Pengujian awal terhadap kedua tipe bijih yang diambil dari lokasi penambangan dilakukan melalui 3 proses pengujian. Pengujian pertama adalah untuk mengetahui seberapa banyak kandungan pirit, mineral teroksidasi dan kandungan emas dengan menggunakan metode fire assay dan x-ray diffraction test (Lampiran 1). Hasil dari 3 proses pengujian menunjukkan kandungan mineral emas, pirit dan mineral teroksidasi yang terdapat di dalam bijih tipe-D 3445 dan 3625 yang dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Kandungan total di dalam umpan bijih tipe-D
Sampel ID Py (%) CuOx(%) Au (g/t)
Bijih Tipe-D 3445 92 0,005 0,179
Bijih Tipe-D 3625 15,7 0,029 0,132
Pengujian kedua terhadap bijih tipe-D adalah untuk mengetahui nilai perolehan pada proses pengolahan. Flotation Test dilakukan dengan menggunakan mesin Denver Flotation Machine dan hasil pada kedua bijih tipe-D digambarkan pada Gambar 17 dan Tabel 3. Pada Tabel 3 menjelaskan bahwa dengan kandungan pirit yang tinggi akan menurunkan nilai perolehan (recovery) pada proses flotasi (Lampiran 2). Pada bijih tipe-D 3445 memiliki kandungan pirit sebesar 92%, saat proses flotasi, nilai perolehan (recovery) hanya sebesar 23,33%. Begitu juga dengan bijih tipe-D 3625 yang memiliki kandungan pirit sebesar 15,7%, saat proses flotasi nilai perolehan (recovery) nya sebesar 74,12%.
Gambar 17 Analisa butir dan proses flotasi bijih tipe-D 3445 (kiri) dan bijih tipe-D 3625 (kanan) sebelum biooksidasi
Tabel 3. Kandungan total di dalam konsentrat bijih tipe-D
Sampel ID Mass Yield Ro Con Assay Rougher Recovery (%) Cu(%) Au (g/t) Cu (%) Au(%)
2
Bijih Tipe-D 3625 28,13 2,83 0,35 92,10 74,12 Isolasi Acidithiobacillus sp. dari Air Asam Tambang
Air asam tambang diambil dari lokasi penambangan terbuka Grasberg di Bottom Pit, 8 North dan PAD 0,1 4, 5, 8, C dan tambang bawah tanah di wilayah Big Gossan, DMLZ, Amole Portal dan Wanagon Drainage Drift. Proses isolasi pertama terdapat 28 sampel yang mengalami perubahan dari warna bening menjadi kuning karat (Gambar 18). Total 28 sampel yang tumbuh tersebut berasal dari lokasi penambangan terbuka di lokasi 8 North (14 sampel), Bottom Pit (4 sampel), PAD 0 (4 sampel), PAD 1 (1 sampel) dan PAD8 (5 sampel).
Gambar 18 Hasil isolasi Acidithiobacillus sp. dari sampel air asam tambang PTFI tahap pertama
Pada tahap kedua, dari 28 sampel yang diisolasi, terdapat 12 isolat yang tumbuh dan berubah warna. 10 isolat yang tumbuh sebelum hari ke-3 dan 2 isolat tumbuh di hari ke-6 yang dapat dilihat pada Gambar 19.
Gambar 19 Hasil isolasi Acidithiobacillus sp. dari sampel air asam tambang PTFI tahap kedua
Pada isolasi tahap ketiga, sebanyak 10 isolat dari tahap 2 ditumbuhkan kembali pada media padat selama 15 hari. Dari 10 isolat yang diisolasi, terdapat 5 isolat yang tumbuh di hari ke-3 (8, 9, 12, 19, 23) dan 5 isolat yang tumbuh di hari ke-6 (1, 14, 15, 17 dan 47) yang dapat dilihat pada Gambar 20.
3
Gambar 20 Hasil isolasi Acidithiobacillus sp. dari sampel air asam tambang PTFI tahap ketiga
Kelima isolat ini kemudian diseleksi dengan cara diuji kemampuannya untuk mengurangi kadar pirit pada bijih tipe-D. Pengujian ini bertujuan untuk mencari dua isolat terbaik yang mampu mengurangi kadar pirit dengan parameter perubahan warna dari bening menjadi kuning karat dan penurunan pH paling cepat.
Seleksi Acidithiobacillus sp. dari Air Asam Tambang dan Acidithiobacillus
ferooxidans Koleksi ICBB-CC
Seleksi Acidithiobacillus sp. dari Air Asam Tambang
Seleksi Acidithiobacillus sp. dari air asam tambang dilakukan dengan mencampurkan masing-masing 5 isolat yang didapat dari isolasi pada tahap sebelumnya dengan bijih pirit 95,4%. Percobaan ini dilakukan selama 15 hari dan diamati perubahannya. Dua parameter yang menjadi acuan adalah penurunan nilai pH terendah dan perubahan warna media dari bening menjadi kuning karat (Gambar 21). Setelah 15 hari perlakuan, didapatkan isolat Acidithiobacillus sp. 8N1.8 dan 8N1.9 menurunkan nilai pH paling rendah pada hari ke 2 dan 3 menjadi 2,38 dan 2,20 (Gambar 22). Dua isolat Acidithiobacillus sp. inilah yang kemudian digunakan untuk percobaan berikutnya (Lampiran 6)
Gambar 21 Seleksi Acidithiobacillus sp. dari air asam tambang di dalam media tumbuh yang mengandung bijih pirit
4
Gambar 22 Grafik penurunan pH media Acidithiobacillus sp. yang diisolasi dari air asam tambang PTFI
Seleksi Acidithiobacillus ferooxidans Koleksi ICBB-CC
Percobaan ini juga menggunakan Acidithiobacillus ferooxidans koleksi ICBB sebanyak 6 isolat selain dari Acidithiobacillus sp. yang diisolasi dari air asam tambang. Acidithiobacillus ferooxidans koleksi ICBB yang akan digunakan adalah nomor ICBB 8789, ICBB 8790, ICBB 8793, ICBB 8795, ICBB 8796, dan ICBB 8797. Sebelum di uji, Acidithiobacillus ferooxidans asal ICBB tersebut diremajakan terlebih dahulu dengan media cair (media Leathen). Proses peremajaan dilakukan selama 8 minggu karena Acidithiobacillus ferooxidans tersebut sudah lama tidak aktif dan disimpan di dalam lemari pendingin.
Gambar 23 Seleksi Acidithiobacillus ferooxidans ICBB-CC di dalam media tumbuh yang mengandung bijih pirit
Setelah peremajaan, kemudian dilakukan seleksi pada keenam isolat ICBB selama 14 hari. Parameter seleksi Acidithiobacillus ferooxidans terbaik adalah penurunan pH tercepat (Gambar 24) dan perubahan media dari bening menjadi kuning karat (Gambar 23). Hasil seleksi pada 6 isolat tersebut dipilih 2 isolat terbaik berdasarkan nilai pH terendah yaitu ICBB 8793 dan ICBB 8795 (Lampiran 7).
Kedua Acidithiobacillus ferooxidans koleksi ICBB-CC ini yang akan digunakan untuk pengujian lebih lanjut untuk percobaan biooksidasi. Sebelum dilakukan uji biooksidasi, keempat Acidithiobacillus terbaik asal penambangan dan koleksi ICBB dianalisa terlebih dahulu populasinya dengan metode MPN (Most Probable Number) pada Lampiran 8.
2.15 2.35 2.55 2.75 2.95 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 pH Hari ke- Acidithiobacillus sp. 8N1.8 Acidithiobacillus sp. 8N1.9 Acidithiobacillus sp. 8N1.12 Acidithiobacillus sp. 8N3.19 Acidithiobacillus sp. BP3.23 Kontrol
5
Gambar 24 Grafik penurunan pH media Acidithiobacillus ferooxidans ICBB-CC Biooksidasi Bijih Tipe-D dengan Acidithiobacillus sp. dan Acidithiobacillus
ferooxidans
Bijih tipe-D 3445 dioksidasi dengan 4 Acidithiobacillus terbaik (Gambar 25). Hasil dari oksidasi tersebut dianalisa dan diamati perubahannya mulai dari bentuk fisik, warna, perubahan kandungan mineral yang terdapat di dalamnya dan peningkatan perolehan pada proses pengolahan dengan cara flotasi. Hasil yang cukup signifikan dapat terlihat pada bijih tipe-D 3445 yang menunjukkan perubahan fisik dari warna hitam menjadi kuning karat (Gambar 26). Selain perubahan warna, bijih diamati bentuk fisiknya di bawah mikroskop binokuler dengan perbesaran 64x (Gambar 27). Hasil pengamatan di bawah mikroskop ini, terlihat jelas perubahan yang dialami oleh bijih tipe-D yang sebelumnya tidak ada mineral yang teroksidasi menjadi terdapat mineral yang teroksidasi oleh aktivitas baik Acidithiobacillus sp. dari air asam tambang maupun Acidithiobacillus ferooxidans koleksi ICBB-CC. Pada proses oksidasi, aktivitas bakteri Acidithiobacillus membentuk biofilm yang dapat dilihat pada Gambar 26.
Gambar 25 Proses biooksidasi dengan menggunakan botol plastik dan aerator
1.20 1.70 2.20 2.70 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121314 pH Hari ke- A.ferooxidans ICBB 8789 A.ferooxidans ICBB 8790 A.feroosidans ICBB 8793 A.ferooxidans ICBB 8795 A.ferooxidans ICBB 8796 A.ferooxidans ICBB 8797 Kontrol
6
Gambar 26 Perubahan bijih tipe-D 3445 yang belum di oksidasi (kiri) dan sudah teroksidasi (kanan)
Gambar 27 a. Bijih tipe-D belum teroksidasi; b. Teroksidasi oleh Acidithiobacillus sp. 8N1.8; c. Teroksidasi oleh Acidithiobacillus sp. 8N1.9; d. Teroksidasi oleh A.ferooxidans ICBB 8793 dan e. Teroksidasi oleh A.ferooxidans ICBB 8793.
Selain mengoksidasi bijih tipe-D 3445 yang memiliki kandungan pirit sebesar 92%, percobaan juga dilakukan dengan bijih tipe-D 3625yang memiki kandungan pirit sebesar 15,7%. Bijih tipe-D 3625 tersebut dioksidasi dengan 4 isolat asal lokasi penambangan dan koleksi ICBB. Hasil dari proses oksidasi pada bijih tipe-D 3625 pada Gambar 28 menunjukkan perubahan fisik dari warna putih menjadi kuning karat (Jerez 2013).
Selain dari perubahan warna, bijih tipe-D 3625 diamati bentuk fisiknya di bawah mikroskop stereo binokuler dengan perbesaran 64x. Hasil pengamatan di bawah mikroskop ini, terlihat perubahan yang dialami oleh bijih tipe-D (Gambar 29a) terdapat mineral pirit diantara mineral kuarsa yang belum teroksidasi. Pada Gambar 29 b, c, d dan e menunjukkan kondisi mineral yang telah teroksidasi oleh 4 Acidithiobacillus sp. dan Acidithiobacillus ferooxidans. Meskipun tidak terlalu terlihat seperti bijih tipe-D 3445, tetapi pada bijih tipe-D dengan kandungan pirit sebesar 15,7% pun dapat dioksidasi
7 oleh Acidithiobacillus ferooxidans koleksi ICBB-CC dan Acidithiobacillus sp. yang berasal dari air asam tambang.
Gambar 28 Perubahan bijih tipe-D 3625 yang belum teroksidasi (kiri) dan yang sudah teroksidasi (kanan)
Gambar 29 a. Bijih tipe-D 3625 belum teroksidasi; b. Teroksidasi oleh Acidithiobacillus sp. 8N1.8; c. Teroksidasi oleh Acidithiobacillus sp. 8N1.9; d. Teroksidasi oleh A.ferooxidans ICBB 8793 dan e. Teroksidasi oleh A.ferooxidans ICBB 8793.
Hasil Uji Biooksidasi pada Bijih Tipe-D 3445 dan 3625 Pengukuran Kandungan Pirit dengan Metode X-ray Diffraction Test
Analisa X-ray Diffraction Test (XRD) dilakukan untuk mengukur kandungan pirit pada bijih Tipe-D yang sudah dioksidasi. Hasil pengukuran terhadap bijih tipe- D 3445 setelah dilakukan proses biooksidasi oleh 4 Acidithiobacillus asal penambangan dan ICBB, kandungan pirit yang terdapat pada bijih menurun secara signifikan (Gambar 30).
Gambar 30 Penurunan kandungan pirit pada bijih tipe-D 3445 selama proses biooksidasi dengan menggunakan Acidithiobacillus
70.00 75.00 80.00 85.00 90.00 95.00 0 1 2 3 4 5 6 7 K an d u n g an Pi ri t (% ) Hari ke- Acidithiobacillus sp 8N1.8 Acidithiobacillus sp 8N1.9 A.ferooxidans ICBB 8793 A.ferooxidans ICBB 8795 Kontrol
8
Tabel 4 dan Gambar 30 menjelaskan bahwa semua bakteri dapat menurunkan kandungan pirit pada bijih tipe-D 3445. Penurunan kandungan pirit paling besar terjadi pada hari ke-2 oleh Acidithiobacillus sp. 8N1.8 dari 92% menjadi 74,37% atau penurunan sebesar 19,16% dan Acidithiobacillus sp. 8N1.9 dari 92% menjadi 72,56% pada hari ke-3 atau penurunan sebesar 21,13%. A.ferooxidans ICBB 8793 menurunkan kandungan pirit dari 92% menjadi 76,66% dalam waktu 7 hari atau penurunan sebesar 16,67% sedangkan A.ferooxidans ICBB 8795 menurunkan kandungan pirit dari 92% menjadi 76,50% dalam waktu 6 hari atau penurunan sebesar 16,84%. Hal ini membuktikan bahwa isolat yang berasal dari lokasi yang sama dengan bijih akan lebih efektif dalam proses biooksidasi untuk menurunkan kadar pirit (Larsson et al. 2007).
Tabel 4 Penurunan kandungan pirit pada bijih tipe-D 3445 selama proses biooksidasi dengan menggunakan Acidithiobacillus
Isolat kandungan pirit setelah oksidasi (%) hari ke- Penurunan Pirit (awal - terendah) % penurunan pirit Acidithiobacillus sp.8N1.8 74,37 2 17,63 19,16 Acidithiobacillus sp.8N1.9 72,56 3 19,44 21,13 A.ferooxidans ICBB 8793 76,66 7 15,34 16,67 A.ferooxidans ICBB 8795 76,50 6 15,50 16,84
Pada bijih tipe-D 3625 dengan kandungan pirit 15,7%, rata-rata isolat memiliki kemampuan menurunkan kandungan pirit menjadi antara 3-4% (penurunan sebesar 77-79%) dalam waktu yang bervariasi antara 2 hingga 6 hari (Gambar 31).
Gambar 31 Penurunan kandungan pirit pada bijih tipe-D 3625 selama proses biooksidasi dengan menggunakan Acidithiobacillus
Penurunan kandungan pirit paling besar didapatkan pada hari ke-2 oleh A.ferooxidans ICBB 8795 dari 15,7% menjadi 3,20% (penurunan 79,61%) dan Acidithiobacillus sp. 8N1.9 dari 15,7% menjadi 3,23% pada hari ke-5 (penurunan 79,42%). A.ferooxidans ICBB 8793 menurunkan kandungan pirit dari 15,7% menjadi 3,35% dalam waktu 6 hari (penurunan 78,66%) dan Acidithiobacillus sp. 8N1.8 menurunkan kadar pirit dari 15,7% menjadi 3,48% dalam waktu 4 hari (penurunan 77,83%) (Tabel 5). 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 0 1 2 3 4 5 6 7 K an d u n g an Pi ri t (% ) Hari ke- Acidithiobacillus sp 8N1.8 Acidithiobacillus sp 8N1.9 A.ferooxidans ICBB 8793 A.ferooxidans ICBB 8795 Kontrol
9 Tabel 5 Penurunan kandungan pirit pada bijih tipe-D 3625 selama proses
biooksidasi dengan menggunakan Acidithiobacillus
Isolat Kandungan Pirit terendah (%) Hari ke- Penurunan Pirit (awal - terendah) % Penurunan Pirit Acidithiobacillus sp.8N1.8 3,48 4 12,22 77,83 Acidithiobacillus sp.8N1.9 3,23 5 12,47 79,42 A.ferooxidans ICBB 8793 3,35 6 12,35 78,66 A.ferooxidans ICBB 8795 3,20 2 12,50 79,61
Hal ini tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh Nagaoka pada tahun 1999 bahwa penurunan kadar pirit dengan biooksidasi menggunakan bakteri dapat menurunkan kandungan pirit menjadi antara 77% - 95%.
Pengukuran Kandungan Mineral Teroksidasi dan Kandungan Emas dengan Metode Fire Assay
Biooksidasi pada kedua bijih tipe-D menyebabkan kandungan mineral teroksidasi meningkat. Kandungan mineral teroksidasi pada bijih tipe-D 3445 meningkat dari 0,005% menjadi 0,011% - 0,070% pada minggu pertama dan menjadi 0,039% - 0,120% pada minggu ketiga (Gambar 32a) tetapi menurun pada minggu ke-8. Sementara pada bijih tipe-D 3625, kandungan mineral teroksidasi meningkat dari 0,029% menjadi 0,060% - 0,083% pada minggu pertama dan menjadi 0,064% - 0,124% pada minggu ketiga dan menurun pada minggu ke-8 (Gambar 32b). Penurunan kandungan mineral teroksidasi pada minggu kedelapan terjadi karena terdapat kemungkinan bahwa proses oksidasi yang terjadi sebelumnya kembali tereduksi dan menyebabkan turunnya kandungan mineral teroksidasi, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan analisa ini.
Gambar 32 Kandungan mineral teroksidasi pada bijih tipe-D 3445 (a) dan 3625 (b) Selain dari pengukuran terhadap kandungan mineral teroksidasi, pengujian terhadap kenaikan kandungan emas setelah mengalami oksidasi juga dilakukan terhadap kedua jenis bijih tipe-D. Kandungan emas dalam bijih tipe-D 3445 meningkat dari 0,179 g/ton menjadi 0,190 - 0,241 g/ton (6% - 35%) pada minggu
0 0.05 0.1 0.15 0 1 3 8 Cu Ox(% ) Minggu ke- Acidithiobacillus sp 8N1.8 Acidithiobacillus sp 8N1.9 A.ferooxidans ICBB 8793 A.ferooxidans ICBB 8795 0 0.05 0.1 0.15 0 1 3 8 Cu Ox (% ) Minggu ke- a b
10
pertama dan menjadi 0,199 - 0,253 g/ton (6% - 41%) pada minggu ketiga (Gambar 33a). Pada bijih tipe-D 3625, oksidasi dengan menggunakan Acidithiobacillus baik yang berasal dari air asam tambang dan koleksi ICBB-CC dapat meningkatkan kandungan emas dari 0,077 g/ton menjadi 0,110 - 0,133 g/ton (43% - 73%) pada minggu pertama dan menjadi 0,150 - 0,160g/ton (95% - 107%) pada minggu ketiga (Gambar 33b).
Peningkatan kandungan emas yang terdapat di dalam bijih tipe-D pada pengukuran minggu ke-1, ke-3 dan ke-8 ini disebabkan oleh terurainya ikatan sulfida yang menutup bijih emas secara keseluruhan maupun sebagian (Wills 2005) oleh karena proses biooksidasi. Dengan terbebaskannya bijih emas yang terperangkap dari ikatan sulfida (pirit), bijih emas dapat terbaca oleh Atomic Adsorbtion Spectrophotometer (AAS). Selain itu, peningkatan kandungan emas yang terbaca juga akibat dari titik lebur emas (1064,18C) lebih rendah dari pirit (1164C), jadi pada saat proses kupelasi (Fire Assay) mencapai suhu lebur emas, emas yang terekspose akan melebur sementara pirit masih belum melebur. Kondisi inilah yang menyebabkan mengapa pembacaan kandungan emas tiap minggunya meningkat.
Gambar 33 Kandungan emas bijih tipe-D 3445 (a) dan 3625 (b) Peningkatan Nilai Perolehan (Recovery) pada Bijih Tipe-D 3445 dan 3625
dengan Metode Flotasi
Pada percobaan sebelumnya, telah teruji bahwa dengan biooksidasi dapat menurunkan kadar mineral sulfida (pirit) dan menguraikan bijih emas yang terperangkap. Dengan terurainya ikatan sulfida (pirit), nilai perolehan (recovery) emas pada proses pengolahan dengan metode flotasi akan meningkat (Fernando 2000). Untuk membuktikan hal ini, dilakukan uji flotasi pada kedua bijih tipe-D yang sudah teroksidasi pada percobaan sebelumnya.
Pengujian awal flotasi pada bijih tipe-D 3445, nilai perolehan (recovery) emas individu adalah 23,33% dan bijih tipe-D 3625 adalah 74,12%, untuk mengetahui apakah bijih yang telah teroksidasi, dilakukan percobaan biooksidasi dan dilakukan pengukuran secara kumulatif pada minggu ke-0, ke-1, ke-3 dan ke-8. Perhitungan recovery kumulatif dihitung dengan persamaan sebagai berikut:
0.15 0.2 0.25 0.3 0 1 3 8 A u ( g /t) Minggu ke- Acidithiobacillus sp 8N1.8 Acidithiobacillus sp 8N1.9 A.ferooxidans ICBB 8793 A.ferooxidans ICBB 8795 0.000 0.050 0.100 0.150 0.200 0 1 3 8 A u ( g /t) Minggu ke- a b.
11 Recovery Kumulatif = �� � � � � � �� ��−
�� � � � � �� � ��ℎ� � � � �
Berdasarkan persamaan di atas, perhitungan recovery kumulatif selama 4 kali pengujian terhadap bijih tipe-D 3445 dan bijih tipe-D 3625 (Tabel 7 & Tabel 8). Pada Tabel 7 dapat dilihat bahwa Acidithiobacillus sp.8N1.8 yang berasal dari air asam tambang bekerja paling optimal untuk meningkatkan recovery kumulatif pada bijih tipe-D 3445 dari 8% menjadi 86% pada minggu ke-8. Kedua, Acidithiobacillus sp.8N1.9 dapat meningkatkan recovery dari 11% menjadi 62% pada minggu ke-8. A.ferooxidans ICBB 8793 meningkatkan recovery dari 10% menjadi 47% pada minggu ke-8 dan A.ferooxidans ICBB 8795 meningkatkan recovery dari 10% menjadi 44%.
Pada Tabel 8 Acidithiobacillus sp.8N1.8 yang berasal dari air asam tambang bekerja paling optimal untuk meningkatkan recovery kumulatif pada bijih tipe-D 3625 dari 7% menjadi 71% pada minggu ke-8. Kedua, Acidithiobacillus sp.8N1.9 dapat meningkatkan recovery dari 7% menjadi 72% pada minggu ke-8. A.ferooxidans ICBB 8793 meningkatkan recovery dari 7% menjadi 68% pada minggu ke-8 dan A.ferooxidans ICBB 8795 meningkatkan recovery dari 7% menjadi 67%.
Dari hasil 2 percobaan diatas dapat terlihat bahwa bakteri yang berasal dari daerah asal bijih akan lebih mudah beradaptasi dan bekerja untuk menurunkan kandungan pirit dan meningkatkan recovery pengolahan emas dengan metode flotasi.
Tabel 6 Perhitungan recovery kumulatif pada bijih tipe-D 3445
Isolat Minggu ke-
0 1 3 8
Acidithiobacillus sp.8N1.8 8% 35% 60% 86% Acidithiobacillus sp.8N1.9 11% 32% 47% 62%
A.ferooxidans ICBB 8793 10% 30% 39% 47%
A.ferooxidans ICBB 8795 10% 26% 35% 44%
Tabel 7 Perhitungan recovery kumulatif pada bijih tipe-D 3625
Isolat Minggu ke-
0 1 3 8
Acidithiobacillus sp.8N1.8 7% 24% 47% 71% Acidithiobacillus sp.8N1.9 7% 19% 46% 72%
A.ferooxidans ICBB 8793 7% 16% 42% 68%
12
Gambar 34 Nilai perolehan (recovery) emas dengan metode flotasi pada bijih tipe-D 3445(a) dan 3625(b) 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 0 1 3 8 Series1 Series2 Series3 Series4 Rec o v e ry A u ( %) Minggu ke- 0% 20% 40% 60% 80% 0 1 3 8 Minggu ke- R ec o v er y A u (%) a. b.