Usia
Hasil kuesioner menunjukkan bahwa responden yang mengkonsumsi atau membeli Minuman lidah buaya produksi Agroinstan ini adalah usia 17-25 tahun yaitu sebanyak 24 orang, Usia 26-35 tahun sebanyak 43 orang , 36-55 tahun sebanyak 21 orang dan usia > 55 tahun sebanyak 12 orang (Tabel 5). Kondisi diatas menunjukkan bahwa konsumen minuman lidah buaya Agroinstan ini sebagian besar berada pada usia produktif yaitu berumur 26-35 tahun. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa produk ini merupakan minuman yang dapat dikonsumsi oleh semua usia dan produk ini juga disukai oleh semua kalangan usia.
Tabel 6 Karakteristik responden berdasarkan usia Usia Responden 17 – 25 24 26 – 35 43 36 – 55 21 >55 12 Jumlah 100 Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat 33 orang responden pria dan 67 orang responden wanita. Sebaran data responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 7. Jumlah responden wanita berjumlah lebih banyak jika dibandingkan dengan responden pria. Pengmbilan data menggunakan teknik pengambilan contoh non probability judgement sampling dimana responden ditentukan berdasarkan kriteria screening yang di tentukan pada awal pengisian kuesioner dan tidak membatasi jumlah responden pria dan responden wanita. Selain itu peran wanita sebagai penentu belanja rumah tangga yang dominan sangat terlihat pada Tabel 7.
Tabel 7 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Orang
Pria 33
Wanita 67
Jumlah 100
Asal Daerah
Hasil kuesioner menunjukkan bahwa terdapat 79 responden yang berasal dari Bogor, 13 responden berasal dari Jakarta, enam responden berasal dari Bandung dan dua orang responden berasal dari Bekasi. Sebaran data responden yang berasal dari daerah Bogor lebih dominan yang memang dikarenakan penelitian ini dilakukan di outlet–outlet yang menjual minuman lidah buaya Agroinstan yang terdapat di daerah Bogor. Daerah selain Bogor merupakan responden yang sedang berlibur ke Bogor ataupun hanya sekedar melintas dan mampir di outlet–outlet oleh–oleh yang menjual minuman lidah buaya Agroinstan. Berikut sebaran data responden yang memperlihatkan jumlah responden sesuai dengan asal daerahnya.
Tabel 8 Karakteristik responden berdasarkan asal daerah
Asal Daerah Jumlah Orang
Bogor 79
Jakarta 13
Bandung 6
Bekasi 2
Pendidikan Terakhir
Tingkat pendidikan responden minuman lidah buaya Agroinstan beragam mulai dari Diploma hingga Pekerja. Berdasarkan Tabel 9 terlihat bahwa tingkat pendidikan responden yang paling banyak adalah sarjana sebanyak 64 orang. Kedua terbanyak adalah pascasarjana yang berjumlah 31 orang. Ketiga terbanyak adalah Diploma sebanyak lima orang. Hasil analisis kuesioner ini menunjukkan bahwa rata-rata konsumen minuman lidah buaya Agroinstan ini memiliki latar belakang pendidikan yang cukup tinggi dengan mayoritas pendidikan terakhir Sarjana yang merupakan mahasiswa aktif di berbagai universitas kuliah mereka.
Tingkat pendidikan akan mempengaruhi responden dalam melakukan suatu pembelian terutama pembelian terhadap minuman ataupun makanan. Konsumen akan mengkonsumsi makanan atau minuman yang lebih baik dan aman bagi tubuhnya. Minuman lidah buaya yang diproduksi Agroinstan tidak hanya dapat menyegarkan dahaga konsumen akan tetapi juga mempunyai manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh konsumen.
Tabel 9 Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir
Pendidikan Responden Diploma 3 5 Sarjana 67 Pasca Sarjana 28 Jumlah 100 Pekerjaan
Kategori pekerjaan terbanyak berada pada pekerja swasta yaitu sebanyak 36 orang responden. Responden yang masih bestatus mahasiswa aktif sebanyak 11 orang responden, kemudian wirausaha sebanyak 21 orang , pegawai negeri sebanyak 23 orang dan Ibu rumah tangga sebanyak sembilan orang.
Menurut teori Maslow diacu dalam Sumarwan (2003), kebutuhan tingkat ketiga manusia adalah kebutuhan sosial. Kebutuhan tersebut berdasarkan kepada perlunya manusia berhubungan satu sama lainnya. Sesama individu saling membutuhkan untuk berhubungan karena perlu berteman dan dan bersahabat. Seseorang akan memilih produk dan jasa yang disenangi atau disetujui oleh teman dan kerabat dekatnya. Banyaknya pegawai swasta dan pegawai negeri yang membeli Minuman lidah buaya Agroinstan dikarenakan mereka bertujuan untuk memberi buah tangan kepada rekan kerja sebagi bentuk pertemanan. Sementara banyaknya wirausaha yang membeli produk bertujuan ingin mengkonsumsi dan melihat inovasi produk dengan kualitas UMKM.
Tabel 10 Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan
Pekerjaan Responden
Mahasiswa 11
Ibu Rumah Tangga 9
Pegawai Negri 23
Pegawai Swasta 36
Wirausaha 21
Pendapatan
Hasil kuesioner menunjukkan bahwa responden yang mengkonsumsi atau membeli Minuman lidah buaya produksi Agroinstan ini yaitu dengan rata – rata pendapatan antara Rp. 500 000 hingga lebih dari 4 500 000. Responden dengan pendapatan Rp 500 000 – Rp 1 499 999 adalah 9 orang responden yang mana semuanya adalah responden yang masih berstatus mahasiswa aktif. 35 orang responden mempunyai rata – rata pendapatan Rp 1 500 000 – Rp 2 499 000 yang terdiri dari mahasiswa dan ibu rumah tangga. 35 orang responden memiliki pendapatan rata – rata Rp 3 500 000 – Rp 4 499 999 yang diterima oleh sebagian ibu rumah tangga, pegawai negri dan pegawai swasta. Sedangkan sisanya yaitu 21 responden yang mana semuanya adalah wirausaha memiliki pendapatan rata – rata yaitu lebih dari Rp 4 500 000
Tabel 11 karakteristik responden berdasarkan pendapatan
Rata – Rata Pendapatan Responden
Rp 500 000 – Rp 1 499 999 9
Rp 1 500 000 – Rp 2 999 999 35
Rp 3 000 000 – Rp 4 499 999 35
>Rp 4 500 000 21
Jumlah 100
Analisis Hubungan Karakteristik Responden Minuman Lidah Buaya Produksi Agroinstan
Analisis Crosstab Karakteristik Responden
Analisis Crosstab merupakan metode yang mentabulasikan beberapa variable yang berbeda ke dalam suatu matriks yang hasilnya disajikan kedalam table yang tersusun dalam baris dan kolom. Variable ini merupakan variable kategori bebas pada satu bagian dan variable kategori bebas pada suatu bagian dan variable kategori predictor pada bagian lainnya. Tabulasi silang pada penelitian ini digunakan kepada karakteristik responden. Kareteristik reponden yang diteliti dalam penelitian ini adalah usia, Jenis Kelamin, pendidikan terakhir, asal daerah, pekerjaan, dan pendapatan.
Analisis Karakteristik Usia dan Jenis Kelamin
Berdasarkan karakteristik usia dan jenis kelamin, responden dengan usia 17-25 tahun didominasi oleh responden dengan jenis kelamin perempuan dengan jumlah 18 responden dan laki – laki berjumlah enam responden. Usia 26-35 tahun tetap didominasi oleh responden perempuan yaitu dengan jumlah 28 responden dan laki-laki berjumlah 15 responden. Pada usia 36-55 jumlah responden perempuan dan laki-laki hampir seimbang yaitu 11 responden wanita dan 10 responden laki-laki. Usia lebih dari 55 tahun tetap didominasi oleh responden perempuan dengan jumlah sembilan responden dan responden laki-laki berjumlah tiga responden.
Tabel 12 Karakteristik responden berdasarkan usia dan jenis kelamin
Usia Jenis Kelamin Total
Laki-Laki Perempuan 17-25 6 18 24 26-35 15 28 43 36-55 10 11 21 > 55 3 9 12 Total 34 66 100
Analisis Karakteristik Usia dan Pendidikan Terakhir
Berdasarkan karateristik usia dan pendidikan terakhir, responden dengan usia 17-25 tahun pada umumnya merupakan lulusan sarjana dan pascasarjana dengan masing-masing berjumlah 11 orang, kemudian terdapat dua orang dengan pendidikan Diploma. Kemudian pada rentan usia 26-35 tahun umumnya berpendidikan Sarjana dengan jumlah 30 orang, dan pendidikan pascasarjana sebanyak 11 orang, serta pendidikan diploma sebanyak dua orang. pada rentan usia 36-55 responden pada umumnya berpendidikan sarjana sebanyak 17 orang, dan pendidikan pascasarjana sebanyak empat orang. Rentang usia diatas 55 tahun umumnya berpendidikan sarjana sebnayak sembilan orang, pendidikan pascasarjana sebanyak dua orang, dan pendidikan diploma sebanyak satu orang.
Tabel 13 karakteristik responden berdasarkan usia dan pendidikan terakhir
Usia Pendidikan Jumlah
Diploma Sarjana Pascasarjana
17-25 2 11 11 24
26-35 2 30 11 43
36-55 0 17 4 21
> 55 1 9 2 12
Total 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dan Asal Daerah
Berdasarkan usia dan asal daerah menunjukkan usia responden dari 17-25 tahun didominasi oleh responden yang berdomisili di daerah Bogor dengan jumlah 14 responden, sisanya responden yang berasal dari Jakarta berjumlah enam responden, dan Bandung empat responden. Usia responden dari 26-35 tahun masih didominasi oleh responden yang berasal dari Bogor dengan jumlah 36 responden, sisanya Jakarta lima responden, Bandung satu responden, dan Bekasi satu responden. Usia 36-55 tahun tetap didominasi oleh responden yang berasal dari Bogor dengan jumlah 18 responden, sisanya adalah Jakarta dua responden, dan Bekasi satu responden. Pada usia lebih dari 55 tahun, responden Bogor berjumlah 11 responden dan Bandung satu responden.
Tabel 14 Karakteristik responden berdasarkan usia dan asal daerah
Usia Asal Daerah Jumlah
Bogor Jakarta Bandung Bekasi
17-25 14 6 4 0 24
26-35 36 5 1 1 43
36-55 18 2 0 1 21
> 55 11 0 1 0 12
Total 79 13 6 2 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dan Pekerjaan
Berdasarkan usia dan pekerjaan menunjukkan responden dengan umur 17-25 tahun didominasi oleh pegawai negeri dengan jumlah 10 responden, dan selanjutnya adalah ibu rumah tangga dengan lima responden, pegawai swasta lima responden, dan mahasiswa empat responden. Usia 26-35 didominasi oleh pegawai swasta yaitu berjumlah 16 responden, diikuti oleh wirausaha dengan 12 responden, pegawai negeri tujuh responden, mahasiswa tujuh responden dan ibu rumah tangga dua responden. Usia 36-55 tahun tetap didominasi oleh pegawai swasta dengan 13 responden, diikuti oleh wirausaha lima responden, pegawai negeri dua responden, dan ibu rumah tangga satu responden. Usia >55 tahun terdiri dari empat responden sebagai pegawai negeri, empat responden sebagai wirausaha, dua responden sebagai pegawai swasta, dan satu responden mahasiswa
Tabel 15 Karakteristik responden berdasarkan usia dan pekerjaan Usia
Pekerjaan
Jumla h Mahasiswa Ibu Rumah
Tangga Pegawai Negeri Pegawai swasta Wirausaha 17-25 4 5 10 5 0 24 26-35 7 2 7 16 12 44 36-55 0 1 2 13 5 21 > 55 0 1 4 2 4 11 Total 11 9 23 36 21 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Usia dan Pendapatan
Karakteristik responden berdasarkan usia dan pendapatan menunjukkan pada usia 17-25 tahun didominasi oleh responden yang memiliki pendapatan sebesar Rp 3 000 000 – 4 499 999 sebanyak 14 responden, diikuti oleh enam responden yang memiliki pendapatan sebesar Rp 1 500 000-2 999 999, dan empat responden dengan pendapatan Rp 500 000-1 499 999. Pada usia 26-35 tahun, terdapat 16 responden dengan pendapatan Rp 1 500 000-2 999 999 , 12 responden dengan pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999, 12 responden dengan pendapatan lebih dari Rp 4 500 000 dan tiga orang responden dengan pendapatan Rp 500 000-1 499 999. Usia 36-55 terdapat 10 orang responden yang memiliki pendapatan Rp 1 500 000-2 999 999, enam responden dengan pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999, dan lima responden dengan pendapatan lebih dari Rp 4 500 000. Pada usia lebih dari 55 tahun terdapat 4 responden yang memiliki pendapatan
lebih dari Rp 4 500 000, tiga responden dengan pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999, tiga responden dengan pendapatan Rp 1 500 000-2 999 999, dan dua orang responden dengan penghasilan Rp 500 000-1 499 999.
Tabel 16 Karakteristik responden berdasarkan usia dan pendapatan Usia Pekerjaan Juml ah Rp 500 000-1 499 999 Rp 1 500 000-2 999 999 Rp 3 000 000-4 499 999 >Rp 4 500 000 17-25 4 6 14 0 24 26-35 3 16 12 12 43 36-55 0 10 6 5 21 > 55 2 3 3 4 12 Total 9 35 35 21 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Asal Daerah
Karakteristik berdasarkan jenis kelamin dan asal daerah menunjukkan bahwa untuk responden yang mempunyai jenis kelamin Laki-laki didominasi oleh responden yang berasal dari Bogor yaitu sebanyak 27 oresponden, diikuti oleh responden yang berasal dari daerah Jakarta yang berjumlah lima responden, dan dua responden dari bandung. Responden yang mempunyai jenis kelamin perempuan didominasi responden yang berasal dari Bogor juga yaitu sebanyak 52 responden, dari Jakarta delapan responden, Bandung empat responden, dan bekasi sebanyak dua responden.
Tabel 17 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan asal daerah
Jenis Kelamin Asal daerah Total
Bogor Jakarta Bandung Bekasi
Laki-Laki 27 5 2 0 34
Perempuan 52 8 4 2 66
Total 79 13 6 2 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pendidikan Terakhir
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pendidikan terakhir menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki didominasi oleh sarjana yaitu sebanyak 23 responden, dan pascasarjana 11 responden. Responden yang berjenis kelamin perempuan didominasi juga oleh sarjana yaitu sebanyak 44 responden, pascasarjana 28 responden, dan diploma sebanyak lima responden.
Tabel 18 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pendidikan terakhir
Jenis Kelamin Pendidikan terakhir Total
Diploma Sarjana Pascasarjana
Laki-Laki 0 23 11 34
Perempuan 5 44 17 66
Total 5 67 28 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pekerjaan
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki didominasi oleh pegawai swasta yaitu sebanya 15 responden, diikuti oleh pegawai negeri sebanyak 10 responden, wirausaha sebanyak enam responden, ibu rumah tangga dua responden, dan mahasiswa sebanyak satu responden. Responden yang berjenis kelamin perempuan didominasi juga oleh pegawai swasta yaitu sebanyak 21 responden, selanjutnya adalah wirausaha yaitu sebanyak 15 responden, pegawai negeri 13 responden, mahasiswa 10 responden, dan ibu rumah tangga sebanyak sembilan responden.
Tabel 19 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pekerjaan Jenis Kelamin Pekerjaan Tota l Maha-siswa Ibu Rumah Tangga Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wira-usaha Laki-Laki 1 2 10 15 6 34 Perempuan 10 7 13 21 15 66 Total 11 9 23 36 21 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pendapatan.
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pendapatan menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki didominasi oleh responden yang mempunyai pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999 yaitu sebanyak 17 responden, selanjutnya responden yang memiliki pendapatan Rp 1 500 000-2 999 999 sebanyak 10 responden, responden yang berpendapatan >Rp 4 500 000 sebanyak enam responden, dan yang berpendapatan Rp 500 000-1 499 999 sebanyak satu responden. Responden yang berjenis kelamin perempuan didominasi oleh responden yang mempunyai pendapatan Rp 1 500 000-2 999 999 sebanyak 25 responden, diikuti oleh responden perempuan yang mempunyai pendapatan Rp 3 000 000-Rp 4 499 999 sebanyak 18 responden, selanjutnya responden yang mempunyai pendapatan >Rp 4 500 000 sebanyak 15 orang, dan yang berpendapatan Rp 500 000-1 499 999 sebanyak 8 responden.
Tabel 20 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pendapatan. Usia Pendapatan Jumlah Rp 500 000-1 499 999 Rp 1 500 000-2 999 999 Rp 3 000 000-4 499 999 >Rp 4 500 000 Laki-Laki 1 10 17 6 34 Perempuan 8 25 18 15 66 Total 9 35 35 21 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Asal Daerah dan Pendidikan Terakhir
Karakteristik responden berdasarkan asal daerah dan pendidikan terakhir menunjukkan responden yang berasal dari Bogor didominasi oleh responden yang berpendidikan sarjana yaitu sebanyak 67 responden, lalu pascasarjana sebanyak tujuh responden dan diploma sebanyak lima responden. Responden yang berasal dari Jakarta adalah yang berpendidikan pascasarjana yang berjumlah 13 responden. Responden yang berasal dari bandung adalah responden yang mempunyai pendidikan pascasarjana yaitu berjumlah enam responden. Responden dari bekasi adalah responden yang mempunyai pendidikan pascasarjana yaitu sebanyak dua rsponden.
Tabel 21 Karakteristik responden berdasarkan asal daerah dan pendidikan terakhir
Asal daerah Pendidikan Total
Diploma Sarjana Pascasarjana
Bogor 5 67 7 79
Jakarta 0 0 13 13
Bandung 0 0 6 6
Bekasi 0 0 2 2
Total 5 67 28 100
Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Asal Daerah dan Pekerjaan Karakteristik responden berdasarkan asal daerah dan pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berasal dari daerah Bogor didominasi oleh pegawai swasta berjumlah 27 responden, selanjutnya wirausaha yang berjumlah 19 responden, pegawai negeri berjumlah 13 responden, dan mahasiswa berjumlah 11 responden.
Responden yang berasal dari daerah Jakarta didominasi oleh pegawai swasta yang berjumlah enam responden, pegawai negeri yang berjumlah lima responden dan wirausaha yang berjumlah dua responden. Responden dari bandung yaitu tiga responden yang bekerja sebagai pegawai negeri dan tiga responden yang bekerja sebai pegawai swasta. Responden dari bekasi semuanya adalah pegawai negeri yang berjumlah dua responden.
Tabel 22 Karakteristik responden berdasarkan asal daerah dan pekerjaan Asal daerah Pekerjaan Tot al Mahasis wa Ibu Rumah Tangga Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wiraus aha Bogor 11 9 13 27 19 79 Jakarta 0 0 5 6 2 13 Bandung 0 0 3 3 0 6 Bekasi 0 0 2 0 0 2 Total 11 9 23 36 21 100
Karakteristik Responden Berdasarkan Asal Daerah dan Pendapatan
Karakteristik responden berdasarkan asal daerah dan pendapatan menunjukkan responden yang berasal dari Bogor didominasi oleh responden yang mempunyai pendapatan Rp 1 500 000-Rp2 999 999 sebanyak 32 responden, sebanyak masing 19 responden memiliki pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999 dan >Rp 5 000 000, dan sembilan responden memiliki pendapatan Rp 500 000-1 499 999. 8 responden yang berasal dari Jakarta yang mempunyai pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999, 3 responden memiliki pendapatan Rp 1 500 000-2 999 999 dan dua responden yang memiliki pendapatan >Rp 5 000 000. Responden yang berasal dari Bandung mempunyai pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999 yaitu sebanyak enam responden dan terdapat dua responden dari bekasi yang mempunyai pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999.
Tabel 23 Karakteristik responden berdasarkan asal daerah dan pendapatan Asal Daerah Pekerjaan Jumlah Rp 500 000-1 499 999 Rp 1 500 000-2 999 999 Rp 3 000 000-4 000-499 999 >Rp 5 000 000 Bogor 9 32 19 19 79 Jakarta 0 3 8 2 13 Bandung 0 0 6 0 6 Bekasi 0 0 2 0 2 Total 9 35 35 21 100
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir dan Pekerjaan Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dan pekerjaan menunjukkan bahwa empat reponden dari mahasiswa dan satu responden dari pegawai negeri mempunyai pendidikan akhir yaitu diploma. Responden yang berpendidikan sarjana yaitu empat responden dari mahasiswa, sembilan ibu rumah tangga, 10 responden pegawai negeri, 25 responden pegawai swasta, dan 16 responden dari wirausaha. Responden yang mempunyai pendidikan terakhirnya pascasarjana yaiut terdiri dari 12 responden dari pegawai negeri, 11 responden dari pegawai swasta, dan lima responden yang bekerja sebagai wirausaha.
Tabel 24 Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dan pekerjaan Pendidikan Terakhir Pekerjaan Total Maha-siswa Ibu Rumah Tangga Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wira-usaha Diploma 4 0 1 0 0 5 Sarjana 7 9 10 25 16 67 Pascasarjana 0 0 12 11 5 28 Total 11 9 23 36 21 100
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir dan Pendapatan
Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dan pendapatan menunjukkan bahwa terdapat lima responden yang berasal dari program diploma yang memiliki pendapatan Rp 500 000-1 499 999. Responden dari program sarjana sangat bervariatif yaitu 31 responden yang memiliki pendapatan Rp 500 000-1 499 999, 16 responden memiliki pendapatan Rp 3 000 000-4 499 999, 16 responden memiliki pendapatan > Rp 5 000 000 dan empat responden yang memiliki pendapatan Rp 500 000-1 499 999. Responden pascasarjana juga bervariatif yaitu terdapat 19 responden yang memiliki pendapatan sebesar Rp 3 000 000-4 499 999, lima responden memiliki pendapatan >Rp 5 000 000, empat responden berpendapatan Rp 1 500 000-2 999 999, dan empat responden memiliki pendapatan Rp 500 000-1 499 999.
Tabel 25 Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dan pendapatan Pendidikan Terakhir Pekerjaan Jumlah Rp 500 000-1 499 999 Rp 1 500 000-2 999 999 Rp 3 000 000-4 499 999 >Rp 5 000 000 Diploma 5 0 0 0 5 Sarjana 4 31 16 16 67 Pascasarjan a 4 4 19 5 32 Total 13 35 35 21 100
Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Atribut Minuman Lidah Buaya Agroinstan
Tingkat kepentingan dan kinerja diukur setelah uji validitas dan reliabelitas dilakukan terhadap atribut – atribut yang dtelah dinyatakan valid dan reliabel. Tingkat kepentingan konsumen dapat diukur berdasarkan apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk dapat memuaskan konsumen. Tingkat kepentingan ini juga akan dapat memacu perusahaan untuk memperbaiki tingkat kinerja yang dianggap kurang sesuai dengan harapan konsumen. Selain itu juga dapat digunakan sebagai acuan untuk tetap mempertahankan kinerja yang dianggap sudah sesuai dengan kepentingan konsumen tersebut.
Tingkat Kepentingan
Penilaian terhadap tingkat kepentingan atribut didasarkan pada subyektifitas responden mengenai seberapa penting suatu atribut dalam suatu keputusan pembelian responden. Berdasarkan penelitian terhadap 100 orang responden, bobot penilaian tingkat kepentingan terhadap masing–masing atribut dapat dilihat pada Tabel 26.
Tabel 26 Bobot nilai tingkat kepentingan atribut minuman lidah buaya Agroinstan
No. Atribut Total Bobot
2 Tingkat kemanisan 336
3 Aroma 359
6 Kandungan bulir lidah buaya 315
7 Keterangan kandungan gizi 343
8 Keterangan bahan pengawet 376
9 Keterangan manfaat produk 353
10 Kadar rasa 348
12 Volume produk 351
13 Kemudahan memperoleh produk 362
14 Kejelasan tanggal kadaluarsa 346
15 Jaminan halal 371
16 Izin Depkes 370
Tabel 26 menunjukkan total bobot kepentingan setiap atribut yang didapat dari 100 orang responden. Bobot nilai didapat dari penjumlahan nilai kepentingan dari masing – masing atribut dan nantinya akan digunakan untuk mencari rata – rata pada masing – masing atribut. Bobot nilai kepentingan yang terbesar terdapat pada atribut keterangan bahan pengawet dengan total bobot adalah 376. Keterangan bahan pengawet mendapatkan total bobot terbesar karena minuman lidah buaya Agroinstan masuk kedalam pasar minuman ringan kesehatan sehingga kandungan bahan pengawet menjadi pertimbangan yang paling penting bagi responden. Total atribut kepentingan yang paling rendah adalah kandungan bulir lidah buaya yaitu dengan total bobot 315. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan bulir lidah buaya bukan atribut yang terlalu dianggap penting oleh responden dibandingkan dengan atribut – atribut lainnya.
Tingkat Kinerja
Tingkat kinerja merupakan hasil dari penilaian konsumen terhadap atribut – atribut yang dianggap penting oleh produsen minuman lidah buaya Agroinstan setelah produk tersebut dikonsumsi. Penilaian terhadap tingkat kinerja atribut didasarkan pada subyektifitas responden mengenai kinerja atribut produk miuman lidah buaya Agroinstan. Berdasarkan penelitian terhadap 100 orang responden, bobot penilaian tingkat kinerja terhadap masing–masing atribut dapat dilihat pada Tabel 27.
Tabel 27 Bobot nilai tingkat kinerja atribut minuman lidah buaya agroinstan
No. Atribut Total Bobot
2 Tingkat kemanisan 271
3 Aroma 287
6 Kandungan bulir lidah buaya 362
7 Keterangan kandungan gizi 383
8 Keterangan bahan pengawet 375
9 Keterangan manfaat produk 319
10 Kadar rasa 315
12 Volume produk 351
13 Kemudahan memperoleh produk 315
14 Kejelasan tanggal kadaluarsa 392
15 Jaminan halal 380
16 Izin Depkes 371
Tabel 27 menunjukkan total bobot kinerja setiap atribut yang didapat dari 100 orang responden. Bobot nilai didapat dari penjumlahan nilai kepentingan dari masing – masing atribut dan nantinya akan digunakan untuk mencari rata – rata pada masing – masing atribut. Bobot nilai kinerja yang terbesar terdapat pada atribut kejelasan tanggal kadaluarsa dengan total bobot 392. Hal ini menunjukkan bahwa tanggal kadaluarsa yang terdapat pada kemasan dirasa paling sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Total bobot nilai yang paling rendah terdapat pada tingkat kemanisan yaitu sebesar 271. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemanisan dirasa paling tidka sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen.
Importance And PerformanceAnalysis (IPA) Minuman Lidah Buaya
Agroinstan
Tingkat kepentingan konsumen dapat diukur berdasarkan apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk dapat memuaskan konsumen. Tingkat kepentingan ini juga akan dapat memacu perusahaan untuk memperbaiki tingkat kinerja yang dianggap kurang sesuai dengan harapan konsumen. Alat yang digunakan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan tingkat kinerja adalah
Importance Performance Analysis (IPA).
Atribut yang dianalisis meliputi komponen atribut yang berjumlah 12 atribut dan dinilai oleh 100 orang responden. Dari hasil penilaian tingkat kepentingan dan kinerja terhadap 12 atribut dicari rata-rata tingkat kepentingan dan kinerja dari masing-masing atribut dengan membagi skor yang diperoleh dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Rata-rata dari tingkat kepentingan dan kinerja ini digunakan sebagai dasar untuk membuat diagram kartesius IPA yaitu, diagram yang terdiri dari empat kuadran yang digunakan untuk melihat prioritas perbaikan kinerja berdasarkan kepentingannya. Secara keseluruhan, skor tingkat kepentingan dan kinerja (Tabel 28) untuk setiap atribut menggambarkan nilai antara apa yang dianggap penting (importance) oleh konsumen dengan kinerja (performance) yang diberikan oleh perusahaan.
Tabel 28 Perhitungan rata-rata dari penilaian tingkat kepentingan dan tingkatkinerja atribut minuman lidah buaya agroinstan.
No. Atribut Rata –rata
Kepentingan (Y) Kinerja (X)
2 Tingkat kemanisan 3.36 2.71