• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakterisrik Responden

Rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran yang menjadi responden pada penelitian ini mempunyai karakteristik yang beragam. Hal ini tentu berpengaruh pada pola konsumsi susu. Karakteristik penentu pola konsumsi yang diambil pada penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, status dalam keluarga, tingkat pendidikan formal, pengetahuan gizi, jumlah anggota keluarga, jumlah balita dalam rumah tangga, pendapatan keluarga, dan persentase distribusi pendapatan untuk konsumsi bahan makanan.

Umur

Umur responden penentu pola konsumsi rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran sangat beragam. Sebaran umur penentu pola konsumsi rumah tangga adalah dari 20-59 tahun. Jumlah penentu pola konsumsi terbanyak terdapat pada kisaran umur 31-40 tahun yaitu sebanyak 20 orang atau sebesar 33,33% dari jumlah sampel. Kelompok penentu pola konsumsi yang berumur antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 19 orang atau sebesar 31,67%. Sebanyak 26,67% atau 16 orang penentu pola konsumsi berada pada sebaran umur 41-50 sedangkan jumlah penentu pola konsumsi terkecil terdapat pada kisaran umur 51-59 tahun yaitu sebanyak lima responden atau sebesar 8,33%. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Sebaran Umur Penentu Pola Konsumsi

Umur (Tahun) Jumlah Responden (Jiwa) Persentase (%) 20 – 30 31 – 40 41 – 50 51 – 59 19 20 16 5 31,67 33,33 26,67 8,33 Jumlah 60 100,00 Jenis Kelamin

Sebagian besar penentu pola konsumsi rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran ditentukan oleh wanita. Berdasarkan hasil wawancara di lapangan, jumlah

lebih mendominasi dalam hal penentuan makanan sehari-hari dalam rumah tangga. Dominasi wanita sebagai penentu konsumsi makanan sehari-hari dalam rumah tangga terjadi karena sebagian besar wanita berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sehingga urusan rumah tangga termasuk dalam menentukan menu makanan sehari-hari banyak ditentukan oleh ibu rumah tangga. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Sebaran Jenis Kelamin Penentu Pola Konsumsi

Jenis Kelamin Jumlah Rersponden (Jiwa) Persentase (%) Laki-laki Perempuan 3 57 5,00 95,00 Jumlah 60 100,00

Status dalam Keluarga

Besarnya jumlah penentu pola konsumsi rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran yang didominasi oleh wanita dikarenakan sebagian besar wanita berperan sebagai ibu rumah tangga. Jumlah penentu pola konsumsi rumah tangga yang berstatus sebagai ibu berjumlah 52 orang atau 86,67% dari jumlah sampel yang diambil. Sedangkan jumlah terkecil adalah ayah, berjumlah dua orang atau 3,33% dari jumlah sampel yang diambil. Kecilnya jumlah penentu pola konsumsi yang berstatus sebagai ayah dan besarnya jumlah penentu pola konsumsi yang berstatus sebagai ibu dikarenakan peran ayah dalam keluarga adalah sebagai pencari nafkah bagi keluarga, sedangkan ibu bertindak dalam mengatur serta mengurus pekerjaan rumah. Lebih jelasnya disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6. Sebaran Status Penentu Pola Konsumsi dalam Rumah Tangga

Status dalam Rumah Tangga Jumlah Responden (Jiwa) Persentase (%) Ayah Ibu Anak 2 52 6 3,33 86,67 10,00 Jumlah 60 100,00

Tingkat Pendidikan

Penentu pola konsumsi rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran sebagian besar mempunyai pendidikan SMU dan Perguruan Tinggi. Sebanyak 33 orang penentu pola konsumsi mempunyai pendidikan terakhir SMU atau sebesar 55% dari jumlah sampel. Penentu pola konsumsi yang mempunyai pendidikan akhir di Perguruan Tinggi adalah sebesar 23 orang atau sebesar 38,33% dari jumlah sampel. Urutan terkecil adalah responden yang berpendidikan akhir SMP, sebanyak empat orang atau sebesar 6,67% dari jumlah sampel. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penentu pola konsumsi rumah tangga di Perumahan taman Pagelaran ini sudah mempunyai pendidikan yang cukup tinggi. Tingginya tingkat pendidikan ini karena ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai dalam hal pendidikan dan transportasi. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Sebaran Tingkat Pendidikan Penentu Pola Konsumsi

Tingkat Pendidikan Jumlah Responden (Jiwa) Persentase (%) SMP SMA Perguruan Tinggi 4 33 23 6,67 55,00 38,33 Jumlah 60 100,00

Tingkat Pengetahuan Gizi

Pengetahuan gizi menjadi landasan penting untuk menentukan konsumsi pangan keluarga. Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku tentang gizi dan kesehatan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam penyajian makanan keluarga. Orang yang berpengetahuan gizi baik, akan mengupayakan kemampuan menerapkan pengetahuannya dalam pemilihan dan pengolahan pangan, sehingga konsumsi makanan yang mencukupi kebutuhan lebih terjamin (Nasution dan Khomsan, 1995). Pengetahuan gizi dihitung dengan cara menjumlahkan skor terhadap setiap pertanyaan, kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori pengetahuan gizi yaitu baik (>80%), sedang (60-80%), dan kurang (<60) (Khomsan, 2000).

Berdasarkan data yang diperoleh, sebagian besar penentu pola konsumsi rumah tangga memiliki pengetahuan gizi yang baik. Tabel 8 menunjukkan bahwa,

orang atau sebesar 65% dari sampel yang diambil. Penentu pola konsumsi rumah tangga yang memiliki pengetahuan gizi sedang berjumlah 19 atau sebesar 31,67%. Terdapat dua penentu pola konsumsi rumah tangga atau 3,33% dari sampel yang memiliki pengetahuan gizi kurang. Pengetahuan gizi berhubungan dengan tingkat pendidikan seseorang. Banyaknya penentu pola konsumsi rumah tangga dengan pengetahuan gizi tinggi, disebabkan oleh tingkat pendidikan penentu pola konsumsi rumah tangga yang juga tinggi.

Tabel 8. Sebaran Tingkat Pengetahuan Gizi Penentu Pola Konsumsi

Tingkat Pengetahuan Gizi Jumlah Responden (Jiwa) Persentase (%) < 60 % (Kurang) 60 – 80 % (Sedang) > 80 % (Baik) 2 19 39 3,33 31,67 65 Jumlah 60 100,00

Jumlah Anggota Keluarga

Pengelompokan jumlah anggota keluarga dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu rumah tangga dengan anggota satu sampai tiga orang, empat sampai lima orang, dan enam sampai delapan orang. Berdasarkan Tabel 9, sebagian besar rumah tangga mempunyai jumlah anggota keluarga empat sampai lima orang yaitu sebanyak 38 orang atau sebesar 63,33% dari jumlah sampel. Jumlah paling sedikit yaitu pada rumah tangga yang mempunyai jumlah anggota keluarga dua sampai tiga orang yaitu sebanyak sembilan orang atau sebesar 15% dari jumlah sampel. Adanya rumah tangga yang hanya mempunyai jumlah anggota keluarga sebanyak satu orang adalah kepala keluarga yang hanya tinggal dengan satu anaknya.

Tabel 9. Sebaran Jumlah Anggota Keluarga

Jumlah Anggota Keluarga (Jiwa)

Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) 1 – 3 4 – 5 6 – 8 9 38 13 15,00 63,33 21,67 Jumlah 60 100,00

Jumlah Balita dalam Keluarga

Sebagian besar rumah tangga tidak mempunyai anak di bawah lima tahun. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 10, bahwa rumah tangga yang tidak mempunyai anak di bawah lima tahun yaitu sebanyak 33 rumah tangga atau sebesar 55% dari jumlah sampel. Paling banyak, dalam satu keluarga mempunyai dua anak di bawah lima tahun, yaitu terdapat satu rumah tangga atau sebesar 1,67% dari jumlah sampel. Jumlah rumah tangga yang mempunyai anak usia di bawah lima tahun sebanyak 26 keluarga atau sebesar 43,33% dari seluruh sampel. Banyaknya rumah tangga yang tidak mempunyai balita dalam rumah tangga, disebabkan sebagian besar rumah tangga adalah rumah tangga yang sudah cukup lama, sehingga banyak diantaranya tidak mempunyai anak balita.

Tabel 10. Sebaran Jumlah Balita dalam Keluarga

Jumlah Balita dalam Keluarga (Jiwa)

Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) 0 1 2 33 26 1 55,00 43,33 1,67 Jumlah 60 100,00

Jumlah Pendapatan Keluarga

Jumlah pendapatan keluarga adalah total pendapatan yang diterima tiap bulan yang berasal dari kepala keluarga dan anggota keluarga yang sudah bekerja dan digunakan untuk keperluan rumah tangga. Rata-rata pendapatan keluarga pada rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran yaitu sebesar Rp 2.861.833/bln. Berdasarkan data pada Tabel 11, pendapatan keluarga di Perumahan Taman Pagelaran sangat beragam yaitu mulai dari Rp 1.000.000/bln hingga yang terbesar Rp 10.000.000/bln. Sebagian besar rumah tangga mempunyai pendapatan keluarga antara Rp 1.000.000-Rp 2.000.000/bln yaitu sebesar 32 rumah tangga atau sebesar 53,33% dari total responden. Persentase paling kecil yaitu pada rumah tangga yang mempunyai penghasilan keluarga sebesar Rp 2.100.000-Rp 3.000.000/bln yaitu sebesar 11,67% atau sebanyak tujuh rumah tangga. Sebagian mata pencaharian yang digunakan

Tabel 11. Sebaran Jumlah Pendapatan Keluarga

Jumlah Pendapatan Keluarga (Rp)

Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) 1.000.000 – 2.000.000 2.000.001 – 3.000.000 3.000.001 – 4.000.000 >4.000.000 32 7 12 9 53,33 11,67 20,00 15,00 Jumlah 60 100,00

Pengeluaran untuk Konsumsi Bahan Makanan

Pengeluaran untuk konsumsi bahan makanan adalah berapa jumlah yang dikeluarkan dari total pendapatan keluarga untuk keperluan belanja konsumsi bahan makanan untuk satu bulan. Rata-rata pengeluaran untuk konsumsi bahan makanan rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran adalah sebesar Rp 884.200/bln. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah pengeluaran untuk konsumsi bahan makanan rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran ini di bagi menjadi empat kelompok. Pertama, rumah tangga dengan jumlah pengeluaran untuk konsumsi bahan makanan sebesar Rp 315.000 – Rp 700.000/bln, yaitu sebanyak 26 rumah tangga atau sebesar 43,33% dari seluruh sampel. Kedua, rumah tangga dengan pengeluaran untuk konsumsi bahan makanan sebesar Rp.701.000-Rp.1.100.000/bln, terdapat sebanyak 16 rumah tangga atau sebesar 26,67%. Ketiga, rumah tangga dengan pengeluaran untuk konsumsi bahan makanan sebesar Rp.1.101.000-Rp.1.500.000/bln, yaitu sebanyak 12 rumah tangga atau sebesar 20%. Keempat, rumah tangga dengan pengeluaran untuk konsumsi bahan makanan sebesar Rp.1.501.000-Rp.1.980.000/bln, sebanyak enam rumah tangga atau sebesar 10% dari total sampel. Pengeluaran untuk konsumsi bahan makanan yang sangat beragam dikarenakan perbedaan pendapatan dan pola hidup tiap rumah tangga yang. lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Sebaran Jumlah Pengeluaran Untuk Konsumsi Bahan Makanan

Jumlah Pengeluaran untuk Konsumsi Bahan Makanan

(Rp)

Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) 315.000 – 700.000 701.000 – 1.100.000 1.101.000 – 1.500.000 >1.501.000 26 16 12 6 43,33 26,67 20,00 10,00 Jumlah 60 100,00

Pola Konsumsi Susu Bubuk, Susu Kental Manis dan Susu Cair

Pola konsumsi susu adalah ragam kebiasaan seseorang atau kelompok (rumah tangga) dalam mengkonsumsi susu bubuk, susu kental manis, atau susu cair yang dapat dilihat dari jenis susu yang dikonsumsi, tingkat konsumsi, merek yang dikonsumsi, alasan mengkonsumsi jenis dan merek tertentu, frekuensi mengkonsumsi, tempat pembelian, dan atribut gizi yang sering diperhatikan. Berdasarkan data yang diperoleh, sebaran rumah tangga berdasarkan konsumsi susunya dibagi menjadi enam kelompok, yaitu rumah tangga yang hanya mengkonsumsi susu bubuk saja, rumah tangga yang hanya mengkonsumsi susu kental manis saja, rumah tangga yang hanya mengkonsumsi susu cair saja, rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk dan susu kental manis, rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk dan susu cair, dan rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk, kental manis dan cair.

Sebanyak 60 rumah tangga yang dijadikan sebagai sampel penelitian, terdapat 27 rumah tangga atau sebesar 45% hanya mengkonsumsi susu bubuk saja. Rumah tangga yang mengkonsumsi susu kental manis saja ada sebanyak 10 rumah tangga atau sebesar 16,67% dari jumlah sampel yang diambil. Rumah tangga yang mengkonsumsi susu cair saja sebanyak lima rumah tangga atau 8,33% dari jumlah sampel, hal ini sama dengan jumlah rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk dan susu kental manis. Rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk dan susu cair sebanyak 12 rumah tangga atau sebesar 20% dari jumlah sampel.

manis, dan cair. Sebaran rumah tangga berdasarkan susu yang dikonsumsi dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. Sebaran Rumah Tangga Berdasarkan Konsumsi Susu

Jenis Susu Jumlah Rumah Tangga (Buah)

Persentase (%)

Susu Bubuk Saja Susu Kental Manis Saja Susu Cair Saja

Susu Bubuk dan Susu Kental Susu Bubuk dan Susu Cair

Susu Bubuk, Susu Kental, dan Susu Cair

27 10 5 5 12 1 45,00 16,67 8,33 8,33 20,00 1,67 Jumlah 60 100,00

Berdasarkan data pada Tabel 13, dari enam kelompok tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu dilihat berdasarkan sebaran jenis susu yang dikonsumsi rumah tangga. Susu bubuk menjadi jenis susu yang paling banyak dikonsumsi rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran, yaitu sebanyak 45 rumah tangga atau sebesar 56,96%. Jumlah ini merupakan akumulasi dari jumlah rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk saja, mengkonsumsi susu bubuk dan susu kental manis, mengkonsumsi susu bubuk dan susu cair dan yang mengkonsumsi ketiganya (bubuk, kental manis, dan cair). Sebanyak 16 rumah tangga atau sebesar 20,25% mengkonsumsi susu kental manis. Jumlah ini juga merupakan akumulasi dari rumah tangga yang mengkonsumsi susu kental manis saja, mengkonsumsi susu kental manis dan bubuk, dan mengkonsumsi bubuk, kental manis dan cair. Terakhir yaitu rumah tangga yang mengkonsumsi susu cair sebanyak 18 rumah tangga atau sebesar 22,79%. Jumlah ini juga merupakan akumulasi dari jumlah rumah tangga yang mengkonsumsi susu cair saja, mengkonsumsi susu cair dan bubuk, dan yang mengkonsumsi bubuk, kental manis dan cair. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Sebaran Jenis Susu yang Dikonsumsi Rumah Tangga

Jenis Susu Jumlah Rumah Tangga (Buah)

Persentase (%)

Susu Bubuk Susu Kental Manis Susu Cair 45 16 18 56,96 20,25 22,79 Jumlah 79 100,00

Pola Konsumsi Susu Bubuk

Rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk sebanyak 45 rumah tangga atau sebesar 56,96%, yaitu terdiri dari 27 rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk saja, lima rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk dan susu kental manis, 12 rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk dan susu cair dan satu rumah tangga yang mengkonsumsi ketiganya. Penyimpanan yang lebih mudah dan praktis, dan banyaknya merek-merek susu yang hanya mengeluarkan jenis susu bubuk, menjadikan susu bubuk menjadi susu yang paling banyak dikonsumsi oleh sebagian besar rumah tangga di Perumahan Taman Pagelaran.

Merek-merek Susu Bubuk yang Paling Sering Dikonsumsi

Susu bubuk merupakan jenis susu yang paling banyak dikonsumsi. Merek susu yang paling sering dikonsumsi adalah Dancow sebanyak 11 rumah tangga (24,44%), Bendera sebanyak tujuh rumah tangga (15,56%), Indomilk dengan lima rumah tangga (11,11%), Sustagen Kid dan SGM masing-masing empat rumah tangga (8,89%), Anlene, Chilkid dan Produgen Gold masing-masing tiga rumah tangga (6,67%), Prolene dan Nutrilon masing-masing dua rumah tangga (4,44%) dan Calcimex dengan satu rumah tangga (2,22%). Beberapa merek adalah merek susu untuk balita atau anak-anak, antara lain Sustagen Kid, Nutrilon, Chilkid, SGM, dan Produgen Gold. Banyaknya merek susu untuk balita atau anak-anak disebabkan karena balita dan anak-anak lebih diprioritaskan dalam konsumsi susunya dibandingkan dengan anggota keluarga yang lain. Selain itu juga terdapat merek susu untuk kalangan orang tua atau dewasa, antara lain Anlene, Prolene, dan Calcimex. Sebaran rumah tangga berdasarkan merek susu yang dikonsumsinya dapat

Tabel 15. Sebaran Rumah Tangga Berdasarkan Merek-merek Susu Bubuk yang Paling Sering Dikonsumsi

Merek-merek susu Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) Dancow Bendera Indomilk Anlene Prolene Calcimex Sustagen Kid Nutrilon Chilkid SGM Produgen Gold 11 7 5 3 2 1 4 2 3 4 3 24,44 15,56 11,11 6,67 4,44 2,22 8,89 4,44 6,67 8,89 6,67 Jumlah 45 100,00

Alasan Memilih Merek Susu Bubuk yang Sering Dikonsumsi

Pemilihan merek susu yang akan dikonsumsi tentu disesuaikan dengan kebiasaan, kecocokan atau beberapa alasan lain yang pastinya tiap rumah tangga mempunyai alasan yang berbeda-beda. Berdasarkan Tabel 16, sebanyak 14 rumah tangga atau sebesar 31,11% dari seluruh responden yang mengkonsumsi susu bubuk berpendapat bahwa mereka merasa cocok terhadap merek susu bubuk yang mereka konsumsi. Kecocokan ini biasanya mereka lihat dengan efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi susu merek tersebut. Responden dengan alasan sudah menjadi kebiasaan, terdapat sebanyak 12 responden atau sebesar 26,67%. Sedangkan yang terkecil adalah responden yang mempunyai alasan bahwa merek yang dikonsumsi lebih murah dibandingkan dengan merek yang lain, yaitu terdapat sebanyak tiga responden atau sebesar 6,67%.

Tabel 16. Sebaran Rumah Tangga Berdasarkan Alasan Memilih Merek Susu Bubuk yang Sering Dikonsumsi

Alasan Jumlah Rumah Tangga

(Buah)

Persentase (%)

Cocok

Harganya lebih murah Lebih mudah didapat Kebiasaan

Rasanya lebih enak

14 3 9 12 7 31,11 6,67 20,00 26,67 15,55 Jumlah 45 100,00

Frekuensi Pembelian Susu Bubuk dalam Sebulan

Tabel 17 menunjukkan sebaran rumah tangga berdasarkan frekuensi pembelian susu dalam satu bulan. Kebanyakan rumah tangga hanya melakukan sekali pembelian dalam satu bulan. Rumah tangga yang hanya melakukan pembelian sekali dalam satu bulan sebanyak 18 rumah tangga atau sebesar 40% dari total 45 rumah tangga. Rumah tangga yang melakukan dua kali pembelian dalam sebulan, yaitu sebanyak 13 rumah tangga atau sebesar 28,89%. Rumah tangga yang melakukan pembelian sebanyak tiga kali dalam sebulan terdapat sembilan rumah tangga atau sebesar 20% dan yang melakukan pembelian sebanyak empat kali dalam sebulan hanya lima rumah tangga atau sebesar 11,11%. Banyaknya rumah tangga yang melakukan pembelian hanya sekali dalam sebulan, dikarenakan biasanya responden melakukan pembelian susu bubuk tersebut sekalian dengan belanja bulanan. Setiap pembelian, responden biasanya membeli dalam jumlah besar yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan selama sebulan.

Tabel 17. Sebaran Rumah Tangga Berdasarkan Frekuensi Pembelian Susu Bubuk dalam Satu Bulan

Frekuensi Pembelian (per Bulan)

Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) 1 kali 2 kali 3 kali 18 13 9 40,00 28,89 20,00

Tempat Pembelian Susu Bubuk

Tabel 18 menunjukkan persebaran rumah tangga berdasarkan tempat biasanya membeli susu bubuk. Sebanyak 22 rumah tangga atau sebesar 48,89% dari responden yang mengkonsumsi susu bubuk, lebih memilih membeli susu bubuk di supermarket. Rumah tangga yang memilih membeli susu bubuk di minimarket sebanyak 16 rumah tangga atau sebesar 37,78% dan yang memilih untuk membeli susu bubuk di toko kelontong sebanyak enam rumah tangga atau sebesar 13,33%. Banyaknya rumah tangga yang memilih untuk membeli susu bubuk di supermarket dikarenakan rumah tangga tersebut membeli susu tersebut sekalian dengan belanja bulanan.

Tabel 18. Sebaran Rumah Tangga Berdasarkan Pemilihan Tempat Pembelian Susu Bubuk yang Dikonsumsi

Tempat Pembelian Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) Supermarket Minimarket Toko Kelontong 22 17 6 48,89 37,78 13,33 Jumlah 45 100,00

Kandungan Gizi Susu Bubuk yang Paling Sering Diperhatikan

Protein merupakan kandungan gizi yang paling sering diperhatikan rumah tangga dalam memilih susu bubuk yang dikonsumsi. Sebanyak 21 rumah tangga atau sebesar 48,89% dari seluruh rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk menganggap bahwa protein sangat penting sehingga menjadi prioritas utama dibandingkan kandungan gizi yang lain. Sebanyak 12 rumah tangga atau 26,67% dari jumlah rumah tangga yang mengkonsumsi susu bubuk menyatakan bahwa kandungan gizi yang paling sering diperhatikan adalah vitamin. Sebanyak tujuh rumah tangga atau 15,55% yang menganggap kalsium penting untuk diperhatikan. Susu bubuk berkalsium tinggi biasanya dipilih untuk pemenuhan kebutuhan kalsium tubuh bagi orang tua. Terakhir, yang menjadikan DHA (Docosahexaenoic Acid) sebagai perhatian utama dalam memilih susu bubuk yaitu sebanyak lima rumah tangga atau sebesar 11,11%. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 19.

Tabel 19. Sebaran Rumah tangga Berdasarkan Kandungan Gizi yang Paling Diperhatikan

Kandungan Gizi Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) Protein Vitamin Kalsium DHA 21 12 7 5 46,67 26,67 15,55 11,11 Jumlah 45 100,00

Pola Konsumsi Susu Kental Manis

Berdasarkan Tabel 14, terdapat sebanyak 16 rumah tangga atau sebesar 20,25% dari total rumah tangga yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini mengkonsumsi susu kental manis. Sebanyak 16 rumah tangga yang mengkonsumsi susu kental manis tidak semuanya mengkonsumsi susu kental manis saja, tetapi ada beberapa rumah tangga juga yang mengkonsumsi susu bubuk atau cair.

Merek-merek Susu Kental Manis yang Paling Sering Dikonsumsi

Berdasarkan data pada Tabel 20, rumah tangga yang memilih susu kental manis merek Bendera ini terdapat sebanyak delapan rumah tangga atau sebesar 50% dari 16 rumah tangga yang mengkonsumsi susu kental manis. Susu kental manis merek Indomilk menjadi pilihan terbanyak kedua dengan jumlah lima rumah tangga atau sebesar 25%. Merek Creamer dengan dua rumah tangga atau sebesar 12,5% dan terakhir susu kental Cap Nona dengan satu rumah tangga atau sebesar 6,25%.

Tabel 20. Sebaran Rumah Tangga Berdasarkan Merek-merek Susu Kental Manis yang Paling Sering Dikonsumsi

Merek-merek susu Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) Bendera Indomilk Creamer Cap Nona 8 5 2 1 50,00 31,25 12,50 6,25 Jumlah 16 100,00

Alasan Memilih Merek Susu Kental Manis yang Sering Dikonsumsi

Setiap rumah tangga tentu mempunyai alasan sendiri dalam melakukan pemilihan merek susu yang akan dikonsumsi. Sebesar 43,75% atau sebanyak tujuh rumah tangga dari seluruh rumah tangga yang mengkonsumsi susu kental manis, menyatakan bahwa harga yang lebih murah menjadi alasan utama mereka dalam memilih merek susu yang biasa dikonsumsi. Rumah tangga yang menyatakan alasan sudah menjadi kebiasaan mengkonsumsi merek tersebut, terdapat sebanyak lima atau sebesar 31,25%. Rumah tangga yang menyatakan bahwa rasa yang lebih enak membuat mereka memilih merek tertentu untuk dikonsumsi, terdapat sebanyak empat rumah tangga atau sebesar 25% dari seluruh sampel yang mengkonsumsi susu kental manis. Sedikitnya alasan dalam menentukan pilihan merek yang dikonsumsi responden dikarenakan kurang bervariasinya jenis susu kental manis. Secara lebih jelas, sebaran rumah tangga berdasarkan alasan memilih merek susu kental manis yang dikonsumsi terdapat pada Tabel 21.

Tabel 21. Sebaran Rumah Tangga Berdasarkan Alasan Memilih Merek Susu Kental Manis yang Dikonsumsi

Alasan Jumlah Rumah Tangga

(Buah)

Persentase (%)

Harganya lebih murah Kebiasaan

Rasanya lebih enak

7 5 4 43,75 31,25 25,00 Jumlah 16 100,00

Frekuensi Pembelian Susu Kental Manis dalam Sebulan

Hampir sama seperti pada konsumen susu bubuk, kebanyakan konsumen susu kental manis melakukan pembelian susu kental manis sebanyak satu kali dalam sebulan. Tabel 22 menunjukkan bahwa, rumah tangga yang melakukan pembelian sekali dalam sebulan ini ada sebanyak enam rumah tangga atau sebesar 37,50% dari total 16 sampel yang mengkonsumsi susu kental manis. Rumah tangga yang melakukan pembelian sebanyak dua kali dalam sebulan ada empat rumah tangga atau sebesar 25%, dan untuk rumah tangga yang melakukan pembelian sebanyak tiga dan empat kali dalam sebulan masing-masing sebanyak tiga rumah tangga atau sebesar 18, 75% dari seluruh sampel yang mengkonsumsi susu kental manis.

Tabel 22. Sebaran Rumah Tangga Berdasarkan Frekuensi Pembelian Susu Kental Manis dalam Sebulan

Frekuensi Pembelian (per Bulan)

Jumlah Rumah Tangga (Buah) Persentase (%) 1 kali 2 kali 3 kali 4 kali 6 4 3 3 37,50 25,00 18,75 18,75 Jumlah 16 100,00

Tempat Pembelian Susu Kental Manis

Berbeda dengan konsumen susu bubuk yang lebih banyak memilih tempat pembeliannya di supermarket, konsumen susu kental manis justru paling banyak melakukan pembelian susu kental manis yang mereka konsumsi di minimarket. Tabel 23 menunjukkan sebaran rumah tangga berdasarkan pemilihan tempat pembelian susu kental manis yang dikonsumsi. Sebanyak tujuh dari 16 rumah tangga melakukan pembelian susu kental manis di minimarket. Rumah tangga yang melakukan pembelian di supermarket sebanyak lima rumah tangga atau sebesar 31,25%. Sedangkan untuk rumah tangga yang melakukan pembelian susu kental

Dokumen terkait