Sejarah Pendirian
Resesi ekonomi yang dimulai tahun 1997 mengakibatkan jatuhnya pemerintahan yang dipimpin Jenderal Soeharto. Era orde baru berubah menjadi era reformasi, yaitu dari sistem pemerintahan yang cenderung otoriter beralih ke demokrasi. Kebebasan untuk mengemukakan pendapat dan memperoleh informasi menjadi terbuka lebar pada masa ini. Era reformasi telah membuka peluang usaha yang sangat menjanjikan, khususnya yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi. Hal ini didukung oleh kemudahan untuk memperoleh izin pendirian usaha media massa, dan ditiadakannya sangsi pemberendelan media oleh pemerintah apabila pemberitaan oleh media tidak pro pemerintah.
Pengajuan izin usaha media massa tidak hanya dilakukan di pusat, namun terjadi pula di berbagai daerah. Alfian Mujani, Wahyudi Diani, H. Margiono dan Dahlan Iskan menangkap peluang bisnis tersebut, pada tanggal 7 Oktober 1998 mendirikan Radar Bogor Express. Surat Kabar terbit pertama kalinya pada tanggal 2 November 1998, dengan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) dari Departemen Penerangan (Deppen) No. 651/MENPEN/SIUP/28 Oktober 1998, dan diterbitkan oleh PT. Bogor Express Media. Kata express selanjutnya dihilangkan karena alasan kata tersebut memberi kesan seperti perusahaan transportasi, maka diubah menjadi Radar Bogor. Radar merupakan kependekan dari radio detected and range, yang berarti penyelidikan dan penelusuran. Penamaan surat kabar Radar Bogor mempunyai pengertian luas, yaitu surat kabar pagi yang membuat berita-berita kejadian atau peristiwa terkini, cepat, mendalam, dan eksklusif.
Usaha media massa ini tidak lepas dari upaya pelebaran sayap usaha dari manajemen Jawa Pos Group, yang berkantor pusat di Surabaya. Alasan lainnya adalah kebutuhan masyarakat yang semakin besar terhadap informasi yang bersifat lokal. Fokus pada pemberitaan lokal menjadikan surat kabar Radar Bogor mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat Bogor. Produksi awal surat kabar Radar Bogor di tahun 1998, hanya berkisar antara 2 000 – 4 000 eksemplar, yang didistribusikan di Kota dan Kabupaten Bogor serta Kabupaten Sukabumi.
Surat kabar Radar Bogor seiring dengan perkembangan bisnis yang semakin membaik, tanggal 1 April 2006 sampai saat ini telah berkantor di gedung yang sangat representatif yang diberi nama Graha Pena dan berlokasi di Jl. Abdullah Bin Muhammad Nuh No 30 Taman Yasmin Bogor. Hasil kerja keras perusahaan dan kepercayaan masyarakat serta mitra bisnis, menjadikan surat kabar Radar
Bogor mampu terus berkembang menjadi koran terbesar di Bogor dan sekitarnya. Surat kabar Radar Bogor telah masuk hitungan budget iklan secara nasional di biro iklan propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Logo, Visi, Misi, Motto Surat Kabar Radar Bogor
Surat kabar Radar Bogor memiliki logo perusahaan sebagaimana disajikan pada Gambar 2:
Gambar 2 Logo surat kabar Radar Bogor Sumber: Radar Bogor 2014a
Visi : “Memberikan informasi yang detail dan sebenar mungkin dengan fakta yang sebenarnya kepada masyarakat, khususnya masyarakat Bogor.” Misi : “Sebagai kontrol terhadap kinerja aparat pemerintah dan juga untuk
memberikan berita yang aktual dan terpercaya kepada institusi dan masyarakat.”
Tujuan : “Memberikan informasi dan berita setiap hari yang aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat.”
Motto : ”Besar karena tersebar”.
Surat kabar Radar Bogor menyajikan berita yang beragam, mayoritas isi beritanya berasal dari berita lokal, khusunya Bogor dengan persentase 80 persen dan proporsi berita nasional sebanyak 15 persen serta berita internasional lima persen. Surat kabar ini menyajikan berita-berita aktual dan faktual yang terjadi saat ini mulai berita, olahraga, hingga gaya hidup masyarakat metropolis.
Karakteristik Perusahaan Surat Kabar Radar Bogor
Setiap media cetak memiliki ciri khas yang berbeda. Ciri khas atau karakteristik yang dimiliki surat kabar Radar Bogor dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Letak geografis
Faktor ini sangat mempengaruhi isi sebuah berita. Secara otomatis, ketika sebuah surat kabar lokal berada di Kota Bogor, maka isi pemberitaan akan lebih menitikberatkan pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di Kota Bogor dan sekitarnya.
2. Kultur masyarakat
Faktor ini sangat relevan dengan yang pertama, kultur masyarakat dimana surat kabar tersebut berada akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap isi dari pemberitaan surat kabar tersebut.
3. Kebutuhan masyarakat
Surat kabar akan lebih menarik perhatian jika nilai berita yang disampaikan sesuai dengan perubahan masyarakat. Informasi yang aktual dan faktual menjadi kebutuhan masyarakat dalam era teknologi seperti sekarang ini. 4. Format ukuran
Surat kabar mempunyai kondisi fisik dan ukuran yang berbeda dalam konteks ini, ukuran surat kabar yang tidak sesuai, misalnya ukuran yang terlalu kecil atau terlalu besar akan berdampak pada pengaruh psikologis minat pembaca.
Karakteristik yang dimiliki oleh surat kabar Radar Bogor dapat dilihat dari kondisi fisik dan ukurannya, jumlah halaman, harga jual, pola pemberitaan dansasaran pemberitaan. Kondisi fisik dan ukuran dengan panjang 54 cm dan lebar 34 cm. Format ukuran ini dibuat agar pembaca tidak mengalami kesulitan dalam membaca dan memperoleh informasi dari surat kabar Radar Bogor. Jumlah halaman untuk setiap penerbitan surat kabar ini antara 16-20 halaman dan harga jual per eksemplarnya Rp. 3 000.
Flow of News (Alur Berita) Surat Kabar Radar Bogor
Berita diperoleh dengan berbagai cara seperti wawancara mendatangi tempat yang memungkinkan munculnya peristiwa dan menindaklanjuti berita sebelumnya. Kegiatan mencari berita pada prinsipnya bisa dikerjakan setiap saat, bergantung pada peristiwa yang terjadi dan ada tidaknya penugasan dari redaksi. Proses penyampaian informasi kepada pembaca surat kabar Radar Bogor dilakukan melalui banyak proses (Gambar 3).
Gambar 3 Alur berita surat kabar Radar Bogor Sumber: Radar Bogor, 2014a
Surat kabar Radar Bogor lahir sebagai media massa yang memenuhi masyarakat Bogor akan informasi mengenai dinamika peristiwa dan perkembangan kehidupan yang terjadi di Bogor dengan penyajian secara mendalam. Rubrikasi di Radar Bogor disajikan beragam peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat Bogor secara transparan, mendalam, jernih dan manusiawi. Surat kabar Radar Bogor tidak hanya menyajikan informasi yang hanya melempar isu tanpa fakta yang jelas, dan tidak berusaha untuk melokalkan konteks persoalan nasional.
Surat kabar Radar Bogor terbit setiap hari dimana satu eksemplar terdiri dari 20 halaman. Tentu saja harus dipersiapkan siasat untuk menghadapi surat kabar lain yang selalu menyajikan berita-berita hangat (straight news). Berita-berita yang disajikan surat kabar Radar Bogor ditulis lebih mendalam (deep news) sehingga tetap manarik bagi yang membaca. Surat kabar Radar Bogor juga memiliki website yang dapat diakses oleh masyarakat. Website tersebut menyajikan informasi-informasi terkini dan sesuai dengan informasi yang ada di dalam surat kabar. Website tersebut dapat diakses dengan alamat www.radar- bogor.co.id yang di update pukul 10.00 WIB setiap harinya. Beberapa syarat surat kabar telah dipenuhi oleh surat kabar Radar Bogor, diantaranya:
Sumber Berita: - Pendapat - Peristiwa Wartawan Redaktur Pemimpin Redaksi Redaktur Pelaksana Editor Bahasa
Pra cetak Percetakan Agen
1. Publisitas
Surat kabar Radar Bogor diterbitkan untuk publik. Meski sasaran pembacanya adalah masyarakat Bogor dan sekitarnya, tetapi siapa saja boleh membeli dan membacanya.
2. Periodisitas
Periode penerbitan surat kabar Radar Bogor bersifat tetap dan teratur yaitu diterbitkan setiap hari.
3. Aktualitasi
Berita yang diterbitkan merupakan berita-berita yang sedang diperbincangkan masyarakat bahkan surat kabar Radar Bogor berusaha untuk menggali lebih dalam.
4. Universalitas
Surat kabar Radar Bogor menampilkan berbagai berita pada surat kabarnya. Berita-berita tersebut berupa informasi politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, hiburan, olahraga bahkan menampilkan juga opini masyarakat. 5. Kontinuitas
Surat kabar Radar Bogor berusaha untuk menyajikan informasi secara lebih lengkap dan mendalam. Apabila masih ada kelanjutannya, maka diteruskan pada edisi berikutnya. Hal ini ditujukan untuk menyajikan informasi lebih akurat dan memuaskan keinginan pembaca.
Isi materi dari surat kabar Radar Bogor sama dengan surat kabar lainnya, yang terdiri dari empat hal yaitu:
1. Berita atau teks
Berita yang disajikan meliputi informasi seputar daerah Bogor dan sekitarnya. Selain itu, ada juga rubrik hiburan, olahraga dan opini. Surat kabar Radar Bogor membagi halaman untuk beberapa wilayah. Kota Bogor diberikan bagian paling besar yaitu dua halaman yang terdiri dari halaman Utara&Barat, dan Timur&Selatan karena sebagian besar pembaca surat kabar Radar Bogor berada di wilayah Kota Bogor. Khusus pada hari Jumat surat kabar Radar Bogor memberikan sisipan Bogor Ekspres yang memberikan informasi seputar gaya hidup masyarakat Bogor dan sekitarnya, yang biasanya menyajikan informasi tentang pusat perbelanjaan, lokasi-lokasi kuliner dan bisnis yang ada di Bogor dan sekitarnya.
2. Gambar dan ilustrasi
Gambar dan ilustrasi bisa diperoleh dari fotografer, kantor berita, internet dan sumber lain yang dapat mendukung pemberitaan.
3. Elemen grafis
Terdiri dari tiga unsur yaitu garis, bingkai dan latar. 4. Iklan
Iklan terdiri dari iklan baris, kolom dan display. Iklan baris adalah iklan berbentuk teks minimal tiga baris. Iklan kolom merupakan iklan yang lebih dari satu baris dan berbentuk kolom yang biasanya disertai gambar atau desain grafis, display berisi lebih dari satu kolom.
Karakteristik Pembaca Surat Kabar Radar Bogor
Analisis karakteristik pembaca digunakan untuk mengetahui gambaran karakteristik pembaca surat kabar Radar Bogor. Karakteristik pembaca dijelaskan dengan peubah jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pendapatan per bulan, pekerjaan, cara memperoleh surat kabar, lama menjadi pembaca, frekuensi membaca dalam satu minggu, lama waktu yang digunakan untuk membaca per hari, tema berita pembangunan yang disukai dan kolom surat kabar yang paling diminati.
Pembaca surat kabar Radar Bogor sebagian besar berdomisili di Kota Bogor. Kota Bogor dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan wilayah penjualan tertinggi surat kabar Radar Bogor. Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Utara merupakan wilayah yang terpilih untuk menjadi objek penelitian. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak manajemen, wilayah tersebut memiliki tingkat penjualan yang tinggi karena merupakan pusat pemerintahan Kota Bogor sehingga berbagai arus informasi banyak berkembang di daerah ini.
Gambar 4 Sebaran pembaca Radar Bogor berdasarkan jenis kelamin tahun 2015 Hasil penyebaran yang dilakukan terhadap pembaca surat kabar Radar Bogor, diketahui bahwa sebagian besar pembaca berjenis kelamin laki-laki yakni mencapai 53 persen (Gambar 4). Hasil penelitian mengindikasi bahwa laki-laki lebih senang membaca surat kabar Radar Bogor dibandingkan perempuan. Hal ini sesuai dengan konsumen yang dibidik oleh surat kabar Radar Bogor, yaitu masyarakat yang bekerja di pemerintahan, pengusaha dan orang-orang yang memiliki kepentingan bisnis di Kota Bogor yang mayoritas adalah laki-laki. Laki- laki menggunakan surat kabar sebagai sumber informasi untuk menunjang aktivitas sosialnya, seperti informasi yang berkaitan dengan bisnis yang dijalankan bahkan untuk mengingkatkan pergaulan sosial. Sebagian besar perempuan beralasan bahwa membaca surat kabar Radar Bogor karena dipengaruhi oleh pembaca laki-laki yang merupakan teman, suami maupun anggota keluarga. Rata-rata perempuan yang membaca surat kabar Radar Bogor dipengaruhi oleh suaminya.
53%
47% laki-laki
perempuan
Gambar 5 Sebaran pembaca Radar Bogor berdasarkan usia tahun 2015 Usia adalah salah satu faktor sosial yang berpengaruh terhadap aktivitas manusia dalam bekerja guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Usia merupakan salah satu karakteristik responden yang sangat penting untuk diketahui. Pembaca Radar Bogor memiliki tingkat usia yang beragam. Sebagian besar pembaca Radar Bogor berada pada kisaran usia 20-29 tahun (Gambar 5). Rentang usia ini dapat dikatakan bahwa sebagian besar pembaca surat kabar Radar Bogor tergolong usia dewasa pada fase pertumbuhan dan produktif. Usia 20-29 tahun umumnya berada pada posisi mapan dalam pekerjaan, sehingga cenderung lebih memilih untuk membaca surat kabar agar mendapat lebih banyak informasi aktual dan terpercaya. Surat kabar Radar Bogor digunakan oleh pembaca untuk memperoleh informasi seputar wilayah Bogor dan sekitarnya. Pola membaca dari sisi usia menampilkan bahwa pembaca surat kabar sekurang-kurangnya sebagai hiburan dan dalam taraf yang lebih tinggi surat kabar dijadikan sumber informasi dan titik pandang atas apa yang terjadi pada masyarakat.
Gambar 6 Sebaran pembaca Radar Bogor berdasarkan pendidikan tahun 2015 Tingkat pendidikan menunjukkan status, prestise, dan kewibawaan serta perilaku seseorang karena kegiatan belajar mengajar yang diselesaikannya menghasilkan penambahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pendidikan individu berpengaruh terhadap kemampuan dalam memilih dan menentukan kebutuhan akan informasi yang lebih akurat dan terpercaya. Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin besar kemampuannya dalam mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Informasi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam membaca surat kabar. Pola membaca yang didasarkan atas pendidikan menggunakan surat kabar
41% 22% 17% 20% 20 - 29 tahun 30 - 39 tahun 40 - 49 tahun 50 - 59 tahun Keterangan: 25% 22% 48% 5% SMA Akademi/Diploma Sarjana Pascasarjana Keterangan:
sebagai hiburan, berita sensasional, dan materi gambar. Pembaca surat kabar Radar Bogor memiliki pendidikan yang beragam. Sebagian besar pembaca berpendidikan Sarjana, hal ini mengindikasikan bahwa pembaca surat kabar Radar Bogor memiliki pendidikan relatif tinggi. Ini terkait dengan pola konsumsi dan kemampuan menganalisa untuk memilih surat kabar secara teliti. Surat kabar Radar Bogor terbukti sering dibaca oleh pembaca dari semua level pendidikan. Pembaca dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan selektif dalam memilih berita yang akan dibaca. Surat kabar Radar Bogor banyak dibaca oleh pembaca yang berpendidikan sarjana, berarti kualitas berita pembangunan di surat kabar Radar Bogor tergolong baik. Surat kabar Radar Bogor menyajikan berita yang aktual, terkini dan beragam sehingga ini menjadi salah satu pilihan konsumen.
Gambar 7 Sebaran pembaca Radar Bogor berdasarkan pendapatan per bulan tahun 2015
Pendapatan yang dianalisis adalah pendapatan per bulan yang diterima pembaca. Sumber pendapatan pembaca bervariasi sesuai dengan pekerjaannya. Bagi pembaca yang belum berpenghasilan maka pendapatan diartikan sebagai uang saku yang diterima selama sebulan dan bagi rumah tangga diartikan sebagai pendapatan suami perbulannya. Gambar 7 menjelaskan bahwa informasi yang
diperoleh bahwa sebagian besar adalah pembaca yang berpendapatan Rp 2 600 000 – Rp 5 000 000. Pendapatan tersebut dalam golongan kelas
menengah. Hal ini mengindikasikan pembaca dengan penghasilan menengah mampu mengeluarkan sebagian penghasilan untuk membeli surat kabar.
Pekerjaan yang dilakukan oleh pembaca sangat mempengaruhi gaya hidupnya (pola dimana orang hidup untuk menghabiskan waktu serta uangnya) dan satu-satunya basis terpenting untuk menyampaikan prestis, kehormatan dan respek. Sebanyak 99 orang pembaca yang dijadikan sebagai responden, diperoleh hasil bahwa sebagian besar memiliki jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta dan profesional yang mengaku surat kabar Radar Bogor digunakan sebagai bahan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan aktivitas yang terjadi di Bogor. Informasi tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis mereka. Berita pada surat kabar Radar Bogor berisi berita untuk daerah Bogor dan sekitarnya, dimana informasi tersebut dibutuhkan oleh masyarakat untuk kemajuan Kota Bogor, serta memenuhi kebutuhan informasi bagi para pebisnis.
35% 51% 7% 7% Rp 0 - Rp 2 500 000 Rp 2 600 000 - Rp 5 000 000 Rp 5 100 000 - Rp 7 500 000 Rp 7 600 000 - Rp 10 000 000 Keterangan:
Gambar 8 Sebaran pembaca Radar Bogor berdasarkan pekerjaan tahun 2015 Surat kabar khususnya koran lokal sebagai salah satu sumber informasi dapat dibeli dengan beberapa cara, diantaranya berlangganan dan eceran. Beberapa karakteristik yang dapat dilihat dari pembeli eceran adalah tidak terdapat ikatan untuk membeli dalam jangka waktu tertentu, tidak terdapat ikatan tempat pembelian, dan tidak terdapat ikatan untuk membeli merk yang sama. Surat kabar Radar Bogor memiliki jaringan distribusi yang luas dan mampu mencapai pelosok-pelosok. Kegiatan menjual produk surat kabar pada umumnya dilakukan dengan tiga cara yaitu: penjualan tetap (langganan), penjualan tidak tetap (retail/eceran), penjualan secara barter (Djuroto 2000). Proses pembelian dilakukan ketika pembaca merasa produk yang dipilihnya dinilai dapat memecahkan masalah dan merupakan pilihan terbaik dari beberapa alternatif yang dimilikinya.
Kebijakan yang diberikan manajemen meminta kepada setiap kurir harus mengantarkan surat kabar maksimal pukul 06.00 WIB sudah tiba di rumah pelanggan terakhir. Agen meminta kepada tim ekspedisi untuk mengantarkan surat kabar ke pusat pengambilan surat kabar maksimal pukul 04.00 WIB. Apabila tim ekspedisi dari surat kabar Radar Bogor datang terlambat, maka surat kabar tersebut sudah tidak bisa disirkulasikan lagi. Surat kabar Radar Bogor memiliki empat agen besar yang mengedarkan surat kabar kepada pengepul dan lapak-lapak diberbagai daerah di Bogor. Sebagian besar pembaca surat kabar Radar Bogor memperoleh surat kabar dari loper koran yang tersebar di beberapa tempat di daerah Bogor Utara dan Bogor Tengah.
Gambar 9 Sebaran pembaca berdasarkan cara memperoleh surat kabar Radar Bogor tahun 2015 9% 22% 40% 23% 3% 3% Pelajar/mahasiswa PNS Pegawai Swasta/Profesional Wirausaha Pensiunan Ibu rumah tangga Keterangan: 33% 22% 20% 1% 19% 5% Loper koran Eceran Langganan Agen Kantor Keluarga Keterangan:
Pembaca berdasarkan pengalamannya mencari atau memilih dan menggunakan berita dari surat kabar tertentu, karena berfikir bahwa dari surat kabar tersebut bisa memenuhi kebutuhannya. Pembaca berusaha melakukan segala sesuatunya, seperti melakukan perhatian terpusat pada informasi yang sedang menjadi sorotan. Pemenuhan kebutuhan informasi pembaca sangat ditentukan oleh kualitas informasi yang disajikan oleh surat kabar. Salah satu indikator untuk melihat kualitas informasi suatu surat kabar, didasarkan pada kecenderungan lamanya pembaca mengkonsumsi media tersebut.
Pembaca surat kabar Radar Bogor rata-rata menggunakan surat kabar Radar Bogor sebagai acuan sumber informasi mereka kurang dari 30 bulan. Sebagian responden mengakui bahwa mereka menggunakan surat kabar Radar Bogor untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berkaitan dengan Bogor saja, karena untuk berita-berita yang bersifat nasional mereka cenderung menggunakan media massa nasional salah satunya Kompas. Semakin banyaknya media komunikasi alternatif, seperti media massa internet yang menyediakan informasi secara lengkap, murah dan mudah membuat masyarakat lebih memilih media tersebut sebagai sumber informasi. Perubahan pola penggunaan media tersebut membuat waktu yang dikeluarkan untuk membaca surat kabar menjadi sedikit, bahkan sudah tidak pernah membaca surat kabar lagi. Hal ini mengindikasikan pembaca tidak mau berlangganan dengan surat kabar, selain itu diakibatkan oleh biaya yang harus dikeluarkan pembaca untuk membeli surat kabar tersebut.
Tabel 5 Sebaran pembaca Radar Bogor berdasarkan perilaku membaca surat kabar Radar Bogor pada tahun 2015
Perilaku membaca Jumlah (orang) Persentase (%)
Lama menjadi pembaca
1 – 30 bulan 85 85.86
31 – 60 bulan 13 13.13
61 – 80 bulan 0 0.00
81 – 120 bulan 1 1.01
Frekuensi membaca dalam seminggu
1 - 2 kali 6 6.10
3 - 4 kali 66 66.67
5 - 6 kali 21 21.21
7 kali 6 6.06
Lama membaca dalam sehari
0.5 jam 12 12.10
1 jam 55 55.50
1.5 jam 16 16.20
2 jam 16 16.20
n = 99 pembaca
Seseorang berperilaku karena terdorong oleh kebutuhan, berdasarkan pada apa yang difikirkan, dilakukan dan dirasakan ketika mencari, menemukan dan menggunakan informasi. Pembaca berdasarkan pengalamannya mencari atau memilih dan menggunakan berita dari surat kabar tertentu karena berfikir, bahwa dari surat kabar tersebut dapat memenuhi kebutuhannya, sehingga pembaca berusaha untuk loyal terhadap surat kabar tersebut. Lama menjadi pembaca menggambarkan ketertarikan seseorang untuk menggunakan surat kabar dalam pemenuhan informasinya. Berdasarkan Tabel 5 sebagian besar pembaca
menggunakan surat kabar Radar Bogor 1 – 30 bulan, kategori ini merupakan pembaca baru. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa waktu terakhir masyarakat Bogor membutuhkan informasi yang bersifat lokal, sehingga banyak masyarakat yang menggunakan surat kabar Radar Bogor sebagai acuan sumber informasinya.
Frekuensi membaca surat kabar mempengaruhi persepsi pembaca terhadap suatu peristiwa. Pembaca surat kabar Radar Bogor rata-rata membaca surat kabar sebanyak tiga sampai dengan empat kali dalam satu minggu. Frekuensi tersebut menggambarkan bahwa pembaca menggunakan surat kabar Radar Bogor sebagai sumber informasi yang disukai. Sebagian besar pembaca merupakan pelanggan dan memiliki ketertarikan untuk membaca surat kabar Radar Bogor. Selain itu, sebagian besar pembaca dapat membaca surat kabar Radar Bogor selama satu jam setiap harinya. Hal ini menggambarkan bahwa pembaca memang menyempatkan waktu untuk membaca surat kabar Radar Bogor. Hal ini mengindikasikan bahwa surat kabar masih menjadi alternatif sumber informasi yang digunakan oleh pembaca untuk memenuhi kebutuhan informasinya.
Tabel 6 Sebaran pembaca Radar Bogor berdasarkan prioritas tema berita pembangunan yang disukai pada tahun 2015
No Prioritas tema pembangunan Jumlah pembaca (orang) Persentase (%)
1 Pembangunan 32 32.32 2 Budaya 24 24.24 3 Pendidikan pembangunan 15 15.15 4 Kelembagaan 12 12.12 5 Kebijakan pembangunan 8 8.08 6 Propaganda 4 4.04 7 Partisipasi pembangunan 2 2.02 8 Dampak pembangunan 1 1.01 9 Konflik pembangunan 1 1.01 Total 99 100.00
Isi berita pembangunan adalah karakteristik pemberitaan pembangunan yang dapat dilihat melalui pola pemberitaan yang dilakukannya. Pola pemberitaan pembangunan oleh surat kabar adalah kategorisasi format penyajian di dalam surat kabar yang dibagi menurut bentuk penyajian atau ruang rubrikasi, tema berita atau isu dan masalah, sumber informasi atau narasumber, kecenderungan isi atau teknik penulisan.
Berita dengan tema pembangunan adalah identifikasi terhadap pemberitaan yang berkenaan dengan penaatan aturan-aturan, tindakan-tidakan yang diambil berkenaan dengan pembangunan dan bermuatan hukum. Misalnya masalah perizinan terhadap kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan, penertiban sehubungan dengan kegiatan yang menyangkut pembangunan, termasuk pula proses hukum akibat kegiatan yang berkenaan dengan pembangunan dan sebagainya yang sejenis.
Tema kebijakan pembangunan merupakan identifikasi terhadap pemberitaan tentang hal-hal yang berhubungan dengan upaya terpadu untuk melaksanakan pembangunan yang meliputi kebijaksanaan pemanfaatan, penataan, penelitian,