Prasarana jalan yang terbebani oleh volume lalu lintas yang tinggi dan berulang-ulang akan menyebabkan terjadi penurunan kualitas jalan. Sebagai indikatornya dapat diketahui dari kondisi permukaan jalan, baik kondisi
struktural maupun fungsionalnya yang mengalami kerusakan.Di jalan tambang Blok 09 PT. Kalimantan Prima Persada, terjadi ketidak tercapaian kecepatan pada unit hauler. Hal ini berdasarkan pada
report Speed dan Grade/laporan
kecepatan alat pengangkut dan grade jalan harian.
Loaded Speed (AVG) = 14.72 km/j
Gambar 1 . Laporan kecepatan dan grade jalan hauling PT. KPP
Gambar 2. Layout kecepatan unit hauler
Gambar 3 . Layout grade jalan Dari gambar 1 dan 2, dapat di lihat kecepatan rata – rata dari unit hauler adalah 14.72 km/jam. Sedangkan target dari kecepatan unit hauler
adalah 18 km/jam. Berikut perhitungan kecepatan max (rata – rata maksimum).
Persamaan menghitung kecepatan max unit hauler :
V max = (366.97 x HP x Eff) / ((RR x W ) + ( sin α x W ) Perhitungankecepatan:
- Berat unit total, W = 163.083 kg - Power Engine, HP = 879 kw - Rolling Resistance, RR = 3 % - Grade Resistance, GR = 8 % - Kemiringan Jalan, α = 4.570 - EFF = 100 % - V Max = 18.02 km/h
Selain itu berdasarkan gambar 3, bisa juga dilihat besarnya nilai grade jalan. Menurut laporan masih di temukan grade yang nilainya mencapai 10% padahal grade jalan maksimum yang di perbolehkan pada jalan tambang adalah 8%.
- 9.0 16.0 17.0 12.0 11.0 15.0 12.0 14.0 15.0 15.0 14.0 18.0 17.0 17.0 14.0 11.0 9.0 - 0% 5% 3%10%9% 9% 5% 7% 5% 4% 5% 1% 6% 4% 9% 8% 3% 0 0 5 8 18 27 36 41 48 53 57 62 63 69 73 82 90 93 -20 0 20 40 60 80 100 -20 0 20 40 60 80 100 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1,000 1,100 1,200 1,300 1,400 1,500 1,600 1,700 Elevation (m) Speed (Km/h) Distance (m) Speed Grade Speed
FRONT DISPOSAL 17 km/hr 15 km/hr 16 km/hr 14 km/hr 19 km/hr 18 km/hr 17 km/hr 16 km/hr 11 km/hr 15 km/hr 15 km/hr 11 km/hr
Selanjutnya hasil inspeksi URCI jalan blok 09 menunjukan nilai kondisi jalan masih kurang dari
target yakni 75 (nilai jalan kategori “very good”).
Tabel 1. Nilai URCI Jalan tambang Blok 09 PT. KPP – disposal Selatan
STA TARGET URCI NILAI URCI CRITERIA 1+000 sd 1+100 75 61.88 GOOD 1+100 sd 1+200 75 70.00 GOOD 1+200 sd 1+300 75 70.00 GOOD 1+300 sd 1+400 75 57.69 GOOD Sumber: perhitungan, 2015
Didasarkan pada report speed, grade dan hasil inspeksi URCI Selanjutnya dilakukan uji DCP di jalan tambang Blok 09 untuk mengertahui nilai CBR pada subgrade.
Gambar 4. Hasil grafik uji DCP di jalan tambang Blok 09
Grafik 1.Nilai CBR pada 31 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Dept h ( mm ) Nilai CBR (%)
Gambar 5. Kerusakan Lokal di Lokasi T31,Menunjukan Kondisi Material yang tidak Bagus.
Analisa Perbaikan
Secara umum kondisi struktural hauling roadblok 9 sudah mampu menahan beban berupa HD-785 yang lewat di atasnya. Tetapi ada beberapa titik (T31) yang mempunyai kondisi struktur yang lemah. Pada lokasi tersebut perlu dilakukan penanganan khusus, antara lain dilihat kondisi drainase, digali sampai material jelek kemudian diganti dengan material yang lebih bagus (misal sandsome atau
claystone). Jika material jelek sampai
pada posisi yang cukup dalam, seperti pada titik T31, maka diperlukan penimbunan diatas jalan existing setinggi ± 40 cm, material
sandstone bisa diambil dari
interbuden roofer 4 dan roofer 5.
Material claystoe bisa diambil dari OB di atas roofer 1 dan diawah
roofer 3 serta jika langkah 1-3 sudah
dilakukan, diperlukan lapisan base
course seagai permukaannya.
Perhitungan Tebal Lapisan
Untuk mengatasi kerusakan lokal yang teradi pada titik T31 maka
perlu dilakukan penambahan tebal layering agregat base. Dengan perhitungan seagai erikut :
Hauling road akan dilewati hauler DT-785 yang membawa OB sekitar 300.000 BCM/bulan. Jika kapasitas bucket DT-785 sebesar 43 BCM, maka dalam 1 bulan hauler yang akan lewat sebanyak 7.000 unit. Sehingga apabila hauling road akan digunakan selama 2 tahun,
maka harus diperhitungkan terhadap hauler yang lewat sebanyak 252.000 unit, sehingga :
Ɛ = 80.000/(N0,27
) dimana N = Jumlah beban kendaraan yang lewat.
Ɛ = 80.000 /(252.0000,27 ) Ɛ = 2.700 micro-strains
Langkah selanjutnya adalah melakukan simulasi regangan (strain) dengan menggunakan software Geo-Studio. Data yang digunakan untuk simulasi :
Modulus elastisitas, hasil konversi data CBR.
Asumsi berat volume material existing 18 kN/m3, poisson ratio 0,35.
Asumsi berat volume material Bagak sebagai base 23 kN/m3; poisson ratio 0,3; CBR 100 %. Beban roda HD-785 600 kN. Tekanan ban 110 Psi atau 758
kPa.
Menurut Giround, bidang sentuh antara ban dan permukaaan jalan
dapat digambarkan sebagai lingkaran dengan radius = (600/( Ɛ x 758))1/2 = 0,5 m.
Jika kondisi existing mempunyai regangan dibawah batas kritis, maka menurut Visser dan Thompson (1996) ketealan base minimun adalah 20 cm.
Gambar 6. Lapisan perkerasan
Gambar 7. Hasil simulasi regangan (strain) dengan Geo-Studio, Jl.Blok 9- Disposal Selatantitik T31 Regangan maximum yang terjadi : 0,0026 strains = 2.600 micro-strains < 2.700 micro-strains. Modulus
elastis (E) selain base course merupakan rerata dari kedua persamaan di bawah ini:
E = 10,3 x CBR AASHTO 1993 E = 17,63 x CBR0,64Powell et al
1984.
Pemilihan Material Timbunan Syarat kekuatan agregat untuk base coarse yang akan di gunakan meliputi nilai keausan hasil uji abrasi < 40%, berat jenis > 2,40 t/m3,
compressive strength > 400 kg/cm2. ASTM (American Society for Testing
Materials) menerbitkan standard ASTM D 1241-00 Standard Specification for Materials for Subbase, Base and Surface Coarse,
yang menyampaikan 6 buah model gradasi yang terbagi dalam dua (2) tipe gradasi yaitu: Gradasi tipe I terdiri dari gradasi A, B, C dan D, sedangkan gradasi tipe II terdiri dari gradasi E dan F.
Base course, gradasi A (ASTM), tebal ±10 cm Product ukuran 70-100 mm, tebal ±10 cm
Gambar 8. Tabel Gradasi sub base, base coarse dan surface layering dari ASTM 1241-00
KESIMPULAN
1. Indikasi kerusakan jalan bisa dilihat dari kecepatan rata – rata dari unit hauler (14.7 km/jam) yang tidak memenuhi target kecepatan (18 km/jam), grade jalan yang nilainya mencapai 10% tidak sesuai grade jalan maksimum yang di perbolehkan pada jalan tambang (8%), hasil inspeksi URCI jalan blok 09 menunjukan nilai kondisi jalan masih kurang dari target dan hasil pengujian DCP yang telah dilakukan diketahui pada titik T31 terjadi kerusakan lokaldan menunjukan kondisi material yang tidak bagus. 2. Padalokasi T31 perlu dilakukan
penanganan khusus, antara lain penanganan kondisi drainase, digali sampai material jelek kemudian
diganti dengan material yang lebih bagus (misal sandstone atau
claystone), bahkan diperlukan penimbunan di atas jalan existing setinggi ± 40cm, material sandstone bisa diambil dari interburden roofer 4 dan roofer 5. Material claystone bisa diambil dari OB di atas roofer 1 dan di bawah roofer 3 serta jika langkah 1 – 3 sudah dilakukan, diperlukan lapisan base course
sebagai permukaanya.
3. Untukmengatasi kerusakan lokal pada titik T31 maka perlu dilakukan penambahan tebal layering agregat base dengan ketebalan base minimum adalah 20 cm
4. Agregatbase course yang digunakan adalah agregat dengan gradasi A.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Bina Marga. 1987.
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen
(SKBI 2.3.26.1987)
Djarwadi, Didiek. 2009. Training
Manajemen Pemeliharaan Hauling Road. Jakarta
--- . 2010. Desain
Tebal Base Course untuk Unpaved Road. Jakarta.
Elisa. 2010. DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP).
Prosedur Uji Dynamic cone Penetrometer. (Diakses 15 Desember 2015, 21.00 wita) http://elisa.ugm.ac.id/user/archi
ve/download/57369/9f9a6899 4f90969f368d475de1b4388a. Faluzi, Yarusman. 2015. Hauling
Road. Jakarta: Technical Service Department PT Kalimantan Prima Persada.
Novianto, Bayu. 2015. Pemilihan
Bahan, Uji Lapangan dan Laboratorium Untuk Konstruksi Jalan Hauling.
Jakarta: Technical Service Department PT Kalimantan Prima Persada.
Sukirman, Silvia. 1993. Perkerasan
Lentur Jalan Raya. Jakarta
Suwandhi, Awang. 2004.Jalan
Tambang. Bandung: Sekolah
Tinggi Teknologi Mineral Indonesia. 17 km/hr 15 km/hr 16 km/hr 14 km/hr 19 km/hr 18 km/hr 17 km/hr 16 km/hr 11 km/hr 15 km/hr 15 km/hr 11 km/hr