METODOLOGI PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perkembangan Land Man Ratio di Kabupaten Deli Serdang.
Perkembangan land man ratio di Kabupaten Deli Serdang dijelaskan secara deskriptif. Data yang diolah untuk menjelaskan perkembangan tersebut adalah data primer yang diperoleh dari Lampiran 1 dan Lampiran 6.
Dari Tabel 14 dapat dilihat nilai land man ratio per tahun mulai dari tahun 1998 sampai tahun 2006 di Kabupaten Deli Serdang.
Tabel 14. Land Man Ratio di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Tahun
Luas Lahan Pertanian (Ha)
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Land Man Ratio (m2/Jiwa) 1998 362.584 1.878.062 1.930,628 1999 362.697 1.904.542 1.904,379 2000 190.341 1.966.996 967,674 2001 190.714 2.002.678 952,295 2002 197.193 2.047.448 963,116 2003 198.594 1.486.094 1.336,349 2004 199.744 1.539.697 1.297,294 2005 199.903 1.582.213 1.263,439 2006 200.750 1.642.115 1.222,509 Total 2.102.520 16.049.845 11.837,683
Sumber : dari Lampiran 1dan 6 .
Pada Tahun 1998 luas wilayah pertanian di Kabupaten Deli Serdang ada seluas 362.584 Ha, dengan total jumlah penduduk ada sebanyak 1.878.062 jiwa. Rasio antara total luas wilayah pertanian dengan total jumlah penduduk pada tahun 1998 menghasilkan besaran land man ratio dalam sebesar 1930,628
m2/jiwa.
Tahun 1999 luas wilayah pertanian mengalami penambahan sebesar 113 Ha, atau sekitar 0,03 % dari luas wilayah pertanian pada tahun 1998, sehingga hanya tersisa seluas 362.697. Hal ini menyebabkan nilai land man ratio mengalami penurunan sebesar 1,36 %. Sehingga nilainya berubah menjadi 1.904,379 m2/jiwa.
Pada tahun 2000, luas wilayah pertanian berkurang secara drastis seluas 172356 Ha dari luasnya pada tahun 1999 atau sekitar 47,52 %. Hal ini menyebabkan penurunan nilai land man ratio sebesar 49,19 %, sehingga nilainya menjadi 967,674 m2/jiwa pada tahun 2000.
Pada tahun 2001 luas wilayah pertanian bertambah seluas 373 Ha atau sekitar 0,20 % dari tahun sebelumnya. Namun hal tersebut diikuti oleh perambahan jumlah penduduk yang besar pula. Pada tahun 2001 jumlah penduduk bertambah sebanyak 35.682 jiwa atau sekitar 1,81 % dari tahun 2000. Hal ini menyebabkan nilai land man ratio mengalami penurunan sebesar 1,59 % menjadi 952,295 m2/jiwa.
Pada tahun 2004 luas wilayah pertanian bertambah seluas 1150 Ha atau sekitar 0,58 % dari tahun 2003. Jumlah penduduk pada tahun 2004 mengalami penambahan sebesar 53.603 jiwa atau bertambah sekitar 3,60 % dari tahun 2003. Hal ini menyebabkan nilai land man ratio ada sebesar 1.297,294 m2/jiwa.
Perubahan laju pertumbuhan luas lahan pertanian, jumlah penduduk dan land man ratio di Kabupaten Deli Serdang mulai tahun 1998 sampai tahun 2006 dapat dilihat dari Grafik 2, 3, dan 4.
Gambar 2. Grafik Luas Lahan Pertanian di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Gambar 3. Grafik Pertumbuhan Jumlah Penduduk di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Gambar 4. Grafik Perkembangan Land Man Ratio di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Dari defenisi land man ratio yang berarti perbandingan antara luas lahan
185000 215000 245000 275000 305000 335000 365000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1400000 1500000 1600000 1700000 1800000 1900000 2000000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 940.000 1140.000 1340.000 1540.000 1740.000 1940.000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
terhadap jumlah penduduk memperlihatkan bahwa, pengaruh variabel luas lahan pertanian dan jumlah penduduk di Kabupaten Deli Serdang dari tahun ke tahun membentuk pola perkembangan nilai land man ratio. Nilai land man ratio dalam bidang pertanian berubah-ubah sesuai dengan perubahan kedua veriabel tersebut. Untuk lebih jelas, perubahan perkembangan land man ratio dalam bidang pertanian di Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat dari Gambar 5.
800.000 850.000 900.000 950.000 1000.000 1050.000 1100.000 1150.000 1200.000 1250.000 1300.000 1350.000 1400.000 1450.000 1500.000 1550.000 1600.000 1650.000 1700.000 1750.000 1800.000 1850.000 1900.000 1950.000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
Gambar 5. Diagram Perkembangan Land Man Ratio di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Dari Gambar 5 dapat dilihat dengan jelas gambaran dari penurunan dan penambahan nilai land man ratio di Kabupaten Deli Serdang selama 9 tahun. Mulai tahun 1998-2001 nilai land man ratio mengalami penurunan. Begitu juga mulai tahun 2003-2006 nilainya terus menurun dari tahun ketahun. Pada Tahun 2001 ketahun 2002 nilai land man ratio mengalami sedikit peningkatan. Hal tersebut disebabkan karena selama tahun tersebut persentase penambahan jumlah penduduk jauh lebih besar (sekitar 9 kali lipat lebih besar) jika dibandingkan dengan persentase penambahan luas lahan pertanian.
Dari Gambar 5 dapat dilihat pada tahun 2000 sampai tahun 2002 nilai land
man ratio turun drastis. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2000 terjadi
pengurangan luas lahan pertanian seluas 172.356 Ha atau sekitar 47,52 % dari tahun sebelumnya. Selama tahun 2000-2002 terjadi rata-rata penurunan luas lahan pertanian sebanyak 17,03 % per tahun. Nilai rata-rata penurunan tersebut lebih besar dibandingkan dengan rata-rata penurunan luas lahan pertanian di Kabupaten Deli Serdang selama 9 tahun (tahun 1998-2006) yaitu sebesar 4,67 %.
Berdasarkan data yang diperolah dari Kompas (2004: 1) dan Suryaman (2006: 3) selama 2 tahun didapat nilai land man ratio di Indonesia. Dari data tersebut diperoleh kesimpulan Negara Indonesia mengalami penurunan nilai land
man ratio sebesar 8 m2/jiwa. Selama 2 tahun tersebut, telah terjadi penurunan nilai
land man ratio sebesar 2,209 % per tahun. Sementara itu di Kabupaten Deli
Serdang mulai tahun 2004-2006 telah terjadi penurunan nilai land man ratio sebesar 74,785 m2/jiwa. Nilai tersebut setara dengan penurunan sebesar 2,882 %
per tahun.
Sedangkan menurut data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Sumatera Utara, pada tahun 2004 Provisi Sumatera Utara memiliki luas lahan pertanian seluas 3.254.640 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 12.123.360 jiwa. Pada tahun 2005 luas lahan pertanian di Sumatera Utara ada seluas 3.543.807 Ha dan jumlah penduduk sebanyak 12.326.678 Ha, dan pada tahun 2006 luas lahan pertanian ada seluas 3.832.441 Ha, dengan jumlah penduduk sebanyak 12.637.980 jiwa. Dari data tersebut dapat diperolah nilai land man ratio di Sumatera Utara pada tahun 2004 ada sebesar 2684,602 m2/jiwa. Pada tahun 2005 nilai land man
ratio turun sebanyak 190,306 m2/jiwa menjadi sebesar 2874,908 m2/jiwa. Pada tahun 2006 naik sebanyak 157,571 m2/jiwa menjadi sebesar 3032,479 m2/jiwa.
Mulai dari tahun 2004 sampai tahun 2006 Provinsi Sumatera Utara mengalami rata-rata penurunan nilai land man ratio sebesar 16,36 m2/jiwa per tahun atau sebesar 3,54 % per tahun.
Nilai land man ratio di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2006 (1222,509 m2/jiwa) lebih besar dari nilai land man ratio Indonesia (354 m2/kapita) karena Kabupaten Deli Serdang adalah salah satu Kabupaten yang memiliki luas lahan pertanian terluas. Namun nilai land man ratio ini lebih kecil dibandingkan dengan niai land man ratio Sumatera Utara (3032,479 m2/jiwa) karena Kabupaten Deli Serdang memiliki jarak paling dekat dengan Kotamadya Medan dibandingkan dengan kabupaten lain, sehingga konversi juga besar terjadi.
Perkembangan Kesempatan Kerja Sektor Pertanian dan Perindustrian di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Perubahan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian dan perindustian di Kabupaten Deli Serdang mulai dari tahun 1998-2006 dapat dilihat dari Tabel 1
.
Tabel 15. Perkembangan Kesempatan Kerja Sektor Pertanian dan Perindustrian di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Tahun TK Pertanian (Orang) Selisih Persentase (%) TK Perindustrian (Orang) Selisih Persentase (%) 1998 372450 0 110547 0 1999 283497 23.883 144499 -30.713 2000 397492 -40.210 121227 16.105 2001 352737 11.259 138804 -14.499 2002 360631 -2.238 141910 -2.238 2003 185878 48.458 79216 44.179 2004 194017 -4.379 82684 -4.378 2005 199374 -2.761 84967 -2.761 2006 205916 -3.281 87754 -3.280 Total 2551992 30.731 991608 2.415 Rata-rata 3.415 0.268
Sumber : dari Lampiran 5 (diolah).
Pada tahun 1998 jumlah tenaga kerja di sektor pertanian berjumlah 372.450 orang. Tahun 1999 turun sebesar 23,883 % (sebanyak 88.953 orang) menjadi 283.479 orang. Sedangkan pada tahun 1999 tenaga kerja di sektor perindustrian naik sebesar 30,713 % (sebanyak 33.952 orang).
Pada tahun 2000 jumlah tenaga kerja di sektor pertanian bertambah sebanyak 113.995 orang (sebesar 40,210 %) sehingga jumlahnya menjadi 397.492 orang. Sedangkan pada sektor perindustrian jumlah tenaga kerja berkurang sebesar 16,105 % atau sebesar 23.273 orang, sehingga jumlahnya menjadi 121.227 orang. Sampai tahun 2001 perkembangan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian maupun di sektor perindustrian menunjukkan arah berbanding terbalik.
pertanian maupun di sektor perindustrian sama-sama mengalami perubahan jumlah tenaga kerja yang menunjukkan arah berbanding lurus. Perkembangan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian dan perindustrian di Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat lebih jelas dari Gambar 6.
20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 140,000 160,000 180,000 200,000 220,000 240,000 260,000 280,000 300,000 320,000 340,000 360,000 380,000 400,000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
Jlh TK Pertanian (Orang) Jlh TK Perindustrian (Orang)
Gambar 6. Diagram Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja di Sektor Pertanian dan Perindustrian di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006
Meskipun dari Gambar 6 terlihat pada tahun-tahun tertentu terjadi penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian, tetapi secara keseluruhan selama 9 tahun terjadi penambahan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Rata-rata penambahan sebesar 3,415 % per tahun.
Sedangkan untuk tenaga kerja di sektor perindustrian, jumlahnya juga mengalami penambahan selama 9 tahun. Rata-rata penambahannya sebesar 0,268 % per tahun. Perubahan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian dan perindustrian di kabupaten Deli Serdang juga dapat dilihat dari Gambar 7.
70,000 110,000 150,000 190,000 230,000 270,000 310,000 350,000 390,000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
Jlh TK Pertanian (Orang) Jlh TK Perindustrian (Orang)
Gambar 7. Grafik Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja di Sektor Pertanian dan Perindustrian di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006
Dari data pada Tabel 15 dapat disimpulkan, fenomena peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian sebenarnya memperkecil kesempatan kerja di sektor pertanian karena di sisi lain konversi lahan pertanian juga meningkat. Sehingga lahan yang digunakan untuk tempat bekerja juga semakin kecil.
Sedangkan peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor perindustrian memperlihatkan kesempatan kerja di sektor perindustrian selama tahun 1998-2006
semakin besar. Perkembangan industri kecil, menengah, dan besar di Kabupaten Deli Serdang mulai tahun 2000 sampai tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Perkembangan Industri Kacil, Menengah, dan Besar di Kabupaten Deli Serdang pada Tahun 2000-2005.
No Golongan Industri Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1 Kecil 1845 1890 1953 2008 2077 2196 2 Menengah 461 540 619 627 633 659 3 Besar 175 199 202 208 214 219 Jumlah 2481 2629 2774 2843 2924 3074
Sumber : Disperindag Kab. Deli Serdang tahun 2000-2005.
Perkembangan industri tersebut berbanding lurus dengan fenomena konversi lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan perindustrian yang terjadi di Kabupaten Deli Serdang.
Fenomena konversi lahan pertanian juga berbanding lurus dengan peningkatan pengembangan pemukiman. Hal tersebut ditandai dengan jumlah unit perumahan yang dibangun selama 8 tahun di Kabupaten Deli Serdang. Pengembangan pemukiman baik yang dilakukan oleh pengembang atau yang dibangun secara pribadi-pribadi bukan hanya akibat dari pertambahan penduduk, tetapi sebagian merupakan investasi bagi masyarakat berpendapatan tinggi yang akhir-akhir ini merupakan trend masyarakat di sekitar perkotaan. Dari Tabel 17 dapat dilihat jumlah unit bangunan rumah yang dibangun selama tahun 1999-2006 di Kabupaten Deli Serdang.
Tabel 17. Jumlah Unit Bangunan Rumah yang Dibangun di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1999-2006.
Tahun Developer Swasta Melalui KPR-BTN Perum Perumnas Melalui KPR-BTN Koperasi Melalui KPR-BTN Jumlah 1999 9609 2233 144 11986 2000 10525 2299 144 12968 2001 1063 - - 1063 2002 295 998 - 1293 2003 392 - - 392 2004 315 - - 315 2005 775 - 775 2006 775 - - 775 Total 23749 5530 288 29567 Rata” 2968,625 691,25 36 3695,875
Sumber : BPS, Sumatera Utara Dalam Angka Tahun 1999-2006
Dari data pada Tabel 17 dapat dilihat jumlah total unit perumahan yang dibangun selama tahun 1999-2006 ada sebanyak 29567 unit, dengan rata-rata pembangunan unit per tahun sebanyak 3698 unit.
Namun meskipun terjadi perkembangan luas kawasan perindustrian di Kabupaten Deli Serdang, perkembangan tersebut tidak dapat menampung seluruh jumlah tenaga kerja baik dari sektor pertanian dan perindustrian yang terus bertambah jumlahnya. Hal tersebut dibuktikan dari jumlah pengangguran yang semakin besar dari tahun ketahun. Data jumlah pengangguran di Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Jumlah Pengangguran di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1999-2006.
Tahun Jumlah (orang) Pertumbuhan Jumlah
Pengangguran (Jiwa) Persentase Pertumbuhan (%) 1999 50.757 0 0 2000 49.850 -907 -1,78 2001 50.520 670 1,34 2002 51.651 1.131 2,23 2003 103.290 51.639 99,97 2004 107.812 4.522 4,37 2005 110.789 2.977 2,76 2006 114.423 3.634 3,28 Jumlah 639.092 63.666 112,17
Sumber : BPS, Deli Serdang Dalam Angka tahun 1997-2007
Dari data pada Tabel 18 dapat dilihat total pengangguran mulai dari tahun 1999-2006 ada sebanyak 63.666 orang. Mulai dari tahun 1999-2006 rata-rata penambahan jumlah pengangguran ada sebanyak 7.833 orang (14,02 %) per tahun.
Pengaruh Jumlah Penduduk dan Luas Konversi Lahan Pertanian terhadap
Land Man Ratio di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Pengaruh jumlah penduduk dan luas konversi lahan pertanian terhadap
land man ratio dijelaskan secara deskriptif. Data yang diolah adalah data primer
yang berasal dari Lampiran 7.
Tabel 19. Jumlah Penduduk, Luas Konversi Lahan Pertanian,dan LMR seluruh Wilayah di Kabupaten Deli serdang.
Tahun
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Luas Konversi (Ha)
Land Man Ratio (m2/Jiwa) 1998 1.878.062 0 1.930,628 1999 1.904.542 -113 1.904,379 2000 1.966.996 172.356 967,674 2001 2.002.678 -373 952,295 2002 2.047.448 -6.479 963,116 2003 1.486.094 -1.401 1.336,349 2004 1.539.697 -1.150 1.297,294 2005 1.582.213 -159 1.263,439 2006 1.642.115 -847 1.222,509 Total 16.049.845 161.834 11.837,683
Sumber : dari Lampiran 7.
Dari tahun 1998 ke tahun 1999 jumlah penduduk di Kabupaten Deli Serdang mengalami pertambahan sebanyak 26.480 jiwa. Sedangkan luas lahan pertanian bertambah seluas 113 Ha pada tahun yang sama. Hal tersebut menyebabkan nilai land man ratio ada sebesar 1.904,397 m2/jiwa. Pada tahun 2000
nilai land man ratio turun sebesar 49,18 % menjadi 967,674 m2/jiwa. Hal tersebut disebabkan karena lahan pertanian mengalami konversi yang sangat besar, yaitu seluas 172.356 Ha. Sementara jumlah penduduk hanya mengalami pertambahan sebesar 3,27 % atau sebanyak 62.454 jiwa.
Secara keseluruhan, dari Tabel 19 di atas mulai tahun 1998-2006 jumlah penduduk mengalami peningkatan. Namun pada tahun 2002 ke tahun 2003 terjadi pengurangan jumlah penduduk yang sangat besar. Hal tersebut bukan disebabkan karena jumah kelahiran lebih kecil dari pada jumlah kematian, tetapi karena pada tahun 2003 Kabupaten Deli Serdang mengalami pemekaran wilayah. Sehingga sebagian penduduk menjadi penduduk di Kabupaten yang baru yaitu Kabupaten Serdang Bedagai.
Jika data tahun 2003 diabaikan, maka pertumbuhan penduduk selama 9 tahun di Kabupaten Deli Serdang mengalami rata-rata peningkatan sebesar 2,09 % per tahun. Sedangkan lahan pertanian mengalami rata-rata konversi seluas 17.981,55 Ha per tahun atau sebesar 4,95 % per tahun, sehingga nilai land man
ratio mengalami rata-rata penurunan sebesar 78,67 m2/jiwa atau 4,07 % per tahun.
Hubungan Antara Luas Konversi Lahan Pertanian dan Jumlah Tenaga Kerja di sektor Pertanian di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Hubungan antara luas konversi lahan pertanian dan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian di Kabupaten Deli Serdang dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi sederhana (bivariate). Hasil analisis dapat dilihat pada Lampiran 8. Dari analisis tersebut didapat nilai korelasi (r) antara luas konversi lahan pertanian dan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian adalah sebesar 0,475.
Dari hasil perhitungan pada Lampiran 8, didapat harga t-hitung = 1,428. Sedangkan harga t-tabel pada tingkat signifikansi 0,05 (dan dk 7) = 2,365. Jadi t hitung < dari t-tabel, dengan demikian Ho : diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang kuat antara konversi lahan pertanian dengan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Karena meskipun luas lahan pertanian berkurang, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian tetap bertambah. Hal ini diduga disebabkan karena sulitnya mencari pekerjaan di sektor lain. Hal ini juga diduga memiliki hubungan dengan sistem pewarisan tanah yang mencerminkan fenomena bertambahnya jumlah petani gurem di Indonesia. Seperti yang dikemukakan Jamal (2000 : 17) yang menyatakan pola pewarisan tanah dalam masyarakat cenderung semakin mendorong fragmentasi lahan, sehingga rata-rata penguasaan lahan oleh petani terus menurun dari waktu kewaktu.
Hubungan Luas Konversi Lahan Pertanian Dengan Jumlah Tenaga Kerja di Sektor Perindustrian di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Hubungan antara luas konversi lahan pertanian dan jumlah tenaga kerja di sektor perindustrian di Kabupaten Deli Serdang dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi sederhana (bivariate). Hasil analisis dapat dilihat pada Lampiran 9. Dari analisis tersebut didapat nilai korelasi (r) antara luas konversi lahan pertanian dan jumlah tenaga kerja di sektor perindustrian adalah sebesar 0,141.
Dari hasil perhitungan pada Lampiran 9, didapat harga t-hitung = 0,376. Sedang harga tabel pada tingkat signifikansi 0,05 (dan dk 7) = 2,365. Jadi t-hitung < dari t-tabel, dengan demikian Ho : diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang kuat antara konversi lahan pertanian dengan jumlah tenaga kerja di sektor perindustrian. Hubungan yang tidak kuat tersebut
disebabkan karena adanya faktor lain yang memiliki hubungan dengan jumlah tenaga kerja di sektor perindustrian seperti upah tenaga kerja, jenis industri, jumlah industri, dan tingkat pendidikan tenaga kerja.
Pengaruh Luas Lahan Sawah terhadap Jumlah Produksi Padi di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
Pengaruh luas lahan sawah terhadap jumlah produksi padi di Kabupaten Deli Serdang dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan variabel bebas adalah luas lahan sawah (Ls) dan variabel terikat adalah jumlah produksi padi (Pr). Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Pengaruh Luas Lahan Sawah terhadap Jumlah Produksi Padi di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
No Variabel Koef.Regresi t-hitung Keterangan
Konstanta 211.429,5 1,461
1 Luas Lahan Sawah 5,429 2,143 tn
R2 = 0,396 t-tabel (0,05) = 2,365 Keterangan:
tn = Berpengaruh tidak nyata. Sumber : analisis data dari Lampiran 10.
Berdasarkan Tabel 20 dapat dituliskan persamaan garis regresi linier sebagai berikut :
Pr = 211.429,5 + 5,429 Ls
1. Jika terjadi penambahan luas lahan sawah sebesar 1 Ha per tahun, maka jumlah produksi tanaman padi akan bertambah sebanyak 5,429 ton.
2. Jika penambahan luas lahan sawah bernilai 0 (nol), maka jumlah produksi padi akan ada sebanyak 211.429,5 ton.
Berdasarkan Tabel 20 dapat diketahui bahwa :
1. Variabel luas lahan sawah berpengaruh tidak nyata terhadap variabel jumlah produksi padi. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai t-hitung sebesar 2,143 < nilai t-tabel sebesar 2,365. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan H0 diterima. Luas lahan sawah tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi padi disebabkan karena adanya veriabel lain yang mempengaruhi jumlah produksi padi seperti jumlah tenaga kerja, modal, pola tanam yang diterapkan, dan saprodi. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan dengan Soekartawai (2005 : 17).
2. Nilai R2 yang diperoleh sebesar 0,396. Artinya, variabel luas lahan pertanian memberikan pengaruh pada variabel jumlah produksi padi sebesar 39,6 %, sedangkan sisanya di pengaruhi oleh variabel lain seperti yang dikemukakan Soekartawi (2005 :17) yaitu jumlah tenaga kerja, modal, dan saprodi.
Pengaruh Jumlah Penduduk terhadap Luas Konversi Lahan Pertanian di Kabupaten Deli Serdang 1998-2006.
Pengaruh jumlah penduduk terhadap luas konversi lahan pertanian di Kabupaten Deli Serdang dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan variabel bebas jumlah penduduk (Pd) dan variabel terikat adalah luas konversi lahan pertanian (Kv). Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 21. Pengaruh Jumlah Penduduk terhadap Luas Konversi Lahan Pertanian di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1998-2006.
No Variabel Koef.Regresi t-hitung Keterangan
Konstanta - 24.824 -0,729
1 Jumlah Penduduk 0,08 0,840 tn
R2 = 0,092 t-tabel (0,05) = 2,365 Keterangan:
tn = Berpengaruh tidak nyata. Sumber : analisis data dari Lampiran 11.
Berdasarkan Tabel 21 dapat dituliskan persamaan garis regresi linier sebagai berikut :
Kv = - 24.824 + 0,08 Pd
Dari persamaan regresi tersebut dapat diketahui :
1. Setiap terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 1 orang per tahun, maka luas konversi lahan pertanian akan mengalami penambahan seluas 0,08 Ha per tahun.
2. Jika koefisien jumlah penduduk bernilai 0 (nol), luas konversi lahan pertanian mencapai nilai -24.824 Ha per tahun .
Berdasarkan Tabel 21 dapat diketahui bahwa :
1. Variabel jumlah penduduk berpengaruh tidak nyata terhadap variabel luas konversi lahan pertanian. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai t-hitung sebesar 0,840 < nilai t-tabel sebesar 2,365. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini disebabkan karena tujuan manusia mengkonversikan lahan pertanian untuk membuat bangunan semakin bervariasi. Misalnya saja untuk bangunan rumah. Satu orang penduduk dapat memiliki
beberapa bangunan rumah. Selain untuk dijadikan sebagai tempat tinggal pribadi, bangunan-bangunan tersebut juga dijadikan sebagai alat investasi atau sebagai usaha untuk memperolah pendapatan. Selain itu, gaya hidup masyarakat saat ini yang menginginkan berbagai macam fasilitas kesehatan, hiburan, dan lain-lain menyebabkan konversi lahan pertanian sangat sulit dihindarkan.
2. Nilai R2 yang diperoleh sebesar 0,092. Artinya, variabel jumlah penduduk memberikan pengaruh pada variabel luas konversi lahan pertanian sebesar 9,2 %, sedangkan sisanya di pengaruhi oleh variabel lain seperti nilai tukar lahan, sistem warisan, peraturan pemerintah terhadap pengendalian konversi lahan pertanian, dan keinginan masyarakat berinvestasi.