa Press.
Wasis. 2004. Model-model Pembelajaran
Yunaidah* adalah Guru SMA N 6 Banda Aceh
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA PERSEBARAN FLORA