• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perusahaan

Profil Perusahaan

Diradja Hotel Jakarta didirikan pada tahun 2009, dimana pemilik adalah Join Virgo Amir, hotel ini di bawah naungan PT Puro Sembilan Sejahtera yang tergabung dalam Menteng Group. Diradja Hotel Jakarta memiliki lokasi di Jakarta Selatan berdekatan dengan wilayah sentra bisnis Kuningan dan Tendean yang menjadikan Diradja Hotel Jakarta berdiri ditempat yang strategis.

Diradja Hotel Jakarta terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama yaitu bagian convention centre, merupakan bangunan serba guna yang digunakan untuk resepsi pernikahan, meeting perusahaan, seminar, dan lain-lain. Bagian ini terbagi di dua lantai, lantai satu terdapat dua function room dan lantai dua terdapat 4 function room. Bagian kedua yaitu bagian bangunan hotel, yang terdiri dari enam lantai, dari lantai tiga sampai lantai delapan, dengan jumlah kamar sebanyak 223 kamar, yang terdiri dari dua tipe kamar, 30 kamar Junior Suite dengan luas 32 dilengakapi dengan living room, sofa dan fasilitas seperti: refrigerator, coffee and tea maker, LED TV, internet access, AC, safe deposit box. Tipe yang kedua yaitu kamar deluxe berjumlah 193 kamar dengan luas kamar masing-masing 24 dilengkapi dengan fasilitas sama seperti kamar Junior Suite tetapi tanpa living room, sofa dan safe deposit box. Bagian ketiga yaitu fasilitas hiburan yang berada dilantai dua hotel, berupa : family karaoke, health center, salon, sauna, whirl pool dan mini bar. Diradja Hotel Jakarta mengadakan mitra dengan berbagai macam perusahaan, seperti : taxi Blue Bird, Robert Tour (travel), Media Cetak Tempo, Menteng Laundry dan Travel website seperti Traveloka, Agoda dan Booking.com.

Visi dan Misi

Diradja Hotel Jakarta memiliki visi untuk menjadi hotel berkelas bintang 3 yang memiliki pelayanan profesional, memuaskan dan memberikan fasilitas terbaik untuk pelanggan. Misinya memberi perhatian setiap tamu secara tulus, menganggap tamu adalah keluarga serta menambah fasilitas akomodasi bagi pelanggan

Struktur Organisasi

Diradja Hotel Jakarta memiliki struktur organisasi yang mengaplikasikan tipe kepemimpinan terpusat. Hal ini diindikasikan dari setiap proses pengambilan keputusan dan persetujuan harus melibatkan owner. Namun, sebagai pemegang kendali dan pelaksana tugas harian, pengelolaan hotel ini dipimpin oleh seorang general manajer. Struktur organisasi terdiri dari tingkat teratas dipimpin oleh general manajer, manajer yang membawahi langsung pengawas keuangan (accounting), Front Office, House Keeping, F&B, Banquet, HRD, Marketing, dan Engineerig. Gamabr struktur perusahaan dapat dilihat pada lampiran 1.

Jumlah Karyawan

Jumlah karyawan di Diradja Hotel Jakarta adalah 88 orang. Perincian jumlah karyawan setiap departemen dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4 Jumlah Karyawan Diradja Hotel Jakarta

No Departemen Jumlah

1 Front Office 13

2 House Keeping 20

3 Enggineering 12

4 Foood and Beverages 20

5 Accounting 5

6 Marketing 8

7 HRD 10

Total 88

Tugas dan Wewenang: 1. General Manager

Mengepalai hotel dan bertanggungjawab penuh atas semua operasional hotel. 2. Manager

Membawahi bagian-bagian yang ada dan sekaligus bertanggungjawab pada kelancaran tugas semua bagian.

3. Accounting

Bagian ini bertanggungjawab dalam semua transaksi keseluruhan yang tejadi didalam hotel.

4. Front Office

Mengatur operasional di departmen kantor depan, baik itu transaksi penjualan kamar, registrasi dan pemesanan kamar.

5. House Keeping

Departemen ini bertanggungjawab atas kebersihan di seluruh hotel, baik didalam kamar, area umum dan kantor. Bagian ini juga bertanggungjawab atas laundry.

6. Food & Beverage

Bagian yang mengatur tentang produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman yang didalamnya di bagi lagi kedalam dua bagian yaitu Food & Beverage produk, Food & Beverage service dan banquet. Khusus untuk bagian banquet, bagian ini menangani segala macam kegiatan pesta atau jamuan yang diselenggarakan oleh suatu panitia atau pihak lain yang membuat pesanan ke hotel.

7. Human Resource Development

Bagian yang mengatur tentang sumber daya manusia dan legalitas antara karyawan dengan hotel.

8. Marketing

Bagian pemasaran untuk memasarkan dan mempromosikan produk-produk hotel seperti kamar, paket weeding, paket meeting dan fasilitas hotel lainya seperti karaoke dan health center.

9. Engineering

Departemen ini bertanggungjawab dalam merawat peralatan-peralatan teknis maupun mekanis.

Jam kerja

Waktu kerja karyawan dibagi dalam tiga (3) shift dan berdasarkan jenis kelamin. Shift 1 perempuan dan laki-laki : 07.00 – 15.00. Shift 2 dan shift 3 hanya untuk karyawan laki-laki, shift 2 : 15.00 – 23.00, Shift 3 : 23.00 – 07.00.

Jadwal kerja terdiri dari lima hari masuk dan satu hari libur. Pada hari libur nasional, karyawan tetap bekerja seperti biasa kecuali waktu libur karyawan tersebut bersamaan dengan libur nasional, karyawan yang bekerja pada saat libur nasional maka akan mendapatkan libur dihari lain sebagai gantinya.

Analisis Deskriptif Karakteristik Responden

Untuk mengetahui karakteristik responden dilakukan analisis secara deskriptif seperti jenis kelamin, unit/departemen, usia, lama bekerja, pendidikan. Hasil dari analisis deskriptif tersebut adalah:

Jenis Kelamin

Karyawan pada Diradja Hotel Jakarta yang menjadi responden dalam penelitian ini didominasi oleh laki-laki sebanyak 75 responden (85,2 %) sedangkan perempuan hanya 13 responden (14,8 %). Hal ini disebabkan karena jam kerja terbagi tiga (3) shift, dimana pada shift 2 dan 3 khusus untuk laki-laki, sehingga lebih banyak membutuhkan tenaga kerja laki-laki daripada perempuan.

Usia

Usia dapat mempengaruhi kondisi fisik, mental, kemampuan bekerja dan tanggung jawab terhadap pekerjaan. Berdasarkan analisis karakteristik usia, karyawan pada Diradja Hotel dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu 20-30 tahun sebesar 57 responden (64,77%), 31-40 tahun sebesar 23 responden (26,1%), 41-50 tahun sebesar 8 responden (9%).

Tingkat Pendidikan

Mayoritas pekerja yang menjadi responden di Diradja Hotel Jakarta adalah lulusan SMK sebesar 46 responden (52,2%), pendidikan terakhir D3 sebanyak 25 responden (28,4%), pendidikan terakhir S1 sebanyak 17 responden (19,3%). Berdasarkan wawancara dengan bagian HRD mayoritas pendidikan terakhirnya SMA/SMK karena sebagian besar karyawan merpakan lulusan sekolah menengah kejuruan perhotelan.

Lama Bekerja

Jika dilihat dari lama bekerja responden tersebut menjadi karyawan di Diradja Hotel Jakarta yang terbanyak adalah responden dengan lama bekerja kurang dari 5 tahun, yaitu 62 orang (70,4%), dan responden dengan lama bekerja lebih dari 5 tahun 26 orang (29,6%), maka dapat disimpulkan sebagian besar karyawan di Braja Diradja Hotel Jakarta adalah rata-rata karyawan baru.

Unit/Departemen

Untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan posisi departement, maka dapat diketahui responden terbanyak berada di Departemen House Keeping dan

F&B. Hasil analisis deskriptif berdasarkan posisi departemen dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Jumlah Karyawan Berdasarkan Posisi Departemen

No Departemen Jumlah Persentase (%)

1 Front Office 13 14,7

2 House Keeping 20 22,7

3 Enggineering 12 13,6

4 Foood and Beverages 20 22,7

5 Accounting 5 5,6

6 Marketing 8 9

7 HRD 10 11,3

Total 88 100

Kompensasi Finansial di Diradja Hotel Jakarta

Sistem Kompensasi finansial yang diberikan Diradja Hotel Jakarta kepada karyawannya terdiri dari:

1. Gaji Pokok

Diradja Hotel Jakarta memberikan gaji pokok kepada karyawan atas pekerjaan yang telah dilakukan dan kebijakan dari pihak perusahaan. Pembayaran gaji dilakukan setiap tanggal 29 dan bila jatuh pada hari libur, maka gaji dibayarkan satu hari sebelum atau sesudahnya.

2. Service

Service merupakan aktivitas perusahaan dalam memberikan layanan pelanggan meliputi penanganan pelanggan dan keluhan pelanggan. Service pada Diradja Hotel Jakarta kepada karyawan meliputi penghasilan selain gaji pokok yang diberikan pihak hotel setiap bulan. Akan tetapi pembagian kepada karyawan di dasarkan pada income (pendapatan) yang diterima pihak hotel dari kunjungan para tamu yang menggunakan fasilitas dan pelayanan hotel, setiap bulan tunjangan service ini dikeluarkan tanggal 14 atau 15.

3. Bonus

Bonus adalah kompensasi finansial langsung yang berupa bayaran tertangguh (kewajiban perusahaan dikemudian hari) sebagai hadiah. Bonus yang diberikan Diradja Hotel Jakarta Bogor kepada karyawan berupa gaji pokok yang dibagikan setiap satu tahun sekali biasanya pada bulan april.

4. Tunjangan

Tunjangan merupakan tambahan pendapatan di luar gaji sebagai bantuan yang berupa uang (barang). Tunjangan yang diterima karyawan Diradja Hotel Jakarta terdiri dari tunjangan hari raya sebesar satu kali gaji bulanan, untuk asuransi kerja dan kesehatan, Diradja Hotel bekerja sama dengan yayasan ASA, yaitu yayasan yang didirikan Menteng Group yang juga menaungi Diradja Hotel, selain THR dan asuransi Diradja Hotel memberikan tunjangan pensiun atau jaminan hari tua (JHT).

Persepsi karyawan tentang kompensasi finansial yang tediri dari gaji, kompensasi servis, bonus, tunjangan hari raya asuransi kerja dan kesehatan, jaminan hari tua atau dana pensiun dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Persepsi Karyawan Tentang Kompensasi Finansial

No. Pernyataan Mayoritas

Jawaban

Persentase (%) 1 Gaji yang saya terima diberikan tepat waktu Setuju 52 2 Gaji yang diterima membuat saya tetap bertahan

di perusahaan.

Setuju 55

3 Kompensasi servis yang saya terima sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan

Setuju 50

4 Kompensasi servis yang diberikan kepada saya mampu memenuhi kebutuhan tambahan saya setiap bulan

Setuju 45

5 Bonus tahunan yang diberikan kepada saya sudah sesuai dengan apa yang saya kerjakan selama setahun

Setuju 51

6 Setiap karyawan dalam satu departemen memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan bonus.

Setuju 61

7 Jaminan Pensiun untuk karyawan sudah memuaskan

Setuju 52

8 Tunjangan hari raya yang saya terima sangat membantu dalam mencukupi kebutuhan pada saat hari raya

Setuju 57

9 Asuransi kerja dan kesehatan yang diberikan kepada saya sudah memuaskan

Tidak Setuju 53 10 Saya merasa puas dengan kompensasi yang saya

terima

Tidak Setuju 52

Persepsi karyawan tentang kompensasi finansial langsung menunjukan respon yang baik dengan menjawab setuju terhadap pernyataan yang diberikan,

gaji yang diterima tepat waktu dan sesuai dengan kontrak kerja yang membuat karyawan tetap bertahan di perusahaan, kompensasi servis yang diterima pun sesuai dengan kinerja karyawan, saat hotel ramai karyawan memiliki banyak pekerjaan dan kompensasi servis yang diterima pun lebih besar, sedangkan saat tamu sepi, pekerjaan karyawan sedikit dan kompensasi servis yang diterima pun lebih kecil. Bonus yang diberikan sesuai dengan point karyawan berdasarkan lama kerja dan tingkat pendidikan karyawan. Persepsi karyawan terhadap kompensasi finansial tidak langsung, kurang dari 50% menjawab setuju, yang artinya karyawan merasa kurang puas terhadap asuransi dan dana pensiun yang diberikan.

Kinerja Karyawan Diradja Hotel Jakarta

Penilaian kinerja yang diterapkan pada karyawan Diradja Hotel Jakarta adalah berdasarkan point, penentuan point ini ditentukan oleh masing-masing kepala departemen, untuk contoh, karyawan baru dengan pendidikan akhir SMK diberikan point awal sebesar 10 point, setelah masa training dan observasi selama 3 bulan, jika kinerja karyawan dirasa baik maka supervisor akan melakukan penilaian dan mengajukan kenaikan point menjadi 20 point kepada kepala departement dan setelah itu baru diadakan penilaian kinerja dan pengajuan

kenaikan point satu tahun sekali, sistem point yang diterapkan Diradja Hotel Jakarta selain untuk mengukur penilaian kinerja juga untuk menentukan besarnya kompensasi servis yang akan diterima karyawan, contohnya jika kompensasi servis bulan ini sebesar Rp 20.000 maka akan dikalikan point yang dimiliki setiap karyawan, jika karyawan memiliki point 40 maka kompensasi yang diterima karyawan bulan ini sebesar Rp 800.000.

Persepsi kinerja karyawan tentang kinerja berdasarkan hasil kuesioner yang terdiri dari: prestasi kerja, kejujuran, kedisiplinan, kreativitas, kerja sama, kecakapan, tanggung jawab dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Persepsi Karyawan Tentang Kinerja Karyawan Diradja Hotel Jakarta

No. Pernyataan Mayoritas

Jawaban

Presentase (%) Prestasi Kerja

1 Kinerja karyawan sudah sesuai dengan standar kerja yang diterapkan

Setuju 68,18

2 Hasil kerja karyawan sudah memenuhi target perusahaan Setuju 60,23 Keujujuran

3 Dalam pelaksaanan tugas dilakukan dengan iklas dan tidak ada paksaan dari pihak manapun

Setuju 60,23

4 Tidak menyalah gunakan wewenang dalam bertugas Setuju 57,95

Kedisiplinan

5 Tepat waktu dalam kehadiran dan absensi Setuju 55,68

6 Peraturan perusahaan diterapkan dengan baik Setuju 60,23

Kreativitas

7 Perusahaan memberikan kesempatan untuk karyawan memberikan ide yang berhubungan dengan efisiensi kerja

Setuju 68,18

8 Mampu mengemukakan pendapat kepada karyawan lain Setuju 70,45 Kerja Sama

9 Karyawan mengutamakan kerja sama di lingkungan kerja Setuju 57,95 10 Karyawan memiliki kemampuan bekerja sama dengan

rekan, supervisor, bawahan dalam mencapai tujuan

Setuju 50,00

Kecakapan

11 Karyawan memiliki kecakapan dalam mengidentifikasi permasalahan dalam pekerjaan

Setuju 63,64

12 Karyawan memiliki keterampilakomunikasi yang baik dalam melakukan pekerjaan

Setuju 68,18

13 Karyawan menguasai bidang tugas Setuju 67,05

Tanggung Jawab

14 Karyawan memiliki kemampuan beradaptasi dan belajar dengan cepat dalam menjalankan tugas

Setuju 76,14

15 Jika ada kegagalan maka karyawan akan bertanggung jawab dan memperbaikinya

Setuju 81,82

Kinerja karyawan Diradja Hotel Jakarta berdasarkan persepsi di atas dapat disimpulkan memiliki kinerja yang baik. Pada indikator kinerja terlihat indikator yang memiliki skor rataan tertinggi adalah indikator kinerja tanggung jawab, ini menunjukan bahwa setiap karyawan mampu bertanggung jawab pada setiap pekerjaan yang dilakukan.

Prestasi Kerja

Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang dalam melaksanakan tugasnya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan

kepadanya. Lebih dari 60% responden menjawab setuju terhadap indikator ini, hal ini menunjukan kinerja dan hasil dari kinerja karyawan sudah memenuhi standar dan target hotel, contonya pada departemen house keeping, target yang diberikan kepada room boy dalam 1 shift harus mampu membersihkan 6 kamar di setiap lantai.

Kejujuran

Kejujuran dalam bekerja dapat membantu karyawan dalam menyelesaikan tugas dengan baik, selain itu dengan bersikap jujur, seorang karyawan mendapatkan rasa kepercayaan dari rekan kerja maupun pimpinan. Pada indikator kejujuran mayoritas responden menjawab setuju, ini menunjukan bahwa karyawan dalam setiap pekerjaanya menjunjung tinggi nilai kejujuran, sifat jujur ini dapat membawa pekerjaan ke arah yang lebih baik dan akan memudahkan karyawan dalam mencapai target yang ingin dicapai dalam menjalankan pekerjaan. Contonya pada departemen front office, seorang reception tidak bisa memanfaatkan wewenangnya dalam menerima pembayaran dari tamu, disini kejujuran sangat dibutuhkan untuk menghindari kecurangan.

Kedisiplinan

Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tertib, dengan anggota organisasi yang berprilaku sepantasnya dan memandang peraturan – peraturan organisasi sebagai perilaku yang dapat diterima. Responden lebih dari 50% menjawab setuju, dapat disimpukan bahwa karyawan memiliki tingkat kedisiplinan kerja yang tinggi, dalam dunia perhotelan sangat dibutuhkan kedisiplan dalam berbagai aspek untuk memberikan pelayanan dan perhatian bagi tamu, sebagai contoh, karyawan di Diradja Hotel diharuskan memakai seragam yang telah ditentukan, jam masuk dan keluar harus sesuai dengan jam yang ditentukan.

Kreativitas

Kreativitas dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan suatu pekerjaan dengan menggunakan teknik yang berbeda. Sebagian besar responden menjawab setuju pada indikator kreativitas, hal ini menunjukan karyawan memilki kemampuan mengorganisaikan pemikiranya menjadi suatu ide atau gagasan dan mengaplikasikanya kepada pekerjaan dan setiap tugas yang akan dikerjakan, ini akan berdampak positif kepada kinerja karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Contoh pada indikator kreativitas yang dilakukan karyawan Diradja Hotel adalah memberikan kewenangan pada staf dan crew departemen engginering dalam melaksanakan tugasnya seperti memperbaiki peralatan dan membuat furniture pendukung layanan kamar.

Kerja Sama

Kerja sama tim di tempat kerja membantu unuk membuat komunikasi yang lebih terbuka antar karyawan dan juga antar manajemen dan karyawan. Kerja sama tim dalam bekerja dapat membantu pekerjaan yang sulit menjadi mudah, kerja sama juga dapat meningkatkan hubungan komunikasi, pemahaman dan hubungan profesional menjadi lebih baik sehingga produktivitas kerja pun meningkat. Kerja sama ini pun diterapkan oleh karyawan Diradja Hotel, ini ditunjukan dengan mayoritas responden menjawab setuju pada indikator kerja sama. Contoh kerja

sama yang dilakukan karyawan Diradja Hotel adalah, pada saat tamu memberitahu kepada receptionist akan check out, receptionist lau mengontak room boy untuk mengecek kamar apakah ada kerusakan atau kehilangan, setelah dirasa aman room boy kembali mengontak receptionist dan receptionist mengizinkan tamu untuk meninggalkan hotel.

Kecakapan

Kecakapan atau skills sebagai suatu keterampilan yang memungkinkan seseorang karyawan untuk melakukan pekerjaan atau tetap bekerja. Mayoritas responden menjawab setuju, ini menunjukan setiap responden pada Diradja Hotel Jakarta memiliki kecakapan konseptual, teknik, dan interpersonal yang baik. Kecakapan ini bermanfaat untuk setiap pekerjaan baik pekerjaan yang berhubungan langsung dengan tamu maupun pekerjaan yang berada di back office. Contoh, untuk menjadi seorang receptionist, karyawan harus memiliki kemampuan berbahasa indonesia yang baik dan memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik juga. Tanggung Jawab

Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatanya yang disengaja maupun tidak disengaja, selain itu tanggung jawab juga merupakan perwujudan kesadaran akan kewajiban. Pada indikator kinerja yang memiliki skor rataan tertinggi adalah indikator kinerja tanggung jawab dengan nilai rataan 77%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan memiliki tanggung jawab sangat baik terhadap setiap pekerjaan yang diberikan kepadanya. Ditunjukkan dengan sebagian besar karyawan akan bertanggungjawab, jika ada suatu kegagalan dalam menyelesaikan tugas, maka karyawan akan bertanggungjawab dan berusaha memperbaikinya, setiap pekerjaan yang dilakukan karyawan dapat diselesaikan dengan baik sesuai rencana, serta karyawan selalu berusaha bekerja secara produktif dan efektif demi tercapainya tujuan Diradja Hotel Jakarta. Contoh tanggung jawab yang dilakukan karyawan seperti bagaimana security menjaga keamanan dan ketertiban hotel.

Pengaruh Kompensasi Finansial Terhadap Kinerja Karyawan di Diradja Hotel Jakarta

Penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan metode Partial Least Square (PLS) dan diproses dengan menggunakan software SmartPLS 3.0. Model PLS yang digunakan dalam penelitian ini adalah model multidimensi dengan indikator formatif dan indikator reflektif. Pengujian validitas dan reliabilitas dalam model formatif dievaluasi berdasarkan pada substantive content yaitu dengan membandingkan besarnya relatif dan signifikasi dari ukuran weight. Sedangkan, pengujian validitas dan reliabilitas dalam model reflektif dilakukan dalam tiga pengujian, yaitu discriminant validity, convergent, dan composite reliability.

Hasil pengolahan data menggunakan metodolgi uji SEM dihasilkan dua model yaitu koefisien lintas model dan nilai signifikansi test model dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5.

Gambar 4. Koefisien Lintas Model

Berdasarkan Gambar 4, variabel laten eksogen yang berupa variabel kompensasi finansial mempengaruhi langsung terhadap variabel laten endogen yang berupa dari variabel kinerja karyawan. Pada Gambar 4 dapat dilihat bahwa kompensasi finansial berpengaruh positif terhadap terbentuknya kinerja karyawan, dengan nilai beta 0,730 yang berarti pengaruh kompensasi finansial terhadap kinerja karyawan sebesar 73% didukung dengan nilai R-square sebesar 0,533 yang artinya kompensasi berdistribusi kepada kinerja kayawan sebesar 53,3%, hasil uji partial least square dapat dilihat pada lampiran 4.

Hasil pengitungan bootstraping akan menjelaskan bagaimana signifikansi indikator dari konstruk kompensasi finansial dan kinerja karyawan. hasil output uji t-values dapat disimpulkan bahwa kompensasi finansial merupakan konstruk formatif dan kinerja karyawan merupakan konstruk reflektif, hasil uji bootstrapping dapat dilihat pada lampiran 5.

Konstruk Formatif

Hasil uji t-values pada gambar lima dapat menjelaskan bahwa kompensasi finansial merupakan konstruk formatif dengan nilai konstruk untuk kompensasi finansial langsung sebesar 5,844 dan kompensasi finansial tidak langsung sebesar 2,793, nilai konstruk dari masing-masing indikator menyimpulkan seluruh indikator memiliki nilai t-value >1,96 dan dinyatakan semua indikator valid, kompensasi finansial langsung lebih berpengaruh terhadap perkembangan yang baik padakonstruk dengan nilai yang lebih besar dibanding indikator kompensasi finansial tidak langsung

Konstruk Reflektif

Kinerja karyawan pada hasil penelitian ini dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan Partial Least Score (PLS) dengan melihat convergent validity masing-masing indikator nilainya lebih dari 0,5 yang artinya masing-masing indikator pada kinerja karyawan telah memenuhi syarat dan signifikan dengan nilai t-value lebih dari 1,96 dengan tingkat signifikansi 0,5. Selanutnya nilai outer loading harus lebih besar dari konstruk lainya berdasarkan hasil crosloading korelasi antar konstruk. Selanutnya realibilitas dari konstruk kinerja karyawan memiliki nilai yang ditunjukkan oleh nilai composite reliability kinerja karyawan sebesar 0,922 serta nilai cronbach alpha kinerja karyawan sebesar 0,926, hasil perhitungan kedua analisis ini melebihi ambang batas yang ditentukan yaitu 0,60. Untuk Hasil average variance extracted (AVE) kinerja karyawan dengan ambang batas minimum yang dipersyaratkan bahwa nilai AVE > 0.5 adalah 0,739 yang artinya valid dan signifikan. Hasil analisis kontruk reflektif ini dapat dilihat pada lampiran

Tahap akhir dari penguian kontruk reflektif ini yaitu dengan menguji nilai signifikansi atau bootstraping. Hasil pengujian bootstrapng ini dapat dilihat pada Tabel 8

Tabel 8 Pengukuran Validitas Konstruk Reflektif

Indikator Konstruk Factor

Loading

T-Statistik Ket

Langsung Kompensai

Finansial

0,920 13,130 Valid

Tidak langsung 0,796 10,479 Valid

Prestasi Kerja Kinerja Karyawan 0,893 14,550 Valid

Kejujuran 0,889 14,672 Valid

Kedisiplinan 0,765 22,002 Valid

Kreativitas 0,682 16,252 Valid

Kerja sama 0,635 17,371 Valid

Kepemimpinan 0,812 16,045 Valid

Kepribadian 0,601 10,956 Valid

Prakarsa 0,658 13,020 Valid

Kecakapan 0,698 19,177 Valid

Tanggung Jawab 0,688 15,449 Valid

Konstruk kompensasi finansial memiliki pengaruh positif langsung secara signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 0,704 yang menunjukkan arah hubungan peran kompensasi finansial dengan kinerja karyawan adalah positif, karena nilai T-values sebesar 11,002 lebih besar dari T-table 1,96 pada selang

kepercayaan 95% pada taraf alpha 5% dengan demikian peran kompensasi finansial memiliki pengaruh positif langsung secara signifikan terhadap kinerja karyawan dapat diterima.

Tabel 9 Hipotesis Penelitian

Hipotesis Mean ST Dev T-Statistik Keterangan

Gaya kepemimpinan

berpengaruh positif terhadap budaya organisasi

0,704 0,064 11,002 Terdapat pengaruh

positif secara signifikan (nyata)

Implikasi Manajerial

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa persepsi tentang kompensasi finansial, mayoritas karyawan sangat setuju dengan kompensasi finansial langsung, untuk kompensasi finansial tidak langsung, harus lebih diperhatikan, perusahaan seharusnya memberikan asuransi jiwa dan dana pensiun

Dokumen terkait