• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tinggi Tanaman

Hasil pengamatan tinggi tanaman dan daftar sidik ragam disajikan pada

Lampiran 4-11 yang menunjukkan bahwa pada 1, 2, 3 dan 4 MSPT perlakuan

effective mikroorganisme (EM4) berpengaruh nyata. Sedangkan waktu aplikasi

bokasi berpengaruh nyata pada 4 MSPT, tetapi berpengaruh tidak nyata pada

1 MSPT sampai 3 MSPT . Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata

pada 1 MSPT sampai 4 MSPT.

Tabel 1. Rataan tinggi tanaman pada umur 4 MSPT pada beberapa dosis effective mikroorganisme (EM4) dan waktu aplikasi bokasi serta interaksi kedua perlakuan.

EM4

Waktu Aplikasi

Rataan

T0 T1 T2

E1 14.29a 14.43ab 15.01abc 14.35a

E2 16.63abc 17.48bc 14.99abc 16.39ab

E3 16.53abc 18.19c 16.99abc 17.02b

E4 17.79bc 18.88c 16.36abc 17.57b

Rataan 16.31ab 17.26a 15.42b

Keterangan : Angka yang diikuti notasi yang sama pada setiap kolom dan baris menunjukkan tidak berbeda nyata dengan uji Duncan 5 %

Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa pada perlakuan effective mikroorganisme

, perlakuan E4 (17,57 cm) lebih tinggi dan berbeda nyata dengan E1 (14,35 cm),

Y = 13.766 + 2.058x r = 0.94 0 5 10 15 20 0 0.5 1 1.5 2

Efective mikroor ganisme

T inggi ta na ma n

Gambar 1. Hubungan Effective Mikroorganismedan Tinggi Tanaman 4 MSPT

Pada perlakuan waktu aplikasi bokasi , perlakuan T1 (17,26 g) lebih

tinggi dan berbeda nyata dengan T2 (15,42 g), tetapi tidak berbeda nyata dengan

T0. Hubungan antara waktu aplikasi bokasi dengan tinggi tanaman kurva

kwadratik, dimana dibutuhkan waktu aplikasi optimal 1,84 minggu setelah

persemaiaan untuk menghasilkan tinggi tanaman sebesar 17,29 cm.(gambar 2).

ŷ = -1.170x2

- 0.237x + 17.24 R² = 1

x opt =0.101; Y maks = 17.252

k et:

1 = s em inggu s ebelum bertanam

2 = pada s aat bertanam

3 = s em inggu s etelah bertanam

15.60 15.80 16.00 16.20 16.40 16.60 16.80 17.00 17.20 17.40 0 1 2 3

Jumlah daun

Hasil pengamatan jumlah daun dan daftar sidik ragam disajikan pada

Lampiran 12-13 yang menunjukkan bahwa perlakuan effective mikroorganisme

(EM4) berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Sedangkan waktu aplikasi bokasi

dan interaksi kedua perlakuan tidak berbeda.

Tabel 2. Rataan jumlah daun pada beberapa dosis effective mikroorganisme (EM4) dan waktu aplikasi bokasi serta nteraksi kedua perlakuan.

EM4

Waktu Aplikasi

Rataan

T0 T1 T2

E1 4.27a 4.40ab 4.93bc 4.53a

E2 4.93bc 4.87bc 4.73abc 4.84ab

E3 4.67abc 5.13c 4.93bc 4.91ab

E4 5.20c 5.20c 4.93bc 5.11b

Rataan 4.77a 4.90a 4.88a

Keterangan : Angka yang diikuti notasi yang sama pada setiap kolom dan baris menunjukkan tidak berbeda nyata dengan uji Duncan 5 %

Dari Tabel 2 dapat dilihat bahwa pada perlakuan effective mikroorganisme

, perlakuan E4 (5,11 helai) lebih tinggi dan berbeda nyata dengan E1 (4,53 helai),

tetapi tidak berbeda nyata dengan E2 dan E3. Hubungan antara effective

mikroorganismedengan tinggi tanaman membentuk garis linier (gambar 3).

Y = 4.4 + 0.36x r = 0.97 0 1 2 3 4 5 6 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0

Effective mikroor ganisme

Jum

la

h da

un

Produksi per sampel

Hasil pengamatan produksi per sampel dan daftar sidik ragam disajikan

pada Lampiran 14-15 yang menunjukkan bahwa perlakuan effective

mikroorganisme (EM4) dan waktu aplikasi bokasi serta interaksi kedua perlakuan

berpengaruh tidak nyata.

Tabel 3. Rataan produksi per sampel pada beberapa dosis effective mikroorganisme (EM4) dan waktu aplikasi bokasi serta nteraksi kedua perlakuan.

EM4

Waktu Aplikasi

Rataan

T0 T1 T2

E1 23.28a 24.38ab 30.13abc 25.93a

E2 32.68bcd 44.23de 28.92ab 35.28b

E3 32.03abcd 42.81cde 42.54cde 39.13b

E4 48.71e 52.19e 26.74ab 42.55b

Rataan 34.18a 40.90b 32.08a

Keterangan : Angka yang diikuti notasi yang sama pada setiap kolom dan baris menunjukkan tidak berbeda nyata dengan uji Duncan 5 %

Dari Tabel 7 dapat dilihat ada interaksi inokulasi rhizobium dan pupuk

posfat berpengaruh nyata terhadap produksi per sampel, dimana produksi per

sampel tertinggi yaitu 52,19 g pada E4T1 sedangkan terendah yaitu 23,28 g pada

perlakuan E1T0.

Pada perlakuan T0, perlakuan E2 dan E3 tidak berbeda nyata, tetapi E1

dan E4 berbeda nyata terhadap produksi per sampel. Pada perlakuan T1,

perlakuan E2, E3, dan E4 tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata dengan E1.

Pada perlakua T2, perlakuan E1, E2, dan E4 tidak berbeda nyata, tetapi berbeda

nyata dengan E3 terhadap produksi per sampel. Hubungan antara effective

mikroorganisme dengan produksi per sample, dapat dilihat bahwa pada T1

ŷT0 = 7,2767x2 - 3,0617x + 24,361 r = 0,8887 ŷT1 = 7.31 + 42.573 x - 10.467x2 r = 0.93 ŷT2 = -14,59x2 + 37,17x + 12,976 r = 0,3546 0 10 20 30 40 50 60 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0

Effective mikroor ganisme

P roduks i pe r s am pe l T0 T1 T2

Gambar 4. Hubungan Effective mikroorganismedan produksi per sampel

Pada perlakuan E1, perlakuan T0, T1, dan T2 tidak berbeda nyata. Pada

perlakuan E2, perlakuan T0 dan T2 tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata

dengan T1. Pada perlakuan E3, perlakuan T0, T1, dan T2 tidak berbeda nyata.

Pada perlakuan E4, perlakuan T0 dan T1 tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata

dengan T2 terhadap produksi per sampel. Hubungan antara waktu aplikasi bokasi

dengan produksi per sample, dapat dilihat bahwa pada E4 menunjukkan respon

kuadratik (gambar 5). ŷE1= 3,4233x + 19,081 r = 0,8666 ŷE2 = -13,427x2 + 51,823x - 5,7133 r = 1 ŷE3= -5,5217x2 + 27,342x + 10,213 r = 1 ŷE4 = 16.303 + 46.875x - 14.465x2 r = 1 0 10 20 30 40 50 60 0 1 2 3 Waktu aplikasi P roduks i pe r s am pe l

Gambar 5. Hubungan Waktu aplikasi dan produksi per sampel

Pembahasan

Pengaruh Effective Mikroorganisme Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada.

Berdasarkan hasil analisis data secara statistik, perlakuan effective

mikroorganisme (EM4) berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang

diamati

Effective mikroorganisme (EM4) memberikan pengaruh yang nyata

terhadap semua parameter yang diamati. EM4 mengandung mikroorganisme yang

sangat berguna dalam menyuburkan tanah sehingga berpengaruh terhadap

pertumbuhan tanaman. Menurut parnata (2004) mikroorganisme tanah merupakan

salah satu faktor utama yang mempengaruhi kesuburan tanah. Tanaman bisa

tumbuh dengan baik jika mempunyai hubungan simbiosis mutualisme dengan

mikroorganisme. Fungsi lain mikroorganisme dalam tanah adalah menguraikan

bahan kimia yang sulit diserap menjadi bentuk yang mudah diserap tanaman.

Mikroorganisme ternyata mengeluarkan suatu zat yang berfungsi untuk

memperlancar masuknya hara dan air dari akar ke daun. Zat yang dikeluarkan

mikroorganisme dapat membantu penyebaran air dan nutrisi di seluruh permukaan

daun. Keadaan ini akan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.

Berdasarkan hasil analisa secara statistik dapat diketahui grafik

membentuk garis linier, sehingga semakin banyak dosis yang diberikan akan

meningkatkan hasil. EM4 yang diberikan tidak memberikan dampak negatif bagi

bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Menurut Nita (2007) kandungan

EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan

jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam

laktat mempercepat perombakan bahan organik. Actinomicetes menghasilkan zat

anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi

menghasilkan zat anti biotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi

menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes.

Cendawan fermentasi mampu mencegah serangga dan ulat merugikan.

Pengaruh Waktu Aplikasi Bokasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada

Berdasarkan hasil analisis data secara statistik, diperoleh bahwa perlakuan

waktu aplikasi bokasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 MSPT dan

produksi per sampel, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman

1 – 3 MSPT dan jumlah daun.

Waktu aplikasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 MSPT

disebabkan oleh tersedianya unsur hara dari bokasi setelah tanaman sudah mulai

dewasa, sehingga pada awal pertumbuhan waktu aplikasi memberikan pengaruh

tidak nyata. Menurut wariyanto (2002) kriteria hasil bokashi yang baik yaitu

berwarna cokelat kehitaman, berstuktur remah, kadar air 30-40 %, pH sekitar 7

dalam kategori sedang. Perbandingan unsur karbon dan nitrogen atau C/N ratio

rata-rata 10-20. Menurut Songgolangit Persada (2006) manfaat bokashi adalah :

menggemburkan tanah, menghasilkan unsur makro dan mikro yang cepat diserap

kimia 50 % - 70 % dan menekan perkembangbiakan hama dan bakteri patogen

sehingga mengurangi penggunaan insektisida dan fungisida.

Pengaruh Effective Mikroorganisme dan Waktu Aplikasi Bokasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada

Berdasarkan hasil analisis data secara statistik, diperoleh bahwa perlakuan

effective mikroorganisme dan waktu aplikasi bokasi berpengaruh nyata terhadap

produksi per sampel, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman

dan jumlah daun.

Effective mikroorganisme dan waktu aplikasi berpengaruh nyata terhadap

produksi per sampel. Hal ini disebabkan oleh EM4 yang mengandung

mikroorganisme dan waktu aplikasi bokasi yang tepat, dimana bokasi juga dapat

memberikan manfaat yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi selada

apalagi kedua bahan merupakan bahan organik yang mengandung unsur hara.

Menurut Uyeek (2008) penggunaan pupuk bokashi memiliki prinsip ekologi

memperbaiki kondisi tanah sehingga menguntungkan pertumbuhan tanaman

terutama pengelolaan bahan organik dan meningkatkan kehidupan biologi tanah,

optimalisasi ketersediaan dan keseimbangan daur hara, melalui fiksasi nitrogen,

penyerapan hara, penambahan dan daur pupuk dari luar usaha tani dan membatasi

kehilangan hasil panen akibat hama dan penyakit dengan melaksanakan usaha

preventif melalui perlakuan yang aman. Menurut Balai Penelitian Tanah (2004)

pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas

bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan atau manusia antara

lain pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos yang berbentuk padat atau cair serta

Dokumen terkait