KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Kondisi Bio-ekologis Tumbuhan Sarang Semut
Stratifikasi Jenis Tumbuhan
Berdasarkan strata tajuk pohonnya, jenis-jenis tumbuhan yang terdapat pada lima tipe penutupan lahan di TN Wasur Merauke, baik pada lokasi yang tidak terganggu maupun terganggu dapat dikelompokkan kedalam 3 (tiga) macam, yaitu strata B (20 m - ≤ 30 m), strata C (4 m - ≤ 20 m) dan strata D (1 m - ≤ 4 m), seperti disajikan pada Tabel 8.
Tabel 8. Stratifikasi tajuk pohon pada tipe penutupan lahan di TN Wasur Merauke
A B C D A B C D A B C D
Hutan dataran rendah - V V V - V V V - V V V
Lahan pekarangan kebun - V V V - V V V - V V V
Hutan Mangrove - V V V - V V V - V V V
Hutan rawa - V V V - V V V - V V V
Savana - V V V - V V V - V V V
Tipe penutupan lahan Tidak terganggu Terganggu Total
Kondisi strata tajuk
Berdasarkan Tabel 8, strata tajuk A tidak ditemukan pada kelima tipe penutupan lahan di TN Wasur Merauke. Strata tajuk pohon yang terdapat pada kelima tipe penutupan lahan di lokasi tersebut dari 3 (tiga) macam, yaitu Strata B, C dan D. Hal ini sesuai dengan dikemukakan Soerianegara dan Indrawan (1998) bahwa tidak semua hutan mempunyai ketiga strata tajuk teratas (A, B dan C). Hutan Dataran Rendah
Strata tajuk pohon pada hutan dataran rendah terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu strata B, C dan D, seperti disajikan pada Gambar 6 dan 7.
Gambar 6. Profil arsitektur pohon di hutan dataran rendah tidak terganggu Strata tajuk B pada areal tidak terganggu didominasi oleh jenis-jenis
tumbuhan Melaleuca cajuputi, Melaleuca leucadendron dan Xanthostemon
celebium, sedangkan pada kondisi penutupan lahan terganggu didominasi oleh jenis tumbuhan Melaleuca cajuputi, Melaleuca leucadendron dan Xanthostemon celebium. Pada strata C, jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu adalah Melaleuca cajuputi, Lophostemon lactifluus dan Acacia mangium, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Melaleuca cajuputi,
Lophostemon lactifluus dan Eucalypthus alba. Pada strata D, jenis-jenis
tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu adalah Baeckea frutences
dan Guettarda speciosa, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Banksia
dentata.
Keterangan : Mi = Mangifera indica; An = Alstonia actinopilla; Ca = Corypa alata; No = Nauclea orientalis; My = Murrayae paniculata; Tp = Thespesia populneoides; Ms = Melaleuca symphiocarpa; Ml = Melaleuca leucadendron; Mv = Macaranga involucrate; Gs = Guettarda speciosa; Md =
Melaleuca dealbata; Cc = Cycas calcicola; Al = Acacia leptocarpa; Bd = Brachychiton diversifolius; Fr = Fagraea racemosa; Mc = Melaleuca cajuputi; Mr = Morinda citrifolia; Ep = Eucalypthus pelita; Gr = Gronophyllum ramsayi; Ma = Melaleuca argentea; Am = Acacia mangium; Fh = Ficus hispida; Mh = Melaleuca cuninghamii; Da = Dillenia alata; Ps = Pandanus spiralis; Aa = Acacia auriculiformis; Fo = Ficus opposite; Sf = Sesbania Formosa; Dm = Duabanga molucanna; Ay = Asteromyrtus symphyocarpa; At = Allosyncarpia ternate; Lb = Livistoma benthamii; Se = Syzygium eucalyptoides; Bf = Baeckea frutencens; Xc = Xanthostemon celebium; Ll = Lophostemon lactifluus; Ea =
46
Gambar 7. Profil arsitektur pohon di hutan dataran rendah terganggu Lahan Pekarangan Kebun
Strata tajuk pohon pada hutan dataran rendah terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu strata B, C dan D, seperti disajikan pada Gambar 8 dan 9.
Gambar 8. Profil arsitektur pohon di lahan pekarangan kebun tidak terganggu
Keterangan : My = Murrayae paniculata; Mc = Melaleuca cajuputi; Ma = Melaleuca argentea; Lb =
Livistoma benthamii; Bt = Banksia dentate; Ep = Eucalypthus pelita; At = Allosyncarpia ternate; An = Alstonia actinopilla; Fh = Ficus hispida; Dm = Duabanga molucanna; Tp =
Thespesia populneoides; Pb = Ptychosperma bleeseri; Ea = Eucalypthus alba; Fr = Fagraea racemosa; Da = Dillenia alata; Fo = Ficus opposite; Al = Acacia leptocarpa; Ca = Corypa alata; Bf = Baeckea frutencens; Mi = Mangifera indica ; Bd = Brachychiton diversifolius; Am =
Acacia mangium; Ay = Asteromyrtus symphyocarpa; Ll = Lophostemon lactifluus; Gs =
Guettarda speciosa; Md = Melaleuca dealbata; Ml = Melaleuca leucadendro; No = Nauclea orientalis; Sf = Sesbania Formosa; Xc = Xanthostemon celebium; Mh = Melaleuca cuninghamii; Ms = Melaleuca symphiocarpa; Mv = Macaranga involucrata
Keterangan : Ma = Melaleuca argentea; Ml = Melaleuca leucadendron; Ms = Melaleuca symphiocarpa; Am = Acacia mangium; Mb = Melaleuca dealbata; Mc = Melaleuca cajuputi; Mm = Melaleuca magnifica; No = Nauclea orientalis; Da = Dillenia alata; Ep = Eucalypthus pelita; Xc = Xanthostemon celebium; Ay = Asteromyrtus symphyocarpa; Ll = Lophostemon lactifluus; An = Alstonia actinopilla; Ea = Eucalypthus alba
Strata tajuk B pada areal tidak terganggu didominasi oleh jenis-jenis
tumbuhan Melaleuca cajuputi, Melaleuca leucadendron dan Melaleuca
symphiocarpa, sedangkan pada kondisi penutupan lahan terganggu didominasi oleh jenis tumbuhan Melaleuca cajuputi, Melaleuca symphiocarpa dan Lophostemon lactifluus. Pada strata C, jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu adalah Melaleuca cajuputi, Melaleuca leucadendron dan Dillenia alata, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Melaleuca cajuputi, Citrus aurantifolia dan Nauclea orientalis. Pada strata D, jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu tidak ditemukan jenis pohonnya, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Morinda citrifolia.
Gambar 9. Profil arsitektur pohon di lahan pekarangan kebun terganggu
Hutan Mangrove
Strata tajuk pohon pada hutan dataran rendah terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu strata B, C dan D, seperti disajikan pada Gambar 10 dan 11.
Keterangan : Cp = Carica papaya; Aq = Annona squamosa; No = Nauclea orientalis; Mu = Metroxylon sagu; Ac =
Callistris intratropica; Pg = Psidium guajava; Mo = Moringa oleifera; Mi = Mangifera indica; Am =
Acacia mangium; Ay = Asteromyrtus symphyocarpa; Mc = Melaleuca cajuputi; Mr = Morinda citrifolia; An = Alstonia actinopilla; Ca = Corypa alata; Xc = Xanthostemon celebium; Ll =
Lophostemon lactifluus; Al = Acacia leptocarpa; Cn = Cocos nucifera; Nl = Nephelium lappaceum; Ml = Melaleuca leucadendron; Dm = Duabanga molucanna; Ms = Melaleuca symphiocarpa; Da =
48
Gambar 10. Profil arsitektur pohon di hutan mangrove tidak terganggu
Strata tajuk B pada areal tidak terganggu dan terganggu tidak ditemukan jenis-jenis pohon pada strata tersebut. Pada strata C, jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu adalah Bruguiera exaristata, Ceriops tagal dan Rhizophora stylosa, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Bruguiera exaristata, Bruguiera gymnorrhiza dan Callistris intratropica. Pada strata D, jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu adalah Ceriops tagal, Thespesia populneoides dan Callistris intratropica, sedangkan pada areal
yang terganggu adalah Ceriops tagal, Antidesma parvifolium dan Callistris
intratropica.
Keterangan : Ae = Antidesma ghaesembilla; My = Murrayae paniculata; Mc = Melaleuca cajuputi; Ai = Amyema thalassium; Rs = Rhizophora stylosa; Ax = Antiaris toxicaria; Av = Heritera litoralis Dryand; Bd =
Brachychiton diversifolius; Ac = Callistris intratropica; Ci = Cynometra ramiflora L; Ar = Aglaia rufa; Ap = Adenanthera pavonina; Tp = Thespesia populneoides; Bg = Bruguiera gymnorrhiza; Cv =
Croton verrecauxii; Ra = Rhizophora apiculata; Dr = Diospyros maritima; Be = Bruguiera exaristata; Ct = Ceriops tagal
Gambar 11. Profil arsitektur pohon di hutan mangrove terganggu Hutan Rawa
Strata tajuk pohon pada hutan dataran rendah terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu strata B, C dan D, seperti disajikan pada Gambar 12 dan 13.
Gambar 12. Profil arsitektur pohon di hutan rawa tidak terganggu
Strata tajuk B pada areal tidak terganggu dan terganggu didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan Melaleuca cajuputi, Melaleuca leucadendron dan Acacia auriculiformis. Pada strata C, jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal
Keterangan : Tp = Thespesia populneoides; Bd = Brachychiton diversifolius; Av = Heritera littoralis Dryand; Ax =
Antiaris toxicaria; Ai = Amyema thalassium; Bo = Buchanania obovata; Ap = Adenanthera pavonina; Bi = Bridelia tomentosa; Ci = Cynometra ramiflora L; Cv = Croton verrecauxii Baill ; Dr = Diospyros maritima; Ac = Callistris intratropica; Ra = Rhizophora apiculata; Ae = Antidesma ghaesembilla; Ct = Ceriops tagal; Bg = Bruguiera gymnorrhiza; Mc = Melaleuca cajuputi; Be =
Bruguiera exaristata; Ar = Aglaia rufa
Keterangan : Ml = Melaleuca leucadendron; Da = Dillenia alata; Fo = Ficus opposite; Ca = Corypa alata; Ps =
Pandanus spiralis; Mu = Metroxylon sagu; Ms = Melaleuca symphiocarpa; Ea = Eucalypthus alba; Lb = Livistoma benthamii; No = Nauclea orientalis; Fh = Ficus hispida; Aa = Acacia auriculiformis; Mc = Melaleuca cajuputi.
50 tidak terganggu adalah Melaleuca cajuputi, Melaleuca leucadendron dan Acacia auriculiformis, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Melaleuca cajuputi, Melaleuca leucadendron dan Eucalypthus alba. Pada strata D, jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu adalah Baeckea frutences
dan Guettarda speciosa, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Banksia
dentata.
Gambar 13. Profil arsitektur pohon di hutan rawa terganggu Savana
Strata tajuk pohon pada hutan dataran rendah terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu strata B, C dan D, seperti disajikan pada Gambar 14 dan 15.
Keterangan : Ml = Melaleuca leucadendro; Aa = Acacia auriculiformis; Ca = Corypa alata; No = Nauclea orientalis; Fh = Ficus hispida; Da = Dillenia alata; Ea = Eucalypthus alba; Fo = Ficus opposite ; Ms = Melaleuca symphiocarpa; Lb = Livistoma benthamii; Ps = Pandanus spiralis; Mc = Melaleuca cayuputih; Mu =
Gambar 14. Profil arsitektur pohon di savana tidak terganggu
Strata tajuk B pada areal tidak terganggu didominasi oleh jenis-jenis
tumbuhan Melaleuca cajuputi, Eucalypthus alba dan Acacia auriculiformis,
sedangkan pada kondisi penutupan lahan terganggu didominasi oleh jenis-jenis
tumbuhan Melaleuca cajuputi, Eucalypthus alba dan Dillenia Pada strata C,
jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu adalah Melaleuca cajuputi, Eucalypthus alba dan Banksia dentata, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Melaleuca cajuputi, Acacia auriculiformis dan Lophostemon lactifluus. Pada strata D, jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi di areal tidak terganggu tidak ditemukan jenis-jenis pohon, sedangkan pada areal yang terganggu adalah Banksia dentata.
Keterangan : Ml = Melaleuca leucadendron; An = Alstonia actinopilla; Ay = Asteromyrtus symphyocarpa; Al =
Acacia leptocarpa; Da = Dillenia alata; Ea = Eucalypthus alba; Xc = Xanthostemon celebium; Mc =
52
Gambar 15. Profil arsitektur pohon di savana terganggu Keterbukaan Tajuk Jenis Tumbuhan
Secara umum, keterbukaan tajuk di areal yang terganggu pada tipe penutupan lahan di TN Wasur Merauke lebih besar dibandikan di areal yang tidak terganggu, kecuali di tipe penutupan lahan di hutan mangrove seperti disajikan pada Tabel 9.
Tabel 9. Persentase rata-rata keterbukaan tajuk tumbuhan pada tingkat pohon, tiang dan pancang pada tipe penutupan lahan
Tipe penutupan lahan Rata-rata persentase keterbukaan tajuk (%)
Terganggu Tidak Terganggu
Hutan Dataran Rendah 51,0 41,0
Lahan pekarangan kebun 86,5 78,8
Hutan Mangrove 65,0 67,6
Hutan Rawa 92,3 86,6
Savana 91,6 90,1
Besarnya keterbukaan tajuk di areal terganggu pada keempat tipe penutupan lahan yakni hutan dataran rendah, lahan pekarangan kebun, hutan rawa dan savanadiduga disebabkan oleh faktor iklim, geografis, edafis dan faktor biotik antara lain aktifitas manusia yakni penebangan pohon untuk bahan bangunan sekaligus memanfaatkan tumbuhan sarang semut yang ada, kerusakan cabang pohon akibat pohon yang ditebang dan peristiwa alam seperti adanya pohon yang tumbang secara alami karena kejadian/bencana alam, pembakaran yang tak
Keterangan : Aa = Acacia auriculiformis; Xc = Xanthostemon celebium; Ay = Asteromyrtus symphyocarpa; Ll =
Lophostemon lactifluus; Al = Acacia leptocarpa; Ea = Eucalypthus alba; Mp = Melastoma polyanthum; Mc = Melaleuca cajuputi; Md = Melaleuca dealbata; Da = Dillenia alata; Bd = Brachychiton diversifolius
terkendali, pohon yang sudah mati, tua dan lapuk. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Billing (1952), Kramer & Kozlowski (1960) yang dikutip Soerianegara dan Indrawan (1998), yang menyatakan bahwa hidup dan tumbuhnya suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan erat hubungannya dengan lingkungannya yang meliputi faktor iklim, geografis, edafis dan faktor biotik yang ada.
Lebih besarnya keterbukaan tajuk di areal tidak terganggu pada tipe penutupan lahan hutan mangrove diduga disebabkan oleh adanya pohon besar yang tua, lapuk dan tumbang secara alami menyebabkan tajuk pohon dan cabang pohon hidup lainnya ikuti patah atau terkoak dan adanya persaingan antar tumbuhan (toleran dan intoleran) serta toleransi terhadap radiasi matahari. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Vickery (1984), persekutuan hidup tetumbuhan secara alami akan mengalami dua hal penting, yaitu 1) akibat persaingan antar tumbuhan dan 2) akibat sifat toleransi spesies pohon terhadap intensitas radiasi matahari.
Jumlah Jenis Tumbuhan
Jumlah total jenis tumbuhan yang ditemukan pada tipe penutupan lahan di TN Wasur Merauke Papua sebanyak 86 jenis, 73 genus dan 36 famili. Pada hutan dataran rendah memiliki jumlah jenis tumbuhan tertinggi sebanyak 45 jenis, sedangkan terendah ditemukan pada hutan rawa sebanyak 13 jenis. Jumlah jenis tumbuhan pada beberapa tipe penutupan lahan di TN Wasur Merauke secara rinci disajikan pada Tabel 10.
Tabel 10. Jumlah jenis tumbuhan pada tipe penutupan lahan
Tidak Terganggu Terganggu
Hutan Dataran Rendah 40 34 45
Hutan Lahan Pekarangan Kebun 15 23 28
Hutan Mangrove 19 19 21
Hutan Rawa 13 13 13
Savana 11 11 15
Total jenis yang ditemukan 86
Kondisi Pengambilan
Tipe Penutupan Hutan Total
Tipe penutupan lahan di hutan dataran rendah memiliki jumlah jenis lebih banyak dibandingkan tipe penutupan lahan lainnya. Hal ini diduga karena adanya keanekaragaman spesies tumbuhan dan binatang, tajuk pohon yang sangat rapat,
54 adanya tetumbuhan yang memanjat, menggantung, dan menempel pada dahan pohon yakni jenis epifitdan tumbuhan pemanjat, serta proses daur ulang sangat tinggi bagi ketersediaan unsur hara.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukaan oleh Vickery (1984) dan Arief (1994), hutan hujan tropis adalah klimaks utama hutan-hutan di dataran rendah yang mempunyai tiga strata tajuk dari hutan-hutan di dataran rendah yang mempunyai tiga strata tajuk. Selain itu, disebutkan bahwa semua komponen vegetasi hutan tidak mungkin kekurangan unsur hara karena sistem kecepatan daur ulang yang sangat tinggi.
Rendahnya jumlah jenis pada hutan rawa diduga karena tidak dipengaruhi oleh iklim, jenis tanah aluvial dan kondisi aerasinya buruk serta terkadang hanya ditumbuhi oleh rumput rawa dan didominasi jenis-jenis pandan dan palem. Menurut Direktorat Jenderal Kehutanan (1976), Ewusie (1990), Arief (1994), Santoso (1996) yang dikutip Indriyanto (2006) menyatakan bahwa hutan rawa yang menyerupai hutan hujan tropis dataran rendah dengan pohon-pohon berakar tunjang, berbagai spesies palem, dan terdapat spesies-spesies tumbuhan epifit, tetapi kekayaan jenis dan kepadatannya tentu lebih rendah dibandingkan dengan ekosistem hutan hujan tropis.
Pada areal terganggu dan tidak terganggu, jumlah jenis tumbuhan terbanyak ditemukan pada hutan dataran rendah, sedangkan terendah ditemukan pada savana. Tingginya junlah jenis tumbuhan pada hutan dataran rendah di areal tidak terganggu diduga disebabkan oleh bentuk susunan komunitas atau ekosistem hutan yang dikelompokkan ke dalam dua formasi, yaitu: 1) formasi klimatis yang dalam pembentukannya sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur iklim yakni temperatur, kelembaban udara, intensitas cahaya dan angin, 2) formasi edafis yang dalam pembentukkannya sangat dipengaruhi oleh keadaan tanah yakni sifat-sifat fisika, sifat kimia, sifat biologi tanah dan kelembaban tanah, dimana pembahasannya seperti telah diuraikan sebelumnya.
Rendahnya jumlah jenis pada savana, baik areal tidak terganggu maupun terganggu diduga disebabkan oleh miskinnya unsur hara, lambatnya proses daur ulang unsur hara, dan kepekaan terhadap tempat tumbuh ekosistem. Tipe dan karakteristik suatu ekosistem yang merupakan sebagian dari tingkatan organisasi
makluk hidup. Menutu Santoso (1996), keanekaragaman hayati (biodiversitas) pada dasarnya terdiri atas tiga tingkatan, yaitu tingkatan gen, spesies atau jenis dan tingkatan ekosistem.
Kerapatan Jenis Tumbuhan
Jumlah kerapatan tumbuhan pada tingkat pohon, tiang dan pancang tumbuhan inang pada beberapa tipe penutupan lahan di TN Wasur Merauke Papua disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11. Kerapatan tumbuhan tingkat pohon, tiang dan pancang pada beberapa tipe penutupan lahan
Tidak terganggu Terganggu Tidak terganggu Terganggu Tidak terganggu Terganggu
Hutan dataran rendah 284 198 718 650 2.840 3.296
Lahan pekarangan kebun 70 22 150 94 960 240
Hutan mangrove 154 173 502 448 2.192 2.120
hutan rawa 43 44 122 108 1.040 1.048
Savana 34 34 122 94 816 688
Pohon Tiang Pancang
Kerapatan tumbuhan inang (ind/ha) Tipe penutupan lahan
Kerapatan tumbuhan baik pada tingkat pohon, tiang dan pancang lebih banyak pada hutan dataran rendah dibandingkan tipe penutupan lahan lainnya yakni kondisi lahan yang tidak terganggu tumbuhan inang sebesar 284 individu/ha sampai dengan 2.840 individu/ha, sedangkan kondisi lahan yang telah terganggu kerapatan tumbuhan inang sebesar 198 individu/ha sampai dengan 3.296 individu/ha. Secara keseluruhan kerapatan tumbuhan inang pada hutan dataran rendah berkisar antara 198 individu/ha sampai dengan 3.296 individu/ha. Hal ini diduga karena adanya faktor variasi jenis dan kesuburan tanah, ketidakstabilan iklim (climatic instability) dan adanya kecenderungan dominasi satu atau beberapa spesies tumbuhan tertentu. Selain itu, keterbukaan tajuk yang rendah pada hutan dataran rendah dibandingkan tipe penutupan lahan lainnya.
Menurut Billing (1952) serta Kramer & Kozlowski (1960) yang dikutip oleh Soerianegara dan Indrawan (1976), kerapatan tumbuhan inang tinggi dipengaruhi faktor iklim, geografis, edafis dan faktor biotik lainnya. Kerapatan tumbuhan pada hutan dataran rendah tersebut biasanya memiliki penyebaran kelas diameter pohon antara 10 – 40 cm, sedangkan sedikit yang memiliki penyebaran kelas
56 diameter diatas 40 cm yang dilakukan pada hutan dataran rendah Wae Mual, Taman Nasional Manusela, Seram Maluku. (Sidiyasa dan Tantra 2000).
Kerapatan tumbuhan tertinggi dari 5 (lima) jenis tumbuhan pada kelima tipe penutupan hutan di TN Wasur Merauke Papua disajikan pada Tabel 12 sampai dengan Tabel 16.
Tabel 12. Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat
pertumbuhan di hutan dataran rendah Tingkat
pertumbuhan No. Nama lokal / Indonesia Nama ilmiah Famili
Kerapatan (ind/ha)
Pohon 1 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 87
2 Bush/Melaleuca Melaleuca argentea Myrtaceae 16
3 Pohon kayu putih Eucalypthus alba Myrtaceae 15
4 Bush/Lopostemon Lophostemon lactifluus Myrtaceae 15
5 Rahai/Akasia Acacia mangium Mimosaceae 13
Tiang 1 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 241
2 Bush/Lopostemon Lophostemon lactifluus Myrtaceae 45
3 Bush/Melaleuca Melaleuca leucadendron Myrtaceae 41
4 Pohon kayu putih Eucalypthus alba Myrtaceae 35
5 Rahai/Akasia Acacia mangium Mimosaceae 33
Pancang 1 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 436
2 Pohon kayu putih Eucalypthus alba Myrtaceae 88
3 Rahai/Akasia Acacia mangium Mimosaceae 76
4 Bush/Melaleuca Melaleuca leucadendron Myrtaceae 68
5 Bush/Melaleuca Melaleuca argentea Myrtaceae 52
Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat pertumbuhan di hutan dataran rendah adalah famili Myrtaceae, dan Mimosaceae. Jenis tumbuhan dengan kerapatan tertinggi dari kelima tumbuhan masing-masing yang menempati ketiga tingkat pertumbuhan di lahan pekarangan kebun adalah jenis Melaleuca cajuputi.
Tabel 13. Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat pertumbuhan di lahan pekarangan kebun
Tingkat
pertumbuhan No. Nama lokal / Indonesia Nama ilmiah Famili
Kerapatan (ind/ha) Pohon 1 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 17
2 Bush/Melaleuca Melaleuca leucadendron Myrtaceae 8 3 Dilenia Dillenia alata Dilleniaceae 3 4 Bush/Melaleuca Melaleuca symphiocarpa Myrtaceae 3 5 Kayu susu kecil/Pulai Alstonia actinopilla Apocynaceae 2 Tiang 1 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 35 2 Bush/Melaleuca Melaleuca symphiocarpa Myrtaceae 25 3 Jeruk Citrus aurantifolia Rutaceae 12 4 Dilenia Dillenia alata Dilleniaceae 10 5 Pohon kayu putih Asteromyrtus symphyocarpa Myrtaceae 9 Pancang 1 Bush/Lophostemon Lophostemon lactifluus Myrtaceae 8 2 Jeruk Citrus aurantifolia Rutaceae 4 3 Dilenia Dillenia alata Dilleniaceae 4 4 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 4
Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat pertumbuhan di lahan pekarangan kebun adalah famili Myrtaceae, Dilleniaceae, Apocynaceae, Rutaceae dan Dilleniaceae. Jenis tumbuhan dengan kerapatan tertinggi dari kelima tumbuhan masing-masing yang menempati ketiga tingkat pertumbuhan di hutan dataran rendah adalah jenis Melaleuca cajuputi.
Tabel 14. Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat
pertumbuhan di hutan mangrove
Tingkat pertumbuhan No. Nama lokal / Indonesia Nama ilmiah Famili Kerapatan (ind/ha) Pohon 1 Tanjung Bruguiera exaristata Rhizophoraceae 52
2 Tanjung/Perer Bruguiera gymnorrhiza Rhizophoraceae 18 3 Parun Ceriops tagal Rhizophoraceae 10 4 Kamunei/Sowi Callitris intratropica Cupressaceae 8 5 Lamuya Antiaris toxicaria Moraceae 7 Tiang 1 Tanjung Bruguiera exaristata Rhizophoraceae 26 2 Tanjung/Perer Bruguiera gymnorrhiza Rhizophoraceae 26 3 Parun Ceriops tagal Rhizophoraceae 26 4 Walik Croton verrecauxii Baill Euphorbiaceae 19 5 Bakau Rhizophora stylosa Rhizophoraceae 19 Pancang 1 Tanjung Bruguiera exaristata Rhizophoraceae 8 2 Kemuning/jerukan Melaleuca cajuputi Myrtaceae 2 3 Waki Diospyros maritima Ebenaceae 2 4 Waru jantan Thespesia populneoides Malvaceae 2 5 Kemuning/jerukan Murrayae paniculataJack Rutaceae 2
Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat pertumbuhan di hutan mangrove adalah famili Rhizophoraceae, Cupressaceae, Euphorbiaceae, Myrtaceae, Ebenaceae, Malvaceae, Rutaceae dan Moraceae. Jenis
58 tumbuhan dengan kerapatan tertinggi dari kelima tumbuhan masing-masing yang menempati ketiga tingkat pertumbuhan di hutan mangrove adalah jenis Bruguiera exaristata.
Tabel 15. Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat
pertumbuhan di hutan rawa Tingkat
pertumbuhan No. Nama lokal / Indonesia Nama ilmiah famili
Kerapatan (ind/ha)
Pohon 1 Rahai/Acasia Acacia auriculiformis Mimosaceae 3
2 Dilenia Dillenia alata Dilleniaceae 3
3 Kayu putih/Eucaliptus Eucalypthus alba Myrtaceae 21
4 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 4
5 Bush/Melaleuca Melaleuca leucadendro Myrtaceae 3
Tiang 1 Rahai/Acasia Acacia auriculiformis Mimosaceae 53
2 Dilenia Dillenia alata Dilleniaceae 9
3 Kayu putih/Eucaliptus Eucalypthus alba Myrtaceae 9
4 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 2
5 Bush/Melaleuca Melaleuca leucadendro Myrtaceae 9
Pancang 1 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 32
2 Bush/Melaleuca Melaleuca leucadendro Myrtaceae 28
3 Gempol kuning/Yambar Nauclea orientalis Rubiaceae 4
Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat pertumbuhan di hutan rawa adalah famili Myrtaceae, Dilleniaceae, Rubiaceae dan Mimosaceae. Jenis tumbuhan dengan kerapatan tertinggi dari kelima tumbuhan masing-masing yang menempati ketiga tingkat pertumbuhan di hutan rawa adalah jenis Melaleuca cajuputi.
Tabel 16. Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat
pertumbuhan di savana Tingkat
pertumbuhan No. Nama lokal / Indonesia Nama ilmiah Famili
Kerapatan (ind/ha)
Pohon 1 Pohon obor/Banksia Banksia dentata Proteaceae 17
2 Dilenia Dillenia alata Dileniaceae 3
3 Pohon kayu putih Asteromyrtus symphyocarpa Myrtaceae 2
4 Kayu susu kecil Alstonia actinopilla Apocynaceae 2
5 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 2
Tiang 1 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 41
2 Pohon obor/Banksia Banksia dentata Proteaceae 24
3 Bush/Melaleuca Melaleuca leucadendro Myrtaceae 11
4 Rahai/Akasia Acacia auriculiformis Mimosaceae 9
5 Pohon kayu putih Eucalypthus alba Myrtaceae 6
Pancang 1 Bush/Melaleuca Melaleuca cajuputi Myrtaceae 28
2 Rahai/Akasia Acacia leptocarpa Mimosaceae 4
3 Poho kayu putih Asteromyrtus symphyocarpa Myrtaceae 4
4 Pohon obor/Banksia Banksia dentata Proteaceae 4
5 Bush/Lopostemon Lophostemon lactifluus Myrtaceae 4
Kerapatan jenis-jenis tumbuhan dominan pada berbagai tingkat pertumbuhan di savana adalah famili Myrtaceae, Dilleniaceae, Apocynaceae dan