BAHAN DAN METODA PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa jenis gula sintetis memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter derajat kemanisan dan organoleptik rasa. Namun terhadap parameter total soluble solid (TSS), gula reduksi, total asam dan organoleptik kekenyalan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata, seperti yang terlihat pada Tabel 5 berikut :
Tabel 5. Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Parameter yang Diamati Jenis Gula TSS Gula Total Asam Derajat Organoleptik Sintetis (o brix) Reduksi (%) Kemanisan Rasa Kekenyalan
(Skor) (Skor)
G1 (Siklamat) 6,89 10,70 0,11 47,0 3,24 3,02 G2 (Manitol) 6,95 10,45 0,11 24,0 3,12 3,04 G3 (Sakarin) 7,02 9,45 0,12 129,0 3,17 3,07
Tabel 5 menunjukkan bahwa jenis gula sintetis memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati. TSS tertinggi terdapat pada perlakuan G3 (Sakarin) dan terendah pada perlakuan G1 (Siklamat). Gula reduksi tertinggi terdapat pada perlakuan G2 (Siklamat) dan terendah pada perlakuan G3 (Sakarin). Total asam tertinggi pada perlakuam G3 (Sakarin) dan terendah pada perlakuan G1 (Siklamat) dan G2 (Manitol). Derajat kemanisan tertinggi pada perlakuan G3
(Sakarin) dan terendah pada perlakuan G2 (Manitol). Rasa tertinggi pada perlakuan G1 (Siklamat) dan terendah pada perlakuan G3 (Sakarin). Kekenyalan tertinggi pada perlakuan G3 (Sakarin) dan terendah pada perlakuan G1 (Siklamat).
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa konsentrasi gula sintetis memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter derajat kemanisan dan organoleptik rasa. Namun terhadap parameter total soluble solid (TSS), gula reduksi, total asam dan organoleptik kekenyalan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata, seperti yang terlihat pada Tabel 6 berikut :
Tabel 6. Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Parameter yang Diamati
Konsentrasi TSS Gula Total Asam Derajat Organoleptik Gula Sintetis (o brix) Reduksi (%) Kemanisan Rasa Kekenyalan (%) (Skor) (Skor) K1 (0,01) 7,00 9,28 0,11 60,00 2,97 3,00 K2 (0,02) 6,90 9,28 0,11 60,00 3,08 3,02 K3 (0,03) 6,85 10,95 0,10 75,00 3,18 3,05 K4 (0,04) 7,02 10,95 0,11 70,00 3,27 3,08 K5 (0,05) 7,00 10,53 0,12 78,33 3,38 3,07
Tabel 6 menunjukkan bahwa konsentrasi gula sintetis memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati. TSS tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (0,04%) dan terendah pada perlakuan K3 (0,03%). Gula reduksi tertinggi terdapat pada perlakuan K3 (0,03%) dan K4 (0,04%) dan terendah pada perlakuan K1 (0,01%) dan K2 (0,02%). Total asam tertinggi pada perlakuam K5 (0,05%) dan terendah pada perlakuan K3 (0,03%). Derajat kemanisan tertinggi pada perlakuan K5 (0,05%) dan terendah pada perlakuan K1 (0,01%) dan K2 (0,02%). Rasa tertinggi pada perlakuan K5 (0,05%) dan terendah pada perlakuan K1 (0,01%). Kekenyalan tertinggi pada perlakuan K4 (0,04%) dan terendah pada perlakuan K1
(0,01%).
Hasil analisis statistik untuk masing-masing parameter yang diamati dapat dijelaskan sebagai berikut :
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Total Soluble Solid (TSS) (o brix)
Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Total Soluble Solid (TSS) (o brix)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 1) dapat dilihat bahwa jenis gula sintetis memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total
soluble solid (TSS) (o brix) koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Total Soluble Solid (TSS) (o brix)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 1) dapat dilihat bahwa konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total soluble solid (TSS) (o brix) koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Total Soluble Solid (TSS) (o brix)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa interaksi jenis dan konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total soluble solid (TSS) (o brix) koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Total Asam (%)
Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Total Asam (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 2) dapat dilihat bahwa jenis gula sintetis memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total asam (%)koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Total Asam (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 2) dapat dilihat bahwa konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total asam (%)koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Total Asam (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa interaksi jenis dan konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total asam koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan
Gula Reduksi (mg)
Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Gula Reduksi (mg)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 3) dapat dilihat bahwa jenis gula sintetis memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap gula reduksi (mg) koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Gula Reduksi (mg)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 3) dapat dilihat bahwa konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap gula reduksi koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Gula Reduksi (mg)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa interaksi jenis dan konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap gula reduksi koktail lidah buaya yang dihasilkan koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan
Derajat Kemanisan
Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 4) dapat dilihat bahwa jenis gula sintetis memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap gula reduksi.
Hasil pengujian dengan LSR menunjukkan pengaruh jenis gula sintetis terhadap derajat kemanisan tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Uji LSR Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
Jarak LSR
Jenis Rataan Notasi
0.05 0.01 Gula F 0.05 F 0.01
- - - G1 47.00 b B
2 2.461 3.403 G2 24.00 c C
3 2.580 3.549 G3 129.00 a A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar).
Tabel 7 menunjukkan bahwa perlakuan G1 berbeda sangat nyata terhadap perlakuan G2 dan G3. Perlakuan G2 berbeda sangat nyata terhadap perlakuan G3. Derajat kemanisan tertinggi diperoleh pada perlakuan G3 sebesar 129 dan terendah pada perlakuan G2 sebesar 24.
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Hal ini disebabkan karena jenis gula sintetis pada perlakuan G3 merupakan gula sintetis yang memiliki tingkat kemanisan yang paling tinggi dibandingkan dengan gula sintetis lainnya. Hal ini sesuai dengan literatur (2007) bahwa Sakarin memiliki tingkat kemanisan relatif sebesar 300 tingkat kemanisan sukrosa dengan tanpa nilai kalori. Sedangkan menurut literatur Sulaiman, (1986) manitol memiliki tingkat kemanisan 0,5 – 0,7 kali kemanisan sukrosa. Jika di bandingkan antara ketiganya, manitol memiliki tingkat kemanisan yang paling rendah sehingga memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap derajat kemanisan dari koktail lidah buaya yang dihasilkan.
Hubungan antara jenis gula sintetis terhadap derajat kemanisan dapat dilihat pada Gambar 5.
47 24 129 0 20 40 60 80 100 120 G1 G2 G3
Jenis Gula Sintetis (G)
D er aj at K em an is
Gambar 5. Histogram Hubungan Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 4) dapat dilihat bahwa konsentrasi gula sintetis memberi pengaruhberbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap gula reduksi koktail lidah buaya yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR menunjukkan pengaruh konsentrasi gula sintetis terhadap derajat kemanisan tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Uji LSR Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
Jarak LSR Konsentrasi Rataan Notasi
0.05 0.01 Gula Sintetis 0.05 0.01 - - - K1 60.00 d D 2 3.177 4.393 K2 60.00 d D 3 3.331 4.582 K3 65.00 c C 4 3.426 4.704 K4 70.00 b B 5 3.491 4.793 K5 78.33 a A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5%il) (huruf kec dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar).
Tabel 8 menunjukkan bahwa perlakuan K1 berbeda tidak nyata terhadap perlakuan K2 dan berbeda sangat nyata terhadap perlakuan K3, K4 dan K5. Perlakuan K2 berbeda sangat nyata terhadap perlakuan K3, K4 dan K5. Perlakuan K3 berbeda sangat nyata terhadap perlakuan K4 dan K5. Perlakuan K4 berbeda sangat nyata terhadap perlakuan K5. Derajat kemanisan tertinggi diperoleh pada perlakuan K5 sebesar 78,33 kali dan terendah pada perlakuan K1 dan K2 sebesar 60 kali dari kemanisan sukrosa.
Semakin tinggi konsentrasi gula sintetis maka derajat kemanisannya akan semakin naik. Hal ini disebabkan karena besaran penggunaan gula sintetis bersifat sinergis. Pada proses penambahan gula sintetis akan terjadi pertambahan tingkat kemanisan. Semakin tinggi konsentrasi gula sintetis yang digunakan maka tingkat
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
kemanisannya akan semakin besar sehingga derajat kemanisannya akan semakin besar.
Hubungan antara jenis gula sintetis terhadap derajat kemanisan dapat dilihat pada Gambar 6.
= 466.6K + 52.668 r = 0.9548 58 60 62 64 66 68 70 72 74 76 78 80 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Konsentrasi Gula Sintetis (K) (%)
D er aj at K em an isa
Gambar 6. Grafik Hubungan Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 4) dapat dilihat bahwa interaksi jenis dan konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh berbeda nyata (P>0,05) terhadap derajat kemanisan koktail lidah buaya yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR menunjukkan pengaruh interaksi jenis konsentrasi gula sintetis terhadap derajat kemanisan tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 9.
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Tabel 9. Uji LSR Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
Jarak LSR Perlakuan Rataan Notasi
0.05 0.01 0.05 0.01 - - - G1K1 40.00 f F 2 5.495 7.613 G1K2 40.00 f F 3 5.769 7.978 G1K3 45.00 e E 4 5.934 8.216 G1K4 50.00 e E 5 6.043 8.362 G1K5 60.00 d D 6 6.134 8.471 G2K1 20.00 h H 7 6.171 8.618 G2K2 20.00 h H 8 6.208 8.709 G2K3 20.00 h H 9 6.244 8.782 G2K4 30.00 g G 10 6.262 8.837 G2K5 30.00 g G 11 6.271 8.891 G3K1 120.00 c C 12 6.281 8.946 G3K2 120.00 c C 13 6.290 8.983 G3K3 130.00 b B 14 6.299 9.019 G3K4 130.00 b B 15 6.308 9.047 G3K5 145.00 a A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil)dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar). Dari Tabel 9 dapat dilihat bahwa interaksi perlakuan antara jenis dan konsentrasi gula sintetis berpengaruh nyata terhadap derajat kemanisan. Derajat kemanisan tertinggi diperoleh pada interaksi perlakuan G3K5 yaitu sebesar 145 dan terendah diperoleh pada perlakuan G2K1, G2K2, dan G2K3 sebesar 20.
Hubungan interaksi antara jenis dan konsentrasi terhadap derajat kemanisan dapat dilihat pada Gambar 7. Dari Gambar 7 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi gula sintetis maka derajat kemanisan akan semakin besar. Tingkat kemanisan dari manitol adalah 0,7 kali kemanisan sukrosa, siklamat sebesar 30 kali kemanisan sukrosa dan sakarin sebesar 300 kali kemanisan sukrosa. Hal ini menyebabkan jumlah komponen gula yang ada akan semakin besar dengan semakin tingginya konsentrasi gula sintetis sehingga
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
tingkat kemanisan juga akan semakin tinggi. Hal ini sesuai dengan literatur rendah kalori bersifat sinergis. Semakin tinggi konsentrasi gula sintetis yang dipakai maka derajat kemanisan akan semakin besar dan juga dapat dilihat bahwa ketika gula sintetis yang berbeda dipakai dengan konsentrasi yang berbeda akan menghasilkan pengaruh yang berbeda juga dan akhirnya akan menghasilkan pengaruh yang berbeda satu sama lain.
Gambar 7. Grafik Hubungan Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Derajat Kemanisan
3 = 600K + 111 r = 0.9257 1 = 500K + 32 r = 0.9449 2 = 300K + 15 r = 0.8660 0 20 40 60 80 100 120 140 160 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Konsentrasi Gula Sintetis (%) (K)
D er aj at K em an isan G1 G2 G3 Linear (G3) Linear (G1) Linear (G2) G1 = Siklamat G2 = Manitol G3 = Sakarin 36
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Organoleptik Rasa (Numerik)
Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 5) dapat dilihat bahwa jenis gula sintetis memberi pengaruhberbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap organoleptik rasa (numerikoktail lidah buaya yang dihasilkan .
Hasil pengujian dengan LSR menunjukkan pengaruh jenis gula sintetis terhadap organoleptik rasa (numerik) tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Uji LSR Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numerik)
LSR
Jenis Rataan Notasi
0.05 0.01 Gula 0.05 0.01
- - G1 3.24 a A
0.046 0.064 G2 3.12 c B
0.048 0.066 G3 3.17 b B
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar). Tabel 10 menunjukkan bahwa perlakuan G1 berbeda sangat nyata terhadap perlakuan G2 dan G3. Perlakuan G2 berbeda tidak nyata terhadap perlakuan G3. Organoleptik rasa tertinggi diperoleh pada perlakuan G1 sebesar 3,24 dan terendah pada perlakuan G2 sebesar 3,12. Hal ini karena siklamat sangat sesuai untuk produk buah-buahan sebab mampu mempertajam rasanya. Hal ini sesuai dengan literatur dari menyenangkan sehingga disukai dan mampu menutupi rasa pahit yang tidak dikehendaki serta stabil pada kisaran yang luas.
Hubungan antara jenis gula sintetis terhadap organoleptik rasa dapat dilihat pada Gambar 8.
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008. USU Repository © 2009 3.24 3.12 3.17 0 0.4 0.8 1.2 1.6 2 2.4 2.8 3.2 G1 G2 G3
Jenis Gula Sintetis (G)
O rg an o lep ti k R asa ( N u m er ik)
Gambar 8. Histogram Hubungan Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numerik)
Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 5) dapat dilihat bahwa konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap organoleptik rasa (Numerik) koktail lidah buaya yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR menunjukkan pengaruh konsentrasi gula sintetis terhadap organoleptik rasa (Numerik) tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 11.
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Tabel 11. Uji LSR Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numeri)
Jarak LSR Konsentrasi Rataan Notasi
0.05 0.01 Gula 0.05 0.01 - - - K1 2.97 e D 2 0.059 0.082 K2 3.08 d C 3 0.062 0.086 K3 3.18 c B 4 0.064 0.088 K4 3.27 b B 5 0.065 0.090 K5 3.38 a A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar). Tabel 11 menunjukkan bahwa perlakuan K1 berbeda sangat nyata dengan K2, K3, K4, dan K5. Perlakuan K2berbeda sangat nyata dengan K3, K4, dan K5.
Perlakuan K3 berbeda nyata dengan K4 dan berbeda sangat nyata dengan K5. Perlakuan K4 berbeda sangat nyata dengan K5.
Hubungan antara konsentrasi gula sintetis dengan organoleptik rasa (numerik) dapat dilihat pada Gambar 9. Semakin tinggi konsentrasi gula sintetis maka rasa kemanisan akan semakin besar. Penambahan konsentrasi gula sintetis akan menyebabkan molekul-molekul gula yang terdapat dalam produk akan bertambah sehingga rasanya akan semakin manis. Hal ini sesuai dengan literatur dar putih, tidak berbau atau berbau aromatik lemah, dan mudah larut dalam air, serta berasa manis .
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008. USU Repository © 2009 = 10.5K + 2.865 r = 0.9983 2.6 2.8 3 3.2 3.4 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Konsentrasi Gula Sintetis (K)(%)
O rg an o lep ti k R asa ( N u m er ik)
Gambar 9. Grafik Hubungan Pengaruh Konsetrasi Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numerik)
Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 5) dapat dilihat bahwa interaksi jenis dan konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap organoleptik rasa (Numerik) koktail lidah buaya yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR menunjukkan pengaruh interaksi jenis konsentrasi gula sintetis terhadap derajat kemanisan tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 12.
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Tabel 12. Uji LSR Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numerik)
Jarak LSR Perlakuan Rataan Notasi
0.05 0.01 0.05 0.01 - - - G1K1 3.05 e CD 2 0.103 0.142 G1K2 3.20 cd BC 3 0.108 0.148 G1K3 3.25 c B 4 0.111 0.152 G1K4 3.30 bc AB 5 0.113 0.155 G1K5 3.40 ab A 6 0.115 0.157 G2K1 2.85 f E 7 0.116 0.159 G2K2 3.00 e D 8 0.117 0.161 G2K3 3.20 cd BC 9 0.117 0.162 G2K4 3.25 c B 10 0.118 0.163 G2K5 3.30 b A 11 0.117 0.166 G3K1 3.00 e D 12 0.117 0.167 G3K2 3.05 E CD 13 0.118 0.168 G3K3 3.10 de C 14 0.118 0.169 G3K4 3.25 b B 15 0.118 0.169 G3K5 3.45 a A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar). Dari Tabel 12 dapat dilihat bahwa interaksi perlakuan antara jenis dan konsentrasi gula sintetis berpengaruh nyata terhadap organoleptik rasa (numerik). Organoleptik rasa (numerik) tertinggi diperoleh pada interaksi perlakuan G1K5
yaitu sebesar 3,40 dan terendah diperoleh pada perlakuan G2K1 sebesar 2,85. Dengan adanya penambahan gula sintetis dengan berbagai konsentrasi yang memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dari sukrosa maka rasa dari koktail lidah buaya juga akan semakin manis. Perlakuan G1K5 yang mempergunakan konsentrasi yang tinggi dan berasal dari jenis siklamat sangat sesuai untuk produk di dalam mempertajam rasa manis. Hal ini sesuai dengan literatur menyenangkan dan mampu menutupi rasa pahit yang tidak dikehendaki serta stabil pada kisaran yang luas.
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Hubungan interaksi antara jenis dan konsentrasi terhadap organoleptik rasa (numerik) dapat dilihat pada Gambar 10.
1 = 8K + 3 r = 0.9773 3 = 11K + 2.84 r = 0.9538 2 = 11.5K + 2.775 r = 0.9616 2.6 2.8 3 3.2 3.4 3.6 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Konsentrasi Gula Sintetis (%) (K)
O rg an o lep ti k R asa ( N u m e G1 G2 G3 Linear (G1) Linear (G3) Linear (G2)
Gambar 10. Pengaruh Interaksi Jenis danKonsentrasi Gula Sintetis terhadap Organoleptik Rasa (Numerik)
Organoleptik Kekenyalan (Numerik)
Pengaruh Jenis Gula Sintetis terhadap Organoleptik Kekenyalan (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa jenis gula sintetis memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap Organoleptik Kekenyalan (Numerik) koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
G1 = Siklamat G2 = Manitol G3 = Sakarin
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009
Pengaruh Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Organoleptik Kekenyalan (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap Organoleptik Kekenyalan (Numerik) koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan
Pengaruh Interaksi Jenis dan Konsentrasi Gula Sintetis terhadap Organoleptik Kekenyalan (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa interaksi jenis dan konsentrasi gula sintetis memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap Organoleptik Kekenyalan (Numerik) koktail lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan
Mohammad Yamin Srg : Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Gula Sintetis Terhadap Mutu Koktail Lidah Buaya, 2008.
USU Repository © 2009